Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 24. Mata Tembus Tulang


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu,saat Fara telah kembali ke rumah dan terus memikirkan Rein yang mau mengorbankan masa mudanya,menikah dengan gadis yang tidak dikenalnya. Membuat Fara berpikir untuk melakukan sesuatu. Langsung berpamitan pada kedua orang tuanya dan meminta sesuatu pada seorang supir pribadi yang mengantarkan mereka untuk tetap menunggu beberapa menit.


"Tunggu aku,Jangan pergi" ucap Fara meminta.


Sambil berbicara dengan kedua orang tuanya,Fara seperti sedang memohon sesuatu. Dimana dia terus menceritakan semua kebaikan Rein pada kedua orang tuanya dan sudah rela berkorban untuk keluarganya."Kau yakin Rein akan setuju? Bahkan setelah Papa dan mama terbebas?" Tanya Dany saling lihat ke arah istrinya.


"Pa,ma. Bagaimana pun,setelah aku lulus. Aku juga akan bekerja di Rumah Basura, Sebelum itu terjadi,lebih baik aku meminta langsung untuk dipekerjakan sebagai pelayan Rein dan cucu keluarga Basura." Ucap Fara memeluk keduanya.


"Baiklah,maafkan kami yang membuat mu merasakan pengalaman pahit, Papa dan mama juga akan meminta keringanan Nanti. Bagaimana pun,kamu bisa masuk ke jenjang karier." Ucap Dany dan istrinya.


Setelah berkemas,akhirnya Fara memutuskan untuk ikut kembali ke kediaman Basura. Dimana setelah selesai pernikahan antara Rein dan Arumi, Fara langsung meminta izin untuk bertemu dengan Orgami Basura. Dan menjelaskan keinginannya.


"Dasar Gadis bodoh!, Bahkan setelah Rein rela berkorban untuk mu, Kamu sudah menyia-nyiakan kebebasan mu. Pikirkan lagi,apakah kamu akan sanggup menjalani kuliah dan tugas harian sebagai pelayan?" ucap Orgami terkekeh.


Sambil mengangguk penuh keyakinan,Terlihat di mata Fara berkobar api cemburu dimana di dalam hatinya seperti ada sesuatu yang terus bergemuruh seperti tidak Rela Rein menikah dengan Arumi. "Tuan Basura,terimakasih untuk semuanya. Jadi apa aku bisa langsung ke sana?" tanya Fara.


"Oh tidak bisa,tunggu seseorang yang akan menemani mu,hari ini kamu belajar dahulu pada beberapa pelayan yang lain." ucap Orgami Basura yang sedang menunggu seseorang untuk bertemu dengannya.


Hingga beberapa jam setelah Fara pergi,sekitar empat orang datang dengan wajah menunduk dan langsung memohon ampun padanya." Tuan,ringankan kami. Aku berjanji akan membayar sisa hutang ku." ucap seorang wanita (48) memohon bersama suaminya (50). Dan dua orang anak perempuan (18 dan 29) bersimpuh memohon.


"Keluarga Bolsom pindah dari luar Negeri dan membuat kesepakatan diatas tanah ku untuk berbisnis,karena kebodohan kalian tidak becus mengembangkan apa yang telah aku pinjamkan. Tentunya kalian tahu apa akibatnya,Mulai detik ini Kalian akan bekerja di bawah tanganku tanpa tunjangan selain tunjangan kesehatan dan liburan." Ucap Orgami tegas.


"Tuan,Anak kami Silvia (18) masih bersekolah dan Griss juga sedang menjalankan pekerjaan menjadi dosen. Tolong beri kami keringanan. Bagaimana pun,masa depan mereka berdua tergantung kebaikan anda." ucap seorang pria bersujud dan memohon.


"Kami mohon" ucap keempatnya.


Sambil menggeleng kepala,terlihat Orgami sedikit tak tega dan melihat ke arah Griss yang merupakan dosen di universitas san Diego. "Kamu Griss kan,apa kamu tahu Rein Rumble?" tanya Orgami.


"Iya dia salah satu mahasiswa ku. Maaf" ucap Griss kembali menundukkan kepala.

__ADS_1


Sambil berpikir dan tak jadi membuat kedua putri keluarga Bolsom menjadi pekerjanya. Seperti memiliki sebuah permainan untuk cucu menantunya,Orgami tersenyum dan memulai rencana. "Baiklah,aku akan bebaskan satu putri kalian, kalian bisa diskusi sampai aku kembali." Berkata Orgami yang kemudian berdiri di papah dua pelayan wanitanya.


"Aku sudah tua,dan jarang bermain tapi dengan kedatangan Rein,yang sudah memberikan kehidupan baru,sepertinya memiliki beberapa hiburan sangat cocok untuk ku."


"Hehehe,bahkan sakit jantung ku sudah tidak pernah kambuh lagi."


***


Beberapa jam berikutnya,setelah membuat keputusan keluarga Bolsom sudah sepakat. Dan sosok Griss yang rela mengorbankan sebuah pekerjaannya,siap menerima pekerjaan barunya menjadi seorang pelayan wanita. Dengan rambut blonde kuning bersih,terlihat Griss yakin dengan keputusannya. "Silvia,kau harus terus menempuh pendidikan yang bagus,dan memiliki jenjang karier untuk menebus mama dan papa. Aku percaya dengan mu." ucap Griss memeluk adiknya.


"Baik Kak,Selama sepuluh tahun kedepan,aku akan berusaha untuk bekerja dan menabung untuk membebaskan keluarga kita. Walaupun lama,aku mohon kalian bertahan ya." Ucap Silvia terus menangis.


Setelah mendengar kesepakatan keluarga Bolsom,Sosok Orgami tertawa riang dan kemudian menyuruh tiga orang untuk pergi dan meninggalkan Griss seorang diri."Walaupun hanya sepuluh tahun,kedua orang tua mu hanya mendapat bayaran kecil bekerja di perusahaan ku,dan kamu sudah memutuskan untuk bekerja dan mengorbankan pekerjaan lamamu menjadi dosen. Sungguh disayang kan. Padahal jika kalian mau,biarkan aku menikah dengan adikmu." Ucap Orgami tertawa kencang dan kemudian menyuruh seseorang untuk memanggil Fara.


***


Setelah beberapa lama..


Sambil menjelaskan beberapa hal, Baik Fara dan Griss tertegun menerima syarat yang diberikan oleh Orgami. "Baik tuan besar,kami mengerti." ucap keduanya yang kemudian pergi untuk memulai belajar bagaimana menjadi Seorang pelayan wanita.


Sambil tertawa keras,terlihat Orgami melihat beberapa layar di sebuah ruangan,dimana terdapat beberapa gambar yang menunjukkan sesuatu di setiap lorong rumah Cucunya. "Rein,aku harap kamu bisa cepat menghasilkan cicit untuk ku,dengan dua orang berbeda umur yang akan menggoda mu,hehehe..Apakah Arumi akan tahan??." Ujar Orgami yang kemudian pergi ke dalam kamarnya untuk melakukan ritual hariannya.


"Padahal aku sudah memutuskan untuk berhenti,tapi melihat mereka aku jadi bertambah semangat. Hey kalian cepat hibur aku." Pinta Orgami menyuruh sepuluh pelayan wanita untuk menghiburnya.


***


Di sisi sekarang!


Duduk termenung sendiri sambil membaca buku dan beberapa kali membuat pesan pada authornya,Rein rumble terlihat membaca beberapa pesan di hpnya yang diletakkan di tengah Buku Belajar membuat Anak pintar.

__ADS_1


Ping!


[Ini bukan novel system,ini Novel berkah author. Kamu meminta mata tembus pandang? haha] Balas author dengan emoji menjulurkan lidah.


Ping!


[Cobalah dulu Thor,Nanti aku kirim sejumlah uang hadiah dari Kakek mertua ku.] Balas Rein dengan beberapa emoji senyum dan tangan memohon.


Ping!


[Oh ya benar juga ya,tapi ada hal yang membuat pikiran ku terganggu] balas author.


Ping!


[Apa Thor?] balas Rein.


Ping!


[Nanti aku jadi malas menulis dan takut jika nanti aku berani selingkuh] balas author yang harus setia dengan istrinya.


Sambil berpikiran bagaimana baiknya,terlihat Rein membuat beberapa pesan.


Ping!


[Aku gaji kamu saja Thor,setiap bulan dapat 5.000.000 bagaimana?, bukankah itu akan membuat mu bersemangat? dari pada langsung menerima 1 milyar?] balas Rein tersenyum.


Ping!


[Oh benar juga,dari pada nunggu Retensi yang nggak naik-naik karena jumlah pembaca setia menurun dan tidak ada yang pernah komen,aku akan coba] Balas author menutup pesan Via Whatsapp.

__ADS_1


Sambil merasakan sensasi,saat ini Rein membuka mata dan perlahan mencoba untuk melihat sesuatu dengan matanya." Eh!!!." Teriak Rein lirih.


__ADS_2