Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 77. Gee Memanipulasi Ingatan


__ADS_3

Semakin baik wadahnya, semakin besar kemungkinan Plagiator bisa memanipulasi kehidupan Manusia. Menjadi penghuni Baru Dunia dan menjadi bagian besar masyarakat. Siapa yang tahu, mereka sudah cukup menyebar di segala penjuru dunia. Bahkan mungkin salah satu dari mereka sudah menjadi seorang pemimpin negara, siapa yang tahu.


"Satu, dua, tiga, Uh Baru Tiga Plagiator yang aku lenyapkan. Masih ada 300 Plagiator lagi." Keluh Rein yang mendengar suara Helikopter datang ke arah Hutan cemara. Dimana saat ini, Rein yang masih memegang bagian jantung Nante melihat sesuatu seperti cincin. "Benda apa ini?" tanya Rein heran melihat cincin batu berwarna ungu.


Menyimpan untuk dirinya sendiri, Rein melihat ke arah Mis lilith yang datang bersama Gee dan beberapa orang dari Organisasi Basura. Dimana Mereka langsung menghampiri Rein.


"Rein, Kau baik-baik saja?" tanya Mis lilith yang menyuruh beberapa orang untuk mengambil sample tanah dengan banyak cairan hitam Nante. Dimana bagian tubuh Nante sendiri sudah lenyap menjadi buih tanpa meninggalkan apapun selain cairan pekat berwarna hitam.


"Ya, cukup baik." Ucap Rein melihat Gee yang sedang menaruh cairan hitam yang melekat di tanah ke dalam mulutnya.


"Mis lilith, apa yang sedang dilakukan Gee?"


"Dia sedang mencari informasi, seharusnya kamu tunggu sampai kami datang dan jangan bunuh Plagiator itu. Semakin sulit menemukan mereka, bahkan Papa dan mama mu sekarang juga sedang pergi ke perbatasan, untuk mencari seseorang bernama Grimm si Plagiator capung." Jelas Mis lilith yang menyuruh seseorang untuk menangkap Anita.


"Hey, lepaskan aku!" rintih Anita yang di pegang tangannya dan langsung merasakan sengatan listrik dan membuatnya pingsan saat itu juga.


Rein yang melihat langsung terkejut. "Apa yang kalian lakukan!" bentak Rein yang langsung dicegah Mis lilith.


"Berhenti Rein!, Ambil hpnya. Kita tak bisa membiarkan Dia mengetahui apapun. Bagaimana pun, para Plagiator masih belum menampakkan diri. Mungkin saja mereka juga sudah menyusup ke pihak kepolisian." Berkata mis lilith yang melihat beberapa rekaman Video dan langsung menghapusnya.


"Rein, lain kali hati-hati. Kau boleh saja memamerkan kemampuan mu." Ucap Mis lilith yang menyuruh Gee melakukan sesuatu pada Anita.


Melihat apa yang sedang terjadi, Rein tak tahu apa yang sedang dilakukan Gee pada Anita. Dimana Rein melihat Gee mengeluarkan tentakel aneh dari tangannya dan langsung menancap di kepala Anita. " Mis, Kenapa kamu melakukan hal ini. Anita adalah temanku.." ucap Rein kembali dihentikan.


"Gee sedang memanipulasi ingatan, Ini lebih baik Rein. Kita tak bisa membiarkan dia mengekspos Apapun." Ucap Mis lilith yang melihat Gee sudah menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


Sambil menyerahkan Tubuh Anita yang sudah kehilangan ingatan ke tangan Rein. Sosok Gee langsung kembali ke bentuk manusia. Gee sendiri juga merupakan seorang Plagiator dengan bentuk serangga kupu-kupu, tapi dia sedikit berbeda dengan para plagiator yang lain. Bekerja untuk Organisasi Basura. Gee memiliki maksud lain membantu mereka.


"Mis, Dia cukup banyak tahu tentang Plagiator. Dari ingatan yang aku lihat, aku menemukan ingatan tentang Plagiator nyamuk dan Plagiator Rayap." Ucap Gee menjelaskan beberapa hal, yang dia ketahui dari Anita.


Sambil menggendong Anita, Rein sedikit tidak menerima apa yang sudah dilakukan Gee. "Mis lilith, Bukankah ini terlalu kejam, Bagaimana pun kamu sudah membuat Anita pingsan!" Bentak Rein tidak suka dengan cara Mis lilith.


Sambil menyeringai, Tampak jelas pandangan Mata mis lilith tertuju tajam ke arah Rein. "Rein, dengarkan aku. Kita bergerak sendiri, Jika sampai kepolisian tahu. Itu hanya akan menambah beban untuk kita. Bagaimana pun, Gee sudah melakukan tugasnya. Bisa saja dia mengambil ingatan mu, dan kamu akan lupa tentang ini. Ingat, kamu masih berkerja dalam naungan Basura." Bentak Mis lilith tak mau ambil Resiko.


"Dan demi mencegah berita tentang para Plagiator, kami juga sudah melakukan beberapa hal pada beberapa orang yang mengunggah video tentang mereka." Lanjut Mis lilith yang kemudian pergi kembali bersama beberapa orang yang sudah membersihkan tempat kejadian.


"Gee, ayo kita pergi."


"Baik mis" ucap Gee yang melompat ke arah Helikopter sambil mencerna beberapa informasi dari sisa tubuh Nante.


Melemparkan bagian pelindung jantung Milik Nante, terlihat Rein ingin Mis lilith menyelidiki hal tersebut. "Mis, Terima ini. Walaupun tubuhnya sudah lenyap tapi bagian pelindung jantungnya masih berwujud." Teriak Rein melihat Gee menangkap pelindung jantung Nante.


Tapi Rein sendiri juga punya sesuatu benda yang tidak ingin diberikan pada Mis lilith. Dimana Rein menemukan sebuah cincin aneh di dalam jantung Nante. "Aku akan tanyakan ini pada Author, mungkin saja ini seperti item dalam Game" ucap Rein dalam hati.


Melihat hutan yang sudah sepi, Rein juga melihat beberapa mayat polisi yang masih berada di hutan. "Lebih baik aku juga pergi, Mungkin pihak kepolisian akan mencari pembunuhnya. Uh, tak bertanggung jawab" keluh Rein yang meletakkan tubuh Anita di depan motornya, sembari melaju ke arah lain.


Sampai pagi hari menjelang.


Rein yang belum tahu rumah Anita, terpaksa membawa Anita ke hotel terdekat. Dimana saat ini Rein yang sedang mandi, mendengar suara jeritan Anita yang terbangun.


"Uwaaaa!!!" Teriak Anita terkejut melihat dirinya hanya memakai pakaian dalam.

__ADS_1


Sambil melingkari tubuhnya dengan selimut, Anita mendengar suara percikan Air di dalam kamar mandi. "Dimana aku?" tanya Anita lirih melihat sebuah kamar. Menatap ke arah seragam polisinya yang sedang di jemur di dekat jendela.


"Itu seragam ku"


Tak ingat apapun selain ingatan terakhir kali, Anita sendiri mencoba untuk mengingat apa yang terjadi. "Uh, Apa yang aku lakukan semalam?" lirih Anita mencoba untuk mengingat. Anita terus memegang kepala sambil terus berpikir apa yang sudah dilakukan. "Aku tak ingat apapun!!."


Di dalam kamar mandi, Rein sendiri saat ini sedang berendam sambil membuat beberapa pesan pada author. Dengan mengirim foto cincin yang dia temukan ke akun Telegram sang author nya.


Ping!


[Bagaimana?, Kau tahu apa itu?] balas Rein yang melihat Author nya sedang mengetik pesan.


Ping!


[Entah Rein, Aku tak memikirkan hal ini sebelumnya] balas author yang sedang tidak terlalu sibuk.


Ping!


[Kau kan yang membuat mereka hidup di dunia ku!, tanggung jawab dong!] balas Rein yang beberapa kali memperhatikan cincin yang ditemukannya.


Ping!


[Iya, aku akan cari Naskah lamaku, Bagaimana pun Plagiator itu masuk ke dunia mu karena kesalahan ku] Balas author mengakhiri percakapannya.


Menyimpan kembali smartphone ke bagian datar bak mandi, Rein ingin tahu fungsi cincin tersebut. Dimana tanpa berpikir panjang, Rein langsung mengenakan cincin ke jarinya. "??" Rein tak merasakan apapun.

__ADS_1


"Kurasa cincin ini tak memiliki efek, Tapi lumayan juga bentuknya. Baiklah, Lumayan sebagai cinderamata" Berkata Rein pelan dan mengakhiri mandinya.


Membuka pintu kamar mandi, Rein terkejut dengan Anita yang sudah mengenakan seragam dan langsung memukulnya dengan vas bunga. "Eh!!" Teriak Rein terkejut dan lengah.


__ADS_2