Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 82. Kau yakin ingin Bayi?


__ADS_3

Tak berselang lama.


Tampak seorang gadis muda yang sedang joging, beristirahat sejenak di bangku taman. Duduk tersenyum sembari melihat ke arah wanita pembawa bayi.


"Lagi jalan-jalan ye dek?" tanya Gadis muda yang memperhatikan sesaat bayi tersebut tersenyum dengan khas bayi.


"Bu, umur bayinya berapa?"


"Dua tahun mbak" ucap wanita pendorong stroller bayi, yang kemudian Dia meminta sesuatu pada gadis muda tersebut.


"Mbak, bisa tolong jaga Bayiku sebentar, Aku kebelet pipis"


Dengan ramah gadis muda tersebut mengangguk dan mengiyakan. " Silakan bu, aku juga sedang istirahat " ucap Gadis muda yang membuat beberapa gerakan tangan mencoba untuk menyentuh pipi bayi tersebut. "Ih lucunya, gemes."


Tapi di saat tangan gadis muda itu hendak memegang pipi si bayi, sebuah tangkapan tangan membuat Gadis muda tersentak. Dimana bayi tersebut, langsung mencengkram kuat tangan gadis muda tersebut sambil mengeluarkan sebuah tentakel yang keluar dari mulutnya. Dimana tentakelnya langsung menjulur panjang ke mulut gadis muda tersebut. Masuk ke dalam tenggorokannya, menuju ke arah jalur jantung gadis tersebut.


Hanya dalam hitungan beberapa detik, tampak Gadis muda tersebut langsung merenggang nyawa tanpa tahu apa yang sudah terjadi.


"Clock Up" ucap Bayi tersebut yang langsung menghilang dengan Stroller nya dan langsung berada di depan wanita yang menunggunya di sisi lain jalan.


"Lagi, aku ingin jantung lagi" ucap Bayi tersebut yang sudah menelan jantung korbannya.


"Tuan muda Clark, Kita lakukan pelan-pelan. Kita tak mau membuat Rencana kita terendus oleh pihak lain yang mengetahui keberadaan kita" ucap Wanita berpakaian rapi dengan motif bunga dan rok panjang putih yang terlihat seperti seorang pengasuh bayi. Berjalan cepat sambil terus mendorong Stroller menuju ke arah lain.


"Cih, aku tak mau bekerja untuk Kabuto. Aku ingin bergerak sendiri dan menyatakan diri bahwa aku pantas untuk Queen. Cepat carikan aku jantung lagi, ingat Vena kau adalah penuntunku" ucap Bayi bernama Clark yang belum punya gigi dan berbicara khas bayi.

__ADS_1


"Aku paham dengan keinginan anda tuan Clark, tapi semua Plagiator yang terpisah di beberapa belahan dunia. Saat ini sedang di kumpulan kan oleh tuan Kabuto. Maaf, aku tak mau ikut dengan Rencana mu." Ucap Vena yang mengendus Bau aneh pada tubuh Clark.


"Vena, aku ngompol" lirih Clark dengan wajah memerah khas bayi.


"Cepat bawa aku pulang, aku pengin mandi!"


"Baik tuan Clark" ucap vena yang mengganti popok, dan memasukkan Bayi Clark ke dalam mobil bersama Strollernya.


"Uh, tuan Pakai Pup segala."


"Diam, siapa sangka aku meniru mimik seorang bayi" Lirih Clark yang sedang menutup hidungnya sendiri.


***


Sedangkan Rein yang mencoba untuk membuntuti Clark dan wanita pendorong Stroller, tampak dia terlihat kehilangan jejak mereka. "Clock Up mereka berdua sungguh merepotkan" gumam Rein terus mencari.


Menghampiri kerumunan, Terlihat Rein tercengang melihat jantung gadis muda tersebut sudah tak ada dan hilang. "Aku terlambat, Sial!!. Aku yakin mereka masih di sekitar sini" ucap Rein yang membiarkan beberapa orang mengurus Gadis muda yang sudah mati. Dan kembali mencoba untuk merasakan detak jantung beberapa orang di sekitarnya. "Dimana? mereka?."


Alun-alun kota yang luas, membuat Rein tak mengerti kenapa Sosok Plagiator tersebut bisa bergerak lebih cepat dan leluasa melakukan aksinya.


"Bayi tadi punya dua puluh Serambi jantung dan wanita yang bersamanya adalah seorang manusia. Ini aneh, apa ada manusia yang bekerja sama dengan Plagiator?" lirih Rein yang langsung menaiki motornya dan mencoba untuk merasakan sesuatu.


Dan saat Rein hendak memakai kembali helmnya, tampak Rein terdiam beberapa saat merasakan ada 21 detak jantung yang melewati dirinya. Dimana sebuah mobil mewah berwarna Biru melintas. Terus melihat dan memperhatikan laju mobil mewah berwarna biru, tampak Rein tidak langsung membuat tindakan.


Rein saat ini mencoba untuk membuntuti kembali Sosok Plagiator dengan tubuh Bayi yang melaju ke sebuah tempat. "Itu mereka" lirih Rein terus memperhatikan laju mobil biru. Tapi saat dirinya mencoba untuk mencari tahu sosok Plagiator bayi tersebut, sebuah benda putih melayang ke arahnya.

__ADS_1


Pluk!


Sebuah pampers basah dengan sedikit selai berwarna kuning langsung menempel di helmnya. Hal tersebut langsung membuat Rein terkejut dan kehilangan konsentrasi nya. "Wah!, apa ini!" ucap Rein sesaat menghentikan laju motornya yang hampir oleng.


Menepi ke pinggir jalan, tampak Rein ingin menahan muntah. "Hoek, pampers basah sialan!" Keras Rein yang langsung membuang pampers basah tersebut ke bak sampah di pinggir jalan Alun-alun kota.


Melepaskan helmnya, tampak Rein mencoba untuk mencuci helmnya tersebut. "Kurang asem, apa dia sengaja melemparkan pampers basah ke wajahku!" Kecam Rein terus mengumpat wanita yang mengendarai mobil biru.


***


Menepuk beberapa kali tembok kamar mandi umum di dekat Alun-alun kota, tampak Rein cukup kesal karena kehilangan jejak mereka. Mengingat Plat nomor mobil biru, Rein sedikit yakin bisa menemukan mereka kembali. Terlebih Rein cukup kesal melihat Gadis muda yang dijadikan sasaran dan korban mereka.


Rein sendiri juga tak ingin terlalu memusatkan langkahnya menolong orang, tapi melihat korbannya sendiri adalah seorang gadis muda. Rein kembali berpikir, kemungkinan bayi Plagiator akan kembali bergerak. Yakin dengan hal itu, Rein memutuskan untuk kembali keesokan harinya.


"Apa mungkin Plagiator punya wilayah makan mereka sendiri?" gumam Rein terus berpikir dan berjalan ke luar dari kamar mandi umum sambil membawa helmnya yang sudah bersih dari kotoran.


Mendengar suara ambulan dan beberapa mobil polisi yang datang ke tempat kejadian, Rein memutuskan untuk tidak ikut campur dalam hal tersebut. Walaupun sebenarnya, Niat hati Rein ingin menolongnya, tapi bagaimana pun nyawa gadis muda tersebut tidak mungkin bisa tergolong lagi.


Kembali melaju ke arah Universitas, Rein mencoba untuk mencari beberapa berita lokal. Dimana Rein menemukan beberapa berita yang cukup ganjil. Membaca beberapa artikel berita yang menyatakan kematian beberapa gadis muda dengan motif yang sama yaitu kehilangan jantung mereka.


"Ternyata sudah dari satu bulan yang lalu berita ini muncul, uh aku jarang lihat berita" Keluh Rein yang memutar video berita di artikel yang sedang dibacanya. Dimana tampak seorang reporter yang sedang bertugas meliput kejadian kematian beberapa orang.


"Kalau tidak salah, aku pernah melihat Reporter wanita ini di rumah sakit saat sedang mengintai Rina Rurina" lirih Rein yang juga mengingatkan Reporter wanita berada di lokasi kepompong plagiator nyamuk di lereng bukit.


Mematikan layar smartphonenya, Rein kembali ke aktivitas kuliahnya. Dimana saat ini, Rein sebagai pemeran utama duduk sendiri di belakang bangku kuliah sambil menatap jendela. "Aku yakin bayi Plagiator itu punya beberapa wilayah makan, di sekitar tempat tinggalnya" Lirih Rein kembali mendengarkan dosennya yang sedang mengajar mata kuliah.

__ADS_1


Sampai beberapa jam berlalu, tampak Rein melihat Notifikasi dari Nina yang meminta Rein untuk menjemputnya. "Masih ada banyak waktu sebelum menjemput Nina, lebih baik aku cari petunjuk lain di alun-alun kota." Pikir Rein sembari membalas chat Whatsapp Nina.


__ADS_2