
Melihat seseorang yang datang dengan gaya keren,sosok Brandon dan Arumi langsung memiringkan kepala mereka. Melihat sosok aneh dengan wajah tertutup masker corona hijau,yang biasa di beli di apotik seharga 50.000 perkotak. Tapi ada juga yang menjual 8 biji di pinggir jalan seharga 10.000 jadi satuannya seharga 1.000, untung 2.000.
Wkwkw,malah menjelaskan dagangan. Maaf terbawa suasana. Baiklah kita kembali ke Rein yang sengaja menutup wajahnya dengan masker berlubang dua, Sambil terus menghisap rokok,Rein tersenyum memperlihatkan giginya. Tapi tanpa sadar seseorang dengan ayunan tongkat langsung membuat pukulan ke arah kepala Rein.
Krak! Sebuah tongkat bekas sapu ijuk patah tepat setelah menghantam kepala Rein. Menjadi dua bagian,satu sisi tongkat yang jatuh langsung menggelinding ke arah lain. Dimana mata Rein melihat sebuah bayangan seseorang yang membuat lekuk tubuh dengan dada besar di bayangannya.
Seperti tak merasakan apapun,akibat pukulan keras batang sapu ijuk bekas. Rein hanya menggaruk kepalanya yang seperti gatal dan tidak merasakan sakit apapun. Hanya membalikkan tubuh ke belakang dalam sekejap,Rein melihat seorang wanita muda yang seumuran dengan Arumi meneteskan banyak keringat di wajahnya,yang terus mengalir sampai ke dalam dadanya,bahkan beberapa tetesan keringat dingin terus mengalir di sekujur lehernya. Mungkin termasuk yang bagian bawah,karena saat ini wanita tersebut tercengang melihat Rein yang diam dan terus menatap dirinya.
"Duh Kepala ku jadi gatal" ucap Rein yang melihat wanita di depannya terus berkeringat dan sambil mengarahkan patahan tongkat sapu ijuk ke arahnya.
"Hey,lain kali jangan seperti itu. Kalau kamu memukul orang minimal beri tahu dulu kek,Jangan asal pukul." Rein sedang menasehati.
Sambil mencoba untuk menggerakkan bibirnya ,wanita dengan gaun pesta blink berwarna ungu cerah langsung mencoba untuk memukul Rein kembali." Rasakan!" Teriak wanita tersebut yang langsung di pukul bagian buritannya oleh Rein dan membuatnya mengaduh. "Ah.."
"Laras!" Teriak Brandon melihat Laras yang langsung di pegang dua tangannya oleh Rein dan dalam posisi berjongkok,sambil membuat tubuh Laras seperti siap menerima hukuman pukul buritan.
Plak! Tamparan!
"Ah!" Rintih Laras merasakan tamparan telapak tangan Rein memukul buritannya sekali.
Plak! Tamparan!
"Ah.." Desah Laras kembali merasakan tamparan telapak tangan Rein.
Hanya dua kali membuat tamparan,Rein kemudian melihat cang cut yang di kenakan Laras terlihat jelas,karena Rein sedikit menggulung pakaian pesta terusan Yang di pakai Laras. " Magenta lagi." Seru Rein memerah wajahnya.
"Lepas kan aku!" Ucap Laras yang merasakan pegangan tangan Rein yang sangat Erat.
__ADS_1
Plak! Tamparan
"Yaaah.." Desah Laras panjang..
Hanya membuat tiga kali tamparan telapak tangan ke arah buritan Laras,Rein yang tahu bahwa Laras adalah keponakan Brandon,cukup senang membalas apa yang dilakukan Brandon pada Arumi. Dimana saat ini Rein berdiri kembali dan langsung menyobek pakaian pesta Laras.
" Hey!, apa yang kamu lakukan!" Teriak Laras melihat Rein juga menyobek Bra miliknya hanya dalam sekali hentakan.
"Aih,maaf" ucap Rein melihat Bra Laras berwarna magenta.
Hanya menggeleng kepala,Arumi heran dengan sosok pria bertopeng masker hijau seharga 1.000,hanya ingin tahu. Arumi saat ini langsung berteriak " Bang,tolong aku. Dia mau menggenjot ku!."
Sambil memeluk Laras dan mencoba membuat kesempatan dalam kesempitan,Rein terlihat langsung mengikat tangan Laras dengan tali Bra nya. " Hey Pemuda unyu!, Lepaskan dia! Atau aku akan merobek pakaiannya." Ancam Rein.
Sambil tertawa lirih,Saat ini Brandon langsung mencoba untuk melihat apa yang sebenarnya diinginkan Rein. " Hey bung,Bagaimana kalau kita nikmati mereka berdua bersama?." Tanya Brandon mencoba untuk mengajak Rein.
"Ya, aku tak masalah. Dia cuma keponakan yang tak terlalu bernilai bagiku, lagian aku juga pernah menggenjotnya beberapa kali di rumah" Ucap Brandon yang mencoba untuk menawarkan Arumi dan Laras untuk di genjot bersama.
Sambil terus dipegang Rein,sosok Laras terlihat kesal."Brandon Apa yang kamu katakan!, Kurang Asem!" Teriak Laras keras.
"Sudahlah,aku tak mau mengganggu kesenangan ku. Hey kawan,Bagaimana? Nanti kamu juga boleh genjot dia" ucap Brandon tersenyum.
Sambil berjalan ke Arah Brandon dan berpikir sesuatu,Rein tersenyum." Baiklah,karena kamu sudah mengajak ku Ayo kita lakukan bersama. Tapi,aku ingin melakukan pertama kali dengannya." Tunjuk Rein ke arah Arumi.
" Kamprett!" Teriak Arumi kesal,dan mengumpat.
"Haha, itu Baru pria sejati" ucap Brandon yang saat ini membuat sebuah isyarat pada dua temannya,yang saat ini bersembunyi setelah mendengar suara rintihan Laras dan melihat ada orang lain di gudang terbengkalai tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, kau boleh menikmati terlebih dahulu" Ucap Brandon yang saat ini membuat tindakan pencegahan. "Biar aku yang pegang Laras,kamu mulai duluan."
"Ya,nih pegang" ucap Rein yang langsung memberikan Tubuh Laras pada Brandon dan berjalan pelan ke arah Arumi.
"Hajar!" Teriak Brandon yang langsung menyuruh Laras pergi,dan melihat dua temannya siap menghajar Rein.
Hanya sekilas melihat dua bayangan,Rein tersenyum sambil berbalik Arah dan langsung meludah kan putung rokok ke arah seseorang dan Dengan gerakan cepat,langsung menendang dua orang tersebut ke arah Brandon.
"Uhuks!" Batuk Darah,dua orang langsung merasakan kesakitan. Berjalan mundur dan berhenti sesaat sebelum mengenai Brandon. Dua pria tersebut melihat darah di tangannya,dimana mereka sempat mengusap mulutnya.
Melihat dua orang temannya yang terkena pukulan,Saat ini Brandon menyuruh keduanya untuk mundur sambil menyerahkan Laras ke arah keduanya. " Bung,kita tak punya masalah apapun. Kenapa kamu seperti itu?, Bahkan aku sudah menawarkan paket unboxing untuk mu"ucap Brandon aneh Melihat sosok Rein yang saat ini kembali menyalakan rokoknya.
"Fueh, Hehe.. Aku cuma tak tega pada kalian, Lama Sekali,mereka Belum datang juga" ucap Rein yang saat ini sedang menunggu Anita datang dan tidak mau membuat kesalahan dalam tindakan yang di buatnya.
"Apa maksud mu?" tanya Brandon mendengar suara sirine mobil polisi datang.
"Kak Brandon! Kita di kepung Polisi!' Teriak Dua wanita yang merupakan pacar dua pria yang membantu Brandon.
" Apa!" Ucap Brandon melihat lebih dari 20 polisi langsung meringkus dirinya dan dua pria temannya.
Berjalan pelan,Sosok Anita berjalana ke arah Arumi yang sudah di lepas ikatannya oleh Rein. Saat ini Anita langsung memanggil namanya. "Nona Arumi, Ikut kami untuk menjadi saksi dan korban mereka" Ucap Anita yang menerima kiriman Video dari Rein. Dan sudah sepakat untuk tidak menceritakan apapun dengan sebuah imbalan yang akan di dapatkan dari Rein untuknya
"Baik aku mengerti" ucap Arumi yang sudah tak melihat Sosok orang yang sudah menolong dirinya.
"Kemana Mas keren tadi?."
Hingga Tengah malam,saat ini Arumi pulang dan sudah mengambil mobilnya di rumah Laras. Hanya pulang sendiri. Arumi melihat Seluruh ruangan gelap dan hanya ada beberapa lampu remang-remang di sekitar sudut rumahnya. " Apa dia sudah tidur? Untunglah." ucap Arumi menghela nafas pelan dan mencoba untuk kembali ke kamarnya. Melihat Rein yang sudah tertidur lelap,Arumi diam-diam masuk dan bersiap tidur di kamar lain. " Untunglah.."
__ADS_1