Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 57. Manuver, Hubby and Hunny Muncul


__ADS_3

Rein terus menatap Heran Gadis Plagiator tersebut, bahkan dia juga tak percaya jika gadis yang di kurung merupakan seorang plagiator. Yang Bagaimana pun, Rein sudah menjelajahi semua tubuhnya, termasuk detak jantung yang berdetak kencang.


Mata Rein beberapa kali menelusuri setiap bagian tubuhnya, dan tak menemukan keanehan apapun selain sebuah tato kupu-kupu di bagian sela pahanya. "Mis Lilith, Kau yakin dia plagiator?" tanya Rein mencoba untuk mencari tahu bagaimana cara membedakan manusia dengan plagiator yang sudah sempurna.


Sambil membuka pintu jeruji metal, Terlihat Mis Lilith mencoba untuk mengajak Rein masuk kedalam. "Kemari lah, dia tak berbahaya. Bahkan ketika Mamamu hendak membunuhnya dia tak melakukan perlawanan sama sekali." Ajak Mis Lilith yang kemudian mengambil sebotol toples Madu Teje dari sakunya. Membuka penutupnya dan meletakkan toples madu di depan Gadis tersebut.


"Namanya Green pie, tapi kau bisa panggil dia Gee." Lanjut Mis Lilith yang kemudian mundur dan mencoba untuk memperlihatkan sesuatu pada Rein.


Membuka mulutnya, Sosok Green pie langsung menunjukkan sebuah lidah yang menjulur panjang perlahan, dimana lidah tersebut langsung mengarah ke bagian toples. Rein sendiri terbelalak melihat apa yang terjadi, bahkan dia jelas sudah memeriksa keseluruhan tubuh Gee. "Dia sungguh mirip Manusia diawal, tapi dia benar-benar seorang plagiator." Ucap Rein tertegun.


Menyelesaikan makannya, sosok Gee melihat ke arah Mis Lilith dan beberapa kali memperhatikan Rein. Memejamkan mata, saat ini sosok Gee merasakan sensasi menikmati sebuah luapan tenaga. "8 kilometer, aku merasakan ada plagiator lainnya muncul" ucap Gee yang mengeluarkan sungut telepati dari kepalanya.


"8 kilometer! Dari sini!" ucap Mis Lilith yang kemudian bergegas menarik Rein untuk pergi melihat layar monitor. Rein yang tak tahu apa-apa, mencoba untuk mengikuti Mis Lilith.


Melihat seseorang pria yang langsung mengunci penjara, Rein bergegas menuju ke arah Mis Lilith. "Akan aku tunjukkan padamu sesuatu yang menarik" ucap Mis Lilith yang melihat sebuah tangkapan Video dari beberapa drone yang langsung di terbangkan mengelilingi Area sejauh 8 kilometer.


Hanya dalam hitungan beberapa menit, Rein melihat dengan jelas seseorang berjalan sambil mengeluarkan tanduk kumbang dan sepasang sayap terbang menuju ke arah bukit. "Apa dia mau kesini?" tanya Rein.


"Ya, mungkin dia merasakan hal yang sama seperti Gee. Bagaimana pun, setelah Gee mengeluarkan kemampuannya. Para Plagiator di dekatnya juga merasakan hal yang sama dan tentunya dia juga ingin menemukan Gee." Jelas Mis Lilith yang menyuruh beberapa orang untuk mendekat ke arah Plagiator seperti kumbang tanduk.


"Tapi, saat dalam mode manusia. Dia tak bisa menemukan dan ditemukan para Plagiator lainnya."


Rein sendiri mencoba untuk memperhatikan Gee yang sudah kembali menjadi Manusia dan menyimpan bagian tubuhnya yang lain. "Jadi dia juga bisa mendeteksi Plagiator lainnya?" tanya Rein mulai mengerti tapi dia tidak cukup paham kenapa Gee tidak melakukan perlawanan sama sekali.

__ADS_1


Melihat pintu ruangan rahasia dibuka oleh Kakek Orgami. Rein juga melihat seorang pelayan membawa sebuah koper besar yang langsung di letakan di atas meja. "Rein, Bantu Mama mertua mu." Perintah Orgami Basura, yang kemudian menyuruh pelayan wanitanya menunjukkan sebuah pakaian ganti yang baru.


"Rein ini untuk berjaga-jaga saja. Bagaimana pun, Anastasya tidak mungkin sanggup untuk melawan Plagiator kumbang tanduk itu." Ucap Mis Lilith terus mengawasi beberapa hal sambil membuka jalur penghubung pada Mama mertua Rein.


Orgami Basura yang juga sudah memberitahu kemampuan Rein pada Lilith, memang sengaja meminta Rein datang untuk melihat penemuan mereka. Dan di satu sisi, Kakek Orgami memiliki rencana besar untuk dirinya sendiri.


Disisi lain.


Dua motor Nobcar modifikasi melaju kencang dari terowongan bawah tanah. Papa dan Mama mertua Rein melaju kan motor mereka ke arah dimana Plagiator lainnya muncul. Sambil membuka jalur penghubung melalui earphones. Anastasya meminta petunjuk.


"Lilith!, Dimana dia sekarang?" tanya Anastasya sambil melihat sebuah layar di bagian dasbor motornya. Dimana layar tersebut belum memberikan titik koordinat yang jelas.


Membuat jumping setelah gerbang gua terbuka, sosok Anastasya dan Randall langsung meluncur ke arah titik Koordinat yang sudah muncul. "Hunny, Biar aku dulu yang menyerangnya" ucap Randall langsung melaju lebih cepat.


"Hubby jangan gegabah" ucap Anastasya yang langsung mengikuti laju motor Randall.


Tampak seseorang menerjang sambil membuka jalan dengan merobohkan beberapa pohon kelapa. Sosok Plagiator kumbang tanduk tersenyum karena menemukan plagiator lainnya. "Kurasa sinyalnya berada di 8 kilometer dari sini. Hem.." ucap Plagiator kumbang tanduk yang sudah menandai lokasi tempat Gee berada. Terus terbang melaju cepat dengan kepakan dua sayap tipis di punggungnya.


"Hehe, ada bau darah dua manusia, tapi aku sudah cukup kenyang memakan jantung Manusia dan mendapatkan mimiknya." Lirih Plagiator kumbang tanduk merubah wajahnya beberapa kali.


Sampai di tempat tujuan, Anastasya dan Randall melihat sosok Manusia yang melaju terbang ke arah mereka berdua. "Hunny kau tetap dibelakang ku, Sampai aku mencoba untuk memancingnya." Ucap Randall berhenti dan bersiap mengeluarkan sebuah pedang dari bagian stang motornya. Dimana pedang tersebut terlihat memiliki bagian tombol yang bisa mengeluarkan bilah pedang.


Klik!

__ADS_1


"Hubby, jangan sampai mati. Aku sayang kamu" ucap Anastasya menunggu.


"Hehe, akan aku tunjukkan padamu. Bahwa aku kuat bukan hanya di ranjang, tapi kuat dalam pertempuran." Ujar Randall yang juga sudah memakai pakaian khusus tempur berwarna hitam dengan beberapa garis putih. Memakai masker khusus,dan menekan alat penghubung. Randall langsung melompat ke arah sosok Plagiator yang terbang ke arah mereka.


"Aku merasakan teman di sini" ucap Plagiator kumbang tanduk mendeteksi adanya ancaman seseorang. Dia melihat dua orang yang ingin menghadangnya. "Cih, Manusia ini mau mengganggu ku??."


Melihat pergerakan cepat seseorang, sosok plagiator kumbang tanduk berhenti sesaat dan melihat seseorang siap menyerangnya.


"Plagiator!" teriak Randall siap membuat ayunan tebasan.


Berdiri sambil berkonsentrasi, plagiator kumbang tanduk hanya tersenyum. "Mengganggu, inilah kenapa aku tidak suka dengan manusia" lirih plagiator kumbang tanduk langsung membuat gerakan cepat.


"Clock Up!"


Hanya meninggalkan bayangan dirinya, sosok plagiator kumbang tanduk menghilang dan melihat sosok Randall menebas tubuhnya yang lainnya.


Blasss!


"Apa!" teriak Randall merasakan dengan heran pedang stang motornya tak menyentuh apapun.


"Hubby dibelakang mu!" Teriak Anastasya yang juga sudah bersiap. Dimana dia saat ini dia terbang menggunakan sebuah alat bantu di bagian dua sisi pinggangnya. "Manuver Tiga Dimensi Buatan Mis Lilith, Aku akan coba sekarang."


Menarik dua pelatuk dari pedang stang motornya, Anastasya melihat dua jangkar jarum melesat tajam ke arah beberapa pohon kelapa. Membuat lompatan langsung. "Uwaaa.. ini berbeda dengan di ruang latihan.." Teriak Anastasya merasakan angin melesat bersamanya. "Untunglah di sini ada banyak pohon kelapa, manuver 3D ini sangat berguna."

__ADS_1


Membuat gerakan cepat, terlihat Anastasya mencoba untuk menyerang Plagiator kumbang tanduk. "Jangan sakiti suamiku!" teriak Anastasya menebas tubuh Plagiator kumbang tanduk. Tapi disaat dirinya berhasil menebas, Anastasya kembali melihat hal yang sama.


"Apa..itu bayangan??."


__ADS_2