Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 22. Anatasya Vs Rein


__ADS_3

Sambil tersenyum memperlihatkan giginya,Rein sungguh percaya diri saat ini. Bahkan tampak semua orang heran melihat Rein yang begitu berani melawan mama mertuanya. Semua orang terlihat tertegun,bahkan beberapa orang seperti memberikan dukungan pada keduanya.


"Kau yakin Rein?" ucap Arumi yang mencoba untuk menghentikannya,karena dia tahu jika Rein berani menantang ibunya. Mungkin Rein akan menderita," Rein.."


"Tenang saja,aku juga sudah berjanji dan tak pernah mengingkari janjiku. Walaupun kamu juga mungkin terpaksa menikah karena kakek tua ini." Ucap Rein tersenyum melihat Orgami.


" Baiklah,Kalau kamu yakin."ucap Orgami yang kemudian mundur sambil men jitak kepala Rein.


"Auh!"Rintih Rein tersenyum.


Dan tentunya Orgami punya alasan sendiri kenapa merahasiakan pernikahan Cucunya dari Ibunya. Karena dia sendiri tak mau ribut kembali dengan anaknya." Anatasya,ingat Kalau Rein bisa mengalahkan mu,dia akan memiliki seluruh tubuh anakmu." Ucap Orgami terkekeh.


Sambil bersiap,terlihat mata Anatasya seperti membuat tatapan kerucut. Dimana dalam sekejap,dari dua tangannya keluar dua buah belati panjang yang disembunyikan di lengan pakaiannya.


"Mampus Kau Rein, Kau kira istri ku itu orang biasa?, Dia adalah seorang pembunuh dari keluarga Basura." Ucap papa mertua Rein tersenyum kecut.


Sambil menggandeng tangan kakeknya,Arumi mencoba untuk membujuk kakeknya untuk menghentikan pertarungan Rein vs ibunya."Kek,kau tahu ibu itu seorang pembunuh. Kek,hentikan mereka."


"Haha,kita lihat saja.Toh aku juga tidak rugi,nanti aku cari mantu lain kalau Rein mati." Dan dengan begitu gampangnya sosok Orgami berbicara di depan semua orang yang mendengarnya termasuk Rein.


Sedikit menurunkan alisnya,Rein melihat dengan mata kesamping, ke arah Orgami " Kakek Kampret! ,Ternyata seperti itu pola pikirnya. Aku seperti terjebak." Tukas Rein dalam hati.


"Hihi,kau baru tahu?" ucap Anatasya yang memainkan beberapa kali belati di tangannya."Papaku memang orang egois."


Sambil berjalan kesamping menuju ke tengah aula yang sudah di kosongkan. Mata Rein tak henti-hentinya melihat dua belati yang terus dimainkan."Mama mertua sungguh cantik, Tak salah aku mengikuti kemauan Kakek mertua." Ucap Rein melihat wajah Anatasya memerah.

__ADS_1


"Dasar Gombal!" Berbicara sambil menyerang Rein,sosok Anatasya langsung membuat gerakan kaki cepat dengan sebuah lompatan dan tebasan dua belati ditangannya. Yang dimana tebasan belati tersebut hanya untuk sebuah peringatan untuk Rein.


Berhasil menghindar,Rein mundur kebelakang dan mencoba menarik nafas." Buset,gerakan yang cepat!, hampir saja." Gumam Rein melihat dua buah sayatan di lantai seperti sebuah codet bersilang.



Arumi Natasya Mode Adventure


Sambil kembali berdiri dengan posisi anggun,Anatasya langsung menarik kain rok panjangnya dan bajunya. Memperlihatkan sebuah pakaian hitam dengan beberapa warna magenta di beberapa bagian. Menangkap ikat rambut yang dilempar suaminya,Anatasya kembali tersenyum sambil menaruh kaki dengan heels merah kedepan. Posisi tetap berdiri dan sambil berkacak pinggang melihat kebolehan Rein yang bisa dengan mudah menghindari serangan peringatannya." Oh,kau cukup lumayan."


"Tapi sebelum kau jadi mantuku,Sayang sekali kamu akan kembali ke tanah." Ucap Anatasya kembali membuat gerakan menyerang ke arah Rein.


"Hehehe..Mama mertua memang sexy,sungguh bagus tubuh nya" Gumam Rein lirih sambil melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan otot dadanya. Walaupun belum punya tato sih,tapi untunglah kulitnya putih bersih dan tidak bau badan.


Sambil membuat sebuah senjata dengan pakaian yang dililitkan,dan ujung yang diikat. Bagi Rein sendiri,tak mau menyerah atau menyakiti tubuh mama mertuanya. Hanya dengan sekali gerakan,Rein mencoba melihat dasar gerakan Anatasya. " Hehehe,wanita tetap sama saja,mau dibawah atau di atas. Aku tetap menjunjung tinggi kesetaraan." Ucap Rein keras dan langsung mengayunkan pakaian yang sudah di lilit dengan ujung bola ke arah Dua belati Anatasya. Hanya sebuah gerakan tipuan,Rein hanya melemparkan pakaian miliknya dan kemudian dengan cepat membuat sebuah sliding tekle dimana kakinya mendorong heels merah Anatasya.


" Uah!" Rintihan Anatasya mengaduh tapi tangannya masih memegang belati yang di belokan menuju ke arah Rein." Rasakan ini!."


Swoss!


Dua belati terlempar ke arah Rein yang sedang tersenyum,sambil melihat arah pergerakan dua belati,Rein langsung menurunkan kepalanya sambil berbisik di telinga Anatasya." Mama,tubuh mu empuk juga " Ucap Rein mendengar teriakan seseorang tertusuk dua belati.


"Edeh" Rintihan Seseorang tewas ditempat.


Sambil menghembuskan nafas di telinga Anatasya,Rein kembali berbisik. "Mama mertua,maafkan aku." Ucap Rein langsung menggelitik ketiak Anatasya.

__ADS_1


Hingga beberapa detik kemudian,mulai terdengar suara tawa dari mulut Anatasya. " Ahaha,Rein hentikan ..ahahaha..Tolong..Iaah.." Rintihan Anatasya tak tahan.


Tak mau ikut campur terlihat semua orang kembali tertegun melihat apa yang terjadi,Bahkan Orgami langsung menghentikan Suaminya yang mencoba untuk berjalan ke arah Mereka berdua."Randall! duduk!, Ini belum selesai sampai ada yang menyerah." Ucap Orgami tegas.


"Mama.." ucap Arumi pelan dan khawatir.


Dan sambil menepuk lantai dengan dua tangannya,terlihat Anatasya belum mengakuinya kekalahan. Sambil mencoba untuk menahan rasa geli di ketiaknya,Anatasya merasakan sesuatu benda terus mengeras di buritannya. "Rein, Apa kamu menyimpan senjata rahasia? bulat dan panjang? serta tajam?" Tanya Anatasya masih mencoba untuk menahan rasa geli.


"Maaf mama mertua aku kelepasan. Aku tidak bermaksud,hanya saja buritan Mama mertua sungguh empuk." Ujar Rein melihat Anatasya mengangkat tangan.


"Aku menyerah" ucap Anatasya yang kemudian menghela nafas dan merasakan Tangan Rein berhenti menggelitik dirinya.


Hingga beberapa menit kemudian,Anatasya berjalan ke arah seseorang yang sudah terkapar di lantai dan belum ada yang menolongnya." Urus mayatnya,Sebelum itu. Hey,Rein ikut aku." ucap Anatasya yang kemudian membersihkan dua belati dengan pakaian seseorang.


"Hahaha..Mamamu sudah takluk Arumi?!, Kita tunggu mereka" ucap Orgami tertawa keras.


"Sayang,kamu duduk saja disitu. Temani Arumi. Aku ingin tahu sesuatu di tubuh Rein." Jelas Anatasya yang kemudian berjalan sambil melenggang kakinya seperti seorang model menuju ke sebuah ruangan di sisi lain.


Rein kemudian mengikuti Anatasya dan ingin tahu apa yang sebenarnya diinginkannya. Sambil melihat ke arah Anatasya yang sedang bersandar di tembok. Rein kemudian berdiri di depannya." Mama mertua mau apa dengan ku?." tanya Rein tak mengerti.


"Buka celana mu,Bagaimana pun aku akan menilai pria yang menjadi suami Arumi. Jika sesuai dengan apa yang aku inginkan,aku setuju dengan pernikahan ini." Ucap Arumi melihat Rein masih berdiri tegak.


"Mau apa mama sebenarnya?" Tanya Rein.


"Cepat turunkan saja celana mu dan perlihatkan.." berkata Anatasya memerah wajahnya. " Pisang mu."

__ADS_1


"Disini?" tanya Rein melihat Anatasya berjalan ke arahnya dan dengan gerakan cepat,Celana Rein langsung turun dan memperlihatkan sesuatu.


Sambil mengambil alat ukur,terlihat Anatasya mencatat beberapa hal."Panjang 15 Cm,diameter 2,7 inch. Berat cukup,kelenturan bagus, Apa kamu masih bisa mengeraskan nya lagi?" Tanya Anatasya menunggu.


__ADS_2