
Malam hari di rumah Bu nina.
Di depan meja yang penuh dengan makanan, Rein tertegun kembali. Menghabiskan beberapa piring makanan yang di masak Bu nina. Rein tersenyum dan memuji Bu nina. "Anda memang hebat, Masakan anda memang sangat enak" berkata Rein yang merasakan kenyang.
"Aku juga hebat di ranjang.." berkata Bu nina salah bicara. "Eh... tidak.. aku... aku.."
Hanya tertawa kecil, Rein kemudian memberanikan diri untuk bertanya. "Lalu kenapa Bu nina belum juga menikah?."
"Hem, sebenarnya aku punya trauma.. pada lelaki yang lebih tua.. Aku belum menemukan yang pas untuk menikah," berkata Bu nina yang melihat ke arah Rein. "Akhir akhir ini, aku melihat mu tampak akrab dengan Fara, apa kalian berdua menjalin hubungan?."
Terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Bu nina, kemudian Rein mengibaskan tangannya. "Tidak, kami hanya teman. Tidak ada yang spesial.. lagi pula mana mungkin Fara mau dengan ku" berkata Rein yang sebenarnya ingin menjalin hubungan dengan seseorang.
"Masa SMP, SMA ku lewat begitu saja.. aku belum pernah berpacaran sama sekali.."
Berdiri dan mengajak Rein ke belakang halaman, saat ini Bu nina berkata sambil tersenyum. "Kita ngobrol ini di dekat kolam sambil duduk dan menikmati sinar bulan, bagaimana?." Ajak Bu nina yang kemudian berjalan menuju halaman belakang rumah, dimana terdapat kolam renang.
"Hem, baik.. tidak ada salah nya menikmati waktu santai setelah kenyang" berkata Rein yang mengikuti Bu nina.
***
Ke esok kan harinya..
Seperti tidak saling mengenal, Rein dan Bu Nina berpisah untuk sementara waktu di jalan.
"Terimakasih untuk tumpangannya, aku akan berjalan," berkata Rein yang kemudian ke luar dari mobil Bu Nina.
"Ya, hati-hati di jalan. Kamu bisa pulang sendiri nanti, karena aku banyak kegiatan hari ini" ucap Bu Nina kembali melajukan mobilnya.
Dengan keterampilan yang diberikan author, saat ini Rein melompat ke beberapa atap rumah dan pertokoan. Sambil melihat beberapa orang yang berjalan, Rein melihat fara yang diantar seseorang dengan mobil pribadi. "Oh, itu fara lebih baik aku menghampiri nya," ucap Rein yang kemudian melompat dengan mudah dan kemudian berdiri di belakang Fara yang sedang berjalan. Rein kemudian menepuk pundak fara dan langsung bersembunyi dengan berjongkok.
Puk!
"Siapa?" ucap Fara menoleh.
Puk!
"Siapa sih!" berkata Fara merinding, dan terkejut dengan wajah Rein yang sudah berada di depannya. "Yaw...!!" Berteriak Fara yang takut dan hampir menampar wajah Rein, saat ini Fara langsung mengenali Siapa yang iseng dengannya. " Rein.. kamu iseng!."
"Hahaha, apa aku mengejutkan mu?" ucap Rein yang datang dan langsung menggandeng tangan Fara.
__ADS_1
"Aku tak melihat mu, tadi. Bagaimana caranya?" ucap Fara yang tak tahu keterampilan Rein. Dan terlihat dia terus menatap tangan Rein yang memegang tangannya.
"Nanti akan aku tunjukan sesuatu padamu, ayo lebih baik kita masuk karena jam kuliah pertama akan segera dimulai" berkata Rein terus menggandeng tangan Fara, dan yang jelas Rein tidak lagi diganggu kelompok Braum Yires karena mereka berempat masih dalam masa pemulihan.
***
Di jam terakhir mata kuliah sejarah perkotaan, Bu Nina mengendipkan mata ke arah Rein. "Mereka tumbuh lebih baik, sayangnya aku masih jomblo.. sungguh asyik masa muda," tutur Bu Nina dalam hati.
"Seandainya aku bertemu Rein di masa muda ku, mungkin aku sudah menikah ya.."
Melihat Rein yang melirih ke arah Bu Nina, siapa sangka ada sedikit rasa cemburu di hati Fara. "Apa, apa mereka berdua sudah berhubungan.. ini aneh.." curiga Fara sedikit menyelidik. "Rein, aku lihat kamu memang akrab dengan Bu Nina, apa kalian.. anu... itu.."
"Apa yang salah, dia kan Dosen kita. Bukan kah baik menjalin hubungan dengan dosen" berkata Rein yang mendengar Bu Nina mengakhiri mata kuliahnya.
Setelah sejenak menghela nafas, saat ini Rein di datangi beberapa orang yang merupakan teman kuliah nya. "Hey, Rein.. hari ini ada pertandingan Baseball, aku ingin kamu ikut mewakili . Kamu tidak bisa menolak terus.." ucap seseorang.
"Hem, baiklah.. aku ikut.." berkata Rein yang kemudian mengirim beberapa pesan pada author nya.
Ping!
[Tenang saja, karena bagaimana pun aku juga sedang berjuang menulis kisahmu, jangan sampai membuat ku kecewa. Akan aku berikan beberapa kemampuan khusus, kamu tenang saja] balas author yang tersenyum dengan beberapa emoji.
Ping!
Ping!
[Aku sudah menulis beberapa uang di aplikasi DANA, apa kamu bisa mengirim kembali uang yang aku kirim ke Aplikasi DANA ku?, ini hanya eksperimen saja.. aku terpikir melakukan ini semenjak aku menulis uang di BCA Mobile di aplikasi, mungkin bisa dilakukan.. cobalah] balas author dengan beberapa emoji.
Ping!
[Baik, aku akan transfer setengah uang dana yang dikirim oleh mu, takut nya pihak ketiga akan curiga.. lagi pula aku juga perlu uang untuk mentraktir Fara] balas Rein yang melihat sejumlah uang di aplikasi dana.
Sambil berjalan ke arah lapangan baseball, Rein melihat 10 juta uang di kirim ke aplikasi dana author "Bisa juga melakukan seperti ini, benar benar timbal balik yang menyenangkan" ucap Rein dalam hati yang kemudian mengantarkan Fara untuk duduk.
" Lihat apa yang akan aku lakukan..perhatian baik-baik."
"Um, semangat Rein..!" berkata Fara yang melihat Rein sudah menghampiri semua teman kuliah nya.
"Sepertinya Rein yakin.. aku ingin lihat.. apa dia bisa bermain baseball."
__ADS_1
Beberapa menit kemudian...
Grup Asura BS Vs Drummond BS.
Pertandingan sudah belangsung 30 menit, dengan skor memimpin di Grup Rein. "Tak kusangka kamu bisa!, kenapa selama ini kamu selalu menolak ajakan kami Rein!" ucap ketua Grup bassball Asura dari Grup Rein.
"Lawan kita dari Universitas Drummond, ini beneran kan!." Ujar yang lain menimpali.
"Ya Grup Asura kita pasti akan menang. Dan Sekarang!,kita jauh lebih unggul" ucap anggota lainnya.
Sekor sementara di akhir babak.
Asura BS 40:0 Drummond BS
"Ini tidak mungkin! kenapa Grup asura menjadi lebih hebat sekarang?" sorak beberapa orang dari tim Drummond.
"Ya, ini jelas aneh.. apa yang telah terjadi sebenarnya. 40:0 poin.. ini bukan keajaiban..!,tapi petaka!" teriak beberapa orang yang terkejut dengan hasil akhir pertandingan.
Prit!
"41:0" wasit mengakhiri pertandingan.
"Rein! Rein!" sorakan beberapa anggota tim Asura membuat Rein terpelanting.
"Hahaha, sudah. aku mau balik.. lain kali kita main lagi.. katakan saja jika kalian butuh bantuan!" berkata Rein yang kemudian menghampiri Fara.
Saking semangatnya, Fara langsung memeluk dengan erat tubuh Rein,dan saat ini Fara tanpa sadar memerah wajahnya. "Ups.. maaf Rein."
"Tak apa, ayo aku traktir.." berkata Rein yang kemudian di datangi beberapa orang dari klub lainnya
.
"Kamu Rein , maukah kamu bergabung dengan klub kami.. Besok ada pertandingan volly" ucap ketua tim Volly.
"Em, itu akan aku pikirkan, kamu bisa mencari ku nanti" berkata Rein melambai dan menggandeng tangan Fara. "Ayo.. kita akan terlambat."
"Mmm, baik.. mau kemana kita?" berkata Fara yang diajak ke belakang Universitas. "Mau apa kita ke sini?."
Mendekat perlahan ke arah Fara, kemudian Rein berjongkok. "Ayo, aku gendong kamu.. Dengan ini akan lebih cepat sampai," ucap Rein bersiap.
__ADS_1