Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 45. Mencari Tahu, Bukan Tidak Mampu


__ADS_3

Sosok polisi Kelly yang terus berjalan ke arah sebuah rumah, tampak terlihat raut wajahnya perlahan mulai berubah. Terlihat lebih pucat dari sebelumnya, yang dimana Kelly memperlihatkan dua pasang bola mata yang terus berputar seperti memperhatikan sekitar. Dengan tubuh tidak terlalu kurus, saat ini Kelly seperti sedang memanjangkan hidungnya. Padahal dirinya tidak berbohong seperti Pinokio, hanya saja hidungnya tampak berbeda.


Dimana hidungnya tersebut seperti mulut nyamuk penghisap darah. Mulutnya juga tampak berbeda, memperlihatkan bentuk taring gigi seperti gigi mas hiu. "Aku butuh darah segar," ucap Kelly mencoba untuk mendengus bau seorang wanita yang baru kembali dari acara pernikahan di kota lain.


Seperti merasakan kehadiran seseorang yang mengikuti dirinya dari belakang, sesaat Kelly mencoba untuk membalikkan tubuhnya. Terus memperhatikan sekitar, yang dimana matanya juga perlahan mulai berubah bulat merah. Dengan sebuah pandangan mata majemuk, sosok Kelly tersenyum. "Mungkin cuma Kunti, sudahlah" pikir Kelly bergumam menggeleng kepala sambil berjalan.


Sedangkan Rein sendiri, terlihat kesal mendengar gumam Kelly. Dimana Rein sendiri sedang bersembunyi di atas pohon dan terus memperhatikan situasi. "Enak saja aku dibilang kunti!" lirih Rein terus mengikuti kemana Kelly pergi. Memperhatikan sebuah rumah kecil, Rein melihat Kelly yang sudah masuk ke dalam rumah seseorang.


Melihat dengan mata tembus tulang yang sudah di buka secara otomatis, Rein dengan perlahan mencoba untuk melihat isi dalam rumah kecil tersebut. Dan melihat dua bayangan manusia didalam kamar yang gelap gulita. Dan Rein sendiri juga memperhatikan tubuh Kelly yang diam di sebuah tempat, di dekat kamar dua insan yang sedang melakukan ritual malam pengantin.


Melompat turun dengan hati-hati dan senyap tanpa menimbulkan suara. Rein sendiri tetap memposisikan dirinya di luar rumah sambil menempel ke dinding luar kamar dua insan manusia. Belum merasakan pergerakan Kelly yang aneh, Rein tertegun mendengar suara dua orang manusia di dalam kamar yang gelap.


"Ah,mas.. jangan dimatikan dong lampunya. Nanti mira tidak bisa menunjukkan kemampuan bermain di ranjang." Keluh seorang wanita bernama Mira, yang saat ini sedang di tindih seseorang.


"Mira, mas malu. Soalnya punya mas sebulan yang lalu baru di sunat. Langsung saja ya, mas eksekusi?" tanya seorang pria yang kemudian mencoba membuat gerakan.


"Mas Toto, mira haus. Gerah, bisa tolong ambilkan segelas air?." Pinta Manja Mira sambil mengelus pipi suaminya.


"Ya sayang, mas ambilkan" Tutur Toto seorang pria dengan tubuh kekar, langsung kembali menyalakan lampu kamar dan bersiap membuka pintu. Tapi, sesaat tangannya hendak memutar knock pintu. Terdengar suara hantaman pukulan kuat yang langsung membuat lubang di daun pintu.


Dimana terlihat tangan berwarna hitam seseorang yang memiliki tiga buah kail tajam seperti pisau yang bengkok. Hanya dalam beberapa detik, tangan tersebut langsung meraih leher Toto yang sempat terkejut. Melemparkan tubuh Toto, sosok Kelly yang sudah berubah langsung menendang daun pintu sampai hancur.

__ADS_1


"Buhuks!" batuk beberapa kali, Toto merasakan sesak nafas sesaat dan perlahan matanya memandang seseorang petugas polisi dengan wajah aneh berhidung panjang. "Siapa kamu!."


"Mas!, Awas!" Jerit Mira yang melihat sosok aneh petugas polisi dan langsung melemparkan beberapa bantal dan juga Lingerie merah ke arah Petugas polisi tersebut.


"Hisap, Aku butuh menghisap" Ucap Sosok petugas polisi yang langsung melesat ke arah Mira dan langsung menusukan hidung panjangnya ke arah dada Mira.


"Waaa!, Mas..Tolong aku" teriak Mira yang merasakan bagian dada sebelah kirinya mengempis.


Kembali tersadar, Toto yang melihat istrinya sedang di pegang oleh petugas polisi. Langsung mencoba untuk melompat dan membuat sebuah tinju keras. "Lepaskan bini ku!" teriak Toto menggema di seluruh ruangan kamar.


Tapi, sesaat tinju Toto hampir mengenai wajah petugas polisi. Dengan sebuah bilah cekung kail tajam di tangannya, sosok Kelly langsung membuat sebuah tebasan kuat di dada Toto. "Argghhh!" teriak Toto merasakan dua tusukan kail tajam.


***


Debum! Suara keras dinding retak dan perlahan hancur. "Hosh!, Stamina ku langsung terkuras" ucap Rein yang melihat retakan di dinding, yang perlahan langsung membuat lubang besar.


"Pak Kelly! Hentikan!" teriak Rein yang melihat seorang wanita yang sedang di pegang lehernya oleh Kelly dan melihat dua buah dadanya yang sudah kempis.


"Tolong..aku.." ucap Mira pelan dan hanya terdengar di telinganya sendiri, menurunkan kedua tangannya yang perlahan mulai lemas.


"Lepaskan bini ku!" teriak Toto yang kembali membuat tinju dan berhasil mengenai wajah Kelly. Tapi, dalam sekejap Toto merasakan tubuhnya tertembus hidung panjang. "Buhuks!."

__ADS_1


Rein yang masih bisa mendengar detak jantung keduanya, langsung membuat gerakan cepat. Melompat ke arah Kelly yang sedang berdiam diri, Sejenak Rein melihat tubuh Wanita yang di lempar ke arahnya. "Hisap..aku butuh Darah.." ucap Kelly yang melemparkan kembali tubuh Toto yang pingsan ke arah dinding.


Dan Rein sendiri langsung menangkap tubuh Wanita muda yang dilempar Kelly ke arahnya. "Tolong.." ucap Mira pelan.


"Gerrr!, Pak Kelly!" teriak Rein yang langsung meletakkan tubuh Mira ke lantai dan bersiap kembali menyerang Kelly yang berjalan ke arah pintu masuk.



"Aku masih butuh darah..darah" ucap Sosok Kelly terus melangkah dan tidak memperdulikan Rein. Sesaat hendak keluar kamar, Kelly merasakan bagian punggungnya di pukul Rein. Tapi seperti tak merasakan apapun, Kelly kemudian berhenti sesaat. Sambil mengayunkan bilah cekung kail tajam ke belakang, Dia mencoba untuk menyerang Rein.


Hendak menangkis serangan dadakan yang di lesatkan ke arahnya. Rein langsung merasakan tangan kanannya terluka dan melihat goresan tajam di tangannya. "Aih, tajam sekali!" ucap Rein mundur dan melihat Kelly membalikkan tubuhnya ke arah Rein.


Memperlihatkan gigi bertaring tajamnya, Kelly langsung menendang bantal ke arah Rein. Sambil terus mendengus seperti sedang mencari mangsa, Kelly melihat Rein yang menangkis bantal dan kembali melesat ke arahnya. "Sebenarnya siapa kamu!" Teriak Rein kembali membuat pukulan tinju.


Memperhatikan wajah Kelly yang aneh dengan hidung panjang seperti seekor nyamuk. Rein memukul langsung hidung panjang Kelly dengan tinju satu inch nya. "Apa! Tidak mempan!" ucap Rein yang melihat Kelly tak merasakan apapun.


"Darah.." ucap Kelly terus mendengus dan langsung membuat pukulan kail tajam ke arah Rein.


Merasakan sensasi aneh, Rein dengan cepat mundur ke belakang dan melihat Kelly kembali berjalan ke arah luar kamar. "Cih, apa-apaan petugas polisi ini. Kenapa tinjuku tidak mempan padanya?" tanya Rein yang mengingat pak supir taksi.


"Orang ini berbeda dari pak supir. Walaupun sesaat, aku mendengar suara detak jantung di dalam tubuhnya. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?." Gumam Rein pelan dan kembali teringat pada pasutri yang pingsan. "Lebih baik aku hubungi Rumah sakit, mereka harus segera di tolong."

__ADS_1


Sambil terus mencoba mengamati sekitar, Rein yang sudah menghubungi rumah sakit. Saat ini mencoba kembali mengejar Kelly. "Dia ke arah kota!" ucap Rein sambil terus melompat dan mengawasi pergerakan Kelly.


__ADS_2