Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 35. Isi Hati dan Perasaan


__ADS_3

Saling pandang dengan Tatapan mata serius, Baik Rein dan Bu Nina tetap diam. Yang bahkan hal tersebut membuat Rein seperti merasa bersalah,Sambil melihat beberapa makanan dan minuman yang sudah dipesan. Rein mendengar beberapa orang yang sedang berbisik tentang dirinya.


"Ya,mungkin dia pacar sewaan. Atau mungkin Dia selingkuhannya" ucap beberapa pasangan berbisik pelan.


Rein yang bisa mendengar suara pelan dari beberapa orang langsung Menyeringai wajahnya, seperti terganggu dengan beberapa obrolan pengunjung cafe senja jiwa. "Bahkan aku bisa mendengar detak jantung Bu Nina,yang berdebar kencang." Keluh Rein dalam hati.


Sambil terus melihat Bu Nina yang memalingkan wajahnya seperti tak ada keinginan untuk berbicara,hal tersebut membuat Rein sedikit kikuk.


"Bu, Apa kamu cemburu?" tanya Rein mendadak.


"Heh!, Kenapa kamu berpikir seperti itu!, Aku Hanya kecewa dengan mu. Padahal, kamu itu pemuda yang baik dan penurut. Tapi,tak disangka..Kau sudah melakukan hal yang melewati batas." Berkata Bu Nina sambil terus melihat sisi lain dan tak memandang Rein saat berbicara.


Rein sendiri tak tahu,Bagaimana Bu Nina memiliki pemikiran tersebut, hanya menaruh curiga pada Griss teman Gosip Bu Nina. Saat ini Rein mencoba untuk mengirim pesan singkat pada Griss. "Kalau memang tidak ada yang ingin dibicarakan,aku akan jelaskan kenapa aku menikah."


"Saat itu, aku yang sedang putus asa tiba-tiba dilamar oleh seorang kakek tua,yang merupakan Mafia kejam. Aku di bawa pergi dalam sebuah acara pernikahan cucunya. Tamat" Jelas Rein singkat.


Mendengar hal tersebut, Bu Nina yang sedang minum langsung menyemburkan minuman jusnya ke wajah Rein. Dan itu dilakukan tanpa sengaja karena Bu Nina melihat seseorang Pria datang ke cafe senja jiwa. "Pak Ruben.. Kenapa dia disini!" Kaget Bu Nina yang kemudian menarik tangan Rein dan menyuruhnya untuk berpindah tempat.


"Haish" ucap Rein yang menyeka wajahnya dan merasakan tarikan tangan Bu Nina. "Bu Nina sengaja ya?!."


"Sudah cepat,lebih baik kita pergi" ucap Bu Nina yang terus menarik Rein sambil memperhatikan Sosok pria bernama Ruben,yang merupakan dosen di Universitas San Diego. Hanya ingin sekedar tahu,untuk bahan gosip. Bu Nina berhenti sesaat sambil bersembunyi bersama Rein yang terus membersihkan wajahnya.


"Bukankah itu pak Ruben, Oh ya.. Aku mau kesana." ucap Rein yang langsung di hentikan Nina.

__ADS_1


"Jangan kesana, Kau pikir apa yang akan terjadi kalau dia tahu kita sedang kencan." Ucap Bu Nina langsung menutup mulutnya.


"Eh!, Ini kencan?!" Teriak Rein lirih.


"Bukan,Bukan.." Ucap Bu Nina sambil mencoba memperbaiki perkataannya. Menjelaskan beberapa hal,pada akhirnya Bu Nina mengaku bahwa dia memang ingin mengajak Rein kencan. Tapi karena Bu Nina sudah terpengaruh Gosip adiknya, hal tersebut membuat Bu Nina ingin tahu kejelasan yang diberikan Rein.


"Tapi,tetap saja aku kecewa padamu.." ucap Bu Nina Memperhatikan Pak Ruben yang duduk dan dihampiri seorang wanita lebih muda darinya.


"Wow!, Pak Ruben memang Mentorku" Gumam Rein seperti akrab dengan Sosok Pak Ruben.


"Diam, Walaupun pak Ruben tampan dan jadi idola Kampus. Tapi Aneh,kenapa dia berselingkuh?." Tanya Bu Nina pelan.


"Benar, Padahal aku kagum padanya karena bisa mendapatkan istri yang cantik. Lelaki yang hebat,tidak puas dengan satu wanita. Joss...!!" Ucap Rein bangga melihat Pak Ruben.


"Em,iya. Aku tahu " Ucap Rein yang tak ingin berbicara mengenai Griss yang bekerja menjadi Pelayan wanita di Moon House.


"Sayang sekali, Aku jadi tak punya teman untuk berbagi" Keluh Bu Nina yang melihat balasan dari Griss. "Rein,lebih baik kita cari tempat lain. Pokoknya,aku kesal.."


Bahkan Nina sendiri belum mau jujur tentang perasaan hatinya pada Rein. Dia terus menimbang beberapa hal, Dimana Hubungan mereka pasti tidak akan di restui. "Rein,ayo.." Ajak Bu Nina.


Sambil berjalan ke arah luar, Bu Nina yang memang tidak membawa mobilnya karena sedang di pakai adiknya. Kemudian menunggu taksi online yang sudah dipesan. "Memang kita mau kemana?" tanya Rein mengikuti.


"Hah,lebih baik aku lakukan dari pada menyesal" ucap Bu Nina dalam hati dan tak menjawab pertanyaan Rein.

__ADS_1


Hanya mengikuti kemana mobil taksi online membawa mereka. Menuju ke sebuah lokasi yang sudah ditentukan dalam aplikasi,Bu Nina terus diam dan memikirkan rencananya. Sambil melihat jam tangan,Bu Nina tersenyum kecil.


Rein sendiri melihat pemandangan alam sekitar,dimana jalan tersebut mengarah ke sebuah taman kota. "Kenapa detak jantung Bu Nina semakin keras?" Tanya Rein dalam hati sedikit menyentuh lengan Bu Nina dengan lengannya.


"uh" Rintih Bu Nina pelan,merasakan dirinya lebih dekat dengan Rein. Karena duduk bersama di kursi tengah mobil. Bu Nina sedikit memandang wajah Rein dari pantulan kaca mobil di depan pak supir taksi.


"Kenapa aku bisa suka dengan mahasiswa ku sendiri?, Bahkan dia sudah menolong ku,yang bahkan aku belum bisa mengembalikan dananya" Bu Nina terus bergumam dalam hati.


Hanya memperhatikan Bu Nina yang aneh,Rein sendiri tetap fokus dengan beberapa balasan Chat dari Griss. "Benarkah?, Bu Nina suka padaku?" Tanya Rein yang melihat pesan Griss,dimana Griss menjelaskan isi hati dan curhatan Bu Nina.


"Gluk.." Kembali menelan ludahnya,Rein tertegun melihat Bu Nina yang berpenampilan menarik seperti ingin mengimbangi dirinya. "Dia memang cantik,dan gemoy.. Duh, Dahulu aku tak pernah di pedulikan wanita atau perempuan yang sekelas dengan ku di SMA,bahkan guru wanita ku."


"Hanya Bu Nina yang terus perhatian padaku saat pertama kali masuk ke Universitas." Ucap Rein dalam hati sambil kembali mengenang beberapa hal bersama Bu Nina.


Awal masuk pendaftaran Universitas di San Diego,sebelum bertemu dengan Anita. Rein yang juga belum menemukan Kartu GSM ajaib. Berlari kencang karena terlambat mengikuti tes masuk Universitas,setelah begadang semalaman di kontrakan. Rein terus berlari karena sudah ke habisan dana dan tabungan.


"Uang yang aku kumpulkan cukup untuk mendaftarkan diri, Tapi kalau seperti ini. Aku akan terlambat, Sial... Bahkan untuk makan pagi aku cuma makan roti kemarin." Keluh Rein terus berlari sambil menghindari beberapa orang di jalan. Lelah dan peluh keringat membasahi tubuhnya,penat lapar tak Rein hiraukan. Dan dengan penuh keyakinan,Rein terus berlari sampai tepat di gerbang Universitas San Diego.


"Tinggal 5 menit lagi..Aku harus cepat!, Bagaimana pun karir ku sudah ku putuskan" ucap Rein berteriak-teriak.


Hanya sekilas memandang Rein,sosok Dosen wanita tersenyum melihat kegigihan Seorang pemuda berkeringat. Sambil menenteng kotak makanan,sosok dosen wanita tersebut langsung berteriak ketika Rein berlari tepat di depannya. "Semangat!"


Dan Rein sendiri tersenyum sambil menganggukkan kepala," Um" Hanya sekilas saling pandang,untuk pertama kali Rein di berikan semangat oleh seorang wanita. " Cantik sekali.." Ucap Rein terus berlari di Koridor yang sudah kosong." 1 menit lagi,aku tak mau gagal!."

__ADS_1


__ADS_2