Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 47. Lereng Bukit Pinggir Kota


__ADS_3

Sebuah panggilan dari sang author yang baru membeli kuota data. "Hehe, maaf Rein. Minggu kemarin aku baru liburan dan berbohong kalau aku sakit. Bagaimana keadaan mu?" tanya Author mendengar suara jeritan seseorang.


"Sial, Kenapa kamu baru menghubungi ku!. Apa yang sudah kamu lakukan pada kisahku!" ucap Rein sembari terus memukul Kelly.


"Aku tidak melakukan apapun?!" ucap Author yang tengah bersantai di ruang tamu, sambil memakan kacang empat kelinci.


"Jangan bohong, Didepan ku sekarang muncul mahluk aneh seperti nyamuk. Pasti kamu salah upload naskah lagi!" Bentak Rein.


Dan saat ini, di dalam dunia sang author.


Seorang author yang sedang bersantai mencoba untuk melihat kembali beberapa naskah yang sudah di upload dan di jadwalkan. "Bune, pinjem sebentar hpnya." panggil author yang sudah menutup panggil telepon.


"Bune,.." Tak mendengar jawaban istrinya, saat ini Sang author beranjak pergi ke dalam kamar.


"Bune, lagi ngapain?."


"Kok diem saja?" tanya Author melihat istrinya yang yang sedang rebahan di dalam kamar sambil menonton video tiktok.


"Apa sih, teriak-teriak. Nggak tahu apa istri lagi capek" ucap keluh kesah istri sang author.


"Pinjem bentar, besok aku beliin HP baru" ucap Author yang melihat smartphone yang digunakan untuk menulis Novel sedang di pinjamkan pada istrinya. Karena HPnya istrinya yang lama di banting oleh anak mereka.

__ADS_1


"Heh!, Main HP terus kerjanya!" culas istri author beringsut.


"Iya, Nanti aku pasti bakal beli HP yang baru kalau sudah tanggal 06, itu juga kalau turun" Keluh Author yang langsung bergegas pergi ke ruang tamu dan kembali membuat panggilan ke seseorang yang lain. Sambil memeriksa Naskah yang ternyata memang salah upload, terlihat mata sang author terbelalak.


"Duh!, meteor yang aku jatuhkan ke Novel Ultraman kenapa jatuh di dunia Rein??" sambil melihat sepuluh naskah yang sudah terjadwal kan. Sang author terus menunggu panggilannya di angkat seseorang. "Duh, Kak editor lama sekali!" Gerutunya.


Memutuskan sambungan telepon yang susah dihubungi, Sambil melihat naskah yang salah di upload. Sang author hanya menghela nafas sambil menekan nomor kontak miliknya. "Rein, berjuanglah." ucap author pelan dan merasa bersalah.


"Apa yang kamu katakan?, Bagaimana menghadapi situasi ini?" ucap Rein membuat lompatan ke belakang. "Jelaskan sebenarnya mahluk apa yang kamu tulis!."


Mengambil sebuah catatan kecil, Sang author kemudian menjelaskan bahwa yang sedang di hadapi Rein saat ini adalah mahluk dari dunia lain. Yang dimana dua meteor besar yang jatuh membawa lebih dari 303 telur belatung. "Ya, aku sebut mereka plagiator. Dimana saat telur plagiator menetas, Mereka akan mencari manusia yang memiliki sifat suka menghalalkan cara demi apapun. Termasuk Kelly yang saat ini kamu sedang hadapi." Jelas author kembali memeriksa catatan rincian.


"Apa maksud mu plagiator?" tanya Rein melihat Kelly yang tiba-tiba berasap setelah memanjangkan lidahnya ke arah gadis SMA yang masih berada di tempat tersebut.


"Yaitu, bertarung dengan para plagiator yang memiliki tubuh sempurna dan jika kamu berhasil menghancurkan jantungnya. Maka plagiator tersebut akan mati seketika, ini cukup sulit dan akan membuat mu kewalahan. Tapi hanya itu satu-satunya cara, agar mereka punya jantung yang sempurna. Dengan membiarkan plagiator bermetamorfosis sempurna."


"Kau bercanda kan?, Bagaimana pun kemampuan ku hanya sebatas apa yang sudah kamu berikan padaku. " keluh Rein memperhatikan tubuh Kelly yang berasap dan perlahan dari tubuh manusianya membentuk sosok lain.


"Untuk sesaat mereka akan menjadi kepompong, dan memulai perubahannya setelah mereka keluar dari kepompong mereka. Kamu tak akan bisa membunuh para plagiator yang sedang Bermetamorfosis." ucap Sang author masih santai sambil menghembuskan asap rokok. "Fueh..lebih baik untuk sementara kamu tinggalkan tempat itu."


"Walaupun ada tiga tahapan yang harus dilakukan Belatung hitam untuk menjadi wujud sempurna, Mereka akan membutuhkan waktu sekitar tiga sampai tujuh hari untuk keluar dari kepompongnya. Belatung, Bentuk dasar, dan Bentuk sempurna."

__ADS_1


"Yang dimana Kelly sendiri saat itu masih dalam bentuk dasar sifat manusia, dia saat ini tidak akan memaksakan dirinya untuk bertarung. Dia pasti akan mencari tempat aman untuk berubah menjadi kepompong." Ucap Author mengakhiri penjelasannya.


"Besok malam aku coba revisi ulang. Tapi aku tidak janji ya, Kau tahulah itu capek."


Menutup panggilan telepon, Rein terbelalak melihat sosok Kelly yang seperti sedang terkurung di dalam sebuah wadah yang tergeletak di tanah. Mendengar suara ambulan yang datang dengan beberapa mobil polisi yang mengikuti, saat ini Rein terpaksa meninggalkan tempat tersebut dan membiarkan dua tubuh manusia yang sudah tidak lagi bernyawa. "Gadis SMA yang malang, pria itu juga. Tapi bagaimana pun, akhirnya aku tahu tentang mereka. Supir taksi, petugas polisi.. Mungkin Masih ada yang lain.." Ucap Rein melompat ke udara dan melihat mobil ambulan datang ke rumah pasangan suami istri dan juga melihat beberapa polisi yang sedang mencari seorang pelaku.


"Setidaknya pasangan pasutri tersebut selamat, Bahkan mendekati pecahan bola meteor Sangat sulit bagiku." Berkata Rein yang akhirnya memutuskan untuk pulang ke Moon House.


Hingga tiga hari kemudian..


Sekitar pukul 08:00 waktu setempat, Banyak pembicaraan berita dari berbagai stasiun TV lokal dan mancanegara. Berita mengenai sebuah kepompong aneh yang ditemukan oleh pihak polisi setempat. Yang dimana seluruh Dunia sedang menyaksikan. Lebih dari 15 polisi datang ke tempat, di dekat lereng bukit hutan pinus.


Dimana letaknya sedikit jauh dari tempat kawah meteor berada. Tempat ditemukan dua mayat Anak SMA yang mati secara tidak wajar. Ada garis polisi yang menghalangi tempat kepompong tersebut, sebesar tubuh orang dewasa.


"Disini Reporter bella melaporkan, sebuah hal aneh yang selama tiga hari membuat gempar Kota East Blue. Kepompong aneh muncul tiba-tiba dan membuat warga sekitar selalu berdatangan untuk menyaksikan kepompong tersebut." ucap seorang reporter bella yang berpakaian jas biru dengan lambang Getv.


Sambil terus berbicara, Sosok Bella menemui seorang polisi yang sedang berjaga. " Pak Ragyl, apa benar kepompong ini ada sangkut pautnya dengan hujan meteor yang terjadi beberapa waktu yang lalu?" tanya Bella.


"Ya, Pihak Peneliti menemukan hal aneh dari bola meteor. Dimana mereka menemukan sembilan cangkang aneh berwarna ungu. Walaupun masih dalam penelitian, tapi kami menduga bahwa kepompong ini Merupakan mahluk mutan. Dimana mungkin saja beberapa telur serangga mengalami perubahan ukuran telur." Jelas pak Ragyl yang bertanggungjawab pada keanehan yang muncul di kota East Blue.


"Oh ya, menurut kepolisian. Salah satu anak buah pak Ragyl menghilang. Apa itu benar pak?" tanya Bella.

__ADS_1


"Itu.. Masih belum dikonfirmasi... Sudah, jangan tanya lagi" ucap Pak Ragyl menghindar dan kemudian menemui seseorang dari pihak peneliti. Yang sedang mencoba untuk memindahkan kepompong aneh tersebut.


__ADS_2