Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 38. Sensasi menikmati, Gangguan Ledakan Meteor!


__ADS_3

Rein dan Nina yang pada akhirnya berhasil menemukan mobil yang di pakai Rina dan juga menemukan tubuh Rina yang tertindih ranting pohon. Dimana sebagian tubuh Rina mengalami lecet karena sebagian besar ranting pohon mengenai tubuhnya. Ada lebih dari sepuluh luka memar di tubuh Rina saat ini. Sambil mencoba untuk melakukan sesuatu, Rein dibantu Nina mencoba untuk menyingkirkan beberapa ranting pohon besar yang menindihnya.


"Nina..panggil ambulan! Cepat!" Teriak Rein yang mencoba untuk memejamkan mata dan merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya. Dimana saat ini, Rein ingin merasakan kemampuan lain yang dimiliki.


Nina sendiri terus melihat ke arah Tubuh adiknya,yang masih terkapar di aspal jalan. Sambil mencoba untuk menelpon Rumah sakit,Nina melihat sinyal operator seluler tiba-tiba menghilang.


Bertepatan dengan hal itu. Di langit,sebuah meteor besar mulai tampak terlihat. Yang dimana meteor besar tersebut terlihat tidak bergerak dan hanya memperlihatkan aura api yang terus menekan Atmosfer bumi. Dilihat dari bawah, Meteor besar tersebut terlihat sebesar bola Basket. Tapi jika dilihat dari luar angkasa, Meteor tersebut lebih besar dari Gedung Senayan. Yang bahkan Tiga kali lipat lebih besar dari bangun tersebut.


Banyak terlihat bagian permukaan meteor seperti sepotong keju yang sering dimana oleh Jerry si tikus. Terlihat memiliki banyak lubang kecil yang sungguh menggelikan. Hanya sekilas melihat sesuatu di langit, Saat hendak mencari sinyal. Nina terkejut melihat sebuah ledakan besar di atas langit, yang dimana Bukan hanya ada satu meteor besar yang jatuh ke bumi.


Rein yang tengah berkonsentrasi, sesaat sebelum Nina memanggil namanya, saat ini Rein langsung membuat sebuah tendangan kuat ke arah Dahan pohon yang menimpa mobil Nina. "Super Kick Series!" teriak Rein mengayunkan kaki kanannya, sambil melihat Dahan pohon yang melayang ke udara.


"Rein Lihat!" Teriak Nina menunjuk ke arah langit,Yang dimana Dua Buah meteor besar saling menghantam dan membuat keduanya saling membentur. Dimana masing-masing meteor, langsung membuat beberapa pecahan yang terbagi-bagi dan terpental kembali ke arah sisi lain bumi. Terlihat seperti kembang api yang meledak di angkasa dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Rein yang lebih mementingkan keselamatan Rina, saat ini langsung mencoba untuk membantu Rina yang masih tergeletak di aspal dan dalam keadaan tidak sadar diri. Nina sendiri langsung memalingkan wajahnya ke arah Rina yang sedang di gendong Rein ke sisi lain jalan.


"Rein,Bagaimana..Apa Rina masih hidup?" tanya Nina khawatir.


Merasakan detak jantung Rina yang berdetak dengan pendengaran tajamnya, Rein tersenyum dan mengangguk pelan. "Tapi Rina perlu nafas buatan, Bagaimana?" Tanya Rein mencoba untuk mencari kesempatan.


"Lakukan saja,selama itu bisa membuat Rina bangun." Ucap Nina yang memang lebih khawatir pada adiknya.


"Benar Boleh?, Kamu tak cemburu?" tanya Rein yang sedang menguji apakah Nina, menepati janjinya jika suatu saat Rein terpergok selingkuh dengan wanita lain.

__ADS_1


"Cepat lakukan saja!" Teriak Nina melihat hujan meteor kecil di langit, Yang memperlihatkan cahaya berbinar saat terjatuh.


Bahkan bukan hanya Rein dan Nina yang memperhatikan hal tersebut, dibeberapa belahan dunia lain. Terjadi hal yang sama, semua orang yang sedang begadang, baik itu Ronda atau Sedang merayakan hajatan. Melihat dengan jelas Serpihan dan bongkahan Meteor yang jatuh.


Dan di saat benturan dua meteor yang saling bertabrakan semakin keras. Perlahan terdapat banyak gangguan terjadi. Dimana seluruh dunia sekarang terlihat gelap gulita dimana semua lampu yang menyala di sisi malam tiba-tiba mati. Dan sinyal internet tiba-tiba menghilang.


Rein yang sedang mencoba untuk membuat nafas buatan, sambil merasakan lidahnya menjulur di mulut Rina. Sedikit Rein merasakan hal yang lain. "Ku kira ada perlawanan, ternyata tidak." Gumam Rein dalam hati yang langsung meniup mulut Rina beberapa kali,sambil terus mengambil oksigen di udara.


"Haaaaah.."


Dan disaat memberikan nafas buatan terakhir,Rein dan Nina mendengar suara ledakan keras di sisi hutan. Yang dimana Nina melihat Satu buah pecahan batu meteor jatuh di dekat mereka.


"Huaaah!" Desah Rina yang tersadar dan langsung menaikan kepalanya sampai membuat Rein yang hendak mengambil kembali oksigen dari udara,merasakan benturan keras di kepalanya.


"Duh.." Rintih Rein bersamaan dengan sebuah ledakan batu meteor di tempat mereka berada. Merasakan sesuatu Rein bersiaga. Dimakan Dia langsung meraih Tubuh Nina dan memberikan perlindungan dari sebuah tekanan aneh di sekitarnya.


Merasakan tekanan aneh yang tiba-tiba, di mana Rein terus membuat perlindungan dengan tubuhnya. Saat ini Nina Melihat Mata Adiknya yang terbuka dan terus menatap wajah Rein. Mereka berdua saling pandang, seperti tak peduli dengan ledakan tersebut. Tekanan udara di sekitar jalan hutan, semakin membesar dan membuat hawa panas di sekitarnya. "Rein.." Desak Nina merasakan tekanan kuat.


Bahkan beberapa pohon yang tertimpa bongkahan kecil Meteor tersebut langsung terbakar. Merasakan aura ledakan yang semakin memudar,Rein yang masih saling menatap dan saling pandang dengan Rina. Saat ini mendengar suara berdehem Nina. " Ehem!."


Tersadar dengan hal tersebut,Rina sekilas langsung mencoba untuk membuat gerakan tangan yang mendorong tubuh Rein. "Yaaaw!, Apa yang kamu lakukan!" Teriak Rina melihat Rein jatuh tersungkur ke belakang.


"Apa-apaan itu tadi!"

__ADS_1


Sampai beberapa menit kemudian, Rein berdiri dan melihat Nina yang sedang menjelaskan beberapa hal pada adiknya. "Rein sudah menyelamatkan mu, kenapa kamu begitu kasar dengannya" bentak Nina keras.


"Dia itu Playboy tahu!" Bentak Rina keras sambil merasakan luka memar di tubuhnya.


Rein yang saat ini sedang memfokuskan pandangan matanya,dan mempertajam pendengarannya. Merasakan sensasi aneh dari sebuah mahluk hidup yang melata dan berjalan pelan. Sambil terus melihat pemandangan hutan yang terbakar, Rein langsung meraih tubuh keduanya.


"Kita pergi!, Aku punya firasat buruk.." Ucap Rein langsung Menggendong tubuh Rina di bagian pundak kirinya dan Menggendong tubuh Nina di Pudak kanannya.


Meronta tidak suka,terlihat Rina terus memukul pundak Rein, yang seenaknya menggendong dirinya. "Lepaskan,turunkan aku!" Bentak Rina meronta,tapi sesaat sedang meronta. Rina merasakan pandangan Aneh di matanya. Yang dimana saat ini, Dia melihat dan merasakan tubuhnya jauh terangkat ke udara.


Hup!,sambil melompat ke udara dan beberapa kali berpijak pada ujung pepohonan, Rein terus mendengar suara melata sebuah mahluk seperti belatung. "Lebih baik kita kembali." Ucap Rein yang sudah tak merasakan pukulan Rina di punggungnya.


"Kak, kita terbang?" tanya Rina terkejut.


"Em, Kakak juga masih heran dengan Rein" ucap Nina yang terus melihat ke bawah dan melihat sebuah pecahan bongkahan Meteor terbenam di tanah.


"Rein,tunggu.. Kau lihat lah kawah Meteor itu!" Tunjuk Nina melihat sebuah kawah besar.


"Tidak untuk saat ini,lebih baik kita menjauh. Untunglah aku cepat sadar tadi, belatung itu terlihat aneh pada bagian kepalanya." Ujar Rein pelan seperti memberitahu,jika mereka tetap di situ,kemungkinan terburuk akan terjadi.


"Hujan deras,Badai dan ledakan meteor. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?."


Turun di tempat aman karena kelelahan setelah menggendong dua tubuh wanita yang tak pernah diet, saat ini Rein duduk sambil terengah-engah menarik nafas. "Pemeran utama yang kacau, sial.. Pasti bakal ada komentar pedas!" Gerutu Rein dalam hati.

__ADS_1


Sambil memberikan Rein minum yang dibeli di warung Kuningan, Nina duduk di dekat Rein sambil terus melihat Rina yang tengah melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. "Rina minumlah..Hydro kocok ini." Ucap Nina menyerahkan sebuah minuman kotak berlogo kelapa.


"Jadi,kau sosok orang yang ada di video.." ucap Rina melihat wajah Rein seperti tak percaya dan melihat dengan matanya sendiri, Rein bisa membuat lompatan tinggi.


__ADS_2