
"Apaaaaa!!, Jadi kau sudah menikah!!!!"
Teriakan Jonathan Heart Yang terkejut mendengar penjelasan Rein.
"Jadi seperti itu ceritanya..."
"Baiklah...Aku paham, Bagaimana pun aku sudah berjanji pada mu. Selama kamu mau membantu ku untuk menangani beberapa pasien.."
Keluh Jonathan sembari menepuk-nepuk pundak Rein. Sambil membenarkan kacamata, tampak raut wajah Jonathan mengkerut. "Aku tetap mendukung mu, walaupun harus melihat Anak perawanku dimadu, sesuai janjiku sebelumnya. Kamu boleh berhubungan dengan leinera dalam masa penjajakan." Ucap Jonathan yang menerima panggilan dari Leinera. Hanya mengantarkan Rein di sebuah jalan, Jonathan dan Rein berpisah.
"Ayah sudah tahu dari mulut Rein sendiri, Ya kau tak perlu bercerita lagi. Hari ini papa ingin bertemu dengan mu, untuk membicarakan sesuatu yang serius" Berkata Jonathan Heart menutup panggilan telepon. Sambil menghela nafas panjang, Senyum terkekeh diperlihatkan.
"Itu semua tergantung kamu Rein, Apakah kamu bisa menaklukkan Gadis Bengal ku, Hahaha. Dan keuntungan yang aku dapat sekarang lebih memuaskan." Kembali mengendarai mobil, Jonathan heart langsung pulang.
***
Dan Rein sendiri, kebetulan hari itu juga tidak ada jam kuliah. Jadi dia memutuskan untuk mengurung diri Ketika sampai di Moon House. Sambil terus melompat ke beberapa rumah dan Ruko, Dia berpikir sejenak. "Baiklah aku akan beristirahat saja di rumah, lagian aku tak ada kerjaan." Ucap Rein yang langsung membuat gerakan cepat.
"Oh ya, Tentang para Plagiator aku juga belum mendengar apapun. Mungkin kah, sekarang para Plagiator sudah hidup berdampingan dengan manusia?, Kalau di pikirkan lagi. Mereka adalah mahluk yang berbahaya, tapi sampai saat ini mereka juga belum membuat pergerakan lagi."
Hingga sampai di Moon House, Rein sendiri langsung turun di halaman belakang. Tempat dimana Griss sedang menyapu halaman belakang. "Bu Griss, Selamat pagi." Ucap Rein turun sambil menapaki rerumputan.
"Rein.. Akhirnya kamu pulang, Kemana saja?" tanya Griss yang tak lagi heran dengan apa yang dilakukan Rein.
Sambil berjalan ke arah kolam renang, Rein tanpa harus malu langsung membuka pakaiannya. "Dimana Fara?, Bukankah dia hari ini juga tak ada jam kuliah?" tanya Rein yang hanya melihat Griss sendiri.
Tetap berdiri selayaknya seorang pelayan, Griss sendiri langsung meminta Rein untuk mendekatkan telinganya, Berbisik pelan. "Fara di panggil Kakek Orgami, ada masalah yang harus di bicarakan."
__ADS_1
"Kau tak memberitahu ku?, Memang ada apa kakek memanggilnya?" tanya Rein.
"Entahlah, hanya saja Fara tidak ingin membicarakan tentang itu. Dan menyuruh ku untuk tidak bilang padamu. Dan jika Kamu bertanya, aku diminta untuk berkata dia pergi untuk menemui orang tuanya" Ucap Griss kembali berdiri dan mencoba untuk menawarkan Rein beberapa hal.
"Oh ya, aku semalam mendengar Nona Leinera terus mengumpat mu dan Pagi tadi dia langsung pergi, Apa terjadi sesuatu?" tanya Griss ingin sekedar tahu.
"Tidak ada apapun Lebih baik buatkan aku makanan, dan temani aku berenang." Pinta Rein tanpa sungkan.
"Baik, dimengerti. Karena itu tugas ku juga" Ucap Griss tersenyum dan langsung bergegas pergi menuju dapur.
***
Pukul 10:00
Rein duduk sambil menyelesaikan makan paginya, dimana dia sedang menunggu Griss datang untuk menemaninya berenang. "Sesekali aku ingin berenang bersama Arumi. Rumah ini terlalu besar untuk ku, tapi dengan adanya Griss dan Fara lumayan lah Rumah ini sedikit ramai. Kalau misalkan aku ingin menambah beberapa Gadis pelayan, Boleh tidak ya?, Ku rasa tidak ada salahnya meminta" Pikir Rein melihat Griss datang dengan pakaian bikini merah yang tampak memperlihatkan seluruh bentuk tubuhnya.
Rein sendiri tertegun melihat tubuh Griss yang berbeda hari ini, Sambil terjun kembali ke arah Kolam renang. Rein langsung melihat Griss ikut melompat ke arah kolam renang. "Rein tangkap aku.." teriak Griss keras..
Bebas melakukan apapun berdua, Karena memang Moon house tidak ada orang selain mereka berdua. Rein yang saat ini sedang mendekap Griss dari belakang, mencoba untuk merayakan tangannya. "Pelan tuan ku, Jangan terlalu keras.." lirih Griss merasakan dua tangan Rein bermain di dadanya.
"Griss, mumpung sepi..Kamu mau melakukan di sini?" tanya Rein meminta.
"Dikamar saja, Sebagai pelayan yang baik. Aku akan memberikan servis memuaskan untuk mu" tutur Griss yang langsung di gendong Rein.
"Kalau bukan karena Kakek Orgami meminta ku untuk berlatih membuat cucu untuknya, Mungkin aku tak tahu akan ada banyak kesempatan bisa menyenangkan hatiku yang gundah" Gumam Rein yang sudah membuat kesepakatan dengan Kakek Orgami.
Dan Griss sendiri tahu akan hal tersebut, Sambil menutup pintu kamarnya. Griss bersiap melayani Rein dengan segenap hatinya. "Gunakan tubuh ini untuk berlatih" Ucap Griss mendekat ke arah Rein yang sedang berbaring di ranjang.
__ADS_1
***
Sore hari..
Sekitar pukul 15:34.
Rein yang sudah mengencangkan celananya dan sedang duduk bersantai di temani Fara yang juga sudah kembali, Hanya berbicara berbicara hal.
"Jadi seperti itu, Baiklah. Aku paham, Bagaimana pun kamu melakukan ini karena permintaan Kakek Orgami. Rumah ini akan sepi tanpamu" Ucap Rein yang mendengar penjelasan Fara.
"Ya, karena kakek Orgami tidak mau menyalahkan gunakan kekuasaannya, Bagaimana pun hutang keluarga ku sudah dianggap lunas, setelah kamu menikah dengan Arumi. Dan sesuai perjanjian awal, Aku tidak boleh mengganggu hubungan mu dengan Arumi." Ujar Fara yang sebenarnya ingin tetap tinggal sebagai seorang pelayan.
"Mulai hari ini aku akan kembali ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa. Kakek Orgami juga sudah memberikan sejumlah uang untuk biaya kuliah ku, sampai keadaan keluarga ku membaik" Jelas Fara yang beberapa hari lalu, tahu bahwa kedua orang tuanya meminta Fara untuk kembali setelah menemui Kakek Orgami.
Sambil berdiri, saat ini Rein tersenyum.
"Tak apa, kita masih bisa bertemu di Universitas dan nanti sesekali aku main ke rumah" Ucap Rein yang memang setuju dengan keputusan kakek Orgami. Bagaimana pun, masa depan Fara bisa kembali dirubah.
***
Melihat sebuah mobil suruhan kakek Orgami yang datang ke moon house. Rein dan Griss mengantarkan Fara sampai di depan rumah.
Sambil kembali berpelukan perpisahan, Griss sedikit meneteskan air mata. "Aku jadi tidak punya teman lagi, Kamu kuliah saja yang benar. Biar Rein yang aku urus sendiri. Pergilah.." ucap Griss menyeka air mata.
"Bu Griss, Rein tetap milikku. Walaupun cuma sekali di genjot, aku akan berjuang untuk mendapatkannya kembali." Bisik Fara.
Sambil melambai, Fara langsung masuk kedalam mobil pesuruh Kakek Orgami. "Oh ya, aku belum.mengatakan pada Rein. Bahwa aku dan keluargaku akan pindah ke luar kota. Dan juga pindah universitas. Umh... lebih baik nanti saja deh, aku beritahu dia."
__ADS_1
"Lagian aku juga harus membantu Papa dan mama menyelesaikan urusan mereka di luar kota, Dimana mereka berdua sudah menjalin kontrak dengan kakek Orgami." Gumam Fara yang tahu harus mulai bersikap dewasa dan tidak ingin membuat keluarga dalam kesulitan. "Aku juga akan berjuang."