
Rein sendiri saat ini melupakan sesuatu,dimana masker corona nya terjatuh saat dia melompat. Sambil terus melihat wajah wanita yang sedang mau mengeluarkan isinya,Rein terus menahan cengkraman kuat wanita hamil yang mau melahirkan. Dimana Wanita tersebut mencengkram bagian bawah tubuh rein,haha..
Tidak,bukan seperti itu,cuma...
Mencengkram bagian rambutnya saja. Dan Rein sedikit merasakan sakit. Terus melompat sampai melihat sebuah tanda plus dengan lingkaran di bawahnya,yang merupakan sebuah Simbol Rumah sakit bernama Ol hospital,bukan tanda jenis wanita ya. Karena desainnya memang seperti itu.
Turun dalam sekejap dan menapak kakinya beberapa kali karena hampa kehilangan keseimbangan,Rein tetap mencoba menahan Gerakan. Dilihat beberapa orang yang melihat Rein seperti baru jatuh dari atas,semua orang baik itu kakek,nenek,ibu,bapak,dan semua orang melihat ke arah langit dimana Rein datang.
Dan tentunya ada beberapa orang yang tak sengaja mengambil video amatir,dimana Rein melompat." Cepet mas,keburu keluar nih. Hiyah..Ah.." Desah pelan Wanita tersebut sudah tidak tahan.
"Hey,kau pikir tidak berat. Lagi pula kenapa kamu mendesah?" tanya Rein mendengar suara bergetar dari bawah perut Wanita yang mau melahirkan.
Ngung Ngung!
Itu bukan suara nyamuk!
Hanya sebuah efek yang tidak dapat dijelaskan,Hanya mendengar dan tak terlalu peduli. Rein kemudian menemui seseorang perawat jaga. "Hey,tolong dia. Mau melahirkan..cepat!" ucap Rein.
Sambil melihat Rein yang tampak masih muda,penjaga rumah sakit menggeleng kepala. " Hebat anda bang,taruh dia dia sini. Dan tolong daftar terlebih dahulu." Pinta Petugas rumah sakit lainnya.
"Nanti ada suaminya menyusul,biar dia yang urus,aku sibuk" ucap Rein kembali di suruh untuk mendaftarkan wanita Tersebut dengan namanya.
"Sudah prosedur Bang,silakan." ucap petugas Rumah sakit mempersilahkan.
Dan dengan terpaksa akhirnya Rein mengikuti seseorang untuk mendaftarkan ,mau tidak mau Rein akhirnya memberikan beberapa kalimat dan perkataan di sebuah formulir rumah sakit. " Nggak ada KTP,pake Kartu mahasiswa saja." ucap Rein mulai kesal.
"Ckck, Dasar ya,mahasiswa sekarang" ucap petugas wanita rumah sakit menggeleng kepala.
Selesai memberikan beberapa data,Saat ini Rein diminta kembali untuk menemani wanita tersebut yang mau melahirkan. Berdiri sambil memegang tangan wanita tersebut,Rein merasakan halu yang tak tertahankan Sampai mendengar suara bayi menangis.
"Owe!(Hore aku sudah ada di dunia)" tangis bayi lelaki siap menerima takdirnya.
__ADS_1
"Wah,bu. Selamat ya,anak lelaki tapi Tidak mirip sama Suami mu" tunjuk dokter wanita yang kemudian mencoba untuk menaruh bayinya di dekat Wanita tersebut setelah selesai di mandikan.
"Owe!(Dia bukan bapakku)" ucap Bayi tersebut menangis menunggu si Bapak yang belum kunjung datang.
"Dia bukan anakku dokter" ucap Rein melihat pintu masuk terbuka sesaat setelah dirinya berjalan pergi sambil menggeleng kepala dan melihat layar hpnya. Dimana saat ini Rein melihat titik merah berjalan.
Di ruang persalinan!
"Wah jadi tadi bukan bapaknya?" tanya Dokter tersenyum.
"Iya dokter,dia menyelamatkan keluarga kami" ucap suami wanita tersebut yang sedang menggendong bayinya.
"Owe!( Papa,aku mau jadi Tukang parkir)" ucap bayi terus menangis.
***
Dan di atap Gedung rumah sakit,Rein mencoba untuk membuka mata tembus tulangnya,mencoba melihat gerakan sebuah mobil yang melintas di dekat rumah sakit.
" Rein? Hoy!" Teriak Anita tak sengaja melihat Rein dan memang dirinya memastikan Rein akan melakukan hal yang sama.
Melihat ke arah Anita,terlihat Rein langsung berhenti dan kemudian melompat ke arahnya. " Bu polisi,tolong ada mobil yang bergerak ke arah pantai." ucap Rein yang belum sadar,jika dia tak memakai masker corona.
"Apa bayinya selamat Rein?" Tanya Anita yang mengantar suami wanita yang baru saja melahirkan.
"Aku bukan Rein,Ayo bu polisi cepat" pinta Rein tersadar.
***
Hingga beberapa menit kemudian,Saat Rein terpaksa memberitahu beberapa hal pada Anita. Dan Anita sendiri terus mengikuti kemana Rein pergi dengan sebuah panggilan talky walky.
"Ya,mereka berhenti,Anita cepat!" Ucap Rein yang kemudian turun dan berlari cepat.
__ADS_1
"Kayaknya mereka ada masalah dengan keluarga Basura,seperti apa yang dikatakan Kakek mertua."
Melihat sebuah gedung kosong di dekat pantai,Rein meminta Anita untuk tidak bertindak terlebih dahulu,dan mencoba untuk memastikan beberapa hal." Aku akan kedalam,ini seperti penculikan." ucap Rein
"Hati-hati Rein,takut mereka bawa senjata" ucap Anita yang kemudian mencoba melihat situasi sebelum meminta bantuan.
" Ya,aku tahu." ucap Rein yang tak merasakan mata tembus tulangnya berfungsi. " Haish, Kenapa tidak berfungsi!."
Terpaksa mencoba melihat ke dalam Gudang kosong yang sedikit gelap,Rein mendengar suara tawa beberapa pria. Dan tertegun melihat Arumi yang diikat di tiang penyangga gudang.
Melihat beberapa wanita yang seperti ikut merencanakan penculikan." Huh,kan benar dugaan ku, pemuda SMA itu kelakuannya kayak gini. Hehe " Ucap Rein dalam hati yang mendengar isi percakapan mereka. Membuat rekaman video sebagai bukti,terlihat Rein langsung memakai masker corona yang dia bawa di tas ranselnya. Tapi bukan di pakai di mulutnya,melainkan masker corona tersebut di buat lubang seperti mata,dan anggap saja itu sebuah topeng.Kalian bisa coba,sendiri di rumah.
" Bagaimana pun,Arumi juga tidak boleh tahu identitas ku."
Sambil mencoba terus mendengar isi percakapan mereka,Rein mendengar salah seorang wanita yang merupakan teman Arumi,sedang tertawa keras.
"Nona Arumi,kau pasti masih kenal Brandon kell bukan?, Kau tahu dia itu sepupu ku. Teganya kamu mempermalukan dia di depan semua orang saat dia menyatakan cinta. " ucap Seorang wanita dengan balutan baju pesta blink.
Berjalan dari kegelapan setelah menunggu lama,sosok Brandon kell datang sambil membuka pakaiannya.
"Laras,apa teman priamu menyentuh dia?" tanya Brandon kell memandang tiga orang pria yang merupakan teman laras keponakannya.
" Tidak,aku yang mengikatnya bersama Ririn dan Eny" ucap Laras berkata jujur. "Susah banget sampai membuat tangan ku lecet dan kuku ku patah."
Sambil bersiap,saat ini Brandon kell menggelar tikar Dan menyuruh semua orang untuk pergi. " Aku mau menikmati tubuhnya, Kalian pergilah." ucap Brandon.
"Hey,aku sedang siklus bodoh!" Ucap Arumi yang sudah di buka penutup mulutnya.
" Bohong,aku sudah memeriksanya,dia tidak pakai pembalut. Brandon cepat eksekusi dia " Ucap Laras yang kemudian pergi bersama semua orang.
Mendengar hal tersebut,Rein sedikit kecil hati. Walaupun Arumi membohongi dirinya,saat ini Rein mencoba untuk membuat tindakan pencegahan. Dimana saat Ini Rein melihat Brandon kell langsung merobek pakaian Arumi.
__ADS_1
" Asw!, aku saja belum memegangnya." Ucap Rein bersiap. Sambil mengambil HP dan mematikan Rekaman. Rein langsung muncul dan turun sambil membuat Gerakan keren. Menjentikkan korek api,Rein langsung menghembus asap rokok. " Fueh,hey Bung."