Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 75. Nante Si Rayap, Plagiator Penebang Kayu


__ADS_3

Tidak butuh lama, ketika kepala wanita tersebut jatuh ketanah. Sosok manusia yang memiliki dua buah gergaji di tangannya langsung menjulurkan tentakel dari mulutnya. Dimana tentakel tersebut langsung masuk ke dalam mulut pria kurus.


"Mahluk apa kamu sebenarnya?" ucap Pria kurus langsung merenggang nyawanya dan merasakan jantungnya seperti tersedot tentakel panjang yang di keluarkan oleh mahluk aneh di depannya.


"Gluk..Gluk..Akhirnya aku sudah memakan sepuluh jantung. Jika bukan karena Kabuto yang meminta ku untuk bersembunyi dari Organisasi aneh. Aku bisa dengan leluasa bergerak" Lirihnya yang merasakan beberapa tembakan senjata mengarah padanya.


Dor!


"Tembak!" teriak semua polisi yang melihat hal tersebut dan langsung membuat sebuah tindakan.


Dor!


Tak merasakan apapun, mahluk aneh tersebut tersenyum ke arah para polisi pria. Dimana saat ini terlihat mahluk tersebut berjalan pelan ke arah beberapa polisi yang memergoki dirinya. "Dua supir truk sudah aku lahap jantungnya, dan Empat orang termasuk pria kurus juga sudah aku lahap." Lirih Sosok aneh tersebut tertawa keras.


"Haha.."


Dan tidak butuh waktu lama, sekitar lima polisi sudah merenggang nyawa. Dimana terlihat sosok aneh tersebut melahap jantung mereka. "Seharusnya aku sudah bisa memakan lebih banyak jantung para pekerja kontraktor. Cih, tapi gara-gara ulah pria itu, Rencana ku gagal total." Keluh Sosok aneh tersebut yang mendengar suara motor seseorang.


Vrum!


Sambil terus melihat ke depan, Rein yang pergi ke hutan bersama Anita. Saat ini mencoba untuk mencari beberapa polisi yang juga belum kembali.


"Kenapa sih kamu suka memaksa sekarang?" tanya Rein yang membonceng Anita.


"Pokoknya aku harus ikut, ayo tunjukkan kemampuan mu." Ucap Anita yang sedang ditugaskan untuk melihat keadaan kecelakaan di puncak.


"Ini seperti kasus di jalan pantai, Bagaimana pun pohon yang tumbang adalah ulah seseorang. Kami juga menemukan beberapa mayat wanita yang dipenggal kepalanya." Sembari menjelaskan beberapa hal, Anita sendiri yang masih penasaran dengan Rein. Saat ini hanya ingin mencoba untuk melihat apa yang bisa Rein lakukan.


"Kenapa kamu meminta bantuan pada warga sipil seperti ku. Lagian kamu kan seorang polisi lalulintas, kenapa sampai ikut terlibat dalam kasus ini?" tanya Rein Berhenti tepat di tumpukan lima mayat polisi.


"Uh!, Kita terlambat Rein" ucap Anita yang mencoba untuk turun dari motor. Tapi, Rein langsung menyuruh Anita untuk tetap berada di dekatnya.

__ADS_1


Sambil memegang tangan Anita, Rein mencoba untuk merasakan hawa kehadiran seseorang dengan pendengar tajamnya dan mencoba untuk melihat ke Seliling hutan. "Tetap disini, jangan pergi kemana pun." Pinta Rein terdiam sesaat.


Turun dari motornya, Rein saat ini menyuruh Anita tetap berlindung di dekatnya. Sambil menyalakan sebuah tombol di layar dasbor nya. "Miss Lilith, Aku butuh bantuan mu, kirim beberapa orang untuk mengamankan lokasi ini. Aku menemukan satu plagiator di sini." Ucap Rein yang tentunya harus membuat laporan kerja ke Organisasi Kakeknya.


"Baik, aku akan coba untuk menangani ini sampai orang-orang mu datang" Lapor Rein mempersiapkan diri dan langsung memutuskan panggilan.


Rein kemudian berteriak keras. Dimana Rein tentunya tahu, lokasi Plagiator yang sedang bersembunyi.


"Hey!, Plagiator!. Aku tahu kamu sedang memegang sebuah batang pohon di tanganmu. Kau pekerja proyek itu kan?" Teriak Rein dengan santainya menekan tombol di motornya. Meraih sebuah pedang besar berwarna merah pekat dengan beberapa rongga di bagian pinggir dan tengahnya. Cukup berat jika orang biasa mencoba untuk mengangkatnya.


Tanpa membutuhkan system ataupun kekuatan apapun. Rein memuji kemampuan dan bakat yang diberikan oleh author nya sebagai sebuah berkah. Sambil melihat ke arah Anita yang tertegun melihat dirinya. Rein memang tak perlu menyembunyikan apapun pada Anita saat ini.


"Pokoknya kamu lihat saja, Jangan kemana-mana. Dan ingat tetap rahasiakan ini pada siapapun. Kau mengerti, ini hanya rahasia kita berdua" Ucap Rein yang sedang mempersiapkan dua buah senjata peredam.


Hanya ingin membuat sosok aneh tersebut Keluar dari persembunyiannya. Rein yang bisa melihat tembus pandang, mencoba untuk mengarahkan senjatanya ke arah sebuah pohon. "Cih, mau sembunyi sampai kapan!, Keluar lah!" ucap Rein menekan pelatuk senjata.


Klik!


Duar!, Suara pohon tertembak dan membuat sebuah ledakan yang langsung melubangi pohon tersebut. Dimana dibalik pohon tersebut, sosok aneh yang membawa sebuah batang pohon langsung melompat terbang ke arah Rein.


"Sial, Hampir saja!" ucap Plagiator tersebut memperlihatkan dirinya dan dengan tanpa berpikir panjang. Plagiator tersebut langsung melemparkan batang pohon ke arah Rein.


Swos!


Suara batang pohon melesat tajam ke arah Rein. Dimana Rein hanya tersenyum sambil berdiri santai. "Hoam, untunglah firasat ku benar. Kalau tidak mungkin aku akan cukup bosan saat ini" Ucap Rein terkekeh dan langsung bersiap membuat sebuah pukulan tinju ke batang pohon tersebut.


"One Inch Puch!" Ucap Rein yang harus menyuarakan jurusnya. Walaupun itu tidak terlalu wajib dilakukan.


Anita sendiri terdiam dan tetap menurut pada Rein. Sambil berlindung di dekat motor Rein, Anita terkejut melihat apa yang akan terjadi. Dimana dia saat ini melihat sosok aneh dengan tangan seperti gergaji berujung tajam sedang terbang dan melemparkan sebatang pohon ke arah Rein. "Apa itu monster?" tanya Anita yang juga pernah melihat sosok monster melalui unggahan Video seseorang.


Dum!

__ADS_1


Suara keras pukulan Rein yang menghantar ujung pohon. Yang memperlihatkan sebuah benturan keras dari tangan Rein dan laju pohon tersebut.


Krak!


Hancur menjadi beberapa bagian, pecahan pohon tersebut seketika jatuh tepat di depan Rein.


"Apa!?" teriak Plagiator tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Siapa sebenarnya dia, Sial... Apa orang ini yang dibicarakan Kabuto?."


Rein yang saat ini sedang meniup tangannya, terkekeh melihat seseorang yang sedang terbang dengan kepakan sayap tipis. "Hoy, lebih baik kamu turun dan perkenalkan dirimu." Teriak Rein yang mendengar ada sepuluh detak jantung pada sosok aneh tersebut.


"Haha, rupanya aku cukup beruntung bertemu dengan mu. Baiklah, bagaimana pun pertarungan ini tidak akan seru tanpa ada perkenalan diri. Aku mengetahui dari sifat bawaan manusia yang sudah aku lahap jantungnya." Sambil turun ke bawah, Plagiator tersebut memperlihatkan wajah yang berbeda.


"Benar apa katamu, Baiklah perkenalkan dirimu" pinta Rein terkejut melihat wajah orang di depannya. Dimana terlihat wajah seorang pria tampan tersenyum kepadanya.


"Namaku Dalpho Kwok, tapi ini nama orang yang sudah aku gunakan tubuhnya sebagai wadah. Kalau nama asliku aku sudah mencari di internet, Kau bisa panggil aku Nante berasal dari kata Terminate, si Rayap." Ucap Nante memperkenalkan diri.


"Aku Rein, Kau cukup pengertian ternyata. Aku puji kebesaran hatimu" Ucap Rein mendengar suara Anita di belakang tubuhnya.


"Dia kan Artis Epop!" Teriak Anita yang melihat wajah Nante.


"Kau kenal dia?" tanya Rein melihat Anita yang berdiri berjajar dengannya.


Membuat anggukan pelan, Anita yang melihat wajah Nante merasa tertarik untuk mendekat. "Dia Dalpho kwok. Wah...senangnya bisa bertemu dan melihat Kwok disini. Kwok, boleh aku minta foto" ucap Anita yang tertarik ingin mendekat.


"Boleh saja" ucap Nante tersenyum dan meminta Rein untuk tak perlu khawatir.


"Aih, Awas saja kalau kamu melakukan sesuatu" bentak Rein yang melihat Anita mencoba untuk mengambil foto selfie dengan Nante. Tak terjadi apapun, saat Anita kembali ke arah Rein. Tampak Nante cukup senang mendapatkan penggemarnya.


"Hahaha, Pria yang jadi wadahku ternyata seorang artis Epop. Pantas saja wanita yang ku penggal kepalanya Rela mati." Ucap Nante terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2