
Walaupun Rein sendiri tahu bahwa bagian organ jantung para Plagiator berada di sebelah kanan. Tapi Rein tidak serta-merta bisa menggunakan kemampuannya untuk melihat semua manusia di dunia. Sambil melihat Mis Lilith yang menyuruh seorang penjaga membawa Gee, Rein bertanya. "Kenapa kamu keluarkan dia??."
"Tentu saja untuk membantu mu, Dengan gelang leher ini. Gee tidak akan mengkhianati ku, Lebih baik cepat kamu bersiap." ucap Mis Lilith yang langsung memakai kan sebuah gelang leher pada Gee.
"Gee, Kau sudah berjanji pada ku, untuk membantu manusia memerangi spesies kalian. Bagaimana pun, aku masih belum terlalu percaya dengan mu." Jelas Mis Lilith yang juga memberikan Gee sebuah pakaian khusus milik keluarga Basura.
"Aku tahu, Baiklah. Bagaimana pun, aku hanya punya tujuan yang berbeda dengan para Plagiator lainnya." Ucap Gee yang terlihat masih seperti gadis SMP dengan dada sedikit menonjol. Bersiap sambil membuat warna Rambutnya berbeda, Gee mencoba bakat dan kemampuan lainnya.
Rein sendiri juga sudah bersiap, dia memakai perlengkapan khusus yang berbeda dari sebelumnya. "Kek Kau tidak ikut?" tanya Rein yang sedang menerima sebuah pedang besar dari pelayan wanita kakek Orgami Basura.
"Hahaha, Aku tidak mau dimangsa mereka. Lagian, aku ingin melihat kau menunjukkan kemampuan mu. Bagaimana pun, kau juga sudah menjadi menantu kesayangan ku." Ujar Orgami Basura terkekeh.
"Walaupun aku ingin cepat punya cucu, tapi aku paham dan mengerti perasaan mu. Suatu saat Arumi pasti juga bisa kamu genjot." Sambil melihat Rein yang sudah bersiap, Orgami memerintah bawahannya untuk membawa motor Rein yang sudah di modifikasi.
"Oh ya, Kek. Apa aku bisa minta pelayan wanita lagi?, Kalau bisa tiga lagi, aku mau berlatih dengan beberapa perempuan lainnya." Pinta Rein terkekeh.
"Hahaha, Itu ada urutannya. Aku pasti akan memenuhinya. Kau gunakan dulu Griss sebagai tempat latihan" Ujar Orgami Basura tertawa.
"Baik Kek, terimakasih" ucap Rein yang tidak ingin melewatkan kesempatan besar.
***
Di hutan pohon kelapa.
Terlihat kewalahan, Randall beberapa kali tersungkur merasakan pukulan yang di lesatkan Plagiator kumbang tanduk.
__ADS_1
"Buhuks..Hunny." Ucap Randall muntah Darah.
Sambil kembali membuat manuver, Anastasya mencoba kemampuan pembunuhnya. Meminum kopi kaleng, perlahan Anastasya merasakan darah gen Basura mulai mengalir kencang. "Cih, tadi aku belum serius. Tapi kali ini Kau tak akan lolos dari dua pedangku" Tutur Anastasya melihat kepala Plagiator kumbang tanduk yang memperlihatkan wajah seseorang Nelayan.
"Hehe, Bagaimana kalau aku makan jantung pria itu?" ucap Plagiator kumbang tanduk tertawa. Mendekat dan perlahan meraih leher Randall, sosok plagiator kumbang tanduk terkekeh. "Sayang sekali waktu pertama kali penetasan, aku memakan jantung seorang polisi. Kau cukup beruntung bisa menyatu dengan ku dan menjadi bagian dari serambi jantung ku."
"Kehek,Kehek.." Randall terus meronta merasakan lehernya di cekik. Sambil melihat Plagiator kumbang tanduk yang perlahan membuka mulutnya dan mengeluarkan sesuatu seperti tentakel berwarna hitam. Saat ini Randall mencoba untuk melawan, "Sial, apa aku akan mati kali ini??." Pikir Randall melihat Anastasya yang melompat membuka sebuah manuver.
"Cih, Kali ini aku akan tebas titik pusat kehidupannya" Ucap Lirih Anastasya melakukan sebuah gerakan akrobatik, dimana dirinya berputar beberapa kali seperti angin ****** beliung, eh angin puyuh.
Tebas!
Tepat sebelum tentakel berwarna hitam Plagiator kumbang tanduk hendak masuk ke dalam mulut Randall, tebasan pedang Anastasya membuat kedua lengan Plagiator kumbang tanduk putus dan langsung menyemburkan banyak darah berwarna ungu. "Arg!" teriak Plagiator kumbang tanduk yang melihat Randall terjatuh ke bawah.
Membuat gerakan cepat yang tidak bisa dilihat Anastasya, sosok plagiator kumbang tanduk langsung meraih dua pedang yang masih menempel di punggungnya. Membuat ayunan kaki ke arah Anastasya, "Wanita sialan.." Teriak Plagiator kumbang tanduk melemparkan tubuh Anastasya sampai menabrak pohon kelapa.
"Uhuks!" Anastasya batuk darah dan merasakan dirinya kembali di angkat oleh Plagiator kumbang tanduk. "Kemampuan apa ini?."
Sambil mengangkat Tubuh Anastasya, plagiator kumbang tanduk kembali merubah mimik wajahnya, dimana sekarang wajahnya terlihat seperti seorang perwira polisi. "Sebelum aku menyantap Jantung pacarmu, Akan aku siksa kamu terlebih dahulu." Ucap Plagiator kumbang tanduk yang langsung mencoba untuk melepaskan pakaian tempur Milik Anastasya.
"Apa yang kamu lakukan, Hentikan!" Teriak Anastasya merasakan pakaian khususnya terlepas. Dan membuat tubuhnya perlahan terlihat jelas memperlihatkan dua buah dada besarnya, dimana Anastasya memakai Bra hitam dengan renda.
Tapi, Randall yang juga sudah membaik. Mencoba untuk bangkit dan melihat bininya yang sedang diperlakukan tidak baik oleh plagiator kumbang tanduk. Mengambil Pedangnya yang terjatuh, Randall mencoba untuk berlari dengan tubuh penuh luka dan bersimbah darah. "Hentikan!" Teriak Randall merasakan sebuah tusukan ekor aneh yang muncul dari belakang tubuh plagiator kumbang tanduk.
"Buhuks!" Randall kembali muntah darah.
__ADS_1
"Hubby!" teriak Anastasya yang saat ini tidak bisa berbuat apapun dan pasrah merasakan tubuhnya yang sudah tak lagi memakai pakaian khusus.
Kembali menjulurkan tentakel berwarna hitam dari mulutnya, plagiator kumbang tanduk mencoba untuk merayakan tentakel lidahnya ke arah bulatan kecil Milik Anastasya. "Hehe, aku ingin coba menyedotnya" ucap Plagiator kumbang tanduk terkekeh sambil meneteskan air liurnya.
Anastasya yang masih tersadar, saat ini berpikir kembali. Mencoba untuk menggerakkan kakinya, terlihat Anastasya memperlihatkan ekspresi wajah terkekeh "Rasakan ini!, Tendangan bebas tanpa batas!" Teriak Anastasya melesatkan sebuah tendangan kuat ke arah tengah pangkal paha Plagiator kumbang tanduk.
Debug!
Merasakan sensasi aneh sesaat, plagiator kumbang tanduk terbelalak matanya. "Sial, apa yang kamu lakukan!!!" Teriak Plagiator kumbang tanduk langsung melemparkan tubuh Anastasya ke udara. Sambil merasakan sensasi aneh tak tertahankan. Plagiator kumbang tanduk kembali memanjangkan tanduknya, menunggu beberapa saat sambil meletakkan kedua tangannya di pahanya.
Anastasya yang terlempar ke udara saat ini tersenyum dan hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi. "Berakhir sudah.." Lirih Anastasya memejamkan mata setelah melihat tubuh Randall yang tak sadarkan diri dan berbaring di tanah.
Turun dan terjatuh, Tubuh Anastasya siap menerima sebuah tusukan tanduk plagiator. "Rasanya nyeri sekali, Tubuh manusia memang rawan." Ucap Plagiator kumbang tanduk bersiap menusukkan tanduknya.
Vrumm!!
Sebuah suara motor melaju kencang, dimana saat ini terlihat Rein muncul dengan pakaian khusus berwarna hitam yang memiliki beberapa garis dan corak merah. Membonceng seorang Gadis berdada rata, Rein bersiap untuk menabrakkan motornya ke arah tubuh Kumbang tanduk. "Gee, pegangan!!" Teriak Rein yang sesaat, langsung menabrak tubuh plagiator kumbang tanduk dengan motornya. "Rasakan itu bedebah!."
Dugh! Suara Plagiator kumbang tanduk terlempar ke belakang dan melihat seseorang datang sambil tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. "Urgh!" Teriak plagiator kumbang tanduk menabrak beberapa pohon kelapa.
Sedangkan Rein sendiri saat ini sedang melihat arah jatuhnya Anastasya. "Rein..tangkap aku.." Teriak Anastasya yang langsung ditangkap oleh Rein.
"Mommy!" Teriak Rein dengan sigap menerima tubuh Anastasya sambil berdiri di atas motornya. "Mommy, maaf aku terlambat."
"Rein..akhirnya kamu datang!" Ucap Anastasya yang langsung merangkul Tubuh Rein.
__ADS_1