
Rein yang masih memegang kepalanya hanya tersenyum melihat Vanny yang kembali duduk di dekatnya. Sambil mencoba untuk memberikan beberapa pijitan di kepala, terlihat Vanny beberapa kali membuat putaran tangan di pelipis Rein.
"Kau jago pijat juga?" tanya Rein memejamkan mata sambil menikmati gerakan tangan Vanny.
"Tidak juga, biasa Nona muda Arumi sering meminta ku untuk memijat kepalanya" jawab Vanny yang merasakan tangan Rein perlahan memegang tangannya.
"Peluk Aku dari belakang, Aku ingin mencoba menghilangkan trauma ku" Pinta Rein yang menarik pergelangan tangan Vanny dan membiarkan telapak tangannya berada di dadanya.
Vanny hanya mengikuti keinginan Rein dan tanpa menolak, terlihat Dia mencoba untuk memejamkan mata sambil merasakan detak jantung Rein dengan telapak tangannya. "Tuan Muda, Apa Nona Arumi Baik-baik saja, disana?" tanya Vanny sembari menunggu Rein merasakan sensasi di peluk dirinya.
Masih mencoba untuk merasakan ketakutan dalam dirinya karena sebuah trauma di masa lalu. Rein sedikit tersenyum merasakan detak jantungnya perlahan mulai selaras dengan detak jantung Vanny. Sambil membuat senyum kecil, Rein menjawab pertanyaan Vanny. "Ya, dia baik-baik saja. Apa Kamu punya hubungan spesial dengan Arumi?" tanya Rein Balik.
Melepaskan dekapan tangan Vanny, Rein menyuruh Vanny untuk menceritakan beberapa hal tentang Arumi. Menyuruh Vanny untuk duduk disebelahnya, Rein langsung menyelimuti tubuh Vanny dengan selimut. "Kau bisa ceritakan pada ku, tentang Arumi?" pinta Rein yang kemudian mendengarkan beberapa hal dari Vanny.
"...Dia sebenarnya cukup kesepian, mungkin alasan dia tak ingin kamu sentuh bukan karena kebiasaan mengompol nya..." Cerita Vanny yang terkekeh kecil mengingat beberapa hal.
Mendengar cerita dari Vanny tentang Arumi, Rein sendiri terkekeh pelan. Sambil berdiri, saat ini Rein meminta Vanny untuk kembali. "Aku mengerti sekarang, Aku akan bicara dengan mommy. Kamu kembali saja" ucap Rein yang juga memiliki sebuah rencana.
"Kalau begitu aku permisi tuan muda" ucap Vanny yang kemudian memakai pakaian dan langsung pergi keluar kamar tempat Rein menginap.
__ADS_1
Dan Rein sendiri langsung bergegas mandi, dan bersiap untuk menemui mama mertuanya. "Mungkin ada baiknya aku meminta Vanny untuk tinggal di Moon House. Semoga Mommy setuju dengan permintaan ku" ucap Rein meraih Smartphonenya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.
Hanya mengirim beberapa pesan pada dosennya, Rein meminta izin untuk tidak masuk kuliah saat ini. "Baiklah, aku Harus kembali ke moon house setelah berbicara dengan Mommy." Berkata Rein yang sudah bersiap menemui mama mertuanya di meja makan.
***
Sampai sebuah pembicaraan tertuju pada permintaan Rein. Yang dimana Rein meminta pada mama mertuanya untuk bisa membawa Vanny ke moon house.
"Tidak, aku menolak. Maaf Rein untuk ini aku tak bisa mengabulkan permintaan mu. Arumi harus bisa mandiri, dia harus bisa menyenangkan dirimu nanti" Tegas Anastasya yang menolak permintaan Rein.
"Tapi Mom, Bisakah mommy pertimbangkan permintaan ku?. Mungkin dengan datangnya Vanny ke moon house, Arumi perlahan mau membuka hatinya" Ucap Rein terus memohon dan tentunya dia tahu apa yang dikatakannya.
Sambil memegang kepala dan berpikir, Anastasya melihat wajah Rein yang membuat ekspresi berharap padanya. "Haish, Akan aku pikirkan. Kau tunggu saja kabar dariku" Ucap Anastasya yang tidak serta-merta langsung mengabulkan permintaan Rein.
Sambil mengelus rambut Rein, Anastasya tersenyum kecil. "Kamu memang menantu terbaik, Baiklah hati-hati dalam perjalanan" ucap Anastasya yang kemudian berdiri dan mengantarkan Rein sampai depan.
"Oh ya Rein, ada titipan dari Miss lilith untuk mu, Aku lupa untuk menyerahkan koper hitam ini padamu" Berkata Anastasya sambil menyerahkan sebuah koper berisi alat khusus yang dibuat oleh keluarga Basura.
"Mulai sekarang, mohon bantuannya"
__ADS_1
Menerima sebuah koper hitam yang berisi beberapa alat khusus, Rein mencoba untuk melihat isi di dalam koper hitam tersebut. Rein melihat beberapa senjata Laras pendek dengan peredam dan beberapa benda lainnya yang tersusun rapi di dalam koper. "Kartu Ini untuk apa?" tanya Rein meraih sebuah kartu anggota Basura. Dimana kartu tersebut berwarna merah dengan sebuah gambar tengkorak yang di silang dengan dua buah belati. Terdapat beberapa tulisan yang tertera seperti sebuah simbol.
"Itu Kartu Identitas mu, Sekarang kamu sudah resmi menjadi bagian dari DKB atau Death Kill Basura. Itu juga alat akses untuk motor mu yang sudah di modifikasi. Bukankah kamu penasaran ingin melihat apa saja perubahan di motor mu?" Ucap Anastasya yang kemudian menyuruh Rein untuk mencoba.
"Seperti yang kamu tahu, Beberapa aset keluarga Basura baik dalam dan di luar Negeri, sekarang sedikit bermasalah karena ada beberapa orang misterius yang mulai muncul. Kami sudah membuat penyelidikan beberapa hari yang lalu, itulah kenapa Kami tahu tentang para Plagiator." Jelas Anastasya yang melihat Rein mencoba untuk melakukan sesuatu dengan kartu Identitas Basura miliknya.
Rein sendiri langsung terkejut melihat beberapa perubahan yang terjadi. Dimana setelah dia memasukkan kartu Identitas miliknya, Motor Nobcar merahnya seketika membuat sebuah tampilan Baru dengan beberapa modifikasi. Melihat sebuah layar laptop kecil di bagian dasbornya. Rein ingin meminta beberapa penjelasan. "Oh ya, Aku penasaran dimana pedang besar ku disimpan?" tanya Rein yang memang penasaran dengan pedang besar miliknya.
"Tidak seperti milik kami, Mungkin mis Lilith meletakkan pedang besar mu di bagian motor ini. Coba kamu tekan menu Bagian motor" Tunjuk Anastasya menyuruh Rein untuk menekan sebuah tombol menu dalam layar.
Klik!
Hanya sekali sentuh, Tampak sebuah gambar keseluruhan motor yang memiliki beberapa bagian. Melihat hal tersebut, Rein mencoba membaca skema bagian motornya. "Yang ini kali ya?" ucap Rein menekan tombol bergambar pedang yang terletak di bagian jok motornya.
Hanya dalam beberapa detik, Jok motor tersebut seperti berubah bentuk. Dimana sebuah Grip pedang langsung tersembul dari bagian belakang. Melihat hal tersebut, saat ini Rein mencoba untuk mencabutnya. "Ya, ternyata disimpan disini. Pantas saja mata tembus tulang ku mendeteksi benda aneh panjang di jok motor. Ternyata perlu akses." Ujar Rein pelan dan mencoba untuk mencabutnya.
"Rein, ini adalah rahasia. Ingat pihak Basura tetap memiliki masalah dengan pihak kepolisian dan militer Negara. Kami bergerak di bidang gelap, Jadi kamu harus tahu beberapa peraturan." Jelas Anastasya yang meminta Rein untuk tetap merahasiakan hubungannya dengan keluarga Basura.
Sambil menaruh kembali pedang besar ke bagian motornya, Rein tahu harus bersikap. "Baik mommy, aku akan ingat pesanmu." Ucap Rein yang meminta Anastasya mengembalikan motornya seperti sedia kala.
__ADS_1
"Tekan ini, maka motor mu akan kembali seperti semula" Ajar Anastasya.
"Hehe, maafkan menantumu yang gaptek ini mom" ucap Rein terkekeh kecil. Menyimpan koper hitam di bagian motornya, Rein harus membiasakan diri karena bagaimana pun, dia sudah bergabung dengan kelompok gelap Basura Grup.