
Pagi ini, Hana dan kedua sahabatnya sudah bersiap dengan pakaian pantai mereka. Mereka terlihat begitu bersemangat. Mereka sudah menanti kedatangan Remon di ruang tamu. Berulang kali ketiga gadis itu melihat ke tangga, menanti kedatangan Remon yang tak kunjung terlihat.
"Kak Remon mana sih? Awas aja klo masih ngorok, gue sumpel mulut itu!!" geram Hana sambil menghentak hentakkan kakinya berulang kali.
"Ihhhh abang tampan kok gak turun turun sih!!! Han, sana periksa dulu!" suruh Melani yang juga terlihat tidak sabar menanti kedatangan Remon.
"Sabar!!!" kata Rena menenangkan kedua sahabatnya. Sebenarnya Rena juga tengah menanti kedatangan Remon, tapi dia tidak terlalu terlihat gelisah.
"Non, lagi nungguin Den Remon ya?" tanya kepala asisten yang melihat tiga gadis di ruang tamu tengah gelisah.
"Iya bi, entah dimana kak Remon. Ini udah jam berapa? yang ada kita kepanasan di pantainya!!!" kesal Hana mengeluarkan unek uneknya.
Kesal? tentu saja kesal. Siapa yang tidak kesal jika seseorang yang sudah berjanji tak juga menepati janji.
"Heh....itu non, Den Remon udah turun dari tadi. Coba nona periksa di garasi, mungkin aja udah disana!" beritahu kepala asisten yang memang sudah melihat Remon turun ke ruang tamu.
"Hah...... masa iya sih bi? Perasaan kita deh yang duluan bangun" kata Hana tidak percaya dengan ucapan kepala asisten.
"Udah ah, gue periksa kakak tamfan dulu!" kata Melani yang tidak mau memperpanjang perbincangan di ruang tamu.
"Gue ikut!" sahut Rena menyusul Melanie yang berlari kecil ke arah garasi rumah Hana.
Hana yang tidak percaya dengan pernyataan kepala asisten masih berdiri dengan wajah kebingungan. "Kapan turunnya ya? masa gue gak dengar gerakan sedari tadi sih? Apa telinga gue bermasalah?" gumam Hana sambil sesekali menekan nekan telinganya memastikan pendengarannya masih berfungsi.
"Bi! coba deh bibi ngomong!" pinta Hana.
"Lah!! kan tadi udah ngomong non... sekarang juga lagi ngomong" ungkap kepala asisten kebingungan dengan permintaan Hana.
"Iya yah!! ini kedengaran kok? tapi kok Hana gak dengar kak Remon bangun, mandi, dan buka lemari ya? atau mungkin dengar buka pintu gitu!! Hah..... udah ahhhh, bodoh amat " pasrah Hana yang masih sedikit bingung dengan kejadian pagi ini.
__ADS_1
"Mungkin nona tidur pulas!! Sudah non cepat berangkat! Nanti keburu panas" suruh kepala asisten yang sudah melihat jam dinding yang menempel di depannya.
"Oh iya, hampir lupa!! Hana berangkat ya bi!! Jagain rumah Nyonya Sunitra ya bi!!" teriak Hana sambil berlari ke garasi.
Kepala asisten hanya bisa tersenyum lucu melihat tingkah Nona muda Sunitra yang tidak ada habisnya bertingkah konyol.
"woiiii..... lama benar dah luh!!! Mau ikut atau gue tinggal??" teriak Remon dari dalam mobil.
"Hehehe..... ternyata benar, udah disini rupanya!!" gumam Hana sambil tersenyum lebar dan segera membuka pintu mobil di samping Rena.
"Luh sih kak, kek makhluk seribu bayangan!! kirain masih di kamar, eh ternyata salah!" kata Hana sambil menutup pintu mobil. Hana harus menjaga sikap selama perjalanan, takut Remon membatalkan perjalanan.
Kursi depan samping setir? tentu saja Melani yang menguasai. Siapa sih yang tidak kenal Melani yang sedang masa masa jatuh cinta. Mudah mudahan cinta Melani tulus, gak cinta monyet yah!!
"Mel, gue doain loh betah duduk disana ya!" kata Hana tiba tiba, membuat Melani berbalik menatap Hana.
"Why? tentu saja nyaman, ada cowok tampan disamping gue" jawab Melani tidak setuju jika Hana mengatakan dia tidak betah.
"Pasang sabuk pengaman!" perintah Remon dan segera menginjak gas setelah memberi perintah dan penumpang sudah siap dengan sabuk pengaman mereka.
Dimobil, Remon benar benar menahan amarah karena ketiga gadis yang dia bawa. Ketiga gadis itu benar benar menguji kesabarannya. Begitu bising, Remon hanya bisa menyumbat telinganya dengan earphone, berharap earphone bisa mengurangi jumlah suara yang masuk ke telinganya.
"Wuuhuuuu.......!!!! Pantai.....we coming!!!!!" teriak ketiga gadis itu bersamaan. Remon hanya bisa diam sambil menyetir sesekali dia menambah kecepatan mobil.
Tidak terasa mereka sudah tiba di pantai. Tidak ada rasa lelah terlihat di wajah ketiga gadis itu. Mereka terlalu menikmati perjalanan yang cukup melelahkan bagi Remon. Ketiga gadis itu langsung mengambil barang barang yang mereka perlukan dan segera keluar mobil.
"Gue ibarat supir tanpa gaji!!" sungut Remon yang tidak terima dengan ulah ketiga gadis itu yang meninggalkannya begitu saja. Remon segera memarkirkan mobil dan menyusul ketiga gadis yang meninggalkannya.
Uluh uluh, sabar yang kak Remon!! Tenang aja deh, nanti juga pasti akan dapat berkah melimpah. Pasti dapat jodoh yang tidak akan meninggalkanmu! Tidak seperti mantan yang ninggalin kamu pas kamu udah sayang sayangnya.
__ADS_1
Remon memilih bersantai di tenda yang ada di pinggiran pantai. Dia tidak ingin ikut kegiatan yang dilakukan Hana dan kedua sahabatnya. Remon memilih diam di tenda sembari memperhatikan gerak gerik ketiga gadis yang sedang berlarian di tepi pantai.
Sesekali ketiga gadis itu saling melempar air ke sesama mereka. Bahkan sekarang ketiga gadis itu tengah mengunjugi tim voli di pantai.
"Mau apa lagi mereka?" gumam Remon yang sedari tadi memang memperhatikan 3 gadis itu. Remon bahkan memilih duduk untuk memperjelas penglihatannya. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada ketiga itu.
"Hei kak!! apa kami bisa gabung? atau mungkin kita bisa tanding cewek vs cowok!" tantang Hana yang memang suka dengan tantangan.
"Apa kau yakin?" tanya salah satu pria disana meyakinkan Hana tentang tantangan yang Hana berikan.
"Sure! tapi kami harus tambah personil" ungkap Hana dan segera mencari personil. Hana hanya memilih menurut filing hati, tidak tau mereka bisa bermain voli atau tidak.
"Apa hadiah untuk juara? Kami tidak tertarik bermain jika tidak ada hadiah" ungkap salah seorang tim laki laki.
Hana berpikir sejenak, lalu memberi usul tentang hadiah pemenang. Entah apa yang gadis itu tawarkan sebagai hadiah.
Remon kini sudah berada diantara keramaian yang diakibatkan Hana. "Benar benar nih adik gue, gimana mau dapat jodoh klo begini caranya!" gerutu Remon. Dia sendiri bahkan heran dengan tantangan yang Hana buat. Remon bahkan penasaran dengan hadiah yang Hana tawarkan.
Remon tidak bisa mendengarnya karena Hana membisikkan hadiah tersebut ke tim laki laki.
"Aku terima tantanganmu! Tapi ingat untuk menepati janjimu!" kata salah seorang tim laki laki.
"Eitsss tunggu dulu kak!! gue udah kasih tawaran hadiah klo tim kakak menang, sekarang tawaran untuk kami apa? Aku tidak butuh barang, aku sudah punya semuanya" kata Hana tidak mau kalah. Bahkan Hana mengungkapkan keinginannya. Ini layaknya negosiasi yang terjadi antara dua perusahaan.
"Kita semua akan merangkak di pasir, mulai start disini sampai ujung sana!" menunjuk ke arah tenda yang lumayan jauh dari posisi mereka.
"Setuju!!!" jawab Hana dan kedua sahabatnya bersemangat. Mereka yakin bahwa mereka akan menang.
Berbeda dengan tim laki laki, mereka terlalu menganggap remeh Hana dan yang lainnya. Menganggap Hana membuat dirinya masuk ke lubang yang dia gali sendiri.
__ADS_1
Remon hanya bisa menggeleng kepala dengan ulah adiknya. Ada sedikit rasa takut akan hadiah yang Hana tawarkan, karena Remon tau Hana akan selalu bertindak di luar kendali. Remon bahkan takut dirinya akan terkenak imbas dari tantangan yang Hana berikan.