STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
KENALAN LAMA


__ADS_3

Hana yang sudah memarkir motor melangkah masuk ke gedung yang ukurannya lumayan jauh dari perusahaan pusat. Hana memperhatikan setiap karyawan yang saling mendahului untuk masuk ke perusahaan. Melihat lif yang sudah penuh, Hana memilih untuk menunggu lif lain terbuka.


Tidak menunggu lama, lif sudah terbuka. Hana masuk dan diikuti karyawan lain yang berebut masuk. Hingga yang terakhir masuk seorang wanita yang Hana sendiri terkejut melihat kedatangannya.


"Apa maksud kak Remon ini?? Wao.... Aku yakin disini pasti akan sangat seru!" batin Hana sambil tersenyum kecil.


Tit....... Bunyi lif yang berarti kelebihan muatan.


"Kamu keluar!! Tunggu lif selanjutnya!" kata wanita yang baru masuk.


"Tapi bu, saya yang duluan masuk!" jawab karyawan wanita dengan kepang dan kacamata bulat bertengger di hidungnya.


"Trus?? Kamu tidak tahu aku siapa?? Keluar!!" suruh wanita itu tidak tahu malu.


Wanita berkepang hanya bisa menunduk kesal sambil melangkah keluar. Dia tidak bisa lagi melawan karena tidak ada yang mau mendukungnya.


Hana melihat ketidakadilan itu tentu saja tidak terima. Mengingat semua karyawan lain juga tidak ada yang mendukung. Hana yakin kalau si wanita kepang adalah karyawan baru juga.


"Kak!! Dompetnya jatuh tadi diluar sana!" kata Hana mencolek wanita terakhir yang masuk.


Wanita terakhir yang masuk lif dengan panik keluar tanpa melihat ke gadis yang memberitahu. Setelah melihat wanita itu keluar, Hana langsung melambai ke arah gadis kepang untuk menyuruh masuk. Setelah gadis kepang masuk, Hana langsung menutup lif meninggalkan wanita cerewet.


"Awas kalian!!!" teriak wanita itu. Hana masih bisa mendengar teriakan itu.


"Terima kasih kak! Kenalin aku Hera. Aku karyawan baru" gadis kepang mengenalkan diri.


"Oh.... hy... aku Hana, karyawan baru juga!" jawab Hana. Hana melukiskan senyun ramah di bibirnya.


"Kalian karyawan baru ya? Pantas tidak kenal wanita itu. Kehidupan kalian akan di persulit, dia sekretaris wakil manajer disini. Dia juga putri dari manajer perusahaan ini, bahkan dia menjadi model untuk pakaian di perusahaan karena penampilannya yang cantik!" jelas karyawan senior.


"What???" Hana terkejut. "Benarkah?" tanya Hana meyakinkan.


Semua karyawan senior mengangguk. Anehnya Hana tidak takut. Dia malah semakin bersemangat. Harinya di kantor pasti akan lebih menantang.


"Apa karena itu kalian tidak berani membela Hera?" tanya Hana.


Lagi lagi karyawan senior mengangguk. "Dia memang selalu semena mena, kami karyawan biasa hanya bisa menghindarinya saja, karena pekerjaan kami menjadi taruhannya" jelas karyawan senior dan diangguki yang lain.

__ADS_1


Hana semakin geram. "Gak pas kuliah, gak kerja sama saja. Gak berubah!! Awas saja jika mempersulitku, dan juga kenapa bisa dia memiliki jabatan tinggi sekaligus? Itu namanya dia tidak memberi kesempatan kepada orang lain. Aku penasaran kenapa dia tetap memilih menjadi sekretaris apalagi wakil manajer bukan manajer. Pasti ada sesuatu" batin Hana.


Lif terbuka, Hana langsung menghadap ke departemen produksi. Hana memilih departemen produksi karena penasaran dengan produksi pakaian mereka dicabang. Apakah kualitasnya tetap sebagus di kantor pusat.


Sedangkan Hera masuk ke bagian keuangan. Hana dan Hera tetap saling bertemu ketika jam istirahat di kantin perusahaan. Hana sangat semangat di hari pertamanya, apalagi setelah mengingat kejadian di lif. Hana semakin ingin menyelidiki keadaan di perusahaan ini.


"Bagaimana keadaan di bagian keuangan? Apakah menyenangkan?" tanya Hana ke Hera.


"Mm.... Orang orangnya ramah kok, tapi entah kenapa setiap wanita iblis di lif tadi datang mereka langsung diam mematung" jelas Hera.


"Apa?? Wanita iblis?? Hahahahaha....." Hana tertawa lucu dengan gelar baru Sandra.


Yah!!! Benar sekali. Kenalan lama itu adalah Sandra. Senior Hana ketika masih duduk di bangku kuliah.


"Jangan beritahu siapapun ya kak! Dia memang cocok di panggil iblis!!" bisik Hera.


"Mendekatlah aku akan memberitahu sesuatu. Apa kau tau, waktu kuliah kami memberinya gelar mak lampir" bisik Hana dan mendengar itu Hera terkejut.


"Apa?? Kalian teman kuliah?" tanya Hera.


"Bukan teman, tapi lebih tepat musuh" jelas Hana.


Jam istirahat akhirnya usai. Hana dan Hera kembali ke departemen masing masing. Hana juga bekerja. Dia terlihat serius hingga tidak menyadari kedatangan seseorang yang di hormati semua karyawan seniornya.


"Siang pak!!" salam semua karyawan senior. Hanya Hana yang tidak memberi salam. Dia masih duduk sibuk dengan setumpukan kertas di meja.


"Maaf pak!! Dia karyawan baru" jelas karyawan senior dan segera mencolek Hana agar Hana berdiri dan memberi salam.


"Han berdiri, wakil manajer disini, beri salam" bisik karyawan senior.


Hana yang mendengarnya segera berdiri. "Maaf pak, saya tidak memperhatikan" kata Hana langsung menunduk.


"Tidak apa apa, bekerjalah!" jawab wakil manajer.


"Terima kasih pak!" kata Hana lalu mengangkat wajahnya dan bersitatap dengan wakil manajer. Hana lagi lagi terkejut dengan orang di depannya. Tidak hanya dia yang terkejut, bahkan wakil menajer terkejut.


"Waooo.... Kenalan lama lagi!!" batin Hana.

__ADS_1


"Hana!!!! Apa itu kau?? Kenapa disini?" tanya wakil manajer. Semua karyawan senior terkejut mengetahui kalau wakil manajer saling berkenalan dengan Hana.


"Eh kak Indra!! Aku bekerja disini kak" jawab Hana.


"Benarkah? Bukankah ini semacam takdir? Kita bertemu lagi. Kita akan sering bertemu, jika ada hal sulit beritahu aku" kata Indra senior Hana ketika kuliah.


"Baik pak!!" jawab Hana.


"Jangan terlalu formal, panggil seperti biasa saja, kakak. Lagian umur kita tidak beda jauh" kata Indra.


"Ohooo.... Baiklah kak" jawab Hana meskipun itu sedikit mengganggu baginya.


"Sibuklah!! Aku juga akan bekerja" pamit Indra.


"Hufttt.... Ternyata ini kenalan lama yang kedua" batin Hana.


"Tunggu.... Jangan jangan Sandra menjadi sekretaris karena kak Indra?? Wahh..... cinta yang begitu kuat!!" Hana lagi lagi membatin sendiri.


"Tapi biar bagaimana pun ini namanya serakah!!" Hana bergumam pelan tetapi masih terdengar ke orang disampingnya.


"Kau baru mengucapkan sesuatu?" tanya karyawan disamping Hana.


"Hahahh... Gak kok kak, aku hanya sedang teringat sesuatu saja" jawab Hana santai.


"Ohoo.... Aku terkejut kau kenal baik dengan pak Indra" ungkap karyawan disamping Hana.


"Iya kak, dia seniorku waktu kuliah" jelas Hana. Karyawan itu hanya manggut manggut tanda mengerti.


Hana sangat tidak sabar ingin segera pulang dan bercerita ke kedua sahabatnya tentang kejadian hari ini. Kedua sahabatnya juga pasti akan terkejut. Hana kembali fokus dengan pekerjaannya. Hana ingin segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang kerja. Hana tidak mau menumpuk pekerjaannya. Pekerjaan sekarang harus diselesaikan sekarang dan pekerjaan besok dikerjakan besok. Itu adalah prinsip penting untuknya.


Jam pulang akhirnya tiba. Hana langsung bergegas meninggalkan kantor. Hana sedikit berlari ke arah parkiran. Sesekali dia memperhatikan sekitar, tidak mau bertemu kedua orang itu. Hana bukan takut, tapi ini adalah hari pertama Hana bekerja. Jadi Hana tidak mau cari masalah di hari pertama bekerja.


Tetapi sialnya Hana bertabrakan dengan seseorang ketika matanya linglung untuk menghindari dua kenalan lamanya.


"Maaf kak, tidak sengaja!!" Hana langsung meminta maaf.


"Ahhhhhhhhh.... Kenapa aku harus sial dua kali sih!!! Tadi pagi di kerjain gadis tengil, sekarang dapat gadis tengil lagi!!" teriak Sandra.

__ADS_1


"Kau!!! Kau Hana kan??? Sedang apa disini??" kejut Sandra. Sandra baru melihat Hana sekarang. Padahal gadis tengil di lif sama di tempat parkir adalah gadis yang sama.


"Eh kak Sandra!! Aku bekerja disini kak" jawab Hana santai. Dia juga merasa sial karena harus bertemu Sandra dua kali.


__ADS_2