
Pertandingan sudah dimulai, begitu jelas terlihat pertandingannya begitu sengit. Kedua kelompok pemain begitu antusias mengikuti tantangan yang Hana buat. Bahkan juri yang mereka unjuk tampak begitu serius, takut salah memberi penilaian karena pertandingan begitu ketat.
Hana sedari tadi begitu semangat memukul bola, sesekali dia melompat untuk memberi pukulan smash ke pihak lawan. Hana juga mengoper bola ke timnya dan bola kembali ke Hana untuk melakukan pukulan mematikan untuk lawan.
Begitu juga dengan lawan, mereka juga tampak badas menyaingin tim Hana. Awalnya mereka menganggap remeh tim Hana. Tetapi karena beberapa kali pukulan mematikan dari Hana, mereka mulai serius dan tidak menganggap Hana sebagai lawan mudah. Mereka tidak lagi memandang bulu dengan tim lawan.
"Poin sama!! waktu tinggal 15 menit lagi!" teriak juri dengan suara lantang agar para peserta mendengar.
Keringat sudah memenuhi wajah kedua tim, bahkan badan mereka kita sudah berair karena keringat hasil pertandingan sengit.
"Ayo Han!! Hancurkan mereka!!" teriak Remon ingin menyemati Hana dan timnya. Remon harus mendukung tim Hana karea Remon yakin, kali ini jika Hana tidak menang, dipastikan dia akan mengalami kerugian besar.
"poin sama, waktu tinggal 5 menit lagi!!" lagi-lagi juri berteriak keras untuk memberitahu kepada para pemain.
Hana mulai mengarahkan kemampuannya, demikian pula dengan tim lawan. Bola volli seakan akan terbang di langit, tidak pernah menapak di lapangan berpasir. Bola selalu melayang diatas mereka, penonton bahkan selalu mendongakkan kepala melihat bola yang selalu terbang diatas net.
"Hu.......yeh....... masuk!!!" teriak Hana dan benar saja, bola kini menapak di pasir tepat di tengah tim lawan. Tim lawan kini terbaring diatas pasir karena kewalahan dengan pukulan mematikan dari Hana.
"Hahahahah.........yeyy.....kita menang!!!" teriak melani melompat kegirangan.
"Makanya kak, jangan anggap remeh wanita!! kakak gak tau kan dia siapa? Dia kapten bola volly tim wanita mulai dari SMP sampai SMA, dia udah memenangkan beberapa kali pertandingan!!" beritahu Melani yang tampak begitu senang karena mobil Remon tidak berpindah kepemilikan.
__ADS_1
Hana memang menawarkan mobil sport Remon sebagai hadiah untuk tim cowok jika menang. Entah kenapa Hana begitu nekat mengorbankan mobil Remon.
"Ayok merangkak!!" suruh Rena sambil memberi arahan agar tim lawan berbaris dan bersiap untuk bergerak.
"Apa tidak bisa diganti?" kata salah seorang gadis dari kerumunan penonton. Bisa ditebak dia adalah pacar salah satu pemain volly.
"Hmmm.... gimana yah? Han loh mau gak? "tanya Rena menatap Hana yang masih berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Udah Han, biarin aja diganti hukumannya!"Pinta Remon kepada Hana. "Kakak yakin mereka akan cari gara-gara nanti" tambah Remon yang yakin sifat laki-laki yang tidak mau di permalukan.
"Yaudah gue ganti hukumannya, kalian harus traktir kita tim cewek untuk makan sepuasnya. Berani?" tantang Hana. Dia bukan tidak bisa membeli makanan untuknya dan kedua temannya, bahkan seluruh restoran di dekat pantai bisa dia beli dengan mudah. Hana hanya ingin menguji kejujuran tim pria.
"Iyain ajalah, daripada kita merangkak, malu! lebih baik kita terlihat berkelas saja!"kata salah seorang tim pria kepada temannya. Nada suaranya di kecilkan, takut terdengar Hana dan yang lain. Tapi bukan Melani namanya jika tidak kepo. Melani segera menutup mulutnya dan membisikkannya pada Rena.
"Udah diam aja, nanti ketahuan! Hana tidak mau identitasnya terbongkar" jawab Rena kembali berbisik.
"Kami setuju! kalian tim wanita bisa bebas makan sepuasnya,kita yang bayarin" jawab pria yang Hana perkirakan dia adalah ketua tim pria.
"Oke sah! gue udah rekam sebagai bukti" sahut Melanie yang begitu antusias dengan masalah saat ini.
"Tenang saja, cowok gue tidak akan ngingkar janji! Tidak perlu di videoin juga kali! Bilang aja loh semua mau modus kan?" teriak salah satu gadis gerombolan pria.
__ADS_1
"Helloooooo.... gue gak tertarik sama sekali sama pacar loh, mata gue masih normal! kenalin ini pacar gue, udah tampan, kaya, loh lihat mobil sport disana? itu punya pacar gue! Jadi gue gak waktu modusin pacar loh!" balas Melani tidak mau kalah. Dia menarik Remon ke sampingnya, memperkenalkan Remon sebagai kekasihnya.
Remon hanya bisa pasrah dengan ulah Melani, tidak ada penolakan sama sekali. Berbeda dengan Hana dan Rena, mereka mengacungkan jempol pada Melani yang berani bertindak. Sedangkan wanita yang ditantang Melani hanya terdiam, matanya tidak berpaling dari Remon.
"Tolong matanya dijaga ya!" kata Melani dan segera menarik Remon ke belakangnya. Padahal Remon tetap saja terlihat karena perbedaan tinggi mereka yang berbeda jauh. Remon tersenyum geli akibat ulah Melani, sedangkan Hana dan Rena sibuk mengabadikan momen penting ini. Sangat jarang mereka menemui adegan romantis ini, apalagi Remon yang biasanya selalu menyebalkan. Tetapi kali ini, Remon seperti bayi besar yang penurut. Memasang muka polos, seakan akan tidak paham dengan masalah wanita.
"Udah-udah, kalau berantam terus kapan kita makannya?" teriak Hana menyudahi pertengkaran. Dia segera memandang seluruh area pantai dan berlari ke sebuah restoran yang terkenal sangat berkelas di pantai ini. Rena, Melani, Remon dan yang lainnya menyusul Hana. Hana mulai sibuk memilih makanan di menu.
Wanita-wanita yang lain segera mengikuti jejak Hana. Mereka menggunakan peluang untuk makan enak dengan sangat baik. Lupakan diet untuk hari ini. Tim pria hanya bisa terheran heran dengan porsi makanan di meja Hana dan kedua sahabatnya, itu bukan porsi normal wanita.
"Terkejut? Sorry bro, gue sudah terbiasa melihat pemandangan itu! mereka memang 3 sejoli yang aneh!" kata Remon yang datang dari toilet dan memperhatikan ekspresi para pria lawan volli Hana. Tidak lupa dia memberi senyuman aneh, mungkin arti senyuman itu 'Sabar, kau pasti bisa melalui hari ini'.
"Thanks bro atas ucapan semangatnya! Gue akan berdoa agar hari ini segera berlalu" jawab pria yang di pukul Remon pundaknya.
Remon menemui ke 3 wanita yang datang bersamanya. Dia tidak langsung menikmati makanan yang terhidang di meja, dia justru duduk manis sembari melipat tangan di depan dada. "Entah kapan sifat memalukan ini hilang dari kalian!" kata Remon sambil mengeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mengerti dengan ulah ke 3 gadis di depannya.
"Udah kak makan saja, jangan banyak komentar! nanti keburu habis!" jawab Hana dan kembali menikmati hidangan di depannya.
"Benar kak, makan saja! Jarang-jarang loh orang kaya di traktir!" ledek Melani, padahal ini memang faktanya. Remon memang orang kaya, dia wakil dari ayahnya yang berarti bakal jadi penerua dari ayahnya. Meskipun Hana juga akan mendapat bagian, tapi tetap saja Remon yang menjadi atasan.
Lagi-lagi Remon tersenyum melihat Melani yang berbicara dengan mulut penuh. "Manisnya!" gumamnya pelan tapi terdengar telinga Hana yang duduk tepat disampingnya.
__ADS_1
"Hm...hm..hm... suka bilang saja kak! gue restui kok" bisik Hana, membuat Remon terkejut. Lupa ada tuyul cantik yang selalu mengupingnya 24 jam. Hana tersenyum geli dengan wajah kakaknya, dia tidak pernah melihat ini sebelumnya. Dia senang Melani masih memiliki kesempatan. Hana bertekad untuk membantu Melani mendapatkan cinta Remon seutuhnya, meskipun kisah cintanya tidak tahu kapan dimulai.