STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
MENGAKUI PERASAAN


__ADS_3

"Menurutmu?" tanya balik Maxim.


"Maaf pak! Aku tidak berani memberi jawaban untuk itu. Makanya saya menanyakannya."


"Hahahaha..... Kamu sangat imut!!!" jawab Maxim. Bukannya memberi jawaban dia malah membuat Hana semakin canggung.


"Heh!! Maksudnya?" tanya Hana lagi.


"Tidak!! Saya tidak sedang latihan!" jawab Maxim jujur.


"Apa bapak sedang jatuh cinta?" tanya Hana untuk pertanyaan selanjutnya. Hana bertekad akan menanyakan semua pertanyaan yang terlintas di kepalanya.


"Sangat!" jawab Maxim.


"Kenapa bapak sangat baik padaku? Tidak seperti biasanya. Apa bapak tidak takut gadis itu cemburu?" tanya Hana untuk pertanyaan selanjutnya.


"Tidak!! Dia tidak akan cemburu, aku bahkan berharap dia cemburu!" jawab Maxim.


"Apa cinta bapak bertepuk sebelah tangan?" tanya Hana.


"Untuk saat ini iya! Tapi aku yakin sebentar lagi dia akan membalas perasaanku!" jawab Maxim yakin dengan ucapannya.


"Seperti apa sih tipe ideal bapak? Aku jadi penasaran" tanya Hana.


"Hahahahaha..... Awalnya aku tidak pernah memikirkan tipe idealku. Tetapi kali ini aku tahu tipe idealku seperti apa?" kata Maxim.


"Seperti apa pak? Apa dia secantik diriku?" tanya Hana sekaligus membanggakan diri.


"Tipe idealku sepertimu, sangat cantik!! Imut!! Ingin rasanya aku membawanya tubuh mungilnya ke pelukanku!" jawab Maxim.


"Waooo.... Gadis itu sangat beruntung mendapat cinta tulus bapak. Aku berharap bapak bisa segera memeluknya, aku yakin dia pun akan mencintaimu pak" kata Hana memberi dukungan ke Maxim.


"Apakah menurutmu begitu?" tanya Maxim.


"Mm... Aku yakin pak! Karena wanita itu seperti sebongkah es batu. Jika bapak memberi sedikit saja kehangatan, maka bongkahan es itu akan mulai mencair. Apalagi jika bapak memberi lebih banyak kehangatan, bongkahan itu akan lebih cepat mencair" jelas Hana.


"Apakah kamu juga seperti itu?" tanya Maxim penasaran.

__ADS_1


"Hahahaha.... Tentu saja pak! Aku bahkan hampir salah mengertikan kebaikan bapak! Jadi pak, jangan terlalu baik padaku. Aku bisa jatuh cinta denganmu, aku tidak mau dianggap pelakor jika mencintai bapak!" jawab Hana jujur sambil menikmati makanannya. Mulutnya bahkan masih penuh tetapi masih bisa berbicara.


"Maka cintailah aku!! Aku menantikannya!" kata Maxim.


Hana langsung menyemburkan isi mulutnya dan mengenai wajah Maxim. Maxim terdiam dengan semburan makanan dari mulut Hana. Hana segera beranjak dari duduknya dan mengambil tisu untuk membersihkan wajah Maxim.


"Maaf pak... Aku tidak sengaja!! Bapak sih bercandanya kelewatan!" kata Hana meminta maaf sembari membersihkan wajah dan baju Maxim.


"Aku tidak bercanda! Aku serius!" Jawab Maxim memegang pergelangan Hana yang sedang membersihkan sisa makanan di pakaiannya. "Bisakah kau mencintaiku Hana?" tanya Maxim menatap mata Hana penuh cinta.


Hana termenung, dia mematung. Jantungnya berdegup kencang. "Apa ini? Apa dia sedang membuat pengakuan?" batin Hana.


"Apa bapak tidak masalah dengan statusku sebagai anak kepala asisten rumah tangga?" tanya Hana.


"Aku tidak peduli! Hanya katakan kau akan mencintaiku, aku tidak peduli dengan hal lain" jawab Maxim tulus. Maxim memang tidak peduli dengan hal lain. Masalah keluarganya akan dia urus. Maxim hanya akan mengikuti kata hatinya.


"Maka buatlah aku jatuh cinta denganmu pak!" kata Hana dengan tulus. Hana juga tidak bisa membohongi perasaannya. Tetapi dia tidak akan langsung memberitahu bahwa dirinya juga sudah mencintai Maxim. Dia ingin melihat perjuangan Maxim mendapatkannya, karena ini juga kali pertama Hana mencintai laki laki.


Pernah sekali Hana menyukai pria, tetapi itu pun pria yang sama. Pria yang dia sukai di media sosial sama dengan pria yang di hadapannya saat ini.


"Terima kasih karena mengijinkanku untuk mendapatkanmu" kata Maxim dan beranjak berdiri membawa Hana ke pelukannya. Hana bisa dengan jelas mendengar suara detak jantung Maxim. Pria itu benar benar tulus mencintainya.


"Mmm... dan kau adalah gadis bodoh yang membuatku jatuh cinta" jawab Maxim jujur.


"Aku kira bapak mencintai gadis lain. Aku bahkan bertekad akan mencari gadis itu karena sudah membuatmu berubah drastis" Hana memberitahu rencananya dengan Raka.


"Jangan menghabiskan tenagamu! Gadis itu ada di pelukanku saat ini, dan aku sangat mencintai gadis itu" jawab Maxim mencium pucuk kepala Hana.


"Apa sekretaris Raka tahu?" tanya Hana.


"Dia tahu" jawab Maxim.


"What?????" Hana terkejut. Dia melepas pelukannya dari Maxim.


"Kenapa?" tanya Maxim heran dengan Hana.


"Jadi selama ini aku sia sia memberitahunya untuk mencari gadis itu? Berarti dia pasti menganggapku gadis bodoh? Gadis aneh!! Ohhh malunya aku!!!" Hana menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Hahahaha.... Apa dia meladenimu?" tanya Maxim yang juga penasaran.


"Dia sangat meladeniku pak! Bahkan dia juga memberi ancaman dan juga semangat untukku" jawab Hana.


"Ancaman? Apa maksudnya?" tanya Maxim penasaran.


"Dia mengatakan agar aku mempersiapkan hati dan juga harus menikmati masa singelku" jawab Hana jujur.


"Raka!!!! Beraninya kau menganggapku ancaman!!!" batin Maxim kesal dengan sekretarisnya itu.


"Abaikan saja dia! Ayo lanjut makanmu! Aku akan membawamu ke suatu tempat!" suruh Maxim menyuruh Hana melanjutkan makannya.


Hana sedikit malu malu. Dia bahkan menyuapkan makanan ke mulutnya dalam jumlah sedikit, berbeda dengan sebelum Maxim mengutarakan perasaannya.


"Makan saja seperti biasanya, jangan malu malu. Aku tidak apa apa! Aku akan tetap menyukaimu seperti apapun dirimu" kata Maxim jujur. Dia tidak suka Hana berubah karena dirinya. Dia menyukai Hana yang aneh, galak dan cerewet.


"Baiklah aku tidak akan segan segan. Selamat menikmati makanannya pak!" kata Hana menikmati makanannya.


"Bisakah kau tidak memanggilku bapak jika hanya kita berdua?" pinta Maxim yang tidak suka di panggil bapak oleh Hana. "Aku juga tidak tua, kita hanya beda 2 atau 3 tiga tahun saja" tambah Maxim.


"Heheh... Maaf pak! Aku terbiasa memanggilmu bapak karena anda atasanku saat ini. Satu hal lagi, bapak belum sepenuhnya merebut hatiku dan juga kita belum memiliki hubungan yang sah" jawab Hana.


"Ohohhh.... Aku sakit hati. Tetapi tidak apa apa!! Aku akan menantikan jawabanmu! Katakan jika kau sudah mencintaiku sepenuh, aku akan bersabar menunggumu. Tetapi tolong, jangan membuatku menunggu lama. Aku akan gila jika menunggu lama!" Maxim mengutarakan seluruh isi hatinya yang terpendam.


"Berdoa saja pak!" jawab Hana asal dan masih fokus menghabis sisa makanannya yang tersisa sedikit.


"Hana!!! Jangan mengujiku!!!" kata Maxim dengan menekan kata menguji.


"Hahahah.... Bercanda pak! Apa bapak sangat mencintaiku?" tanya Hana sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Sangat!! Hingga rasanya aku akan gila! Jadi tolong jangan menolakku! Atau aku tidak akan pernah percaya lagi dengan cinta" jujur Maxim tulus.


Hana sangat tersentuh dengan ucapan Maxim. Perasaannya ke Maxim semakin besar. Dia juga pasti akan sangat mencintai pria itu.


"Tetapi pak! Aku akan jujur padamu. Jika aku sudah mencintaimu, jangan harap bapak lepas dariku. Aku adalah gadis yang cemburuan, aku akan mengekangmu agar tidak berdekatan dengan gadis manapun. Jadi apa bapak tidak masalah dengan itu?" tanya Hana mencoba mencari tahu jawaban Maxim.


"Aku tidak peduli, karena aku menginginkan hal itu" jawab Maxim dengan senyum menawannya.

__ADS_1


Hana tersenyum, dia memang sudah sangat mencintai pria di depannya. Tetapi Hana tidak akan memberitahunya sekarang. Hana ingin fokus dengan kuliah akhirnya. Hana akan memberitahunya saat dirinya lulus kuliah.


"Baiklah!! Ayo kita pergi!" ajak Hana ingin menyudahi keromantisan mereka. Hana tidak tahan dengan sikap romantis Maxim. Bisa bisa benteng pertahanan Hana akan tumbang jika sedikit lebih lama lagi di ruangan itu.


__ADS_2