STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
DIRESTUI ORANG TUA


__ADS_3

Di toko emas, Hana dan Remon sedikit berdebat karena memilih cincin. Bahkan karyawan toko tidak bisa berbicara untuk menjelaskan detail emasnya. Kedua pelanggan di depannya masih sangat sibuk berdebat. Hingga akhirnya karyawan toko emas itu memanggil dengan suara keras. Hanya itu cara terakhir untuk menghentikan pertengkaran ini.


"Maaf pak sebelumnya sudah mengejutkan anda. Saya ingin merekomendasikan satu cincin untuk bapak. Bentuk cincin ini adalah perpaduan dari kedua cincin pilihan bapak dan calonnya, silahkan pak di lihat!" kata karyawan itu sedikit gugup. Dia tidak terlalu mengenal siapa orang yang sedang dia layani.


"Sebentar saya lihat! Tunjukkan saja, dan satu hal lagi, dia saudariku!" jawab Remon sambil mengacak rambut Hana gemas.


"Oh maaf pak, saya salah sangka! Mari pak silahkan dilihat cincinnya!" kata karyawan itu dengan tersenyum ramah.


"Ini unik kak! Ini saja, aku jamin Melani tidak akan bisa menolaknya!" usul Hana tertarik dengan cincin yang baru di tunjukkan karyawan toko. Bentuk permata cincin itu perpaduan hati dan mawar merah. Cincin dengan permata batu merah delima.


"Ambil ini saja kak!" kata Hana ke karyawan toko.


"Siapa yang mau melamar, siapa yang memilih cincin!" gumam Remon tetapi masih terdengar ke telinga Hana dan juga karyawan toko.


"Maaf pak, bukan bermaksud menggurui. Cincin ini memang sangat indah, selaku kami wanita, kami pasti tidak akan bisa menolaknya. Hanya saja harganya tidak bisa di jangkau semua kalangan, bahkan kalangan atas saja tidak semua bisa memilikinya. Bapak beruntung mendapatkan cincin ini, karena ini adalah model pertama dan masih satu satunya. Cincin ini tidak asal di produksi pak! Saya jamin ini yang pertama pak, dan harganya juga sangat fantastis" jelas keryawan toko ke Remon. Remon dan Hana hanya mengangguk.


"Memang harganya berapa kak?" tanya Hana penasaran. Dia selama ini tidak pernah tertarik dengan barang barang tersebut. Meskipun keluarganya sanggup membeli, Hana yang tidak tertarik dengan barang barang tersebut.


"Harganya mencapai 1 M kak!" jawab karyawan toko membuat Hana seketika membulatkan mata tidak percaya.


"Hahah.... Pantas saja kaum wanita menyukainya, harganya saja sudah mencekik leher. Hahah.... Kak, aku sih gak ada komentar! Aku diam baik saja, pilihan ada di kakak!" Hana pasrah dan menatap Remon yang terlihat santai.


"Bungkus mba, saya ambil!!" kata Remon santai dan membuat karyawan toko membulatkan mata. Dia menawarkan tapi tidak yakin pelanggan di depannya akan membeli. Terutama saat melihat ekspresi Hana. Karyawan itu sudah banyak menerima pelanggan kelas atas yang menolak membeli cincin ini. Karyawan itu semakin penasaran siapa pelanggan yang dia hadapi.


"Ba...baik... Pak, segera!!" jawab karyawan toko sedikit terbata bata. Dia masih tidak menyangka cincin yang hanya satu satunya di toko ini akan terjual.


"Wah!! Orang kaya mah bebas, lah iya!! kek Hana!! Belum punya apa apa!" Hana menggerutu karena melihat Remon yang terlihat sangat santai saat akan membeli cincin dengan harga fantastis.


"Cepat lulus!!" jawab Remon santai dan tersenyum lucu dengan ocehan Hana.


"Ini pak cincinnya!" karyawan itu menyerahkan cincin yang sudah terbungkus rapi dan mewah. Tangannya sedikit gemetar saat menyerahkan paper bag dan kotak cincin.

__ADS_1


"Terima kasih mba!" jawab Remon menyerahkan black card dan menerima cincin.


Karyawan menerima black card, dia terbiasa menerima kartu seperti itu. Namun setelah di perhatikan kembali, ini tidak sembarang kartu hitam. Ini versi lain, American Express centurion Black Card. Kartu yang di produksi oleh bank AS. Lagi lagi karyawan itu gemetaran, semakin penasaran dengan orang yang dia layani. Dia terlalu kuno, sehingga tidak mengenali orang di depannya.


"Santai saja kak! Dia manusia biasa kok, hanya kartu biasa saja!! Tidak perlu takut dengan dia!" kata Hana melihat rasa takut di wajah karyawan.


"Ma...maaf kak, Ini pak kartunya! Terima kasih sudah membeli di toko kami!" kata karyawan itu menyatukan kedua telapak tangan di dada. Dia masih sangat terkejut dengan pelanggan yang di layani hari ini.


Hana segera mendahului langkah Remon. "Sombong!!" ledek Hana dan melangkah lebih cepat.


Di tempat lain, karyawan itu lebih terkejut saat mengetahui fakta sebenarnya tentang pelanggan yang baru saja meninggalkan toko. Dia sama sekali tidak mengenali orang terkemuka dalam dunia bisnis di negara ini.


Beberapa jam yang lalu...


"Bu cincin batu delimanya sudah terjual!" lapor karyawan ke manajer.


Manajer itu juga terkejut, dia penasaran siapa yang mampu membeli cincin itu. Dia segera mengecek melalui CCTV dan sangat terkejut. Dia bodoh karena tidak memperhatikan pelanggan. Beruntung karyawan yang melayani Remon sangat baik dan tidak bertindak semena mena. Jika sedikit saja karyawan berbuat salah, maka jabatannya akan hilang dalam sekejap.


"Hari ini jabatanmu naik menjadi kepala staf karyawan! Kamu sudah melayani pelanggan tadi dengan sangat baik. Tidak semena mena!" kata manager dan membuat karyawan itu senang dan juga terkejut.


"Dia putra sulung keluarga Sunitra. Cari tahu sendiri, dan kamu akan merasa hari ini adalah hari keberuntunganmu! Hanya saja saya tidak tahu siapa wanita itu, apa jangan jangan dia putri keluarga Sunitra? Dia tidak pernah terlihat, tapi di gosipkan keluarga Sunitra memiliki seorang putri tapi tidak pernah di publikasikan" jelas manager.


"Terima kasih pak! Saya akan mencari tahu, dan maaf karena tidak mengenalnya!" kata karyawan itu berterima kasih dan memohon maaf karena tidak mengenal seseorang yang dianggap sebagai tamu terhormat.


Karyawan itu segera memeriksa dengan ponselnya. Dia sangat terkejut dan tangannya langsung gemetar. "Ternyata dia pebisnis nomor 1 di negera ini!" gumamnya dan meletakkan ponselnya di meja dan langsung terduduk lemas. Beruntung dia tidak melakukan kesalahan sama sekali.


Dia menganggap hari ini hari keberuntungannya, bertemu dengan orang nomor 1 dan juga naik jabatan. Karyawan itu sangat bersyukur.


Hana dan Remon sudah tiba di rumah, mereka tengah berada di meja makan. Remon berencana akan membicarakan masalah pertunangan hari ini. Kaki Hana dan Remon saling menendang di bawah meja karena Hana menyuruh kakaknya segera memberitahu niatnya.


Remon menarik nafas dalam dan langsung berbicara. "Pah, mah! Remon berencana ingin mengikat Melani!" ungkap Remon.

__ADS_1


"What!!! Kamu gila?? Kenapa kamu mengikat Melani? Apa salah dia?? Enak saja kamu seenak jidat mengikat Melani?" marah Safira.


"Benar kata mama kamu, kamu bodoh ya?! Seenaknya mengikat putri Raka, apa kamu mau di jadikan ayam geprek sama Raka? Huhhh....??" tambah Lexon meneriaki Remon.


"Pah!!!! Mamah!!! Bukan begitu!!! Kalian salah paham!! Hana juga gak akan setuju jika teman Hana diikat, tapi ini diikat bukan menggunakan tali!! Kak Remon mau mengikat Melani dengan cincin!! Bertunangan!!!!" teriak Hana menjelaskan.


"Bertunangan?? Cincin??" bingung Safira.


"Oho.... Bertunangan!! Mau menikah gitu??" tanya Lexon.


"Mm!!" jawab Remon santai.


"Kenapa terburu buru?? Pacaran juga belum!!" tanya Safira bingung dengan putranya.


"Mami tersayang!!! Mami gak tau ya, putra tercintamu ini sangat unik!! Dia tidak suka berpacaran!! Dia maunya menikah saja, tapi gak mau langsung menikah sebelum Melani lulus kuliah!! Jadi biar Melaninya gak diambil orang, kakak harus mengikatnya dengan cincin, dengan kata lain tunangan!!" jelas Hana membuat Safira mengerti.


"Wao..... Putraku sangat jenius!! Ide bagus!! Ayah setuju, ayah sangat senang jika berbesan dengan Raka. Besok ayah akan berbicara dengan Raka, kamu santai saja" dukung Lexon.


"Emang gampang mengambil anak orang!! Emang Melani suka sama kamu?? Manusia dingin kek es di kutub!!" ledek Safira.


"Hahahaha.... Mami!!! Melani tidak hanya suka, tapi tergila gila!! Sama dengan kak Remon!! Melani sudah membuat kak Remon ikut tergila gila!! Entah apa menariknya kak Remon!!" ledek Hana.


"Hahahahahah.... Jadi kenapa kamu harus langsung bertunangan? Kan dia di perusahaanmu! Kamu bisa selalu bersamanya!!" bingung Lexon.


"Papi!!!! Wanita itu butuh kepastian!! Melani kan cantik, imut!! Ya pasti dong banyak yang suka! Kakak harus berada selangkah lebih maju jika mau mendapatkannya!" jelas Hana lagi memuji sahabat karibnya.


"Benar pah!! Remon mengakuinya!! Kali ini Remon menurunkan egoku, aku mengaku kalah padanya!!" jujur Remon tersenyum malu.


"Hahahahahaha..... Laki laki di keluarga Sunitra selalu saja bertekuk lutut pada wanita!! Wanita keluarga Sunitra sangat hebat semua!! Melani lulus jadi menantu mama" kata Safira memberi restu.


"Kita besok akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan ini. Setuju pah?" kata Safira penuh semangat.

__ADS_1


"Setuju mah!!" jawab Lexon ikut bahagia.


"Setuju!!!!!!!!" Hana juga bahagia. Dia berteriak keras membuat keluarganya seketika menutup telinga karena suara Hana. Semua keluarga Sunitra tertawa bersama mendengar berita bahagia dari Remon.


__ADS_2