STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
WAKTU BERLALU DENGAN CEPAT


__ADS_3

Di apartemen, Maxim sedang berbaring mengistirahatkan tubuhnya. Dia memang lelah, tetapi rasa lelah itu terbayarkan karena hari ini dia selalu bersama Hana. Hana juga memberi kabar gembira untuknya. Kini statusnya sudah jelas sebagai pacar Hana. Maxim bahkan tersenyum sendiri karena mengingat kejadian di kampus.


"Ternyata dia sangat berani!" gumam Maxim.


Sebelum tertidur, pikirannya di penuhi wajah Hana. Dirinya bahkan terhanyut hingga ke dunia mimpi bersama Hana. Sama halnya dengan gadis yang berada di samping kamar Remon. Tentu saja Hana, dia juga tampak sulit tidur. Dia tidak menyangka dirinya akan melakukan hal nekat seperti kejadian di kampus.


"Cinta memang bisa mengubah siapapun" gumam Hana. Dirinya juga tengah membayangkan wajah Maxim. Bahkan membawa Maxim hingga ke dunia mimpi.


"Hana!!!! Bangun!!!" teriak Safira dari balik pintu kamar Hana.


"Apa sih mah!!! Ini masih malam kok gangguin Hana?" rengek Hana berjalan membuka pintu tapi dengan keadaan kurang sadar.


"Apa???? gadis ini membuatku pusing saja! Ini sudah mau siang hari putri tidur!!" Safira masih berusaha tenang menghadapi putrinya.


"What?? Apa mama serius?? Kok gak banguni Hana sih?? Kan Hana jadi telat ke kampus" kata Hana langsung berlari ke arah toilet.


Belum lima menit setelah dia masuk, Hana keluar lagi sambil menggaruk kepala yang berantakan.


"Kenapa keluar??" tanya Safira.


"Hana lupa sesuatu ma! Hana kan sudah pengangguran, sudah jadi beban mama seutuhnya" jawab Hana kembali berbaring di kasurnya.


"Apanya yang pengangguran?? Besok kamu sudah harus ikut kak Remon ke perusahaan!!" titah Safira.


"Untuk apa mah?? Kan Hana gak mau ke perusahaan kita. Hana akan cari jalan sendiri" tolak Hana.


"Tidak!! Mama bilang ikut kak Remon, ikut saja! terserah kalau kamu masih ingin menyembunyikan identitasmu, mama tidak melarang. Terpenting kamu ikut kak Remon, Ayah juga sudah setuju!" kata Safira penuh penekanan tidak ingin dibantah.


"Huftttt!!!! Tapi mama sama papa jangan banyak aturan sama Hana. Hana bebas mau mulai darimana klo udah masuk perusahaan! Itu syarat Hana!!" jawah Hana dengan wajah sedikit mengancam.


"Terserah!!! Yang penting itu tidak merusak nama baikmu dan keluarga Sunitra!" kata Safira menyetujui syarat putrinya.


"Siap bos laksanakan!!! Tapi Hana masih gak terima mama!!!" Hana lagi lagi merengek mengguling gulingkan tubuhnya di kasur.


"Hana!!!!! Gak terima kenapa lagi???" tanya Safira geram dengan rengekan putrinya.

__ADS_1


"Kenapa harus besok??? Kan jadinya Hana penganggurannya cuman sehari doang!! Masa iya Hana santai cuman sehari!!" rengek Hana.


"Yaampun!!! HANA SUNITRA!!!! Kamu yah!!! Banyak orang lain yang butuh kerjaan, tapi kamu di kasih kerjaan kok malah banyak tingkah!!!" Safira merepeti Hana.


"Kan Hana gak nolak ma!! Hana itu cuman mau istirahat beberapa hari dulu dong!!! Healing gitu sama kedua temanku. Apalagi Melani udah mau nikah, status singlenya akan hilang. Kapan lagi kami bisa bermain puas untuk melepas status single Melani!!!" Hana tidak habis habisnya merengek.


"Hufftttt, satu putri saja sudah membuatku kewalahan, bagaimana jika lebih dari satu??" Safira memegang kepalanya. "Yasudah, mama nanti bilangin ke papa atau kakakmu!" tambah Safira meninggalkan kamar Hana.


Hana terkekeh, dia lucu dengan tingkah Safira menghadapinya. Hana memang selalu bisa membuat keluarganya kewalahan. Hana mengambil ponselnya, mencaritahu kabar kedua sahabatnya.


"Girls!!! Gasken kemana hari ini??" Hana selesai mengetik di grup mereka bertiga.


"Gak pada kencan??" balas Rena.


"Hehehehehe.... Kencan urusan belakang, sahabat gue dulu dong!!" balas Hana dan di setujui Melani.


"Yok kita nongki di dekat sekolah, sekalian kita mengenang masa masa sekolah!" ide Hana.


"Hm hm hm!!!! Mau mengenang masa sekolah atau rindu mie ayam sama baksonya?" ledek Rena.


"Dua duanya sih!! Yaudah gerak sekarang!! Mel, loh jemput kita ya!! Gue gak mau bawa mobil!" kata Hana.


"Oke aman!!"


20 menit kemudian, ketiga gadis itu sudah berada di mobil Melani. Mobil kini melaju ke arah SMA.


"Gais gais tunggu!!! Itu tempat bibi bakso kok udah ganti pemilik??" tanya Hana yang matanya begitu jeli memperhatikan semua lingkungan sekolah.


"Oh iya benar benar!!! Kemana perginya bibi bakso?? Yah!!! Gagal makan bakso kita!!" tambah Melani yang sudah menghentikan laju mobil.


"Yasudahlah!!! Mau bagaimana lagi?? Kita keliling sekolah saja, baru lanjut timezone!! Gimana??" ide Rena.


"Gue sih yes!!" jawab Hana.


"Me too!! Tapi nonton juga dong!!" tambah Melani.

__ADS_1


"Betul sekali!!! Itu juga ide yang briliant!!" Jawab Hana dan diangguki Rena.


25 menit cukup untuk ketiga gadis itu mengeliling sekolah. Sesekali mereka mempraktekkan hal lucu yang mereka lakukan ketika masih sekolah. Mereka tampak bahagia, ketiga gadis itu seakan akan kembali ke masa lampau.


"Udahan ya!! Pegal juga kakinya!!" rengek Melani sembari menunjuk kakinya.


"Dasar anak manja!! Untung calon kakak ipar gue!!" ledek Hana. Rena hanya menyambutnya dengan tawa, begitu pun dengan Melani yang diledek.


Ketiga gadis itu akhirnya berangkat menuju mall yang biasa mereka kunjungi. Mereka akan mengenang semua masa masa menyenangkan saat mereka sekolah dan juga kuliah. Waktu berlalu begitu cepat, masa SMA seakan akan baru kemarin. Tetapi hari ini, mereka bukan lagi anak SMA atau anak kuliahan.


Ketiganya akan sibuk dengan dunia mereka masing masing. Bahkan Melani sudah akan menikah dengan Remon. Hana akan bekerja di perusahaan. Rena juga mungkin akan bekerja juga. Ketiganya akan memasuki dunia yang paling sibuk.


"Gais!!! Kita harus puas hari ini, karena mulai besok kita akan memasuki dunia orang dewasa sesungguhnya!!!" rengek Melani.


Ketiganya saling bertatapan saat mereka menikmati ice cream yang mereka pesan saat baru tiba di mall. Ada raut kesedihan di wajah ketiganya. Mereka hanya bisa saling berpelukan untuk mengutarakan rasa saling menyayangi. Mereka bukan lagi seperti sahabat biasa, tetapi ketiganya sudah seperti saudara. Sedih bersama, senang juga bersama.


"Ren!! Gimana kalau loh ikut gue aja kerjanya??" tawar Hana.


"Gue sih oke oke saja!! Tetapi bagaimana dengan kak Remon sama bokap, nyokap loh?" tanya Rena.


"Aman!!! Lagian gue juga masih nyembunyiin identitas di perusahaan! Gue akan bekerja seperti karyawan biasa, jadi gue sama loh akan sama!" jelas Hana.


"Wah!!! Loh masih betah nyembunyiin identitas ya!! Gue salut sama loh!" puji Rena dan diancungi jempol oleh Melani yang setuju dengan ungkapan Rena.


"Hehehe.... Gue juga heran kenapa gue betah!! Yang jelas, gue gak terlalu suka selalu di sorot media. Lihat papa sama kak Remon, mereka selalu saja di kepoin sama wartawan, bahkan nyokap gue juga ikut ikutan di kepoin" ungkap Hana.


"Tapi loh udah termasuk hebat sih Han, loh selalu bisa menghindar dari wartawan" puji Melani.


"Bukan gue saja yang hebat, tapi keluarga gue juga. Mereka mendukung keputusanku" jujur Hana.


"Tapi loh Mel harus mulai terbiasa dengan media, karena loh bakalan sering di sorot. Loh kan bakalan jadi istri bang Remon!! Jadi siapin mental ya!!" tambah Hana memberi peringatan.


"Santai!!! Gue udah kebal dengan media!!" jawab Melani bangga.


"Udah dong ngomongnya, mainnya kapan?? Yang ada kita jadi mengsedih!!" Rena memotong perbincangan yang akan mulai serius.

__ADS_1


"Oh iya, lupa!! Letsgo!!!" ajak Hana dan melani bersamaan. Ketiganya akhirnya fokus dengan permain yang mereka mainkan. Jika bosan dengan permainan sekarang, mereka akan mudah mengganti ke permainan selanjutnya. Mereka menguasai kawasan timezone. Tidak peduli dengan pandangan orang orang yang berlalu lalang. Itulah uniknya ketiga gadis yang ada timezone.


__ADS_2