STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
BOS YANG BAIK


__ADS_3

Hana tiba-tiba berhenti dan menjalan ke arah gantungan jas di samping kursi Maxim. "Tunggu sebentar pak, gunakan ini! Bapak hampir melupakannya, Akan lebih tampan jika anda menggunakannya" kata Hana dan langsung mengenakan jas ke tubuh Maxim membuat Maxim sedikit mundur karena terkejut.


Raka hanya bisa membulatkan mata dengan kelakuan Hana. Maxim dan Raka saling menatap. Mereka berbicara dalam diam, hanya menggunakan kode mata.


"Terima kasih!" kata Maxim setelah Hana selesai memasang Jasnya.


"Tidak masalah pak! Ini sudah menjadi tugas saya, mari pak! Mari pak sekretaris!" ajak Hana mempersilahkan kedua orang yang masih terkejut dengan ulahnya. Hana sedikit menjaga jarak dari kedua orang di depannya, dia melihat tingkah dua pria di depan sedikit menghiburnya. Maxim dan Raka sesekali berbisik ke telinga masing masing secara bergantian. Sesekali saling menatap tajam dan juga menjauhi satu sama lain. Hana yakin dirinya tengah di bicarakan dua pria di depan.


Hana sadar ulahnya membuat dua pria di depan terkejut. Hana sendiri merasa dia terlalu berlebihan, tetapi dia harus melakukannya agar nilainya terselamatkan. "Sabar Han, kau pasti bisa menaklukkannya!" gumam Hana menyemangati dirinya sendiri. Beruntung dua pria di depan tidak mendengarnya karena kedua pria di depannya juga tengah berbincang.


"Apa tadi kau juga mendengar dia mengatakan aku tampan?" tanya Maxim, kata kata Hana masih terngiang ngiang di telinganya. Dia tidak menyangka kalimat pujian itu akan terucap dari Hana, mengingat dirinya selalu bertengkar dengan Hana.


"Saya juga mendengarnya bos? Bukankah sudah biasa bos di puji para wanita? Ini bukan hal baru lagi menurut saya bos" jawab Raka membuat Maxim melotot padanya.


"Goblok!! Otakmu jangan hanya bekerja dengan berkas! Sesekali bekerjalah untuk hal lainnya. Dia dan aku tidak pernah akur, tetapi dia tiba-tiba memujiku. Apakah dia menyukaiku??" bangga Maxim ke Raka.


"Hahah.... Itu pasti bos, siapa sih wanita yang bisa menolak karismamu!! Semua wanita akan bertekuk lutut memandangmu bos!! Pasti dia juga salah satunya" Raka membantu Maxim membanggakan diri. Raka memang selalu berada di pihak Maxim.


"Terima kasih, tidak perlu berlebihan! Besok pilihkan untukmu merchedes keluaran terbaru! Hadiahmu!!" kata Maxim dengan tampang tegas. Dia mencoba mempertahankan karisma dalam dirinya. Dia bahkan berbalik dan memandang Hana yang tertinggal. Melihat Hana tertinggal, Maxim menunggu Hana, setelah merasa Hana sudah berada di sampingnya, Maxim mulai melangkahkan kakinya mengikuti langkah Hana.


'Bosku terlalu hobby membanggakan diri!! Tapi tidak masalah, aku mendapat hadiah besar, semoga engkau panjang umur bos! Mungkin aku akan mendapat pesawat pribadi di kemudian hari' batin Raka sembari tersenyum dan segera meninggalkan kedua orang di belakang.


"Bos!! Jika langkahku terlalu lambat, anda boleh berjalan lebih dulu! Saya akan segera menyusulmu!" kata Hana yang kini merasa bingung dengan ulah Maxim. 'Apa dia mau membalasku? Gawat!!' batin Hana dan mencoba mempercepat langkah kakinya tetapi masih disusul Maxim.


"Bos!! Saya merasa tidak nyaman!" jujur Hana.

__ADS_1


"Tidak perlu merasa tidak nyaman, saya hanya sedang berbaik hati dengan asisten saya. Jadi santai saja dan perhatikan langkahmu! Aku tidak ingin anda terjatuh mengharuskan saya menangkap tanganmu dan merangkul pinggangmu yang tidak berbentuk!" Maxim mencoba berkata kata manis tetapi dalam kata kata manis itu ada ejekan untuk Hana


"Hahaha.... Maaf bos jika saya lancang!! Tetapi sejujurnya, jika anda mengulurkan tangan anda ke arahku, aku tidak akan menyambutnya. Saya wanita berkelas, dan satu lagi bos, sebaiknya bos periksa mata ke dokter! Mata bos bermasalah! Saya akan menjadwal ulang kegiatan anda untuk besok" lagi-lagi Hana jujur tetapi Maxim tidak memperdulikannya. Hana mempercepat langkahnya dengan sedikit menghentak hentakkan kakinya.


'Apa dia pikir dia itu tampan? Dia pikir bodynya sixpack? Masih kalah jauh sama jimin oppa!!' batin Hana


"Hey.... Perhatikan jalan......." melihat kaki Hana tersandung karena pembatas di parkiran dan hampir jatuh. Beruntung Maxim cepat tanggap dan meraih pinggang dan lengannya. "Anda terkena karmanya" tambah Maxim masih menahan berat badan Hana dengan tangan kekarnya.


"Maaf bos!" Hana tersadar dan segera berdiri. Hana menendang pembatas yang membuatnya hampir terjatuh " Mengahalangi jalan saja!! Entah sejak kapan dia ada disini?!" teriak Hana kesal sembari menendang nendang. Maxim hanya bisa menggeleng kepala heran dengan Hana. 'Dia mulai lagi' batin Maxim.


"Bos! Silahkan masuk!! Waktunya sudah hampir tiba. Mungkin pak Remon sudah menanti kehadiran anda! Silahkan masuk!!" mempersilahkan Maxim masuk setelah Hana membuka pintu belakang supir, supirnya saat ini adalah Raka yang menawarkan diri menjadi supir karena tidak mau jauh dari Maxim.


"Kita berangkat pak sekretaris!" titah Hana dan dianggukan kepala oleh Raka.


'Kenapa aku merasa menjadi bawahannya? Bukankah seharusnya dia junior dan aku senior' batin Raka yang sadar dengan kepatuhannya setiap kali Hana memerintah.


"Apa aku terlihat tua? Masa di panggil ibu sih? Mungkin dia juga butuh periksa mata ke dokter!!" gumam Hana kesal teringat perkataan karyawan yang menyebutnya ibu.


"Berarti pandanganku benar! Dia mungkin menganggapmu ibu ibu karena pinggang mu yang tidak berbentuk!" kata Maxim menjawab komentar Hana yang tidak setuju dengan panggilan karyawan untuknya.


"Awas saja nanti bapak marah dan jatuh hati padaku jika saya menunjukkan betapi indahnya tubuhku ini!!" ancam Hana dengan mata sedikit menantang.


"Hahahaha.....Aku semakin penasaran!!" balas Maxim menantang Hana.


"Bos!! Hati hati bos! Jangan termakan ucapan sendiri!" bisik Raka dari belakang ke telingan Maxim.

__ADS_1


"Hahahah.... Tenang saja! Aku tidak percaya dia dengannya, dia tidak akan melakukannya! Dia wanita dengan harga diri tinggi!" bisik Maxim percaya diri kepada Raka.


"Kalian lama sekali! Bagaimana kinerja asisten barumu?" tanya Remon berbasa basi sembari mempersilahkan Maxim dan dua orang bersamanya duduk.


"Dia sangat baik! Lihatlah jasku ini, dia yang memasangnya!" jawab Maxim terus terang membuat Remon berbatuk tidak percaya.


"Hahahaha.... Bapak tidak perlu sungkan, saya baik karena bos saya juga baik. Buktinya bos saya menjaga saya hingga tidak jadi terjatuh saat di parkiran!" balas Hana membuat Remon semakin menajamkan mata bergantian melihat Hana dan Maxim. Remon tidak percaya mereka sudah semakin dekat.


"Baguslah!! Saya senang mendengarnya. Silahkan dinikmati hidangannya!" kata Remon ingin menyudahi perbincangan. Remon tidak ingin mendengar lebih banyak lagi tentang kedekatan Hana dan Maxim. Remon kesal karena dirinya sedang di musuhi Melani.


Hana menikmati makanannya sembari mendengar perbincangan yang terjadi diantara kakaknya dan Maxim. Raka juga turut serta masuk dalam perbincangan itu. Sebagian dari perbincangan itu Hana pahami, tetapi sebagian lagi Hana kurang memahami. Hana sadar pengetahuannya masih tergolong minim dibandingkan dengan ketiga pria yang duduk bersamanya.


"Tolong jaga asistenmu untukku!" kata Remon setelah mereka selesai menikmati makanan yang terhidang di meja. Mereka akan kembali ke perusahaan masing masing untuk bekerja. Berhubung sekarang masih belum jam pulang.


"Tenang saja! Nyawaku masih aman sampai sekarang. Seharusnya kau mengkawatirkanku, karena nyawaku yang sedang terancam. Bahkan Raka harus selalu bersamaku demi memperpanjang nyawaku!" jawab Maxim setengah berbisik saat mereka berjabat tangan.


"Semangat bro!! Gue yakin kemampuanmu. Satu hal yang perlu kuberitahukan padamu, jangan menantangnya! Dia gadis yang super aneh, dia sangat tidak senang kalah. Jadi dia akan sangat tertarik jika dia di tantang!" beritahu Remon ke Maxim membuat Maxim sedikit terkejut dan teringat perbincangan mereka di pintu masuk.


"Gawat!! Mudah mudahan dia tidak melakukannya!" gumam Maxim tetapi masih terdengar di telinga Remon.


"Maksudnya?" tanya Remon penasaran dengan maksud ucapan Maxim.


"Tidak, santai saja! Semua baik baik saja, saya bos baik. Jadi tidak akan terjadi masalah apapun!" bangga Maxim dan di balas senyuman dan sendikit tinju di lengannya dari Remon.


"Hati hati di jalan!" kata Remon mengakhiri pertemuan mereka.

__ADS_1


"Kau juga!" balas Maxim dan segera meninggalkan restoran diikuti Hana dan Raka.


__ADS_2