
"manusia memang harus membuat suatu rencana tapi jika tuhan berkehendak lain manusia tidak bisa mengelaknya."
"Masih teman pak ga tau kedepannya" Mungkin kata-kata itu yg masih mengiang dipikiran alyn sekarang, sambil terus menatap hans dengan penuh tanda tanya.
"Baiklah nak bapak masuk terlebih dahulu lanjutkan saja obrolan kalian" ujar pak narko sambil berjalan menuju ruang guru.
Hans yg terus ditatap oleh alyn merasa risih, dan memberanikan diri bertanya kepada alyn.
"Woy ngapain lu tatap gw gitu? Risih tau" kata hans dengan penekanan di kata risih.
Alyn pun kaget, bukan karna perkataan hans tadi, tetapi saat dia mengingat wajah lelaki itu, wajah yg tadi pagi menabrak dia dilorong sekolah dan tidak membantunya.
"Hey bukankah Anda yg menabrak saya dilorong tadi?" Kata alyn sambil sedikit menaikan suaranya.
"Ohh jadi yg gw tabrak tadi itu lu? Sorry deh gw tadi buru-buru"
Alyn merasa sedikit kesal dengan perkataan hans yg sangat enteng berkata maaf kepadanya tanpa membantu dia tadi saat jatuh.
"Iya-iya gausah natap gw kesel gitu, gw emang salah, jadi gw bakal traktir lu dikantin nanti ok?" Ujar hans sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
Alyn pun mengangguk dan tersenyum kecut kepada lelaki itu, saat mereka sedang menunggu tiba-tiba Bu Riska datang.
Aslyn pov
Ahh kesal sekali aku bertemu dengan orang itu lagi, mengapa tuhan tak mengabulkan doaku? Tapi untungnya ada seorang guru perempuan yg datang menghampiri kami, lega rasanya karna sejak tadi semua topik yg kami bahas membuatku seperti terkena serangan jantung padahal sebelumnya aku tidak memiliki riwayat jantung.
"Nak ashlyn ya?" Ya guru itu sepertinya wali kelasku.
"Iya bu saya ashlyn apakah anda wali kelas saya?"
"Iya benar saya wali kelas kamu, sepertinya kamu terlalu pagi datang ke sekolah, pasti kamu bosan karna lama menunggu saya? Apakah kamu ingin berkeliling untuk mengetahui isi sekolah ini?"
Setelah aku pikir mungkin lebih baik berkeliling sekolah ini agar aku tak berduaan dengan lelaki menyebalkan itu.
"Ah saya maaf saya sedang sibuk mengurusi beberapa data jadi bukan saya yang menemani kamu tetapi hans"
Mendengar perkataan guru tadi, aku sedikit menyesal mengambil keputusanku sendiri rasanya ingin kutarik ulang keinginanku untuk berkeliling. Tetapi tiba-tiba lelaki itu malah menarikku menjauh dari ruangan guru tersebut.
"Hey mengapa anda menarik saya? Tidak sopan!" dengan nadaku yg sangat kesal dengannya
__ADS_1
"Iya-iya gausah marah, ayo keliling sekolah pasti lu bakal suka sama perpustakaan disini karena banyak buku novel, bukannya cewek suka buku-buku?"
Aku sedikit curiga dengan pertanyaannya tadi, mengapa dia bisa tahu bahwa perempuan sepertiku menyukai banyak novel? Apakah dia seorang pengamat perempuan? Ataukah dia seorang detektif perempuan?
"Mikirnya terlalu dalem lu, gw tau lu pasti lagi bertanya-tanya diotak lu kenapa gw tau lu suka novel?"
"Hah? Bagaimana anda bisa tahu saya memikirkan itu? Apakah anda seorang paranormal yg bisa membaca pikiran orang?"
Setelah aku berkata seperti itu dia malah tertawa terbahak-bahak, rasanya aku ingin sekali menghajar muka lelaki itu saat ini juga karena dia tidak sopan menertawakan orang.
Karena dia terus tertawa dan akupun merasa jengkel terhadapnya, akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri mengelilingi sekolah, mungkin dia tidak sadar bahwa aku telah pergi karena dia sibuk menertawakan perkataanku.
Akupun berjalan menuju tangga lantai 2 untuk melihat beberapa pemandangan sekolah dari atas, saat aku sedang berjalan mencari tangga lain untuk naik kelantai 3 aku merasa ada bunyi seperti suara derap langkah seseorang yg sedang mengikutiku.
Nah hayo siapa yg mengikuti alyn?
Apakah dia seorang manusia atau malah?
Ingin tahu kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa vote, comment and share ya^^
To be continued...