STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
KOBARAN API CEMBURU


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu setelah kejadian di atap gedung kampus Hana. Maxim maupun Hana sama sekali tidak pernah bertemu. Hana terlalu sibuk dengan perkuliahannya karena mengingat perjanjiannya dengan ayahnya. Dia harus bisa lulus dengan IPK tinggi agar ayahnya memberinya tiket konser dan bertemu dengan BTS. Hana juga sedang di pusingkan dengan tempat magang. Hana tidak ingin ke perusahaan keluarga, jadi Hana masih berpikir kemana dia akan melakukan magang.


Maxim, dia juga sibuk menyelesaikan projek terbaru mereka. Dia bahkan lupa dengan Hana si gadis yang selalu bertingkah gila. Hana si gadis super aneh. Tidak pernah Maxim bertemu gadis segila itu. Awalnya Maxim penasaran dengan kehidupan gadis itu, tetapi rasa penasarannya dikalahkan dengan projek baru yang akan perusahaan mereka luncurkan. Maxim yakin, jika tidak bertemu Hana, hari-harinya tidak akan sial. Projeknya pasti berhasil jika Hana tidak bertemu dengannya.


"Han, Ren, bisa minta tolong tidak?" tanya Melani tiba-tiba di sela kesibukan mereka.


"M, katakan saja!" jawab Hana dan di anggukkan Rena, tanda dia menyetujui Hana. Mereka kembali fokus dengan laptop di meja serta buku buku yang juga berserakan di meja. Tepatnya, mereka sedang ada di perpustakaan kampus.


"Jadi begini, ibuku punya kenalan yang memiliki putra. Jadi ibu menyuruhku untuk -" belum selesai berbicara, Rena sudah memotong ucapannya.


"What? kamu akan melupakan kak Remon? Kamu jahat Mel! kamu tidak mengasihani Hana yah! Mau maunya di jodohkan! Ini sudah bukan jaman dahulu Melani!!" Rena menceramahi Melani. Dia tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. Jelas jelas Rena tahu Melani jatuh cinta dengan Remon, kakak laki-laki Hana. Tetapi sekarang seketika berubah 180 derajat.


"Bukan begitu! Ibu memaksaku, katanya jika tidak bertemu dulu, bagaimana mau berkenalan! Jadi aku hanya bisa menurut, manatau dia lebih tampan dari kak Remon kak. Heheh...." kata Melani dan dianggukan Hana. Dia mendukung Melanie membuat Rena dan Melani menatap heran.


"Ada apa denganmu? Sehat? Kenapa mendukung Melani? Bukankah sebelumnya kau menyetujui Melani jadi kakak iparmu?" banyak pertanyaan yang diajukan Rena. Hana malah tersenyum misterius.


"Udah santai! Gue masih akan tetap mempertahankan kakak iparku kok! Hanya saja, aku harus membantu kakak iparku ini supaya calon suaminya menjadi budak cinta untuknya seorang!! Jadi kalian harus mengikuti rencanaku, mau kan?" tanya Hana setelah memberi penjelasan.


"Tentu saja!!" jawab Melani cepat dengan wajah ceria. Siapa sih yang tidak senang dengan tawaran Hana. Apalagi mengingat Remon adalah pria tampan yang selalu dia kagumi.

__ADS_1


"Oke! Nanti kau pergi saja ke tempat kencan. Kami akan menemanimu!" suruh Hana, lagi-lagi dia tersenyum misterius.


"Tapi aku nebeng sama Rena ya! Aku tidak usah bawa motor. Nanti aku suruh supir menjemput motorku di tempat kita biasa makan bakso" tambah Hana, membuat Rena dan Melani semakin penasaran dengan rencana Hana.


"Iya iya! Aku akan mengikuti kata katamu tuan putri Suni -" ucapan Rena terputus, Melani dan Hana menatapnya tajam. Rena yang melihat tatapan itu seketika sadar dengan ucapannya. Banyak orang di perpustakaan. Identitas yang selalu Hana sembunyikan bisa terbongkar jika Rena tidak diingatkan.


"Oups... sorry! Hampir lupa diri gue!" kata Rena merasa bersalah. Dia mengetuk kepalanya karena merasa bodoh.


"Sudahlah! Ayo pulang! Besok saja kita lanjutkan mencari materinya, kau juga harus bersiap Mel! Kau harus tampil cantik, jadi ayok kita pulang ke rumahmu. Tetapi sebelum itu, kita singgah ke salon dulu" usul Hana dan segera menyimpan barang barang ke tas. Tidak lupa juga mengembalikan buku yang mereka ambil ke lemari buku.


Ketiga gadis itu ke salon, Melani di poles dengan make up yang benar benar natural tetapi tetap menampilkan aurah kecantikan dari wajah Melani. "Perfect!" puji Hana dan Rena bersamaan. Mereka mengacungkan jempol ke Melani yang sudah tersenyum malu.


"Sudah sudah! Gak usah terlalu melayang tinggi! Nanti jatuhnya sakit tau!!" kata Rena seketika menurunkan rasa bangga Melani akan kecantikannya.


"Tapi tunggu! Masa gue naik motor sih? Dandanan gue akan rusak! sia sia dong gue dandan!" kata Melani mengingatkan kedua sahabatnya. Dia baru teringat setelah dia akan memakai helm.


"Oh iya! Loh sih Ren, gak ingatin gue!" kata Hana melempar kesalahan pada Rena.


"Enak saja! Menuduh itu dosa, gue juga lupa! Sama kek loh! Yoweslah, kita pakai mobil ibumu saja Han! Gue yang setir!" Rena menawarkan diri setelah melihat mobil putih ibu Melani terparkir di samping rumah.

__ADS_1


"Thank you! Tangkap ini" suruh Melani dan segera menangkap ditangkap Rena. Dia mulai mengemudikan n mobil ke arah cafe tempat Melani dan laki-laki putra teman ibu Melani bertemu.


Ketiga gadis itu akhirnya tiba di kafe. Melani turun terlebih dahulu dari mobil sebelum kedua sahabatnya. Saat mereka tiba di kafe, seorang pria melambaikan tangan ke arah mereka. "Lumayan tampan juga Mel!" goda Hana menyenggol lengan Melani dan juga sama dengan Hana.


Mereka menggoda Melani sebelum tiba di meja dimana pria itu duduk menunggu Melani. "Awas jatuh cinta Mel, ingat kak Remob menantimu!" goda Hana, sukses membuat Melani tersenyum malu.


"Tenang! jika kak Remon menerimaku, aku tidak akan jatuh cinta. Tetapi jika kak Remon selalu menolakku, apa boleh buat, aku akan jatuh cinta pada pria tampan di depan sana." Jawab Melani dan diacungkan jempol oleh Rena.


"Mampus kau kak, kini kau punya saingan! Kau harus berjuang lebih keras lagi" batin Hana yang sudah sadar bahwa Remon sudah mulai menaruh hati pada Melani sejak kejadian di pantai.


"Baiklah! Aku akan mendukungmu! Aku juga tidak akan mempertahankanmu jadi kakak iparku jika kakakku sendiri selalu membuatmu sedih! Jadi aku akan mendukung sahabatku! Semangat!" kata Hana memberi semangat pada Melani.


Melani duduk di meja dimana pria itu duduk. Hana dan Rena memilih duduk di tempat lain tapi tempatnya strategis untuk memgamati Melani. Melani tampak tertawa bahagia, bisa di tebak pria itu humoris. Di luar cafe, seorang pria tengah menahan amarah karena seseorang sedang tertawa bahagia.


Siapa lagi jika bukan Remon. Hana menyuruh Remon menjemputnya ke cafe tempat Melani berkencan. Hana sengaja meminta Remon menjemputnya, dia ingin Remon memperjuangkan cintanya. Hana juga ingin mengerjai Remon, dia penasaran bagaimana Remon akan bertingkah dengan gadis yang dia sukai.


"Wah!! Dia cemburu!" gumam Hana setelah sadar kedatangan Remon. "1... 2... 3... masuk!" tambah Hana lagi bergumam membuat Rena yang di depannya bingung.


"Kenapa luh?" tanya Rena.

__ADS_1


"Mau melihat kobaran api karena cemburu? Kalau mau lihat di depan sana" suruh Hana menunjuk ke arah meja dimana Melani duduk bersama pria itu.


"What? Apa ini?" kaget Rena tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya.


__ADS_2