STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
LAGI LAGI BALAS DENDAM


__ADS_3

Hana mendatangi kantor bagian keamanan. Dia ingi memeriksa semua CCTV yang mengarah ke apartemennya. Hana yakin dia pasti akan menemukan sesuatu.


Tetapi harapan tinggal harapan, Hana tidak memiliki ijin untuk memeriksa kamera CCTV. Hana lupa jika dirinya saat ini hanya dianggap karyawan biasa. Tidak ada yang tau identitas aslinya. Hana bingung harus bagaimana. Jika meminta bantuan Remon, kemungkinan besar Remon akan banyak bertanya.


Hana keluar ruangan keamanan dengan wajah lesu. Dia berdiam diri sejenak di depan pintu. Seketika Hana tersenyum tipis. Hana berlari keluar perusahaan menuju cafe di seberang. Hana berencana menyogok dengan minuman.


"Pak!! Mari minum kopinya!! Ini tanda permintaan maaf saya karena mengganggu pekerjaan bapak tadi. Mari pak minum, saya ikhlas!!" sogok Hana menyodorkan ke wajah petugas di ruangan keamanan.


Karena selalu di desak Hana, petugas itu hanya menerima. Lagipula dia memang sedang kehausan, tidak masalah kan kalau dia meminumnya. Dan kebetulan hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu, jadi tidak akan ada orang yang berpikir Hana menyogoknya.


Hana mengajak petugas itu berbincang buncang sembari ikut minum menemani petugas minum. Tidak berselang 5 menit, petugas sudah tertidur pulas.


"Pak!!! Bapak kok tidur? Jadi yang dengerin Hana ngomong dari tadi itu siapa?" gurau Hana. Tentu saja Hana sudah menebak adegan ini. Hana yang membuat obat tidur ke minuman si petugas.


Setelah Hana di tolak petugas sebelumnya, Hana teringat obat tidur yang di dalam tasnya. Hana beberapa hari ini sulit tidur karena rasa gatal di kakinya. Jadi Hana mengonsumsi obat tidur. Hana kepikiran jika dia memberikan obat tidur kepetugas, Hana mungkin bisa mengotak atik sistem di ruang server.


Hana mulai beraksi setelah memastikan petugas tertidur pulas. Beruntung Hana mengetahui sistem kerja komputer. Hana dengan teliti memeriksa rekaman tertanggal dia jatuh dari tangga. Setelah menemukan rekaman, Hana tidak langsung menonton di ruangan itu, Hana memilih mengirim video ke hp nya.


Detik detik mau menyelesaikan pengiriman, petugas sudah mulai bergerak. Hana semakin panik. Hana berharap pengiriman video cepat selesai.


"Huffttttt...." Hana bernafas lega. Video berhasil terkirim sebelum petugas bangun.


Hana meninggalkan catatan kecil di depan layar monitor petugas. "Pak maaf, saya meninggalkan bapak ketiduran. Saya tidak enak membangunkan bapak, sepertinya bapak sangat tidur nyenyak. Semangat pak kerjanya!!!" isi dari catatan kecil Hana.


Hana lagi lagi bingung dengan suasana hening di kantornya. Hana memandangi semua orang yang diam membisu. Tidak seperti biasanya. Mereka akan ribut jika Hana sudah datang. Hana dengan kaki yang masih sedikit pincang berjalan ke arah kursinya.


"Ahhhhkkkkkk......" Hana terkejut melihat seseorang duduk di kursinya.


"Pppp.......aaa....kkkkk.....Indra? Sedang apa disini pak?" tanya Hana tidak senang dengan kehadiran Indra.


"Kenapa?? Apa tidak boleh saya berkunjung kesini memeriksa kalian? Bagaimana keadaanmu? Aku mendengar kamu sakit, sakit apa?" tanya Indra membabi buta.

__ADS_1


"Seperti yang bapak lihat!" jawab Hana singkat sambil menunjuk ke arah kakinya yang masih terpasang gips.


"Apa separah itu? Kenapa bisa terjatuh di tangga? Kan ada lif. Apa kamu tidak memakai lif? Kamu memang teledor" kata Indra merasa kawatir. Tetapi rasa kawatir itu tidak Hana sukai. Hana hanya menyukai kekawatiran dari kekasihnya, tidak dengan Indra.


"Lif nya tidak jalan pak" jawab Hana lagi lagi singkat.


"Bagaimana mungkin tidak jalan. Saya sudah bilang ke petugas agar lif selalu diperiksa kelayakannya. Mereka harus diberi sanksi" kata Indra.


"Tapi pak, saat kami pulang, lif masih beroperasi kok" seseorang di ruangan itu memberitahu.


"Benar benar!!" sambut yang lain.


"Aku pun tidak tahu pak kenapa pas saya pulang lif nya sudah tidak beroperasi. Apa saya pulang kelamaan?" tanya Hana asal.


"Apa petugas keamanan tidak kau temui saat pulang?" tanya Indra.


" saya ketemu petugas kok pak!" jawab Hana.


"Apa Lif yang lain juga tidak jalan?" lagi lagi Indra bertanya.


"Baiklah!! Nanti aku akan langsung memeriksa cctv" kata Indra mencoba memberi Hana solusi.


Hana hanya mengangguk kecil. "Maaf pak, bisa berdiri dari kursiku? Aku kelelahan berdiri" kata Hana yang sudah berdiri sedari tadi. Indra masih saja duduk di kursinya.


"Oh silahkan, maaf saya kelupaan" jawab Indra malu malu dan pamit keluar dari departemen Hana.


Saat Indra pergi, sekilas Hana melihat Sandra yang sudah semakin jauh dari ruangan mereka. Hana tebak Sandra sudah mendengar obrolan mereka. Hana penasaran dengan tindakan Sandra selanjutnya.


Hana mencoba memutar video cctv yang sudah dia kirim ke HP nya. Hana menganga melihat kenyataannya. Tebakannya benar. Sandra memang terlihat disana. Berarti besar kemungkinan kecelakaan yang Hana alami adalah ulah Sandra. Hana mengepal tinjunya keras. Dia mulai merencakan adegan balas dendam. Bukan Hana namanya jika dia di tindas tanpa melakukan pembalasan.


Hana membuka aplikasi belanja online. Hana memesan sebuah barang dan langsung tersenyum nakal. Setelah selesai memesan Hana kembali fokus bekerja. Pekerjaannya lumayan menumpuk karena dirinya tidak hadir bekerja sebelumnya.

__ADS_1


Setengah jam sebelum jam kerja selesai, pesanan kilat Hana tiba. Hana mengambilnya dan membawanya ke toilet secara diam diam. Orang orang di ruangan Hana mungkin mengira Hana memberi pembalut, tapi nyatanya salah.


Sekitar 5 menit lebih Hana kembali lagi ke ruangannya dengan tas tentengannya yang dia bawa sebelumnya. Hana mulai segera menyelesaikan pekerjaan yang tertunda dan mulai berberes untuk pulang.


Hana pulang dengan tongkat sebagai alat bantu. Hana melihat Sandra berjalan beriringan dengan Indra. Hana memulai aksinya. "Uhukk...uhukkk...uhukk..." batuk Hana yang sengaja dia buat untuk menarik perhatian kedua orang di depannya.


Indra langsung menghentikan langkahnya dari melihat kebelakang, begitu juga dengan Sandra. "Eh... Hana!! Ayok pulang bersama!!" ajak Sandra berpura pura ramah.


"Ahh tidak perlu bu, saya sudah di tunggu di depan kok!!" tolak Hana.


"Yasudah, setidaknya saya bantu kamu ke depan ya!!" jawab Sandra masih bersikap ramah.


Seperti yang Hana harapkan, Hana akhirnya menerima tawaran Sandra. Hana dibantu Sandra keluar perusahaan. "Dimana orang yang menunggumu?" tanya Sandra. Hana berpikir sejenak, dia bingung harus menunjuk mobil Maxim atau tidak" itu bu!!" Hana menunjuk ke mobil Maxim. Hana memilih menunjuk mobil Maxim, nanti Hana akan mencari cara untuk mengakali kedua orang yang sedang bersamanya.


"Yasudah biar kami antar kamu!" kata Indra.


"Iya Han, sini kami antar saja. Jangan sungkan, ini sudah tidak jam kerja. Anggap saja kamu seniormu, jangan anggap atasan di perusaan" kata Sandra dengan wajah penuh keramahan.


"Hahahh....tidak perlu kak, itu ayah saya!!! Ayah saya galak!! saya harus bisa jalan sendiri, gak boleh manja!" jawab Hana asal.


"Oh iya, ayah kamu masih jadi supir ya?" tanya Indra teringat masa lalu saat kuliah.


"Ahh.... Iya kak!!! " kata Hana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Beruntung dahulu Hana mengatakan ke Indra kalau ayahnya supir.


"Kamu tidak perlu malu, itu pekerjaan yang halal kok!! Yang penting gak begal aja" Sandra mencoba berbaur ke obrolan Hana dan Indra.


"Hahah.... Iya kak!! Gak apa apa kok!! yasudah kak, kakak bedua pergi saja! Aku tidak mau ayah melihat saya tidak mandiri. Nanti saya dimarahin di rumah" kata Hana berbohong.


Indra dan Sandra akhirnya meninggalkan Hana. Hana perlahan pergi ke arah mobil Maxim. Dia menatap ke arah Maxim mengode agar tidak turun. Hana tahu Maxim bisa melihatnya meski Hana tidak bisa melihatnya dari luar.


Hana masuk ke mobil dengan sedikit susah payah karena gips di kakinya memang sangat mengganggu pergerakannya. "Ihhh..... untung gipsnya sudah mau di lepas, gue kesal sama gipsnya!! Bikin aku susah gerak aja!!" kesal Hana dan disambut senyum gemas oleh Maxim.

__ADS_1


Lagi lagi Maxim mengacak rambut Hana gemas dengan wajah kesal Hana. "Kita berangkat?" tanyanya.


"Wait......, aku sedang menanti seseorang membuka kejutan!" jawab Hana dengan senyum nakalnya. Matanya fokus menatap keluar kearah mobil Sandra yang kacanya memang tembus pandang.


__ADS_2