STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
PERDEBATAN PARA JOMBLO


__ADS_3

Hana melangkahkan kakinya menuju parkiran gedung perusahaan Maxim. Sesekali Hana melempar senyuman ke karyawan lain yang berpapasan dengannya. Awalnya Hana berpikir dua kali untuk pulang karena Maxim belum kembali ke perusahaan. Sebagai asistennya, Hana seharusnya menunggu kedatangan bosnya.


Tetapi Hana membulatkan tekad untuk pulang. Tidak lupa dia mengirim pesan singkat ke Maxim memberitahukan dia pulang lebih awal. Hana lagi lagi mengatasnamakan luka di kakinya. Hana belum juga mendapat respon dari Maxim. Tentu saja itu membuat Hana kesal. Hana akhirnya pulang tanpa mendapat pesan balasan. Hana yakin Maxim dan kekuarganya pasti sangat menikmati hari mereka.


"Bodoh amatlah! Masalah sekarang akan gue selesaikan besok, siapa suruh tidak membalas pesanku? Setidaknya aku memberitahunya, salah dia sendiri tidak membaca pesan!!" kesal Hana sembari menyalakan mesin motornya.


Hana menepi di pinggir jalan setelah mendengar dering ponsel yang di taruh di tas. Hana menghubungkan panggilan setelah melihat nama pemanggil.


"Ya Rena!! Ada info penting apa sayang? Gue lagi jalan balik, jika tidak ada info mendesak, gue hubungi balik setelah tiba di rumah" jawab Hana ingin mengakhiri panggilan karena menyadari posisinya berada di pinggir jalan besar.


"Wait...wait..wait...!! Loh jangan buru buru balik ya! Kita kumpul sama, di cafe dekat kampus. Gue sama Melani sudah jalan kesana, sampai ketemu disana!" jawab Rena cepat sebelum Hana mematikan panggilan. Rena yang bertugas menghubungi Hana selagi Melani mengemudikan mobil.


"Tahu aja gue lagi butuh healing!! " gumam Hana dan langsung mengarahkan motor ke jalan menuju kampus.


Hana sudah melihat mobil Melani terparkir di parkiran depan cafe. Hana memarkirkan motornya di barisan sepeda motor yang ada di samping mobil Melani.


Hana masuk ke Cafe setelah mengunci ganda motor serta mengambil seluruh barang barang yang menurut penting dan tidak bisa di tinggal di sepeda motor.


"Hanaaaa!!! come here honey!! " teriak Melani. Suara memenuhi seluruh cafe, membuat Hana dan Rena sedikit menunduk malu karena pandangan mengarah ke arah mereka.


"Bisa gak suaranya gak usah kencang kencang? Telinga gue masih normal kok, jadi gak butuh suara kencang. Malu tahu kita diliatin orang!" kata Hana setelah duduk di depan Melani.


"Hehehe.... sorry guys!! gue terlalu bersemangat!" jawab Melani terkekeh.


"Loh mau apa? Gue lagi nulis list pesanan". Rena menanyai Hana karena pesanannya dan Melani sudah dia tulis.


"Susu taro sama cake red velved" jawab Hana sambil menatap lawan berbincangnya.


"Wokke!!" Rena menjawab sambil menulis pesanan Hana ke catatan kecil yang di berikan karyawan cafe.


"By the way!! bagaimana harimu di perusahaan kak Maxim? Menyenangkan? Menyebalkan atau biasa saja?" tanya Melani penasaran dengan kehidupan Hana beberapa hari di perusahaan Maxim.


"Menyebalkan!" jawab Hana ketus. Tampak ekspresi kesal di wajah cantiknya.


"why?? Apa dia mengganggumu?" tanya Rena yang juga penasaran.

__ADS_1


"Loh tahu, gue bukan magang seperti kalian. Gue malah dibuat jadi asisten pribadinya!! Entah darimana ide dia membuatku jadi asistennya. Aku berharap kak Remon tidak ada dibalik ini semua, awas saja kalau dia dalang di balik kejadian yang gue alami!!" Hana mengancam seperti sedang bebicara langsung dengan Remon, kakaknya.


"What!!!! loh jadi asisten?? Wah!! ada yang lagi pendekatan ini, Hahahahahahaa...." tawa Melani terkejut dengan informasi yang baru dia dengar.


"Kasihan sahabat gue, hahahahaha.... Han, gue saranin loh jangan terlalu benci dengan kak Maxim. Aku takut kau akan sangat mencintainya!" Rena mengingatkan. Rena yakin Hana akan mengelak.


"Tidak akan, gue bahkan menyesal pernah menaruh rasa padanya. Jika saja gue tahu dia orang yang begitu menyebalkan, gue gak akan berharap bertemu dengannya" Hana jujur kepada kedua sahabatnya. Tentu saja kedua sahabatnya ikut terkejut.


Selama mereka bersama, Hana tidak pernah bercerita tentang pria yang dia sukai. Hana hanya akan bercerita anggota member BTS. Terkadang Hana juga menceritakan kisah dia dan kakaknya yang sedang berantam. Hari ini adalah pertama kalinya mereka mendengar pengakuan Hana ke seorang pria yang bahkan sekarang dia sangat membencinya.


"Wuhahahahahahahaha..... loh gak bohong? Kok gue baru tahu sekarang ya?" kata Melani sambil tertawa keras. Dia tidak menyangka Hana penah menyukai pria yang sekarang dia sangat benci.


"Han, ternyata usaha dia tinggal sedikit lagi untuk membuka kembali rasa sukamu untuknya. Jadi harus lebih berhati hati!! Hahahahahaha......" Lagi lagi Rena memberi peringatan ke Hana dan tetap tidak di respon Hana.


"BOMAT lah!! Capek gue!!" Hana tidak peduli dengan peringatan Rena.


"Apaan BOMAT Kok kek asing ya di telinga gue?" tanya Rena polos.


"Bodoh Amat!!!!!" Hana dan Melani menjawab bersamaan. "Kudet banget sih loh?" tambah Melani.


"Kurang update sayang!!!" Hana dan Melani menjawab secara bersamaan untuk kedua kalinya.


"Hahahahaha.....sorry, otak gue zonk. Ini karena Hana baru cerita sekarang di pernah suka laki laki" kata Rena menyelamatkan diri.


"Ahhh yasudahlah!! Capek!!! Oh iya itu kek gue kenal deh, coba loh berdua lihat!!" suruh Rena dan menunjuk ke arah luar dari balik kaca. Kaca itu bisa melihat dari dalam keluar, tapi tidak sebaliknya.


"Waoooo, kenapa dia harus datang lagi sih? Kak Remon juga, kenapa harus bawa dia kesini?" kesal Hana dan merapikan penampilannya.


"Oh iya guys, loh berdua harus bantuin gue. Gue tadi pagi berpura pura terluka biar gak di ceramahin kak Maxim. Jadi lihat lutut gue, sudah diperban, ini tidak ada luka. Aku hanya ingin menyelamatkan diri, jadi loh berdu harus berpura pura bahwa gue memang terluka, oke!!" kata Hana menjelaskan rencana yang terlintas di otaknya.


"Wahhh!!! Ide loh memang selalu diluar nalar gue Han!! Tapi meski diluar dugaan, gue akan bantu!" jawab Melani.


"Gue juga bantu kok, meskipun gue terkejut dengan ide gila loh!" tambah Rena mendukung.


"Thank you honey, love you!!" kata Hana dengan memasang wajah imutnya. Rena dan Melani bahkan menaikkan alis karena merasa risih dengan ulah Hana. Sangat jarang Hana mau bertingkah imut.

__ADS_1


"Bersikap normal!! Mereka berdua sudah masuk. Gue yakin kak Remon akan menghampiri kita karena perasaan gue mengatakan kak Remon udah lihat mobil gue terparkir di luar!" kata Melani sambil menunduk. Mereka berpura pura tidak melihat kedatangan Remon dan Maxim.


"Bisa bergabung??" tanya Remon yang langsung mencari keberadaan Melani saat tahu ada mobil Melani di parkiran. Remon yakin tiga bersahabat yang gila akan berkumpul.


"Maaf tempat duduknya penuh!!" jawab Melanie ketus.


"Terima kasih atas tawarannya, silahkan bro duduk!! Anggap saja sedang meeting dengan anak magang!" suruh Remon ke Maxim.


"Udah di bilang penuh malah bilang terima kasih!! memang makhluk luar angkasa tidak akan mengerti bahasa makhluk bumi!" Hana menggerutu kesal karena Maxim ikut duduk bersama mereka.


"Bagaimana kakimu? Sudah mendingan? Aku tidak mau besok pekerjaanmu terganggu" Maxim mencoba bercengkerama dengan Hana.


"Terima kasih pak atas perhatiannya, kaki saya sudah mendingan kok! Tinggal menunggu lukanya kering, Rena dan Melani juga udah lihat" jawab Hana mencoba bersikap ramah.


"Kenapa kaki loh?" jangan bilang loh jatuh di jalan raya? Wahhh akhirnya ratu jalanan tumbang juga!!" Remon bukannya menunjukkan wajah kawatir, dia malah meledek Hana.


"Auuhhhhhh!!! Sakit!!!" teriak Remon tiba tiba setelah meledek Hana. Remon kesakitan karena Hana menginjak kakinya sangat kuat. Rasa panas seketika terasa di sekitar jari jari kakinya.


Hana memasang wajah mengancam ke Remon, membuat Remon segera menutup rapat mulut. Artinya dia tidak akan berbicara sembarangan. "Dasar jomblo galak!! Awas gak laku?" ledek Remon karena kesal.


"Gak malu loh!! gue gak laku! Daripada loh? punya mentel tempe!! Nembak cewek aja susah!!" balas Hana tidak mau kalah. Perdebatan dua jomblo kakap di meja itu membuat orang yang lain tertawa.


"Benar Han!! gue dukung loh!! Emang dia pikir modal tampang doang??" dukung Melani ingin memojokkan Remon.


"Kita berdua memang tampan, punya banyak uang. Jika kami mau, kami bisa mencari pacar dengan mudah. Berarti kami laku, tidak seperti kalian tidak laku!" bangga Remon sambil membusungkan dadanya.


"Gue dukung loh bro!!" dukung Maxim memberi tatapan tajam tanda setuju.


"Hahahahahaha..... kita bukan gak laku, tapi kita bertiga cewe berkelas yang bisa membuat mental laki laki jadi menciut!!" balas Hana lagi tidak akan mau kalah dalam berdebat.


"Benar Han!! Jadi cewek itu harus mahal tahu!! kakak berdua kalau dapatin cewek mudah, berarti ceweknya kurang berkelas, beda kelas dengan kita bertiga" Rena akhirnya buka bicara. Merasa peluang menang akan ada di pihak mereka.


"Hueekkkk!!!! bye... kita pamit pulang bos!!" serentak Hana dan kedua sahabatnya mengejek Remon dan Maxim dan meninggalkan meja.


"Bos!! jangan lupa bayar makanan kami!! billnya di meja, terima kasih cowok bermodal!!" teriak Melani ke arah Remon. Hana dan Rena hanya tersenyum geli dengan ulah mereka. Mereka merasa puas karena menang berdebat melawan dua pria yang selalu di kagumi para wanita.

__ADS_1


__ADS_2