
"banyak masalah bukan berarti harus menyerah dalam berjuang"
Ashlyn pov
Apakah dia serius? Mengajakku berkencan? Apakah otaknya sudah tidak waras? Itu adalah pertanyaan yang sekarang sedang memenuhi otakku, bagaimana tidak berfikir seperti itu, aku belum menjawab pertanyaannya tentang pergi ke kantin bersama, tiba-tiba dia mengajakku berkencang, gila bukan?.
"Alyn jangan bengong itu ditungguin kak hans ih" kata bella Sahabat baruku atau mungkin lebih tepatnya sahabat pertamaku.
Akhirnya aku dengan terpaksa berjalan menuju dia, aku sangat senang karena ini adalah pertama kalinya aku menuju kantin bersama lelaki, tetapi mengapa laki-laki itu harus hans ah salah kak Hans lebih tepatnya.
"Udah selesai?" Katanya sambil tersenyum.
"Sudah, kak hans?"
"Tumben lu manggil gw kak, kenapa?"
"Bolehkan kamu mengabulkan permohonan saya?" Kataku dengan ragu.
"Untuk sekarang ga lu harus nurut kata gw ga pake alesan"
Ya itu adalah jawaban kak hans, menyebalkan bukan aku saja belum berbicara permohonanku tapi dia sudah menolaknya dan sekarang dia menggandeng tanganku seperti tidak ada dosa.
__ADS_1
"Jangan dibelakang gitu, gw mau kita jalan berdampingan bukan depan belakang sini" sambil menarik tanganku dengan lembuh.
Malu itu yg sekarang sedang aku rasakan, bagaimana tidak malu dia menggandengku seperti sedang berjalan bersama pacarnya dan dilihat banyak orang dikoridor, mereka bukan hanya melihatku saja tetapi menyumpah serapahi aku sepertinya itu adalah kumpulan fans kak hans yg dibilang bella tadi.
Setelah sampai kantin kak hans mencari tempat duduk yg bisa kita tempati. Sesudah mendapatkan tempat duduk akhirnya kak hans meninggalkan aku untuk memesan makanan, Tiba-tiba saat sedang menunggu makanan ada seorang perempuan yg menyiram bajuku dengan segelas jus.
"Heh lu! Centil ya deketin kak hans ih dasar ******!"
"Maaf siapa anda? Saya tidak mendekati kak hansmu dia yg sudah mendekati saya duluan" kataku sambil membersihkan baju yang tadi disiramnya.
"Halah lu aja yang keganjenan deketin kak hans dasar murahan!" Kata perempuan lain yg sepertinya temannya.
"Anda wanita tetapi tidak punya etika seperti seorang gorila yg kelaparan"
Saat aku ingin pergi wanita itu malah menarik rambutku dengan kuat dan ya aku melihat nametag dibajunya 'Zahra' itu nama perempuan yang menarik rambutku .
Karena aku merasa geram dengannya akhirnya akupun ikut menarik rambutnya dengan kuat juga, tetapi tiba-tiba Zahra berhenti menarikku dan menundukkan kepalanya teman-temannya pun sama, ternyata ada kevin, lelaki yg tadi sempat aku anggap hantu saat dikoridor lantai dua.
"Zahra! Lu kenapa sih buat ulah mulu! Ga cape!" Kata Kevin sambil menarik tanganku kebelakang badannya.
"Dia yg mulai duluan" kata temannya yg berambut keriting.
__ADS_1
"Gak mungkin! Alyn ga gitu! Udah sana gausah ganggu dia!"
Aku sedikit kaget karena Kevin membelaku tadi, setelah kejadian itu Kevin membawaku keuks dan menyuruh untuk mencari baju ganti disana.
"Itu pilih aja yang pas sama lu gw tunggu diluar" kata Kevin sambil tersenyum.
Sesudah menemukan baju yang pas akhirnya aku bergegas berganti baju dan keluar dari uks tersebut.
"Kevin, sudah selesai sekarang saya pergi ke kelas dulu ya" kataku sambil tersenyum dan berjalan menjauh darinya.
Tetapi baru beberapa langkah aku berjalan, kevin berbicara sangat keras dan membuatku terhenti.
"Jangan pergi dari gw tolong!, gw ga mau lu kenapa-kenapa lyn!"
Lah ini alyn bakal milih siapa ya?
Hans atau Kevin?
Kalian pilih siapa?
Mau tau kisah selanjutnya?
__ADS_1
Jangan lupa vote, comment dan share ya biar author rajin updatenya!
To be continued...