STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
OH TIDAK!! JANTUNGKU!!


__ADS_3

Hana menarik nafas dalam, mengeluarkannya perlahan. Merasa sudah nyaman, Hana melangkah penuh elegan ke arah pintu masuk perusahaan. Semua karyawan menatapnya penuh takjub. Semua pandangan mengarah kepadanya. Hana bahkan merasa ada masalah dalam dirinya.


"Apa ada sesuatu di wajahku? Aduhh.... Aku merasa tidak nyaman. Tetapi tadi kak Remon mengatakan aku akan menang, berarti mereka menatapku karena aku cantik!!" Hana bergumam sendiri. Merasa yakin tidak ada yang salah dalam dirinya, dia semakin melangkah anggun. Hana mempercepat langkahnya ke arah lift supaya terhindar dari tatapan orang orang.


Hana bersandar di lift, beruntung dia bisa menggunakan lift khusus atasan perusahaan karena dirinya saat ini adalah asisten pemilik perusahaan.


Hana tiba di lantai dimana ruangan bosnya berada. Hana belum juga masuk, dia masih berdiri mematung di depan pintu.


"Anda sangat cantik kak?!" puji sekretaris wanita Maxim. Hana sedikit terkejut, tetapi dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan senyuman ramah.


"Terima kasih! Kakak juga cantik!" balas Hana tidak mau hanya dirinya yang di puji.


Hana mengetuk pintu menunggu jawaban dari pemilik ruangan. "Masuk!!" terdengar dari dalam ruangan. Hana segera membuka pintu, masuk dan menutup pintu kembali.


Maxim belum melihat siapa yang datang, dia hanya menebak yang datang adalah Hana karena Hana belum ada di ruangannya. Memang kenyataanya yang masuk ke ruangan itu adalah Hana. Tetapi kali ini, Hana yang masuk adalah versi terbaru.


Maxim sibuk dengan laptopnya, tangan kanannya sesekali memutar mutar bolpoint hitam miliknya. Raka tidak terlihat di ruangan itu, mungkin Raka sudah kembali ke ruangannya karena hari Hana sebagai asisten yang baik sudah lewat.


"Selamat pagi pak!! Bagaimana pagimu!!" Sapa Hana berbasa basi.


"Baik!" jawab Maxim singkat belum menatap Hana. Dia masih sibuk dengan dunianya.


"Maaf pak sedikit telat!! Ini schedule untuk hari ini!" Hana menyerahkan tab tempat dia menyusun jadwal Maxim.


Aroma parfum Hana masuk ke hidung Maxim. Aroma yang sangat menyenangkan di hidung. Maxim bahkan menarik nafas dalam dalam ingin menikmati aroma itu lebih lama.


"Pak, apa ada yang salah!!" kejut Hana yang melihat Maxim menutup mata.


"Oh tidak!! Atur saja waktunya!" jawab Maxim dan mengembalikan tab nya pada Hana. Kali ini Maxim menatap Hana.


"Waoooo!!!" kata pertama yang keluar dari mulut Maxim. Dia terperanga bahkan tab dan bolpoint yang dia pegang terjatuh dari tangannya. Beruntung Hana ligat untuk menangkap kedua barang itu.


'HAHAHAHA.... MAMPUS LOH!!!' batin Hana bahagia.


Maxim belum melepas pandangannya dari wajah Hana. Dia mulai menelusuri seluruh penampilan Hana. 'SANGAT INDAH! OH TIDAK JANTUNGKU!!' batin Maxim. Dia memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


"Apakah bapak baik baik saja?!" tanya Hana polos. Dia tidak menyangka penampilannya sangat berbahaya.


"Aku baik baik saja!! Kembalilah ke tempat dudukmu!" titah Maxim mencoba menetralkan detak jantungnya.


"Baik pak, terima kasih!" jawab Hana, dia melangkah dengan anggung ke arah mejanya.


Maxim sama sekali tidak mau melepas pandangannya dari Hana. Siapapun tidak akan mampu melepas pandangan dari makhluk indah yang sedang berjalan di depannya.


'GAWAT!! Sepertinya hatiku sudah dicuri olehnya!! Aku membuat masalah ke diriku sendiri!' batin Maxim yang segera mengalihkan pandangannya dari Hana yang sudah duduk.


'Hahahahah....kenak kau!!' batin Hana sambil tersenyum. Hana tidak sadar senyumannya mampu membuat jantung pria di ruangan itu semakin tidak karuan.


Maxim segera berdiri dari kursinya, dia ingin keluar untuk menenangkan jantungnya. Jika dia masih di ruangan itu lebih lama, maka dia mungkin akan mimisan.


"Mau kemana pak? Kita tidak ada temu janji di luar hari ini!" tanya Hana melihat Maxim hendak keluar ruangan.


"Mau ngumpulin udara!!" jawab Maxim ketus dan langsung keluar meninggalkan Hana yang kebingungan.


"Ngumpulin udara?? Kan disini juga ada udara!! Kalau gak ada udara, gue udah goodbye!!" Hana bergumam sendiri sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bos!! Kenapa keluar?? Apa dia bermasalah lagi bos?" tanya Raka yang terkejut saat membuka pintu ruangannya menemukan Maxim tengah berjalan jalan di lorong ruangan mereka.


"Mmm..... gak cuman bermasalah, tapi sangat!!" jawab Maxim masih berjalan jalan tanpa memandang Raka yang diajak berbicara.


"Benarkah bos? Saya justru penasaran sebesar apa masalahnya!?" Raka penasaran, tidak pernah dia melihat Maxim seperti orang gelisah.


Maxim langsung berjalan masuk ke ruangan Raka. Raka yang awalnya ingin ke toilet harus membatalkan niatnya dan memilih mengikuti Maxim.


"Raka!! Sepertinya aku sudah gila!!" kata Maxim membuat Raka melotot karena bingung.


"Maksudnya bos?? Kenapa bisa gila?? Apa ada beban yang mengganggumu?" tanya Raka penasaran.


"Aku gila!!! Raka, gawat!!!" kata Maxim lagi membuat Raka semakin frustasi karena penasaran.


"Bos!! Mungkin sakit gila akan segera menular ke saya!!" jawab Raka kesal karena Maxim tak juga memberi penjelasan.

__ADS_1


"Jangan!!! Jangan jatuh cinta!! Itu bisa membuatmu gila!!" Maxim menasehati, tetapi yang di nasehati malah bingung.


"Saya memanh tidak sedang jatuh cinta bos!! Apa bos jatuh cinta??" tanya Raka asal.


"Mmmm.... Bingo!! Aku seperti jatuh cinta sama gadis aneh itu!! Jantungku tadi bermasalah saat dia tersenyum!! Sangat manis!!!" tutur Maxim jujur membuat Raka membelalak karena terkejut. Baru kali ini dia mendengar kata kata pengakuan keluar dari mulut Maxim, bosnya.


Maxim yang dianggap sebagai pria yang sudah mati rasa. Meskipun Maxim ramah ke banyak orang, dia tidak mudah menaruh rasa ke wanita manapun. Tidak pernah ada berita dia berkencan dengan wanita manapun, karena meskipun Maxim ramah, dia tetap menjaga batas terutama kepada lawan jenisnya.


"Bos!!! Akhirnya bos bisa hidup sebagai laki laki normal!!! Terima kasih kepada dewa cinta!!" teriak Raka sambil memeluk Maxim.


"Hm.... hm....hm.... Aku malah dikira jadi gay jika sifatmu seperti ini!!" kata Maxim menyadarkan Raka dengan ulahnya.


"Oh maaf bos, saya terlalu bahagia. Tapi apakah bos memang menyukai nona yang selalu membuatmu sakit kepala??" tanya Raka memastikan.


"Menurutku iya, tapi aku perlu memastikannya selama beberapa hari ini!" jawab Maxim yang juga penasaran dengan isi hatinya yang sesungguhnya.


"Baik bos!! Saya siap membantumu untuk memastikan perasaanmu!!" Raka mendukung Maxim.


"Aku pasti tidak waras jika meminta bantuan orang yang tidak pernah pacaran!" ledek Maxim ke Raka membuat Raka sedikit tersenyum malu.


"Jangan salah bos! Biasanya yang paling paham cinta adalah mereka yang belum terjun kedunia itu!! Jadi jangan meremehkan kemampuanku!" bangga Raka tersenyum lebar.


"Terserah!! Aku mau kembali ke ruanganku!!" jawabaxim dan pergi meninggalkan ruanga Raka yang masih tersenyum lebar.


Kedua orang itu ternyata sangat gila jika hanya berdua, terutama saat digabungkan dengan Remon. Mereka tidak seperti penilaian orang lain, bermuka kusut. Mereka sangat ramah dan mudah tersenyum.


"Sudah penuh kantong udaranya pak? Mungkib bapak bisa berbagi denganku" kata Hana polos tidak tahu sebenarnya maksud perkataan Maxim. Maxim mengumpulkan udara karena dadanya terasa sesak karena jantungnya terlalu cepat berdetak akibat melihat Hana.


"Tidak bisa dibagi, ini udara kelas tinggi, jadi hanya cukup untukku!" jawab Maxim sok cuek.


"Ohhh..... Aku sih pak punya udara kelas kakap, bukan kelas tinggi!!" Hana malah mencoba melawak.


"Selamat menikmati udara kelas kakapmu!! dan tolong jangan menggangguku sampai makan siang" kata Maxim mencoba mencari alasan agar Hana tidak berada di dekatnya.


"Bapak kepedaan deh, saya juga sedang sibuk pak! Saya tidak kurang kerjaan mengganggu bapak yang super sibuk!!" jawab Hana membuat Maxim tidak mampu berkata kata.

__ADS_1


'Ini kepala wanita terbuat darimana sih? Kok setiap menjawab tidak pernah membuat hati merasa tenang' batin Maxim. Dia hanya bisa mengalah, tidak mau berdebat dengan Hana. Dia membiarkan Hana sibuk dengan komputernya, sementara dia sesekali mencuri pandang saat sibuk dengan laptopnya.


__ADS_2