STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
SERANGAN RENA


__ADS_3

Sandra tidak terima dengan Hana bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Apalagi jika diingat ingat, Indra pasti masih menyukainya. Buktinya sampai sekarang Indra tidak juga mau memiliki hubungan dengannya. Bukankah sial baginya jika Hana bekerja di tempat yang sama dengan Indra?


"Sial!! Kenapa gadis tengil ini harus muncul sekarang sih? Bagaimana jika Indra bertemu dengannya? Gawat ini tidak bisa dibiarin. Aku harus menempeli Indra terus agar tidak ada kesempatan bertemu wanita ini" batin Sandra.


"Tapi gue juga harus segera singkirin wanita ini dari sini, gue gak suka dia berlama lama disini. Bagaimana jika Indra menjalin hubungan dengannya? Aku mau di kemanain? Aku tidak mau!!" lagi lagi Sandra membatin.


"Maaf kak, aku buru buru. Aku pergi dulu" pamit Hana ketika menyadari Sandra melamun. Hana langsung mengambil kesempatan melarikan diri.


"Aku pulang!!!" teriak Hana dari pintu. Dia menenteng tasnya seperti mengangkat karung beras. Isi tasnya sedikit tapi gaya dia membawa tas seakan seakan isi tas nya sudah ratusan kilo.


"Bagaimana harimu adik ipar?" tanya Melani yang duduk si ruang tamu sambil menyulam.


"Wahhh..... Sangat sial" ungkap Hana dan melemparkan tubuhnya di sofa yang empuk.


"Sial? Maksudnya?" tanya Melani bingung.


"Apa kau tahu? Aku bertemu kenalan lama disana. Tebak siapa?" kata Hana sambil bermain teka teki.


"Melihat ekspresimu sih pasti musuh lama. What?? Jangan jangan, Sandra??" tebak Melani dan diangguki Hana.


"Tapi masih ada satu orang lagi" tambah Hana.


"Apa mungkin teman se gengnya?" tanya Melani.


"Bukan, dia kak Indra!!!!" jawab Hana.


"Hidupku akan lebih menantang!!" tambah Hana sambil menghentak hentakkan kakinya.


"Hahahahah..... Sepertinya dendam lama masih belum bisa dihilangkan. Kamu harus berjuang sendiri sayang, aku dan Rena tidak bisa membantu. Semangat!!" Melani hanya bisa memberi semangat. Dia juga tidak tahu harus memberi apa ke Hana. Dia sendiri terkejut dengan cerita Hana.


Hana tidak hanya memberitahu tentang kenalan lama. Dia juga bercerita tentang kejadian hari ini. Semua Hana ceritakan tanpa terkecuali. Rasanya juga menyenangkannya mempunyai sahabat yang tinggal bersama.

__ADS_1


Melani juga mendengarnya penuh antusias. Dia juga sangat tertarik dengan keseharian Hana. Ingin iri karena Hana masih bisa menikmati hari harinya bekerja sebagai karyawan pun rasanya tidak baik. Melani juga menikmati hari harinya sebagai menantu yang paling disayang di keluarga Sunitra. Dia juga menikah dengan pria yang sangat dia cintai.


"Sudahlah!! Kamu harus semangat!! Bukankah kamu ingin menyelidiki keadaan kantor cabang? Aku lihat kamu bertemu kenalan lama yang membosankan, dan kejadian yang kamu ceritakan di lif. Aku juga semakin yakin ada yang tidak beres disana. Jadi ingat tujuan awal kamu masuk kesana. Jangan menyerah" nasehat Melani. Melani benar benar sudah bersikap dewasa.


Duku ketika mereka masih lajang, nasihat terbaik itu tidak keluar dari mulut Melani. Kali ini sebagai wanita yang sudah menikah, nasihat baik keluar dari mulut Melani.


Bip...... Bunyi pesan dari ponsel Hana. Hana merogoh ponsel dari tasnya yang tadi diletakkan sembarang di kursi. Ada pesan suara dari Rena. Hana membuka pesan suara tanpa tahu keadaan volume suara ponselnya.


"TASYA HANA SUNITRAAAAAAAA.......... kamu kok jahat sih ninggalin aku!!!! Udh gitu perginya gak pamit pamit!!! Cepat bukain pintu!!!!! Aku di luar, awas kamu ku kasih pelajaran kamu!!!!" Rena merepet panjang. Hana bahkan sampai menutup telinga mendengat suara Rena.


Hana langsung berlari ke pintu untuk membuka. Benar saja, Rena sudah berdiri dengan melipat tangan di dada sambil bersandar di dinding.


"Eh Rena.., Hehehehe....maafin Hana ya!!!" Hana meminta maaf dan segera berlari kembali masuk rumah. Kini di ruang tamu sudah terjadi aksi kejar kejaran layaknya Tom and Jerry. Hana bahkan tidak lagi mengondisikan diri ketika berlari. Hana melompati setiap sofa untuk menghindari serangan Rena.


"Kamu masih anggap aku sahabat tidak sih??? Enak saja main tinggal aja!!!! Yang ngajak aku disana kan kamu!! Kok malah asa tinggal saja!!!" Rena tidak habis habisnya merepeti Hana.


"Iya iya maaf!!!! Aku aturan mau beritahu, tapi waktunya udah mepet. Dengarin dulu penjelasanku sekarang ya!! Jangan kejar lagi aku capek!!! Pleaseeee!!!" jawab Hana meminta ampunan Rena.


"HANAAAAAAA..... RENAAAAAA........ BERHENTI DONG!!!!! GUE PUSING LIHAT KALIAN BERDUA!!!!!" Melani berteriak keras. Beruntung rumah itu kedap suara, jadi suara mereka tidak akan mengganggu tetangga.


Hana dan Rena seketika berhenti setelah mendapat teriakan Melani. Kedua gadis itu akhirnya meleparkan tubuhnya ke sofa karena kelelahan.


"ENAK??? Makanya jangan lari lari!! Udah anak gadis masih saja lari lari!!" cerewet Melani.


"Iya kakak!!! Maaf!!!!" serentak Hana dan Rena menjawab.


"Kakak manja kita kini sudah dewasa!!!! Uluh uluhh!!!! Ternyata pernikahan bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik ya!! Nikah yuk Ren!!!" kata Hana sembari menyenggol Rena.


"Maksud loh gue mau nikah sama siapa?? Sama loh?? Yang benar aja!!!" jawab Rena.


"Oh iya!! Gue lupa teman gue masih single. Sana cati jodoh!!! Singel mulu!! " ledek Hana dan dibalas sentilan di dahi dari Melani.

__ADS_1


"Emang gampang cari jodoh!!! Jangan dengarin dia Ren!! Mulutnya dia ni perlu di kasih cabe!!" tidak ada habisnya Melani merepati sahabat sekaligus adik iparnya.


"Hahahahaha...... Mampus loh!!! Enak kan punya kakak ipar sahabat sendiri!!" ledek Rena dan langsung tertawa.


"Hehehehe...... Uluh uluhhh!!!! Kakak ipar jangan marah marah ya!! Nanti cepat tua loh!!" Hana mencoba menenangkan Melani.


"Udah jangan lari lagi dari topik awal. Cepat ceritain kenapa loh ninggalin gue tanpa pamit!!!" desak Rena.


"Oh iya hampir lupa, dengarin yah!! Awalnya sih gue gak niat mau kerja di perusahaan cabang. Tetapi setelah gue periksa buku besar, gue ada keraguan tentang cabang kedua" helas Hana memulai cerita.


"Kenapa?" tanya Rena.


"Karena di buku besar aku lihat pembukuan keuangan di cabang kedua tidak lengkap. Tidak ada pembukuan setiap bulan. Jadi aku tanya ke kakak dan benar saja, kakak dan ayah jarang memeriksa karena kepala cabang adalah orang kepercayaan ayah, jadi mereka tidak terlalu memeriksa dengan ketat. Dan apa kau tahi siapa kepala cabang di perusahaan cabang kedua??" tanya Hana setelah menambah memberi penjelasan.


"Siapa?" tanya Rena. Melani tidak lagi mau bertanya karena dia sudah mendengar cerita terlebih dahulu.


"Ayahnya Sandra. Masih ingatkan?? Dan sialnya lagi, gue hari ini ketemua Sandra sama kak Indra!!!" Hana memceritakan kejadian hari ini untuk kedua kalinya setelah diceritakan ke Melani.


"What!!!!!! Loh ketemu kenalan lama?? Hahahaha.... Hidupmu pasti dipersulit nantinya, gimana dong?? Makanya bawa aku juga kesana biar ada yang bantuin loh!!!" jawab Rena.


"Sssttttt.... Tunggu dulu, jangan buru buru. Dengarin dulu!!! Tujuan gue ninggalin loh disana agar loh bisa jadi teman gue menghubungkan keadaan kantor pusat dan kantor cabang. Gue juga udah ambil di bagian produksi jadi akan lebih gampang berkomunikasi denganmu. Karena gue yakin ada yang tidak beres dengan kantor cabang. Jadi loh jangan salah paham ke gue, gue ninggalin loh karena gue buruh bantuan loh sayang!!!! Sekarang paham kan??" jelas Hana.


Rena yang sudah mendapat penjelasan kini mengerti. Kesalahpahaman kini sudah di luruskan kembali.


"Oke sekarang gue paham, loh kabari gue saja jika butuh bantuan. Ingat juga, hati hati sama Sandra dan Indra. Biar pun kak Indra baik sama loh, kita gak tau sikap asli seseorang. Bisa aja kan dia bertopeng!!" kata Rena memberi nasihat.


"Oke aman!!! Siapa dulu dong lawan mereka??" bangga Hana.


"Jangan sepele Han!!! Semakin besar kesalahan seseoranh, semakin pintar mereka menyembunyikannya. Jadi loh harus tetap was was" tambah Melani menasihati.


"Thank you my friends!!! Love you!!!" Hana memeluk kedua sahabatnya dengan manja. Hana sangat bersyukur memiliki dua sahabat yang bisa saling berbagi suka maupun duka. Tidak mau saling menjatuhkan.

__ADS_1


__ADS_2