STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
ACARA KELULUSAN


__ADS_3

Hampir satu bulan sudah Hana fokus dengan urusan kuliah akhir. Dia bahkan jarang bertemu Maxim karena terlalu sibuk. Bukan Maxim yang tidak ingin bertemu dengannya, tetapi Hana yang selalu menolak karena Hana terlalu sibuk.


Maxim hanya bisa mengirimkan makanan dan hadiah hadiah lainnya ke Hana untuk menyemangati Hana. Maxin tidak mau memaksa kehendaknya ke Hana. Meskipun sebenarnya diam diam dia menemui Hana ke kampus. Dia memperhatikan Hana dari jauh. Dia tidak mau mengganggu Hana yang mempersiapkan acara kelulusan.


Maxim rela menahan rasa rindu ingin menggenggam tangan Hana. Ingin memeluk Hana. Meskipun sudah melihat Hana dari jauh, tetap saja rasa rindu itu tidak hilang. Maxim tetap berusaha bersabar sambil memperhatikan Hana dari jauh.


Hingga akhirnya acara kelulusan tiba. Maxim sangat senang. Dia senang akan bertemu Hana. Tapi dia sedikit takut Hana akan menolaknya. Mengingat selama beberapa minggu ini, Hana selalu menolak bertemu dengannya dengan alasan sibuk mengurus acara kelulusan.


Maxim bercermin, menatap dirinya. "Sudah rapi! Sangat tampan" gumam Maxim memuji dirinya. Dia mengambil bunga yang sudah dia suruh Raka beli sebelum Raka ke apartemen.


"Bagaimana penampilanku Raka?" tanya Maxim sambil memegang bunga yang akan dia berikan ke Hana.


"Sangat tampan pak!" jawab Raka jujur.


"Saya sudah tahu!" kata Maxim dengan senyum bangga.


"Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya? Dasar bos narsis!!" batin Raka kesal dengan bosnya.


" Ayo berangkat!!" ajak Maxim mengajak Raka yang masih diam membatu. Mungkin Raka masih mengumpati Maxim karena terlalu narsis.


"Baik pak!" jawab Maxim yang sudah sadar dan mendahului langkah Maxim menuju mobil yang terparkir di tempat parkir apartemen.


Sesampai di gedung tempat acara kelulusan di laksanakan, Maxim menyerahkan bunga yang dia pegang ke Raka. Maxim akan menemui Remon yang sudah menunggu di depan ruangan. Maxim dan Remon di mintai atasan kampus untuk memberi arahan kepada mahasiswa/mahasiswi yang akan lulus.


Acara kelulusan di mulai, bahkan kata sambutan untuk Remon sudah berlangsung. Banyak gadis gadis ruangan itu menatap kagum kedua pria di depan sana. Mereka tidak sadar ada dua gadis yang tidak menyukai hal itu. Siapa lagi jika bukan Melani dan Hana.

__ADS_1


Kedua gadis itu bahkan tidak fokus dengan kata sambutan dan Remon, mereka hanya fokus menatap tajam ke arah gadis gadis yang menatap pria mereka dengan tatapan mendambakan.


Akhirnya tiba giliran Maxim, Maxim memberi sambutan. Dia menatap semua mahasiswa dengan memberi senyuman ramah dan langsung terfokus dengan seorang gadis yang menatapnya tajam. Tentu saja gadis itu Hana. Maxim seketika tidak lagi tersenyum. Mata gadis itu rasanya ingin membunuhnya saat itu juga.


"Demikian sedikit kata sambutan dari kami, jika ada dari kalian yang ingin bertanya silahkan!!" kata Maxim mempersilahkan.


"Gadis di ujung silahkan? Apa yang ingin di tanyakan" kata Maxim mempersilahkan.


"Apa kakak sudah punya pacar? Jika belum mungkin saya bisa mendaftar jadi calonnya!" kata gadis itu tidak tahu malu membuat orang orang disana menyorakinya. Tapi dia tidak peduli. Gadis gadis lain juga penasaran dengan status kedua pria di depan.


"Hahahaha.... Saya pikir kamu akan bertanya seputar dunia kerja. Tetapi yasudahlah, aku akan menjawabnya. Saya belum punya pacar!" jawab Maxim sambil melirik gadis yang dia sukai.


Hana langsung menunduk karena jawaban Maxim. Dia tidak mau sama sekali menatap Maxim. Ingin rasanya dia keluar dari ruangan itu, tapi karena ini acara kelulusan, dia hanya bisa menahan diri. Kedua sahabatnya menenangkan Hana.


"Apa kami bisa mengantri untuk mendaftar diri jadi calon pak? Mungkin untuk pak Remon juga?" tanya gadis lain.


"Hahahaha.... Untuk pak Remon silahkan di jawab" suruh Maxim. Setelah memberi Remon kendali, Maxim menatap gadis yang duduk di kursi barisan kedua. Gadia itu sama sekali tidak menatap ke arahnya. Gadis itu masih tetap menunduk.


"Baiklah saya akan menjawab pertanyaannya meskpun sebenarnya itu sudah tidak sesuai dengan tema pembicaraan kita saat ini. Maaf saya menolak anda semua, saya sarankan adik adik kami tidak menghabiskan tenaga untuk saya karena saya sudah bertunangan!!" jawab Remon sembari mengangkat jari tangannya menunjukkan cincin tunangannya.


"Yahhh!!! Kami sangat iri sama gadis itu! Apa dia cantik?" gadis gadis di ruangan itu seketika mundur setelah Remon menunjukkan cincinnya. Melani sangat senang melihat ekspresi gadis gadis disana.


Dia menatap Remon dan mengedipkan matanya satu ke arah Remon. Remon yang melihat itu seketika tersenyum menatap Melani membuat gadis gadis disana menatap penasaran siapa yang membuat Remon tersenyum. Mereka mencari arah kemana tatapan Remon.


"Apa mungkin Melani? Wah!!! Dia sangat beruntung!!" ada sebagian gadis disana yang mengatakan iri dengan Hana.

__ADS_1


"Mereka cocok, Melani juga cantik!!" ada juga yang merestui mereka.


"Apa sih cantiknya Melani?" ada juga yang menganggap diri mereka lebih cantik dari Melani.


Melani tidak peduli dengan komentar itu. Melani hanya menatap Remon penuh cinta. Tidak sabar ingin segera menikahi pria itu agar seutuhnya menjadi miliknya. Tidak akan ada lagi yang bisa mengambilnya. Disamping kesedihan Hana, ada Melani yang senang karena diakui. Rena sebagai seseorang yang tidak ada hubungan dengan siapapun dengan dua pria di depan hanya bisa tersenyum dengan sikap kedua sahabatnya.


"Tapi tidak masalah pak!! Kami masih ada kesempatan untuk pak Maxim kan??" tanya gadis lain kemudian.


"Tanyakan saja padanya, takutku kalian juga akan kecewa" jawab Remon menyerahkan kendali ke Maxim.


"Maaf adik adik semua, kalian juga tidak memiliki kesempatan. Meskipun saya belum berpacaran, tapi hati saya sudah utuh untuk seorang gadis. Saya tinggal menunggu jawaban darinya, saya harap kalian mendoakan saya agar di terima" kata Maxim meminta doa mahasiswa di ruangan itu.


"Kami tidak akan mendoakannya pak!! Jika kami mendoakannya, berarti kami tidak ada kesempatan lagi dong!!" jawab gadis lainnya membuat Hana yang mendengar itu langsung kesal. Setelah Maxim mengatakan bahwa hatinya sudah untuk satu orang gadis, Hana tidak lagi menunduk. Dia langsung fokus menatap Maxim.


"Wah!!! Saya kecewa kalau begitu!!" kata Maxim sambil tetap tersenyum. Lagian dia tidak butuh doa dari gadis gadis itu.


"Pak direktur, maaf pak jika saya menyalahgunakan acara kelulusan ini menjadi acara pengutaraan perasaan!!" Hana seketika berdiri dan meminta maaf kepada direktur kampus yang merupakan ayah Melani.


"Hahahahahahaha..... Baiklah nak, tidak jadi masalah. Ini acara kalian, jadi saya beri waktu untuk kalian bersenang senang dulu karena acara intinya sudah selesai" jawab Raka Maholtra sambil tersenyum. Dia juga tidak bisa menolak Hana putri sahabatnya itu.


"Hai pak Maxim, apa saya bisa memanggilmu Max???" tanya Hana membuat Maxim menatap Hana penuh bahagia.


Maxim ingat jika Hana memberinya panggilan lain selain pak Maxim, maka Hana menerimanya.


"Tentu saja Honey!!!" jawab Maxim tersenyum senang membuat semua gadis yang menambakan Maxim iri.

__ADS_1


Hana dan Maxim saling melempar senyuman bahagia, mereka tidak peduli dengan komentar orang lain. Banyak juga mahasiswa laki laki yang harus menelan ludah karena menerima kenyataan itu, tidak ada kesempatan untuk mengambil Hana.


__ADS_2