
"ketika dia mendapatkan kesalahannya bukan berarti kamu harus meninggalkannya"
Bel masuk pun sudah berbunyi tanda bahwa para siswa harus masuk ke kelasnya masing-masing. Tapi tidak dengan hans dan kevin mereka harus tetap diruangan osis untuk menyelesaikan beberapa tugas yg masih tergeletak dimeja mereka, saat sedang fokus dengan tugasnya masing-masing, Andin dengan terburu-buru membuka pintu osis dengan keras.
"hans, vin ada yang berantem di lapangan basket! Mereka udah bikin satu orang pingsan! Tolong pisahin mereka ya karena cuma lu hans yang bisa bikin Anton berhenti! Gw ke ruang BP dulu buat manggil guru"
Setelah Andin selesai berbicara mereka langsung menuju lapangan basket, sesampainya disana hans dan kevin langsung masuk kelapangan basket dan melerai perkelahian tersebut.
"LU GILA YA TON! INI SEKOLAH BUKAN ARENA PERTARUNGAN!" kata hans dengan tatapan mata yg tajam.
"Gausah ikut campur deh, dasar sampah!"
"TON UDAH! GW RASA LU PERLU DI SKORS BIAR OTAK LU SADAR, AYO KE BP!"
"dan lu ikut gw! Gausah macem-macem jadi anak deh ribet lu" kata Kevin sedikit menoyor kepala anak tersebut.
__ADS_1
Saat hans membawa Anton pergi dari lapangan basket, dia melihat alyn yg sedang menatapnya dengan marah.
"Dia kayaknya bener-bener marah sama gw" gumam hans sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Cewek yang tadi dibully fans lu si Zahra? Ohh jadi hans suka sama cewek itu, cantik sih tapi lu beneran suka sama dia? Terus perasaannya andin gimana? Masih lu anggap dia adek lu setelah foto kemesraan kalian diunggah sama andin? Jadi cowok tuh yang bener coy pilih salah satu buat diseriusin" kata Anton sedikit terkekeh melihat sahabatnya yang sedang dilanda kebingungan.
"Berisik lu, mau nerima hukuman aja pake ceramahin gw lu"
"Gw mah cuma bilang mau diterima atau ga ya terserah lu, cuma kalo lu milih andin berarti lu harus jauhin cewek itu"
"Sumpah Andin cuma adek gw doang, dianya aja yg ke pedean kayak fans-fans gw" sambil menoyor kepala Anton.
Dia pun segera menarik tangan alyn dan membawanya jauh dari kevin, tapi apa yang terjadi alyn justru menolaknya dan menampis tangannya dengan cukup kuat.
"Tidak usah pegang-pegang! Saya tidak suka terlibat denganmu lagi!"
__ADS_1
Begitu kagetnya saat hans mendengar kata-kata itu, baru kali ini ada perempuan yang berani berbicara lantang seperti itu, namun hans tidak merasa marah tetapi dia merasa kecewa, bukan dengan alyn melainkan dengan dirinya, mengapa tidak menolong alyn saat kejadian itu.
"Lyn iya tau gw salah, tapi ga gini caranya gw akan perbaiki semuanya tolong!"
Sesudah mendengarkan hans, dia menatap hans cukup lama lalu pergi dari hadapan lelaki itu, alyn tidak perduli dengan semua perkataan hans, dia hanya tidak ingin hidupnya yang tenang menjadi rumit hanya karena satu lelaki.
Saat alyn sedang berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba dari arah belakang ada yg menarik tangannya lalu membalikan tubuhnya dan memeluk dia sangat erat.
"Plis jangan hindarin gw Lyn, gw sayang lu"
Nah hayo gimana perasaan alyn?
Terus kalo alyn marah bagaimana dengan kencannya?
Apakah alyn akak terus marah dan menjauh dari hans?
__ADS_1
Jangan lupa vote dan comment ya!
To be continued...