STRANGE GIRL

STRANGE GIRL
CURHAT KE SAHABAT


__ADS_3

Setelah Hana berpamitan dengan seluruh karyawan yang selalu berhubungan baik dengannya, Hana meninggalkan perusahaan. Ada perasaan sedih karena harus berpisah dengan orang orang yang baik dengannya. Tetapi biar bagaimanapun, jika ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan.


Hana melangkahkan kakinya memasuki kampus. Hana memesan grab online karena dirinya tidak membawa kendaraan. Hana sedikit menarik nafas kuat dan memasuki ruangan dosen. Dosen ini terkenal galak. Hana mendengarnya dari senior senior terdahulu. Setelah merasa tenang, Hana masuk setelah mendapat ijin.


"Pagi bu!! Bagaimana kabarmu bu?" tanya Hana mencoba berbasa basi.


"Kabar saya baik!! Duduk Hana!! Saya periksa dulu perkembangan skripsimu" kata dosen itu mempersilahkan Hana duduk.


"Terima kasih bu!!" jawab Hana sopan. Hana menatap lembaran lembaran yang di periksa dosennya. Takut dirinya akan membuat banyak kesalahan.


"Ini sudah bagus, minggu depan mungkin kamu sudah bisa sidang. Persiapkan dirimu!" kata dosen pembimbing membuat jantung Hana seketika berdetak cepat. Bukan berarti Hana jatuh cinta, tetapi Hana sedikit takut setelah mendengar kata sidang.


"Baik bu!! Terima kasih untuk bimbingannya selama ini!!" kata Hana berterima kasih sembari merapikan lembaran lembaran yang sudah dosen pembimbingnya periksa.


"Oh iya Hana!! Apa perencanaanmu setelah lulus?" tanya dosen itu penasaran. Mengingat Hana juga termasuk mahasiswa pintar di kampusnya.


"Saya akan mencoba bekerja di perusahaan tempat saya magang bu!" jawab Hana, meskipun sebenarnya Hana masih ragu dengan keputusannya.


"Apa kamu tidak tertarik ke perusahaan Sunitra? Perusahaan itu juga termasuk perusahaan ternama. Tapi tak apa apa, jika kamu tidak bisa di perusahaan tempatmu magang, kamu juga bisa mencoba di perusahaan Sunitra grup" kata pembimbing mencoba memberi arahan. Dia tidak tahu Hana adalah putri pemilik perusahaan Sunitra. Tentu saja Hana akan di terima di perusahaan itu. Tapi Hana tidak memberitahu.


"Mudah mudahan saja bu. Doakan saya! Permisi bu!" jawab Hana dan segera pamit. Hana tidak ingin di cecar lebih banyak pertanyaan. Mengingat ini sudah hampir siang. Hana tidak ingin kedua sahabatnya menunggu lama di parkiran.


"Sorry gue lama!! Loh berdua beruntung cepat selesainya!!" kata Hana sembari meminta maaf.


"Siapa suruh dosen pembimbingmu sakit? Kan gak salah kita, lagian kita gak tahu kapan sakit itu datang!!" jawab Rena membantu Hana mengambil barang bawaan.


"Sudah gak apa apa!! Yang pentingkan sudah selesai!! Masalah sidang itu urusan selanjutnya. Sekarang kita rayakan pesta acc skripsi kita!!" sahut Melani yang duduk di kursi setir.


"Let's go!!! " jawab Hana dan Rena serentak.


Melani langsung melaju ke tempat mereka biasanya berkumpul saat SMA. Tujuan pertama yaitu tempat nongkrong dekat SMA dan tujuan selanjutnya yaitu mall, tempat mereka akan bermain time zone. Ketiga gadis itu bahkan melupakan umur yang sudah tidak muda lagi.


"Guys!! Gue gak bisa lama lama mainnya, ada urusan mendesak!" kata Hana sebelum mereka hanyut lebih lama di dunia ketiga gadis itu.

__ADS_1


"Buru buru kemana? Gak biasanya! Gak ada acara keluarga yang gue gak tau kan?" curiga Melani. Melani pasti tahu kalau ada acara di keluarga Sunitra. Mengingat dirinya sudah termasuk keluarga Sunitra meskipun belum benar benar utuh.


"Gak dong kakak ipar!!! Adik iparmu tidak mungkin tidak mengundangmu dan juga Rena" jawab Hana jujur. Hana tidak mau Melani sakit hati.


"So??" tanya Melani semakin penasaran.


"Jangan jangan loh ada rahasia dari kita berdua??" Rena semakin mencurigai Hana. Raut wajah kedua sahabat Hana terlihat mengintimidasi.


"Itu.... Tapi loh berdua harus janji gak akan tertawai gue!!" ancam Hana. Hana memutuskan untuk menceritakan kisahnya selama magang.


"Janji!!!" sahut Melani dan Rena bersamaan.


"Maxim...." Hana terdiam tidak melanjutkan ucapannya.


"Kenapa kak Maxim?? Apa dia menyiksamu selama magang?" Melani memutar mutar tubuh Hana seakan akan memeriksa keadaan Hana.


"Kita harus kasih pelajaran ke kaka Maxim. Bisa bisanya dia menyiksa sahabatku!!!" Rena memberi dukungan seutuhnya ke Hana.


"Jadi??? Apa masalahnya??" tanya Melani.


"Maxim, dia.. Dia ngungkapin perasaan ke gue!!" jawab Hana cepat. Dia sedikit malu dengan kenyataan itu.


"What?????" kedua sahabat Hana syok mendengar berita dari Hana.


"Ren!!! Coba cubit gue! Gue gak mimpi kan??" pinta Melani.


"Auhhh.... Sakit!!!" gue gak mimpi.


"Waoooo..... Luh buat jurus apa untuk memenangkan hatinya?? Ini Hot News tau!!!" kata Melani.


Rena langsung mengajak kedua sahabatnya untuk duduk di kursi panjang yang di sediakan di time zone.


"Gak tau!!! Gue biasa saja sikapnya!!" jawab Hana santai.

__ADS_1


"Eh Mel!! Cara loh nanya seakan akan sahabat gue ini gak punya daya pikat yang kuat aja!!! Hana tuh punya daya pikat luar biasa tau!!! Loh gak ingat semasa SMA banyak yang pengen pacaran sama dia, tapi di tolak semua" Rena membongkar kembali masa masa SMA mereka.


"Hahahahaha..... Benar benar. Gue lupa, ternyata Hana kita adalah wanita sipemberi kegalauan!!" Melani tertawa. Dia mengingat kembali kejadian SMA mereka.


"Kalian berdua kok jadi ngejek gue sih??" Hana tidak terima dikatai kedua sahabatnya.


"Kita gak ngejek!! Kita hanya memuji kehebatan sahabat kita kok, iya kan Mel!!" kata Rena menenangkan Hana yang hampir salah paham.


"Terserah deh!! Yang penting nanti kita cepat balik ya!!" pinta Hana sembari tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Uluh uluh!!!! Sahabatku akhirnya jatuh cinta!! Aku kapan????" sungut Rena membuat kedua sahabatnya tertawa.


"Pasti ada waktunya sayang!!!" jawab Melani. "Tapi ngomong ngomong Han, loh suka kak Maxim juga kan?? Jangan jadi cinta bertepuk sebelah tangan dong!!! Sakit tau!!" Melani mencoba mencari tahu tentang perasaan sahabatnya.


"Menurut loh berdua?" Hana bertanya balik. Memberikan tatapan selidiknya.


"Gue ragu, secara lohnya susah jatuh cinta!!" tebak Rena.


"Loh bego sih Ren, gak bisa baca situasi luh!! Lihat gak muka Hana pas bilang kak Maxim ngungkapin perasaan?? Jangan jangan loh gak pintar baca ekspresi lagi?" kata Melani tidak terima dengan pendapat Rena.


Rena mencoba mengingat kembali. Seketika bola matanya membulat. "Loh juga suka kak Maxim?? Waooo..... Sejak kapan??" tanya Rena terkejut dengan perubahan Hana. Hana yang bisa menolak semua pria yang mengajaknya berkencan akhirnya luluh dengan Maxim.


Hana lagi lagi tersenyum. "Sebenarnya gue udah pernah suka Maxim sebelum ketemu. Gue suka dia dari online, dianya muncul diberanda ig gue!!! Tapi setelah ketemuan, gue sempat benci karena tingkahnya yang nyebelin" jelas Hana.


"Trus trus trus!!!" tanya Rena dan Melani bersamaan. Mata keduanya fokus menatap Hana yang sedang bercerita.


"Yah setelah gue magang disana, ternyata dianya baik. Yaudah deh, pintu hati gue tercerahkan kembali!!" tambah Hana menjelaskan dengan penuh seksama.


"Wao Han!!! Ternyata selama ini loh sembunyiin ini dari kita berdua ya!! Jahat benar luh!!" Melani tidak terima karena tidak mengetahui perjalanan cinta sahabatnya.


"Bukan begitu!! Gue hanya gak mau loh berdua tertawakan karena gue suka sama orang yang belum pernah gue temui!!!" Hana jujur sembari menutup wajahnya karena malu.


"Hahahahahahaha......" kedua sahabat Hana akhirnya tertawa puas mendengar pengakuan Hana. Adegan pertama mereka melihat Hana malu malu karena seorang pria. Itu adalah adegan luar biasa untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2