
"Assalamualaikum." Suara salam terdengar berbarengan dengan ketokan pintu. Karena sebelum masak tadi Andini sengaja mengunci pintu masuk rumahnya sebab takut terjadi kejadian yang menakutkan seperti sebelumnya. Andini yang lansung membukakan pintu karena suara salam tersebut tidak asing baginya. Benar saja itu suara Rasya suaminya.
"Waalaikumussalam. Tumben cepat pulang biasanya lembur bahkan sampai malam." Ucap Andini membawakan masuk tas jinjingan Rasya berjalan di sampingnya menuju kamar mereka.
"Iya kebetulan tadi jadwal aku mengajar tidak padat." Jawabnya. Rasya yang sudah seminggu lamanya diterima mengajar tahfiz di sekolah pesantren darussalam.
Andini mengangguk kecil menandakan kalau ia paham maksud dari suaminya.
"Ya sudah. Mandilah dulu. Tadi aku sudah siapkan makan malam." Ucap Andini kemudian sambil membawakan handuk di tangannya juga baju ganti di atas kasurnya yang kini ia letakkan.
"Oke. Terima kasih istriku yang manis sekali hari ini." Puji Rasya.
"Oo jadi manisnya hari ini aja?" Ledek Andini sambil ngambek manja.
"Selalu sayangku." Ucapnya kemudian mencium singkat kening istrinya itu.
Selesai membersihkan dirinya dan Rasya lansung menuju meja makan dilihatnya istrinya yang sudah sibuk mempersiapkan makan malam.
Ternyata Andini sudah menyiapkan masakan kesukaannya.
Yaitunya ikan panggang dan tahu kecap. Iya ikan panggang ala chef Andini sangatlah menjadi favorit baginya. Entah sejak kapan Andini pintar memasak, entahlah. Namun rasanya sangatlah khas sekali di lidah Rasya yang membuatnya jatuh cinta pada rasa yang pertama.
"Masya Allah sayang. Ini pasti enak sekali." Rasya mengambil posisi duduk di kursi meja makan.
"Semoga. Ini makan lah dulu!" Jawab Andini menyendok kan nasi dan lauk lengkap ke atas piring Rasya. Kemudian memberikannya kepada Rasya suaminya itu yang sedang duduk menunggu.
"Tidak ada niat kah untuk menyuapi aku?" Sindirnya Rasya.
"Jangan manja. Kan Allah sudah ciptakan dua buah tangan dengan sempurna lengkap dengan penggunaannya." Ucap Andini dengan pasti.
"Ya sudahlah." Ngambek Rasya.
__ADS_1
Rasya yang merasa penuh nikmat dengan makanan itu sudah nambah beberapa kali saking enaknya.
Di sela sela suapannya Andini kini mulai ingin membuka pembicaraan dengan serius.
"Rasya. Aku boleh bicara?"
"Bicaralah!"
"Kemaren ketika Mama dan Ibu kesini mereka membicarakan tentang program hamil." Lanjut Andini menjelaskan.
Rasya yang lansung tersedak mendengar ucapan tersebut. Karena memang belum terpikir akan semua itu. Ingin pasti. Namun melihat kondisi rumah tangganya Rasya mengurungkan sementara niatnya untuk hal tersebut. Tetapi Andini lah yang memulai pembicaraan mengenai hal ini.
"Kamu bicara apa? Program hamil?" Tanya Rasya sedikit gugup.
"Iya." Jawabnya singkat.
"Sedari lama sebenarnya aku ingin membahas ini dengan mu Andini. Karena pada dasarnya sudah layak bagi kita menjadi orang tua. Pernikahan kita sudah lama. Setahun rasanya sudah cukup untuk mengenal, meskipun mengenal tidak dari awal namun rasanya sudah dewasa untuk sebuah hal yang namanya itu anak." Jawab Rasya kemudian.
"Baiklah." Ucap Andini kemudian keduanya sama sama terdiam.
Merenung memikirkan rasanya tidak ada halangan yang membuat Andini tidak akan bisa mengandung. Semuanya terlihat aman terkendali, apalagi setelah ikatan rumah tangga mereka berdua sudah semakin membaik dari hari ke hari.
***
Seminggu setelah pembicaraan program hamil yang dibicarakan Mama Andini dan Ibu Rasya yang sudah dibicarakannya ke Rasya membuat semuanya sedikit menjadi aneh. Di tambah dengan kondisi Andini yang sedikit memburuk. Belakangan ini Andini yang demam tinggi dan merasakan sangat nyeri di bagian perutnya, membuat suasana hati Rasya semakin cemas dan gelisah.
Dengan banyak bujuk dan rayuan Rasya akhirnya berhasil membawa Andini untuk periksa ke Dokter. Setiba di rumah sakit Dokter umum menyarankan Andini diperiksa ke Dokter Anak atau Kandungan. Sebab terlihat beberapa kemungkinan Andini mengalami gangguan pada rahimnya.
"Bagaimana Dok?" Tanya Andini selesai memeriksakan diri di ruangan dokter spesialis anak untuk menanyakan kondisinya juga Rasya suaminya.
"Ini hasil ronsen nya Bu, Pak." Ucap Dokter memberikan selembar kertas berukuran agak lebar dan besar. Mereka yang tidak paham membacanya bagaimana kemudian si Dokter menjelaskannya perlahan.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya karena saya harus membicarakannya. Ibu Andini istri Bapak mengidap penyakit yang biasanya disebut Endometriosis. Salah satu kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi penyebab wanita susah atau sulit hamil adalah Endometriosis.
Penyebab dari Endometriosis adalah jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim justru tumbuh di beberapa lokasi dalam tubuh lainnya.
Pertumbuhan jaringan ini dapat menyebabkan luka yang menyumbat tuba falopi sehingga menghambat pertemuan sel ****** dan sel telur.
Endometriosis dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti radang panggul, mengubah fungsi sistem imun, mengubah kualitas sel telur, dan lain-lain." Ucap Dokter.
Andini dan Rasya keduanya terpaku kaget mendengarnya. Seperti seolah hati yang tersayat sayat mendengar penjelasan dari Dokter. Kemudian beberapa detik setelah masa tegang tak sadarkan diri Andini mengeluarkan air matanya dan membuat tubuhnya serasa lemas dan tak berdaya hingga membuatnya jatuh pingsan.
Andini yang dibaringkan di atas kasur kembali diperiksa lagi dan ternyata ia hanya syok mendengar yang barusan ia dengar.
"Hal seperti ini kerap biasa terjadi Pak. Karena memang duka. Namun kami sebagai dokter harus membicarakan dengan sebenarnya. Pasien berhak tau keadaannya." Ucap Dokter lagi kepada Rasya dan sedang duduk di samping istrinya yang terbaring.
"Tidak mengapa Dok. Jadi bagaimana solusinya lagi Dok?" Tanya Rasya.
"Endometriosis, Penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan jaringan endometrium di luar endometrium itu sendiri. Jaringan ini normalnya berada di lapis terdalam dari tiga lapis dinding rahim. Akan tetapi, akibat penyakit ini jaringan tersebut malah tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Banyak juga orang yang menyebutnya dengan kista endometriosis dan biasanya kista ini tumbuh tepat di ovarium wanita. Gejalanya adalah sakit yang tidak tertahankan saat wanita sedang menstruasi. Gangguan kista ini akan menghalangi proses masuknya ****** ke indung telur, sehingga menyebabkan wanita susah hamil. Cara mengobatinya ialah dengan pembedahan" Jelas Dokter lagi.
"Kita hanya tinggal berdoa dan berusaha. Semoga Bu Andini segera Allah sembuhkan dari segala macam penyakitnya. Ibu dan Bapak segera dititipkan amanah Nya" Lanjut Dokter menjelaskan.
Rasya yang dengan rasa bercampur aduk mengangguk kecil menandakan ia sedikit memahami ucapan dan penjelasan dari Dokter yang menangani Andini.
Rasya yang mendekat kepada istrinya yang masih pingsan karena syok tadi kemudian Dokter juga ikut mengikuti.
"Tidak mengapa Pak. Sekarang istri Bapak tidur karena saya memberikannya obat bius agar nanti ketika sadar ia tidak terlalu syok dan panik lagi." Jelas Dokter
"Terima Kasih Dok" Jawab Rasya.
"Sementara saya buatkan resep obat untuk mengobati agar pertumbuhan jaringan penyakitnya tidak terlalu meradang agar tidak semakin parah." Jelas Dokter lagi.
Rasya yang mengambil resep dari si Dokter kemudian membawanya ke apotik terdekat untuk menebusnya.
__ADS_1