
Assalamualaikum para pecinta novel Suami SHOLEH untuk ANDINI.
Semoga untuk cerita di setiap episodenya para reader suka ya.
Terima kasih telah setia pada Suami SHOLEH untuk ANDINI.
Terima kasih untuk setiap dukungan dan sarannya.
Terima kasih untuk segalanya.
Andini pamit undur diri dulu ya.🙏🙏🙏🙏
Kita break dulu di kisah percintaan Andini dan Rasya.
Jangan lupa baca juga novel karya @SerliRaidatul lainnya yang berjudul.
ONE DAY.
Trailer.
***
One day,
akan ada satu hari dimana aku akan menemukannya.
Dimana semua luka dan isak tangis berhenti dengan sendirinya.
Ya.
Saat kedua tangannya meraih aku untuk sebuah pelukan.
Lalu dia berkata "Maaf aku terlambat datang."
***
Aditya yang menoleh kebelakang terlihatlah calon istri menuju masuk dan ke arahnya. Dengan mata tanpa kedip Aditya melihat Shella penuh kekaguman. Ternyata yang akan menjadi istrinya cantiknya masya allah.🤗
Tak lama kemudian sampailah Shella tepat di samping Aditya duduk lalu Shella pun mengambil posisi untuk duduk di samping Shella dan di depan penghulu.
"Bagaimana. Calon pengantin sudah di tempat. Apa sudah siap?" Tanya Bapak penghulu.
Setelah mengiyakan maka dibukalah acara dengan permulaan pengajian dan muhasabah diri pengantin juga disertai doa sebelum akan diadakannya akad juga diikuti acara minta maaf ke Ibu Bapak.
__ADS_1
Setelah selesai maka acara intinya akan dimulai.
Dengan wajah lumayan tegang Aditya yang sudah selesai berwudhu mulailah Aditya membalas jabatan tangan Papa Shella dan memulai mengucapkan ikrar yang sakral.
"Sah." Ucap para saksi.
Maka dari ucapan saksi tersebut selesailah acara akad pernikahan yang artinya Shella dan Aditya tidak calon pasangan lagi. Melainkan sudah menjadi pasangan suami istri.
***
Ada beberapa kenangan yang mungkin harus dipaksa untuk pergi.
Namun ada juga beberapa yang dibiarkan menemani.
Mungkin masih ada kisah yang belum usai.
Namun akan selalu ada masa depan yang tertantang.
Sejauh apapun kaki melangkah,
dan sejauh apapun diri berlari.
Jika memang bukan seharusnya,
maka biarkanlah semuanya menjadi bunga yang pernah mekar.
semuanya sudah berjalan dengan semestinya.
Biarkan waktu yang terus berputar,
menyusuri jalan yang seharusnya ia lalui.
Jangan hentikan,
jangan coba untuk menghindari.
Biarkan semuanya mencair seperti apa yang seharusnya.
***
Bukan Surga yang Ku Rindukan.
Trailer
***
__ADS_1
"Mas, apa apa an ini? Kenapa kamu bawa perempuan ini kesini?" Teriak Retha frustasi.
"Sementara waktu Dek. Sebelum Mas bisa membelikannya rumah." Jawab Shaka.
"Maafkan saya Mbak. Jika Mbak tidak berkenan saya akan pergi."
"Saya biar ngekos aja dengan Ezra Mas." Ucap Anindya.
"Aretha yang lansung pergi tanpa memperdulikan lagi keduanya yang masih berdiri disana.
***
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam. Iya Mbak silakan masuk." Ucap Anindya teman sekaligus atasannya di kantor.
"Iya. Sendirian aja. Suamimu mana?" Tanya Aretha.
"Lagi keluar Mbak. Ada sama Ezra kok." Jawab Diya
"Mbak duduk dulu. Saya ambilkan minum." Ucap Diya lagi.
"Jangan repot. Saya kesini cuma memberimu ini agar secepat mungkin bisa selesai." Retha memberikan berkas dalam map berwarna pink muda.
"Oke Mbak. Saya akan kembali." Diya pergi meninggalkan Retha di ruang tamu untuk mengambilkan minuman.
"Astagfirullah." Suara gemetaran itu terdengar jelas ketika Retha melihat ada sesuatu benda yang terpampang jelas didinding Anindya.
Foto pernikahan.
"Kenapa itu seperti Mas Shaka?" Retha sangat kaget.
Dan tanpa menghiraukan apa apa lagi ia lansung berdiri dari duduknya. Dan pergi dengan langkah gontai meninggalkan ruangan tamu itu.
Ada apa ini.
Kenapa ada foto Mas Shaka di rumah Diya?
Kini matanya yang sembab kian mengeluarkan bulir bulir air yang menggenang di pipi nya.
"Tuhan. Apa yang telah terjadi selama ini. Apa maksud dari semua ini. Siapa Anindya? Ada apa dengan Mas Shaka." Retha benar benar putus asa di tengah derasnya hujan. Ia menangis sejadinya.
***
__ADS_1
Wassalam author.