Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Tangisan di Balik Cadar Arumi


__ADS_3

Suara tangisan Arumi menggema di dalam ruangan di rumah itu. Sebentar saja menangis lansung saja Orang tua angkat si bayi kecil bernama Arumi itu datang menenangkan.


Meskipun tidak orang tua kandung namun Arumi sudah melihatkan kedekatan dan kenyamanan darinya kepada Andini maupun Rasya. Sebab sudah sebulan bersama Andini dan Rasya begitu sangat menyayangi Arumi.


"Sayang bisa tolong belikan susu formula Arumi. Sekarang tinggal sedikit lagi stok kita." Ucap Andini meminta bantuan Rasya sebelum Rasya akan berangkat kerja.


"Baiklah sayang. Sebentar ya aku beli dulu." Jawabnya lembut.


"Oke sayang." Jawab Andini kemudian menggendong Arumi dan sedikit bernyanyi merdu untuk menidurkan Arumi.


Sinta senang sekali melihat anaknya itu. Setelah menikah dengan Rasya banyak sekali perubahannya mendekati lebih baik dari Andini yang sebelumnya.


Sinta terus berucap syukur melihat kehidupan bayi kecilnya dulu Andini yang sudah dewasa sekarang dan sudah bisa dengan ikhlas menerima dan menjalani kehidupannya sekarang.


Sinta yang masih berada di rumah Andini, karena setelah kejutan adanya Arumi kecil dirumah Sinta dan Rina memutuskan untuk sama sama tinggal disini agar bisa sama sama merawat bayi Arumi. Namun tadi pagi pagi Rina memutuskan untuk pulang sebentar ada sesuatu yang perlu ia jemput kerumahnya.


Tinggal lah Andini Sinta dan Arumi saat ini.


Sinta yang tiada henti hentinya mengucap syukur atas nikmat yang sudah Allah hadiahkan di tengah tengah keluarga besar mereka. Lewat Arumi semuanya kembali normal seperti apa yang seharusnya.


Meskipun sesekali masih ingat akan kehilangan sosok suaminya dan tentang penderitaan anaknya lewat penyakit yang sekarang ia alami. Masih dalam pengobatan dari dokter seluruh usaha dan doa selalu terpancar untuk Andini.


Nyanyian Andini terhenti ketika Rasya sudah datang membawakan susu formula untuk Arumi dan Arumi pun sekarang sudah tertidur begitu pulas nya di gendongan Andini.


"Sayang ini susu nya." Ucap Rasya mendekati Andini dan memberikan kantong kresek berisi susu formula di dalamnya.


"Terima kasih sayang. Diam lah! Anak kita tertidur." Ucap Andini sambil berusaha pelan pelan menidurkan Arumi di tempat tidurnya.


Rasya yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manisnya Andini saat ini.


Selesai menidurkan Arumi, Andini kemudian menghampiri Rasya kembali.

__ADS_1


"Jadi berangkatnya sayang?"


"Iya sayang. Ini udah mau berangkat." Jawabnya dan menyandang tas berisi perlengkapan untuk keperluannya nanti ketika acaranya.


"Sudah semuanya di dalam tas! Nanti jangan sampai telat makan sayang." Ucap Andini begitu penuh perhatian.


"Oke sayang. Terima kasih banyak. Love You." Ucap Rasya mengecup singkat kening Andini.


Tanpa jawaban apapun Andini hanya tersenyum senang melihat perlakuan manis suaminya itu.


Andini yang menyalami tangan suaminya itu dan Rasya pun turun kebawah.


"Ma. Aku pergi dulu. Titip Andini dan Arumi ya Ma." Ucap Rasya kemudian menyalami tangan Sinta.


"Baiklah nak. Hati hati nak." Jawab Sinta kemudian.


***


Ajaran Agama Islam yang terus di tanamkan Andini kepadanya. Juga dibantu Rasya untuk menambah wawasan Arumi menjadikan ia wanita sholehah kelak jika sudah dewasa.


Beberapa tahun kemudian


Andini yang menyekolahkan Arumi di pondok pesantren miliknya sendiri membuat perkembangan Arumi semakin baik dan lebih baik lagi.


Andini yang sejak kehadiran Arumi di tengah tengah kehidupannya sekarang sudah istiqomah memakai cadar / penutup wajah, dan juga mengajarkan Arumi memakainya. Selain menjaga kehormatannya Andini mengajarkan juga tentang ilmu agama yang wajib kokoh ia genggam erat. Bahwasanya Rasya tidaklah mahram bagi Arumi sendiri. Sebab bagaimana pun juga Rasya bukan ayah kandungnya sendiri.


Arumi tumbuh kian mendewasa, dan ketika rasanya sudah mampu ia mengerti dan pahami. Rasya meminta Arumi juga Andini duduk bersama.


"Arumi sayang. Sini nak! Bapak ingin bicara." Panggil Rasya.


Andini turun kebawah membawakan Arumi bergandengan mendekati Rasya.

__ADS_1


"Bapak akan membicarakan tentang dirimu nak. Sekarang usiamu sudah cukup dewasa untuk mengerti segalanya nak." Jelas Rasya setelah Arumi sudah duduk di hadapannya.


"Iya Bapak. Ada apa?"


"Sebenarnya kami bukanlah orang tua kandung mu nak. Makanya selama ini Ibumu lah yang selalu mengajarkan banyaknya larangan tentang kita sayang. Bapak selaku bapak angkat mu tetaplah bukan mahram bagimu nak." Jelas Rasya.


"Kamu kami adopsi 15 tahun yang lalu nak. Ketika usiamu masih 4 bulan sayang. Dengan berat kata dan hati kami harus memberi tahu kebenarannya sayang." Lanjut Rasya.


"Jadi aku bukan anak kandung Bapak dan Ibu?" Arumi kini menangis meneteskan bulir bulir air matanya penuh kesedihan. Meskipun tak terlihat jelas di balik cadar Arumi namun Andini dan Rasya mengetahui isi hati anak itu. Dan membuat Andini pun tidak tahan melihat tangisan putrinya itu.


Andini kini memeluk tubuh Arumi.


"Nak. Bapak dan Ibu sudah anggap kamu sebagai putri kandung Bapak dan Ibu. Bapak sayang sama kamu nak. Ibu juga menyayangimu lebih dari apapun juga. Kamu segalanya bagi kami. Kamu pelengkap dan anugerah yang paling indah kami dapatkan sayang." Ucap Andini.


"Karena itukah Bapak tidak pernah memeluk aku Pak?" Tanya Arumi.


"Benar sayang. Bukan karena Bapak tidak sayang padamu. Melainkan itu di antara kita ada benteng yang menghalangi nak. Bapak sangat sayang padamu." Jawab Rasya.


"Terima Kasih Pak Bu. Selama ini sudah merawat dan menjaga Arumi dengan penuh kasih sayang. Hingga Arumi pun tak menyadari Bapak dan Ibu adalah orang tua angkat Arumi. Arumi sayang pada Bapak dan Ibu." Ucap Arumi menangis sejadinya.


Hatinya pedih, namun selama 15 tahun ini tiada kesedihan yang di buat oleh Andini dan Rasya padanya. Kasih sayang yang luar biasa. Membuatnya pun sangat amat begitu sayang pada mereka.


"Tapi Bu. Siapa orang tua kandung Arumi? dan dimana mereka sekarang? kenapa mereka tidak pernah menengok Arumi kesini?" Tanya Arumi bertubi.


"Orang tua kandung kamu sudah meninggal dunia nak sebelum kami adopsi kamu." Jelas Rasya lagi.


"Siapa nama Bapak dan Ibu kandung Arumi Pak?" Tanya Arumi kepada Rasya.


"Nama Bapak kandung kamu Bagas dan Ibu kamu bernama Tasya nak." Jawab Rasya yakin karena setelah mengadopsi Arumi Rasya mencari banyak informasi tentang Arumi agar bisa menjelaskannya ketika dewasa kini.


..."Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongga nya, dan Dia tidak menjadikan istri-istri mu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkat mu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan mu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)," Al Quran Surat Al Ahzab ayat 4)....

__ADS_1


...Selain itu hadits Rasulullah yang berbunyi: Barangsiapa yang mengaku ayah kepada selain ayahnya atau bersandar kepada yang bukan walinya, maka laknat Allah, juga para Malaikat dan semua manusia menimpa mereka, dan pada hari Kiamat, Allah tidak akan menerima dari mereka, baik yang fardhu maupun yang sunnah. (HR Muslim)....


__ADS_2