Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Wilona Patah Hati


__ADS_3

Rasya yang tengah sibuk mempersiapkan berbagai macam keperluan untuk acara besar bagi adik semata wayangnya itu Rafki.


Setelah berbincang bincang dalam keluarga juga dengan keluarga pihak calon akhirnya di dapatkan lah keputusan untuk segera menikah. Agar tidak timbul fitnah di kemudian hari. Meskipun menikah Rasya tidak memperbolehkan Rafki untuk tinggal bersama dengan istrinya melihat kondisi istrinya yang sedang berisi ia nikahi.


Karena berbagai pendapat ulama dan ulil amri mengatakan jika seseorang menikahi perempuan hamil, itu bukanlah halal baginya. Kecuali menikah lagi ketika masa persalinan sudah di laksanakan dan masa nifasnya juga berakhir.


Seperti penggalan pendapat di bawah ini.


Pendapat Mazhab Al Hanafiyah dan Asy Syafi'iyah menghalalkan pernikahan tersebut, baik dilakukan   laki-laki yang menjadi ayah dari si bayi atau laki-laki lain yang bukan ayah si bayi. 


Tapi penting untuk dijadikan catatan, meski kedua mazhab ini membolehkan terjadinya akad nikah, namun kebolehannya berhenti hanya sampai pada akadnya saja. Sedangkan hubungan seksual suami istri hukumnya haram dilakukan, sebagaimana dalil yang ada.  


Mazhab Al Malikiyah dan Al Hanabilah berpendapat bahwa menikahi wanita yang dalam keadaan hamil akibat berzina dengan laki-laki lain hukumnya haram. Keharaman ini berlaku mutlak untuk laki-laki yang menghamilinya atau ayah si bayi dan laki-laki lain. 


Dasar keharamannya adalah dalil-dalil berikut ini. Nabi Muhammad SAW bersabda: "لَا تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ "Janganlah disetubuhi (dikawini) seorang wanita hamil (karena zina) hingga melahirkan." (HR. Abu Daud).  


Dari Said bin Al-Musayyab bahwa seseorang telah menikah dengan seorang wanita, namun baru ketahuan wanita itu dalam keadaan hamil. Maka kasus itu diangkat ke hadapan Rasulullah SAW dan beliau memisahkan antara keduanya. (HR Said bin Manshur).


Ustadzah Aini dalam kesimpulannya menjelaskan, wanita yang sedang hamil bukan dari hasil berzina maka halal bila dinikahi lagi oleh suaminya sendiri. Karena rujuk setelah talak bainunah shughra.  


Seperti itulah hasil pemikiran juga referensi yang author ketahui dan cari tahu.


...Jangan anggap cerita mengenai hadis hadis yang tertera ini seratus persen benar ya pada reader kesayangan. Kita sama sama cari lebih tau kebenarannya dan sama sama belajar dalam ilmu agama. Semoga Allah selalu memberi kita ilmu hadis yang benar dan lurus. Jangan sampai kita tersesat dari jalannya yang lurus. Sungguh yang demikian itu menjadi tanda tanda bagi kaum yang berfikir....


Kevin baru saja mendapat televon dari Rasya kemudian pergi menemui istrinya.


"Dek. Besok kita kerumah Rasya bagaimana?" Tanya Kevin.


"Ada acara apa Mas?" Tanya Jena penasaran.


"Tadi aku di televon Rasya. Katanya besok akan di adakan pengantar lamaran untuk Rafki." Jawab Kevin.


"Rafki adiknya itu Mas. Lamaran kemana?" Tanya Jena lagi.


"Kalau nggak salah namanya Lina. Perempuan yang ia selamatkan." Ucap Kevin sedikit yakin.

__ADS_1


Wilona yang tanpa sengaja mendengar ucapan kakaknya itu dari samping ruangan tamu.


Dug dug dug jantung Wilona berdegub sangat kencang sekali.


Sakit ini sungguh tidak tertahan.


Bumi rasanya berhenti berputar.


Cahayapun terasa ikut menghilang.


Nafas seolah berhenti bekerja.


"Rafki dan Lina. Siapa Lina?" Rintih Wilona dalam hatinya.


"Kenapa sesakit ini rasanya? Aku juga bukan siapa siapa olehnya?" Ucap Wilona lagi di hatinya.


Ia terus merintih di hatinya. Tanpa ia sadari kini ia telah sampai di depan pintu kamar. Air matanya pun tak disadarinya sudah membasahi pipinya sedari tadi.


Wilona yang begitu lelah pulang kerja dan lansung saja berbaring diatas kasurnya dengan perasaan yang masih belum dapat ia artikan.


***


"Sudah sayang. Oh iya aku lupa izin. Tadi aku menelepon Kevin untuk ikut juga dalam acara kita besok." Ucap Rasya.


"Tidak mengapa sayang. Baguslah kalau kita rame kan." Jawab Andini.


Rasya kemudian mengambil alih kesibukan Andini yang sedang mempersiapkan berbagai macam keperluan lamaran Rafki.


Karena hari ini juga besok ia sudah mengambil cuti izin bekerja dari atasan pihak Sekolah.


Meskipun tidak bisa menjadi penerus mendiang ayahnya mengajar di Pondok Pesanten mendiang ayahnya. Karena Pondok tersebut terjadi bencana, yaitunya kebakaran sebelum Rasya pulang dari Mesir.


Kini Rasya mengajar di Pondok Pesantren milik Papa Andini. Sebelumnya ia menolak sebab rasa ingin untuk bangkit sendiri dan berusaha sendiri. Namun akhirnya Rasya setuju setelah beberapa banyak usaha Andini membujuknya.


"Dady." Panggil Lina kepada ayahnya.

__ADS_1


"Iya Nak." Jawab Nazar Margayono suami mendiang Retha Setiani orang tua kandung dari Lina Margaretha.


Sebelumnya mendengar kabar anak semata wayangnya itu salah dalam bergaul bahkan sampai mengandung Nazar sangat kecewa dan marah. Bahkan sampai mengusir sang putri karena saking kecewanya.


Lina bukan terlahir dari alhi agama. Juga di Jakarta tinggal bersama tantenya. Karena sang Dady berada di luar kota urusan kerjaan dan menetap disana bertahun tahun. Kota terakhir yang ia tempati adalah Jepang. Pergaulan yang moderen bagi sang Dady bukanlah masalah besar. Namun sampai kelewatan dan hamil diluar nikah siapa yang tidak marah.


Berkat Rafki yang menyadarkan cara berpikir Nazar akhirnya Nazar mencari keberadaan Lina hingga bertemu kembali.


"Maafkan Lina Dady." Ucap Lina.


"Sudahlah Lin. Jangan bahas lagi. Ucapanmu itu menikam Dady. Lebih baik pikirkan masa depanmu dengan Rafki. Untung ada pria yang mau menampungmu dan janinmu tanpa mengenal siapa ayah dari janinmu lebih dulu." Ucap Dady keras.


Lina menyadari kesalahannya dan hanya menunduk hormat. Rasa bersalahnya yang selalu menggebu gebu.


"Tapi ucapan Dady ada benarnya. Angin apa yang membuat Rafki menerimaku. Padahal dia belum mengenalku sama sekali. Tiba tiba ingin menikahiku. Bahkan besok acara lamaran kami. Tinggal menghitung hari kami akan menikah." Ucap Lina dalam hatinya. Duduk termenung di pojok ruangan kamarnya menghadap ke jendela. Memandangi gedung gedung yang menjulang tinggi.


***


"Kenapa harus lelaki itu menjadi pusat rasa cinta ini Tuhan? Kenapa?" Teriak Wilona dalam kamarnya yang kedap suara itu.


"Kenapa takdir begitu cepat menghalangi. Bahkan ketika aku belum sempat membicarakan isi hati ini. Kenapa Tuhan?" Ucapnya lagi.


Air matanya yang terus berderai berlinangan.


Hatinya benar sesak. Kecewa yang teramat dalam.


Hingga hari inipun ia tidak semangat untuk bekerja. Lansung saja ia izin sakit ke pihak Rumah Sakit. Bukan sakit fisik melainkan hatinya.


"Dek." Panggil Jena mengetok pintu kamar Wilona.


Tiada jawaban dari dalam kamar Wilona, Jena lansung masuk membaca salam.


"Ada apa Dek? Kok nggak masuk kerja?" Tanya Jena menghampiri Wilona.


"Kurang enak badan Kak." Jawabnya singkat dan padat.

__ADS_1


"Coba Kakak liat." Jena meraba kening milik Wilona. Kening mulus dan putih bersinar itu.


"Sepertinya nggak demam Dek." Jena melanjutkan ucapannya.


__ADS_2