Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Lomba renang


__ADS_3

"Selamat pagi sayang." Ucap Rasya ketika melihat Andini membuka mata nya perlahan.


"Selamat pagi sayang." Balas Andini.


"Gimana tidurnya sayang? Enak? Pulas kan?" Tanya Rasya bertubi.


"Hmm lumayan lah ya Mas." Balas Andini sedikit menggoda Rasya.


"Tuh kan mancing nih. Kamu mau lagi sayang. Iya." Ucap Rasya mendekat semakin mendekati Andini.


"Mau lagi bulan madunya. Bikin de** sayang." Goda Rasya terus terusan.


Berhasil membuat Andini jadi malu sendirinya.


Berusaha mundur, hingga akhirnya terpeleset. Lagi dan lagi Rasya menangkap tubuh istrinya dengan sigap dan tepat.


"Terima kasih sayang. Hampir aja aku jatuh. Karena Mas tuh." Ucap Andini.


"Kok karena Mas sih sayang? Kan Mas nggak-nggak ngapa-ngapain." Balas Rasya.


"Nggak ngapa-ngapain apanya Mas. Jelas kamu ngegodain aku terus. Baru bangun juga, udah dapat godaan menerkam. Kan serem." Elak Andini.


"Serem tapi suka kan sayang?" Goda Rasya terus berlanjut.


"Apa sih Mas. Udah deh, aku mau mandi dulu." Andini berusaha menghindar.


Namun ketika Andini berdiri dan berniat pergi ke kamar mandi, Rasya lansung menangkap tangannya sebelah kanan.


"Mau kemana sayang?" Tanya Andini.


"Mandi Mas. Kek mau kemana aja?" Balas Andini.


"Mas juga belum mandi. Barengan yah sayang." Ucap Rasya.


"Nggak ah Mas. Malu." Balasnya.


"Apanya malu sayang. 16 tahun rasanya cukup untuk menghilangkan rasa malu. Udah skip yang 16 tahun. Malam tadi aja kenapa nggak malu. Bahkan lebih dari mandi berdua. Hihihi." Ucap Rasya yang berniat terus menggoda istrinya.


Namun apa hasilnya, Rasya malah di jitak keningnya pelan namun sedikit sakit hingga Rasya meringis ngilu.


"Sakit sayang." Ucap Rasya dengan nada manjanya.


"Itu aja sakit. Semalam aja nggak sakit." Balas Andini.


"Hah. Iya nih sayang. Semalam rasanya memang tidak sakit. Seperti lebih dari kata senang, serasa aku berada di surga. Serasa pengantin baru dan malam pertama. Gimana kalau kita lanjutin sambil mandi berdua." Ucap Rasya menyentuh pelan dengan telunjuknya dagu mulus milik Andini.


"Apa sih sayang. Kelamaan nih dramanya. Aku mau mandi. Mas tunggu disini." Ucap Andini lansung berjalan kencang sedikit berlari ke kamar mandi karena waspada akan dapat kejaran serangan lagi.

__ADS_1


"Dasar istriku. Bikin jadi makin gemes deh. Hmmm lebih baik aku siapin sarapan pagi kesukaan Andini. Sehabis mandi kan bisa sarapan." Ucap Rasya dalam hatinya, kemudian meninggalkan kamarnya.


Pergi mencari warung, atau sejenisnya.


Yang ada menyediakan Nasi Goreng Padang.


Andini memang suka yang nuansa Padang, sebab rasanya lebih khas. Meskipun bergelimang cabe namun pedasnya pas.


Entah karena keluarga Papanya yang ada aliran darah Padang, lalu mengalir lagi ke Andini.


Selesai merapikan dan menata sarapan di meja kamar Rasya berkemas.


Merapikan dirinya. Tadi sepertinya bohong dan ingin menggoda Andini saja bilangnya belum mandi, nyatanya sudah.


"Morning darling. Welcome dinner ala suami." Ucap Rasya setelah Andini keluar dari kamar mandi.


"Aduh Mas. Jadi malu aku, seharusnya istri yang nyiapin sarapan suami. Nyatanya sekarang suami. Udah kek legenda pesinetron aja sayang, dunia kebalik." Balas Andini.


"Ya nggak lah sayang. Sesekali suami yang nyenengin hati istri apa salahnya sayang. Lagian cuman sarapan belum yang lainnya." Balas Rasya.


Andini yang lansung mendekati Rasya kemudian mengecup singkat bagian favorit Andini yaitunya pipi Rasya yang sedikit ditumbuhi brewok itu.


"Terima kasih banyak suamiku. Sungguh Mas selalu membuat aku jadi wanita paling beruntung, bisa memiliki suami seperti Mas." Ucap Andini duduk di kursi yang sudah disediakan Rasya tadi.


"Mas nggak mandi dulu?" Tanya Andini.


"Udah serapi dan se harum ini, masih dibilang nggak mandi. Sini cium dulu deh sayang." Ucap Rasya.


"Itu karena Mas cuman mau godain istri Mas yang sangat cantik ini. Mana tau kan mempan. Tapi tadi kalau mempan Mas juga mau mandi lagi, sepuluh kali pun mau. Hihihi." Ucap Rasya.


"Ih kan Mas. Tukang tipu." Balas Andini.


"Love you." Ucapnya.


"Too Mas. Ayo sarapan Mas. Kasian Nasi Gorengnya nanti kedinginan." Lanjut Andini.


"Ih kamu deh sayang. Giliran Nasi Goreng diperhatikan, baru suaminya nggak. Mandi dan belum mandi aja nggak bisa bedain." Ucap Rasya.


Dress dress (bunyi nada pesan handpone Andini).


"Siapa sayang?" Tanya Rasya lansung cemas. Istrinya dapat pesan dari siapa.


"Arumi sayang." Balasnya.


"Apa katanya sayang?" Tanya Rasya.


"Arumi bilang setelah kita selesai, kita kebawah. Lansung ke pantai. Semuanya sudah nungguin di bawah." Ucap Andini membenarkan apa yang ia baca barusan.

__ADS_1


"Oo gitu. Jadi waktu berduaan nya udah habis gitu ya sayang. Sekarang waktu keluarganya." Balas Rasya.


"Ih Mas ini. Pengennya berduaan terus. Nanti bosan lagi berdua terus sama aku."


"Nggak akan bosan sayang. Mana mungkin bosan punya istri secantik ini." Goda Rasya.


Setelah mereka selesai makan yang lansung turun ke lobi.


Benar kata Arumi, semuanya sudah selesai memakai pakaian pantai sopan yang tertutup.


Meskipun di arena pantai mereka tidak pernah sekalipun membiarkan auratnya terbuka, seperi hal yang lainnya yang sering terjadi di zaman sekarang.


Beruntung sekali Andini terlahir dan bergaul dengan orang-orang yang selalu menjunjung tinggi nilai agama.


"Kita lomba berenang, siapa mau?" Tanya Rafki.


"Kalau menang hadiahnya apa?" Tanya Rasya balik.


"Kalau menang di ngasih dinner romantis dengan pasangannya." Ucap Rafki.


"Oke. Siapa takut." Balas Rasya.


"Gal. Lo juga ikutan yok." Ajak Rafki.


"Boleh." Ucap Galfin tanpa perlu pikir panjang lagi.


"Lo harus ikut nih Kev." Ajak Rasya.


"Tentunya dong." Balas Kevin.


Semuanya bersiap, melengkapi keperluan yang dibutuhkan.


Rasya yang sudah siap dengan atributnya, begitupun juga dengan Rafki, Kevin dan juga Galfin.


"Star nya disini, Finis nya juga disini." Ucap Rafki setelah semuanya masuk ke kolam renang yang ukurannya lumayan panjang. Belum lagi tempatnya yang sangat asri dan nyaman sekali, dikelilingi pantai yang sangat indah.


Rina, Wilona dan Arumi mereka sibuk mencarikan kerang dan hal unik lainnya.


"Semuanya siap, sekarang." Aba dari Lina.


Rafki dan Rasya berusaha keras memenangkan lomba kecil yang menyenangkan ini. Begitu pula dengan Kevin.


Dari yang dekat, kemudian menjauh hingga tak terlihat dan sampai terlihat kembali.


Sekarang sedikit lagi hampir sampai ke tempat akhirnya.


Namun siapa sangka keduanya antara Rasya dan Rafki mengalami tabrakan sedikit hingga memperlambat proses perjuangannya. Kevin yang sedari tadi di belakang mereka yang jaraknya hanya sedikit mengalami gangguan karena kejadian itu.

__ADS_1


Galfin yang terlalu fokus hingga tak menyadari jika saja Rasya dan Rafki masih tertinggal jauh di arah sana.


"Ye, pemenangnya Galfin." Kini Andini bersorak setelah melihat siapa yang keluar dan membuka atributnya.


__ADS_2