Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
ASI


__ADS_3

"Nak, boleh Ibu minta tolong sayang? Panggilkan dokternya Nak! Ibu ingin sekali melihat adik kembar." Pinta Andini.


Arumi menoleh kesemuanya terlebih kepada Bapaknya Rasya.


Dan mendapat anggukan dari Rasya, Arumi pun paham dan mengerti.


"Oh oke Bu. Baiklah. Ibu tunggu sebentar." Lanjut Arumi.


"Terima kasih banyak Nak." Ucap Andini.


Setelah Arumi keluar dan Andini mulai menggerakkan tubuhnya ingin bangun dari tidurnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Rasya.


"Mas aku ingin sekali melihat anak kita." Lanjut Andini.


"Tunggu dulu kamu di periksa Dokter dan Dokter mengizinkan kita bertemu dengan si kembar." Lanjut Rasya.


Tanpa banyak bicara lagi Andini hanya bisa menuruti perkataan Rasya suaminya.


Ada benarnya juga.


***


"Permisi Mbak Andini." Sapa Dokter Wilona yang masuk ke dalam ruangan Andini kemudian diikuti oleh dua orang perawat sembari mendorong meja roda bayi itu. Yang dibelakangnya diikuti oleh Arumi.


"Anakku." Panggil Andini tanpa menghiraukan sapaan Wilona.


Hatinya sangat terharu dan tidak dapat di tahan lagi segala perasaan senang dan bahagia yang bertubi tubi kali lipat.


"Iya Mbak. Ini sekarang Mbak Andini bisa lansung memberikan ASI secara bergantian. Dan sekalian bisa dibantuin oleh suami." Lanjut Wilona.


"Terima kasih banyak Dokter Wilona." Lanjut Andini.


Kemudian ia lansung lagi dan lagi ingin duduk dari tidurnya hingga meringis kesakitan.


"Mbak Andini jangan dulu berusaha duduk. Jahitannya belum seutuhnya menyatu Mbak. Tidak baik untuk pemulihannya. Nanti memberikan ASI nya itupun lansung dalam keadaan Mbak sedang tidur." Cegah Wilona.


Andini hanya menuruti perkataan Dokter Wilona tanpa ingin membantah.


Rasya pelan pelan mengambil salah satu dari putri kembarnya itu lalu mendekatkannya ke Andini.


Begitupun setelah yang pertama selesai bergantian untuk putri kembar berikutnya.


***


Ditengah keasyikan Rafki yang sibuk menggoda anaknya, bermain kata demi kata merayu putranya itu.


Dan tak jarang dalam hitungan jam pun putra kecil itu selalu meringis seperti sedang dicubit.

__ADS_1


"Ki jangan lah begitu, nanti Zayyan malah jatuh." Ucap Lina mencegah agar Rafki suaminya tidak lagi melambung lambung kan putranya.


"Nggak lah sayang. Mana mungkin aku biarkan putra kesayanganku ini jatuh. Tuh liat Nak, Mama mu sampai segitunya." Goda Rafki sambil sedikit berbisik ke telinga Zayyan.


"Sengaja ya jelek-jelekin aku ke Zayyan." Bentak halus Lina sambil menampakkan raut wajah cemberutnya.


"Hehehehe." Rafki hanya terkekeh gemes melihat istrinya yang berhasil ia goda dan membuatnya merasa kesal.


Meskipun demikian Rafki yang semula tidak merasakan apa itu cinta bersama dengan Lina, namun tetap memilih jalan pernikahan demi sebuah perasaan calon bayi yang Lina kandung di waktu itu. Namun Allah berkehendak lain, hingga bayi itupun meninggal sebelum ia di lahir kan.


Awalnya memang berat sangat berat. Namun lebih berat lagi jika mengingat bahwasanya ada lelaki yang tak bertanggung jawab akan nasib Lina.


Sampai kemudian Rafki menemukan Lina, menjadi seolah seperti malaikat yang dihadiahkan Allah untuk Lina.


Namun kehadiran Rafki adalah mukjizat datangnya hidayah kepada Lina seorang yang bisa disebut wanita penghibur di masa itu.


Namun Allah telah mendatangkan hidayahnya hingga sampai sekarang Lina sangatlah bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur sampai di titik keluarga yang lengkap.


...Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). ...


...(HR. Al Hakim)...


كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ


...“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” ...


...(HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; ...


...Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya manusia yang paling dicintai allah pada hari kiamat dan yang paling dekat kedudukannya di sisi allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci allah dan sangat jauh dari allah adalah seorang pemimpin yang zalim. ...


...(hr. Turmudzi)...


...Tak lain tak bukan seorang pemimpin dalam rumah tanggamu....


...Bagaimana rumah tangga itu akan baik jika pemimpin atau imamnya sendiripun tak mengetahui ilmu agama yang seharusnya mendalam di hatinya....


...Keluarga itu akan baik jika imamnya baik....


...Baik buruknya rumah tanggamu tergantung baik buruknya imam di dalam sana....


...Jika memilih imam pilihlah seseorang yang fasih dan faham akan ilmu syar'i atau ilmu agama....


***


Setelah keadaan Andini semakin membaik dan mendapat izin untuk pulang karena sudah satu minggu pemulihan di rumah sakit.


Andini yang sudah jauh lebih baik hingga berjalan tak lagi susah olehnya, namun bantuan dari Rasya sangatlah ia butuhkan.


Mulai dari menyuapi, memandikan mencuci memasak menyapu hingga hal kecil dan besar lainnya yang selalu Rasya lakukan untuk Andini juga putri kecilnya itu.

__ADS_1


"Mas, gimana untuk acara tasyakuran aqiqah putri putri kita?" Tanya Andini di sela sela Rasya sedang menyuapi dirinya.


"Tenanglah sayang. Kamu tinggal duduk manis dan menikmatinya saja. In syaa Allah akan selalu ada jalannya di saat kita akan melaksanakan kewajiban yang baik itu."


"Tapi aku ingin sekali ikut mempersiapkannya Mas." Ucap Andini.


Rasya hanya tersenyum sembari menikmati perkataan istrinya yang menurutnya itu sangatlah lelucon.


Jangankan untuk mempersiapkan segalanya tubuhnya pun masih lemas untuk berdiri kokoh.


***


"Sayang." Panggil Jena.


"Iya sayang." Jawab Kevin lansung menghampiri Jena istrinya.


"Aku mau minta pendapatmu boleh?" Tanya Jena.


"Nggak." Jawab Kevin padat jelas tapi bohong.


Namun berhasil membuat Jena ternganga kaget mendengar ucapan suaminya itu.


"Ya boleh lah. Masa istri ku tanya nggak boleh." Lanjut Kevin.


"Aduh kamu ini." Timpal Jena.


"Aku mau tanya menurut kamu apa bagusnya kita belikan anak Andini hadiah?" Lansung Jena ke intinya untuk bertanya.


"Hmmm apa ya?" Kevin seperti seolah berpikir sesuatu.


"Baju aja deh sayang. Kayaknya bagus." Jawab Kevin.


"Tapi masak iya baju sayang. Pampers aja gimana?" Tanya Jena.


Kevin hanya menggelengkan kepalanya yang tak sakit.


Karena selalu heran melihat Jena istrinya.


Katanya ingin pendapat, namun akhirnya tetaplah pendapatnya sendiri yang akan berlaku.


Lalu untuk apa menanyakan jika kita sendiri sudah tau akan jawabannya.


Ya itulah Jena, istri dari seorang pengusaha di PT ternama yang bergerak dalam jabatan CEO nya yang sudah memasuki tahun kedelapan.


Ekonomi Kevin dan Jena kian pesat mengalami penaikan yang pesat.


Sama halnya dengan Rasya Andini.


Dulu Rasya adalah bisa dikatakan sebagai pengangguran, namun seiring berjalannya zaman dan perkembangan teknologi Rasya bangkit menjadi seorang bos besar di sebuah perusahaan yang sudah membuka beberapa cabang.

__ADS_1


Memang besar untuk sebuah hasil yang besar harus disertai dulu dengan lika liku kehidupan yang begitu rumit. Namun jika sudah waktunya kita akan menikmatinya saja lagi.


Bersabarlah!


__ADS_2