Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Wedding Anniversary


__ADS_3

Setelah Andini mendapatkan izin dari Dokter dan pihak Rumah Sakit untuk rawat jalan dan bisa pulang.


Merupakan kebahagiaan tersendiri olehnya.


Sesampainya dirumah, suasana asri yang ia begitu rindukan.


Seminggu tidur di ruangan pengap dan hanya terbaring lemah di Rumah Sakit sangatlah tidak menyenangkan harinya.


Andini yang saat ini menantikan detik detik melahirkan calon anaknya itu yang di dalam hasil USG nya merupakan bayi kembar.


Namun belum jelas pasti jenis kelaminnya itu.


***


Sesampainya dirumah Andini yang lansung rebahan, letih, lelah yang ia rasakan membuatnya lansung tertidur nyenyak.


Rasya yang melihat istrinya yang tidak memakai selimut dan juga sepatu yang masih menempel dikakinya.


Ia bukakan sepatu itu kemudian diperbaikinya posisi tidur sang istri, lalu menyelimutinya penuh kasih.


Kemudian mengecup singkat kening Andini dan berbisik "Selamat istirahat sayang! Semoga lelah mu itu Berkah calon Ibu dari anakku." Ucap Rasya.


***


"Wil." Panggil Galfin.


"Iya. Ada apa teriak-teriak?" Tanya Wilona.


"Aku lapar dan ingin makan diluar. Bisa kamu kabulkan duhai istriku." Goda Galfin.


"Aduh. Aku kan udah masak. Kenapa harus makan diluar?" Tanya Wilona.


"Sesekali lah Wil. Pengen aja gitu makannya diluar. Lagian kan udah lama kita nggak Dinner gitu." Jelas Galfin..


"Terus masakan yang udah aku masak gimana? Nanti malah basi kan mubazir." Jelas Wilona.


"Tenang sayangku. Nanti kita kasih ke anak jalanan. Kan berkah dan bermanfaat bagi mereka. Juga jadi ibadah. Terus kita juga bisa makan diluar sambil dinner. Hahahaha." Tawa Galfin.


"Semudah itu kah Fin?. Tapi bener juga ya ide kamu. Ya udah aku siapkan dulu." Ucap Wilona sembari membalikkan badannya menuju dapur untuk mempersiapkan mengemas makanan tersebut.


Selesai di bungkus menggunakan tempat yang layak Wilona keluar menuju suaminya dengan menjinjing beberapa kantor kresek.


"Udah sayang?" Tanya Galfin.


"Udah. Eh tapi bentar deh. Katanya abis ini dinner. Nggak cocok dengan kostum aku yang sekarang. Aku ganti dulu bentar ya sayang. Nih boleh tolong pegangin dulu." Ucapnya memberikan kantong berisi makanan tadi.


"Duh dari baunya aja keliatan kalau enak banget. Apa aku nggak nyesel nih nggak makan makanan ini. Tapi nggak papa deh. Kali ini, hari ini kan adalah hari istimewanya kita. Hari pernikahan yang begitu dengan mudahnya istriku lupain." Celetuk Galfin di dalam hatinya.

__ADS_1


Restoran yang memang sedari awal sudah Galfin pesan.


Mobil mereka berhenti tepat di parkiran restoran ternama itu. Mulai dari makanan yang enak, tempat yang romantis dan masih banyak hal lainnya.


"Sayang, kamu yakin kita makan disini?" Tanya Wilona memastikan sekaligus terpana akhirnya bisa sampai di tempat ini yang jujur saja selama ini ia idamkan.


"Ya benar lah sayang. Masa aku bohong terus bawa kamu kesini. Ada aja deh. Ayo kita masuk!" Ajak Galfin menggenggam lembut tangan istrinya.


"Maaf Pak, reservasi atas nama siapa Pak?" Tanya pelayan itu.


"Galfin Anjasmana." Jawabnya.


"Oh iya pak. Ruangannya di VIP kelas 1. Mari saya antar pak." Ucap pelayannya.


Yang ucapan tersebut sekaligus membuat Wilona kebingungan.


VIP kelas 1.


"Disini Pak. Silakan Pak, Buk!" Ucap pelayan itu lagi kemudian meninggalkan mereka di pintu masuk ruangan VIP tersebut.


Wilona mengikuti langkah kaki Galfin masuk membuka pintu itu.


Dan sesampainya di dalam ruangan itu kemudian melihat betapa indahnya dekorasinya seperti hiasan bak malam pertama ataupun seperti dekorasi pesta besar-besaran seperti pernikahan misalnya.


"Waw sayang. Ini indah sekali. Aku seneng banget liatnya." Ucap Wilona sambil terus menikmati keindahan ruangan ini.


Ditambah lagi ruangan itu yang berada di lantai dua lalu melihat di balkonnya begitu menakjubkan pemandangan yang asri di bawahnya.


Wilona terus mencari titik temu dalam jajaran bunga yang disampingnya ada lilin menambah keindahan dan keromantisannya siang ini.


Wilona terhenti ketika melihat dekorasi meja segi empat yang tak terlalu tinggi dan besar yang di atasnya sudah menunggu sebuah kue brownis yang terlihat begitu nikmat dan bertulisan "Happy Wedding Anniversary My Wife."


"Suamiku. Sungguh romantis sekali." Ucap Wilona kemudian memeluk Galfin penuh haru.


Keduanya sama-sama menikmati pelukan hangat itu.


"Kamu suka?" Tanya Galfin.


"Tentu aku suka sekali." Jawab Wilona.


"Ayo kita potong dan nikmati kue itu sayang!" Ajak Galfin.


Kemudian mereka mendekati kue tersebut dan memotongnya lalu suap-suapan penuh mesra.


Dan disampingnya sudah tertata rapi hidangan makanan mewah dan nikmat.


Wilona tak henti-hentinya terharu melihat kejutan suaminya yang ia sendiripun tak menyadari jika saat ini pernikahan mereka sudah genap satu tahun.

__ADS_1


"Betapa bodohnya aku bisa melupakan hari ini. Jadi malu sama Galfin yang udah susah payah menyiapkan semua ini dan aku nggak ada ngasih kejutan apapun." Gerutu Wilona.


Galfin yang menyadari istrinya sedang bertingkah tidak jelas.


"Kenapa sayang?" Tanya Galfin.


"Nggak kenapa kok. Aku minta maaf ya." Ucap Wilona.


"Bikin salah apa emangnya? Kok minta maaf segala?" Tanya Galfin balik.


"Jujur aku nggak ada menyiapkan apapun untuk hari pernikahan kita, karena mungkin terlalu sibuk di Klinik aku nggak menyadari akan sampai hari pernikahan kita itu hari ini." Jelas Wilona kemudian menundukkan kepalanya malu.


"Sudahlah sayang. Hal itu nggak usah kamu pikirkan lagi. Nikmati saja saat ini." Balas Galfin mengecup singkat kening mulus Wilona.


Baru saja ia akan mengunyah sebuah makanan berbentuk hati seperti kue namun ada benda yang tak sengaja terasa di antara gigi giginya.


Ia membuka mulutnya kemudian mengeluarkan benda tersebut.


"Cincin." Ucapnya.


"Iya sayang. Buat istriku tercantik di dunia." Ucap Galfin menggoda.


"Masya Allah sayang. Ini bagus sekali." Berlian dengan warna white itu sangat indah dilengkapi permata yang membuatnya semakin mewah namun masih tetap elegan.


Dan Galfin pun membersihkan cincin tersebut lalu memasangkannya ke jari tengah Wilona. Sebab di jari manisnya sudah terpasang cincin pernikahan mereka.


"Terima kasih banyak sayang." Ucap Wilona.


"Aku yang terima kasih. Karena kamu sudah memilih aku dari ribuan lelaki dan masih bertahan hingga saat ini. Semoga hubungan ini kehangatan ini terus seperti ini sampai kapanpun dan sampai kehidupan kedua itu pun terjadi." Ucap Galfin.


"Aamiin." Keduanya mengaminkan ucapan Galfin yang rasanya seperti doa dan harapan yang tulus.


Meskipun rumah tangganya sudah berjalan satu tahun, namun masih belum ada tanda-tanda akan ada janin di dalam kandungan Wilona yang membuatnya kembali muram.


Padahal mereka sudah mendamba - damba kan nya.


****


Disebuah ruangan penuh dengan selang bahkan bius dan infus sekaligus berbau obat obatan.


Terdapat Andini yang terbaring lemas di dalam sana.


Ditemani Rasya yang terus berharap dan berdoa untuk kekuatan dan kesehatan istri dan calon anaknya.


Terus membacakan ayat suci Al Qur'an di samping Andini yang tertidur dengan pulas nya setelah meringis kesakitan sebelumnya.


...

__ADS_1


...*BERSAMBUNG...


'Maafkan author yang reader. Sudah lama vakum update novel ini. Kemarin ada kesibukan yang membuat kita nggak bisa nulis dulu. Semoga nggak bosan ya sama ceritanya dan terus setiap di Novel Suami Sholeh untuk Andini*.'


__ADS_2