Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Putri Duyung Ancol


__ADS_3

"Permisi suster. Dokter Wilona nya ada?" Tanya Galfin.


"Maaf Mas. Sudah ada janji kah dengan Dokter Wilona?" Tanya Suster itu dengan percaya dirinya.


"Belum sih Sus. Tapi mau janji." Balasnya dengan memberikan sebuah senyuman manis dengan lesung pipit nya itu.


Siapa saja yang melihat Galfin pasti merasakan hal yang sama.


Wajah ganteng dan mempunyai brewok itu membuatnya semakin terlihat maco.


"Maaf Mas. Terlebih dahulu adakan janji untuk pertemuan dengan Dokter Wilona."Jawab suster itu.


Galfin mengangguk pelan dan memonyongkan bibirnya itu kemudian berniat pergi meninggalkan Rumah Sakit dimana tempat Wilona praktek.


Namun belum saja Galfin sampai di pintu keluar, tiba-tiba ia melihat sosok yang dia cari.


Dokter Wilona.


Galfin mendekatinya dengan sedikit berlari kecil.


"Dokter permisi." Panggil Galfin.


Wilona menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pembicara.


"Iya. Eh lo." Ucap Wilona.


"Gue Galfin Dok." Balasnya.


"Mau apa kesini? Dan sakit apa?" Tanya Wilona cuek.


"Mau lihat Dokter galak aja sih. Tapi kalau Dokter galak yang cantik ini mau ngobatin. Gue ada riwayat penyakit susah tidur. Bisa diatasi?" Goda Galfin.


"Kesini hanya untuk orang yang benar-benar ingin berobat, tidak bercanda seperti anda." Balas Wilona ketus.


"Iya susah tidur karena terbayang-bayang wajah Dokter galak." Lanjut Galfin.


Wilona yang tidak merespon melajukan langkahnya kembali meninggalkan Galfin yang masih berdiri di hadapannya.


Wilona melangkah ke depan dan Galfin menghalangi, berulang kali hingga Wilona semakin merasa jengkel.


"Galfin. Please. Masih banyak pasien yang akan gue tangani." Ujar Wilona.


"Okelah. Gue hanya minta waktu lo sedikit. Mana handpone lo?" Tanya Galfin.


Handpone yang sedari tadi di tangan Wilona dan Galfin lansung merebutnya tanpa menyentuh kulit mulus Wilona.

__ADS_1


"Buat apa?" Tanya Wilona.


"Gue udah simpan nomor gue di handpone lo. Kalau ada waktu telepon gue. Dan nomor lo udah gue save di handpone gue. Sampai jumpa Dokter super galak." Ucap Galfin memberikan handpone Wilona.


Wilona hanya diam dan terpaku dengan ucapan Galfin hingga mencibirkan bibirnya sampai begitu monyong.


"Dasar pria nggak jelas." Ucap Wilona menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.


***


"Om Rafki. Arumi mau bicara sebentar boleh Om?" Tanya Arumi mendekat.


"Tentu dong sayang. Mau bicara apa Nak?" Tanya Rafki.


Kemudian Arumi duduk di sofa di samping Rafki yang sebelumnya dipersilakan Rafki untuk duduk terlebih dahulu.


"Arumi sebenarnya pengen sekali kita liburan. Apalagi bertepatan dengan 16 tahun pernikahan Ibu dan Bapak minggu depan. Tapi Ibu sepertinya masih bersedih hati karena mengetahui meninggalnya Nenek. Apakah Arumi salah pengen ngajak kita semuanya liburan Om?" Ucap Arumi lansung ke intinya.


"Nggak salah dong sayang. Itu malah bagus, karena bisa memberikan semangat baru dan kebahagiaan baru buat Ibu dan Bapak. Om akan bantu. Bagaimana rencananya Arumi. Kita kasih kejutan kecil-kecil an bagaimana?" Tanya Rafki.


"Iya Om. Arumi senang sekali kalau Om mau bantu Arumi buat persiapkan acaranya. Pengennya sih, kita itu kek piknik gitu Om. Atau ke pantai. Menurut Om bagusan mana?" Tanya Arumi.


"Bagusan ke pantai deh kayak nya Nak. Bisa me rileks kan pikiran juga suasana air ombak di tepi pantai." Jelas Rafki.


"Boleh itu Om. Makasih banyak ya Om." Ucap Arumi.


Hingga rencana antara Arumi dan Rafki yang juga telah di sepakati Lina dan Rina Ibunya Rasya juga Rafki.


"Assalamualaikum Nte." Panggil Arumi disaat Jena mengangkat panggilan masuk.


"Waalaikumussalam Arumi sayang." Balas Jena.


"Arumi mau ngundang Tante ikut kita liburan sekaligus merayakan hari pernikahan Ibu dan Bapak. Tante bisa ikut kan? Sekalian ajak Om Kevin ya Nte. Kaisar juga ajak ya Nte biar ikut. Minggu besok kita berangkatnya Nte." Ucap Arumi.


"Wah pasti seru itu. In syaa Allah ya Nak. Tante usahain datang sama Om dan Kaisar." Balas Jena.


"Terima kasih banyak Nte. Oh iya Nte, jangan bilang-bilang dulu ke Ibu dan Bapak ya Nte. Soalnya mau ngasih kejutan gitu." Balas Arumi.


"Oke sayang." Ucap Jena lagi.


Dan akhirnya panggilan itu pun terputus.


Semuanya sudah sepakat akan pergi liburan ke Ancol.


Dan ke pantai lainnya di Jakarta dan sekitarnya.

__ADS_1


Tapi acara perayaan hari pernikahan Andini dan Rasya akan di gelar di disana.


Tempat menginap pun sudah di booking di Putri Duyung Ancol.


Lokasi : Jalan Lodan Timur Ancol No. 7 Taman Impian Jaya Ancol, Ancol, Pademangan, Jakarta, Indonesia.


Buat kamu yang mencari akomodasi menginap unik, Putri Duyung Ancol siap menjadi pilihan terbaik di Ancol bersama keluarga maupun pasangan. Resor ini tak hanya menyediakan akomodasi menginap berjenis cottages yang luas dan eksklusif, tapi juga menawarkan pemandangan indah tepi laut serta danau yang akan memanjakan mata kamu.


Selain itu tersedia sarana, prasarana, serta paket kegiatan yang dapat membuat kegiatan di Ancol jadi lebih seru seperti restoran keluarga di pinggir pantai, area bermain anak-anak, taman, kolam renang anak kecil, lapangan badminton, area memancing, tenis meja, serta tempat penyewaan sepeda.


Yang pastinya akan sangat seru jika di jadikan tempat untuk acara keluarga.


"Ibu ini tiket buat Ibu satu, buat Bapak satu." Ucap Arumi memberikan selembaran kertas.


Tertulis jelas disana "Putri Duyung Ancol."


"Ini maksudnya apa Nak?" Tanya Arumi, dan Rasya pun mendekat.


"Kita akan liburan kesana Bu, Pak. Aku harap Ibu dan Bapak bersedia. Sebab semuanya sudah terealisasi." Jelas Arumi.


Rasya melihat selembaran kertas itu.


"Kapan ini Nak?" Tanya Rasya.


"Hari minggu Bapak. Dua hari lagi. Kita menginap selama 2 malam disana Pak." Jawab Arumi.


"Hah. Kamu ada-ada aja sayang." Balas Andini.


"Tidaklah Bu." Jawab Arumi.


"Ini berlebihan dan merepotkan kamu saja Nak." Ucap Rasya lagi.


"Sama sekali tidak merepotkan Ibu, Bapak. Bahkan aku senang sekali Ibu dan Bapak akan ikut." Balasnya.


"Kita perginya juga ramai kok Bu, Pak. Lihat saja nanti." Lanjut Arumi kemudian berpamitan meninggalkan Andini dan Rasya yang masih duduk di dalam kamar itu.


"Anak kita ada-ada aja ya Mas." Ucap Andini menggelengkan kepalanya yang tidak sakit itu.


"Entahlah sayang. Seperti ada hal yang aneh." Balas Rasya.


Arumi dan Rafki sibuk mempersiapkan kesana kesini, telepon sana telepon sini untuk memaksimal kan acaranya nanti. Dan juga dibantu dengan Lina dan Rina yang ikut andil membantu Arumi.


Sampai akhirnya dua hari itupun tiba.


Segala sesuatu pun selesai dipersiapkan termasuk packing pakaian.

__ADS_1


Kini hanya tinggal menunggu mobil jemputan.


__ADS_2