Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Ziarah


__ADS_3

..."Lelaki yang hebat bukan yang dapat menikahi perempuan sholehah, tetapi lelaki yang menikahi perempuan biasa dan menjadikannya isteri sholehah....


...Aku ini perempuan keras, tetapi di tarbiyah dengan sikap lembut suami. Benarlah, tak semuanya harus sama. Karena berlawanan itulah yang saling melengkapi. Taklim rumah pengikat kasih sayang. Menyimpulkan yang terurai. Membuat diri yang bak kurcaci seperti berada di taman Surga....


...Ia benar, dahulu jangankan bahagia menerimanya menjadi suamiku. Menerima statusnya saja sudah membuatku merasa kehidupan ku hilang. Rasa yang sulit untuk ku artikan di dalam perasaan ku....


...Terpaksa, ya itulah kata kata yang tepat untuk dahulunya antara aku akan dirinya....


...Namun Allah lah yang menjadi satu satu nya alasan kenapa semuanya ini bisa terjadi bahkan sampai seperti saat sekarang ini adanya....


...Lewat dirinya suamiku hidayah itu datang dan menjadikan ku benar benar menjadi wanita paling beruntung di dunia bersuami kan dia"...


***


"Arum.i" panggil Andini.


"Iya Ibu. Ada apa?" jawab Arumi mendekati Andini


"Sini nak. Kita ke makam Kakek ya hari ini. Sama yang lainnya juga."


"Baik Ibu. Bapak sudah pulang?"


"Bentar lagi nak. Bapak masih di jalan."


"Ya sudah Bu. Aku akan bersiap dulu."


"Iya nak. Ibu juga akan bersiap dulu."


Selesai mandi dan memakai baju yang sopan bernuansa warna hitam. Karena memang sekarang adalah waktu untuk berziarah ke pemakaman almarhum Zidan Ayah Andini.


"Mama sudah datang."


"Iya nak. Mana cucu Mama nak?"


"Masih di atas Ma." jawab Andini dan mengambilkan air minum ke dapur untuk Mamanya itu.


Jus Jeruk.


Itulah kesukaan Sinta.


Duduk di kursi tamu dan beberapa saat kemudian keluarlah Arumi dari dalam kamarnya.


"Nenek." panggil Arumi berlari kecil menuju Sinta.


"Sayang. Kamu cantik sekali memakai gamis ini." ucap Sinta memeluk cucu kesayangannya itu.


"Terima kasih nenek. Tapi tidak secantik nenek lah." jawab Arumi menggoda neneknya dan sedikit menggelitik bagian samping pinggangnya.


"Ah kamu sayang. Bisa saja merayu menggoda nenek. Nenek yang sudah tua ini tidak lah cantik lagi nak. Hanya tinggal keriput saja." jelasnya.

__ADS_1


"Meskipun keriput namun masih sangat cantik dimata ku Nek."


"Terima kasih banyak cucu tersayang nenek."


"Sama sama nenek." peluk Arumi memeluk neneknya itu.


Rasya yang sudah pulang dari kerjanya. Karena jadwal pengajian di Masjid Darussalam hanya pagi dan bisa selesai cepat Rasya lansung pulang karena dirumahnya akan ada acara ziarah kubur.


Keluarga besar Andini sudah berkumpul seluruhnya termasuk Rina yang baru saja datang bersama Rafki.


"Sudah selesai semua. Mari kita lansung berangkat!" ajak Rasya


"Baik Bapak. Ayok!" jawab Arumi


selama di perjalanan banyak sekali cerita cerita bahkan cerita masa lalu tentang Andini dan Rasya yang sedari awal Andini menolak perjodohan dan pernikahan dengan Rasya. Bahkan sampai ketika sudah sah menjadi suami istri masih belum bisa bersikap selayaknya seperti suami istri.


Arumi yang mendengar kisah orang tua angkatnya itu hanya bisa tersenyum senyum sesekali menggodanya.


"Ibu lucu ya ketika itu." Arumi selalu bersuara menggoda Andini.


"Lucu apanya sayang. Bapak mu yang selalu membuat Ibu kesal sampai seperti itu. Tapi akhirnya kan kita bisa seperti ini juga berkat Bapak mu nak." jelas Andini


"Aku beruntung bisa mempunyai Bapak seperti Bapak." jelas nya lagi.


"Kami yang beruntung bisa mempunyai seorang putri sepertimu nak." jawab Rasya menimpali


"Aku sayang Ibu Bapak dan semuanya." jawab Arumi lagi.


Sinta dan Rina yang duduk di samping kiri dan kanan Arumi menciumi pipi Arumi di balik cadarnya itu. Membuat suasana haru senang datang kembali.


Sesampainya ke pemakaman.


..."Langkah demi langkah....


...Mengingatkan kembali kepada masa itu Yah....


...Setiap kali langkah kaki menuju kesini...


...Setiap itu pula rasanya penyesalan bahkan kesedihan datang kepadaku Yah....


...Andai saat ini Ayah masih disini disamping kami semuanya...


...Ayah pasti akan turut bahagia melihat perkembangan cucu Ayah Arumi....


...Dia cantik dan sholehah Yah....


...Seperti keinginan ayah ingin mempunyai cucu yang Sholehah"...


Ucap Andini di dalam hatinya terus menaburi bunga bunga di atas pemakaman dan membersihkan sisi sisi yang terdapat rerumputan kecil.

__ADS_1


"Kita berdoa dulu ya." Ucap Rasya.


"Baik nak." Jawab Rina kemudian


Doa yang dipimpin oleh Rasya dan di amin kan oleh semuanya.


Selesai berdoa dan berdiri dari duduk jongkoknya kini semuanya akan kembali menuju rumah.


"Kek semoga tenang disana dan ditempatkan di sisi yang terindah Allah SWT." Arumi berharap dan berdoa kembali di dalam hatinya.


Ketika jalan menuju keluar namun tiba tiba datang sosok yang tidak asing bagi Andini.


"Assalamualaikum." Salam lelaki itu.


"Waalaikumussalam." Jawab Sinta namun penuh keheranan.


Andini yang masih bingung dan heran melihat lelaki yang berdiri di depannya itu dengan senyuman dan bisa di katakan ikhlas itu membuat Andini menerawang.


Sosok lelaki yang pernah begitu ia cintai dan harapkan dan kemudian hilang selama bertahun tahun lamanya. Ya 15 tahun sudah ia menghilang dan tiba tiba datang hari ini di hadapannya.


Memakai baju koko berwarna coklat muda setelan celana dasar hitam ditambah peci rajut membuat penampilan Kevin bertambah meyakinkan.


"Andini." Panggilnya memecah keheningan dan keheranan.


"Iya." Jawab Andini singkat.


"Perkenalkan ini istri saya. Namanya Jena. Kami kesini pergi untuk berziarah ke almarhum adik istri saya."


"Salam kenal Jena." Jawab Andini kemudian.


"Salam kenal Andini." Jawab wanita bernama Jena itu.


"Kalian kesini ziarah siapa?" Tanya Kevin.


"Ziarah ke Ayah." Jawab nya.


"Ibu, Andini, Rasya maafkan saya di masa lalu yang pernah mengusik kehidupan kalian. Semenjak kejadian itu dan Andini yang selalu memberikan motifasi meskipun dengan cara bicara yang berbeda membuat saya terus berpikir dan akhirnya saya memutuskan pergi meninggalkan Jakarta dan pergi ke Aceh. Disana saya belajar banyak hal tentang ilmu agama dan benar benar ingin bangkit dari keterpurukan juga bertaubat. Sampai Allah menghadirkan Jena di kehidupan saya."


"Alhamdulillah. Teruslah bersyukur nak. Kami senang mendengarnya. Semoga selalu istiqomah dan keluarga kalian penuh keberkahan." Jawab Sinta.


"Alhamdulillah." Jawab Rasya dan memeluk Kevin sambil menepuk punggungnya.


Kevin yang dahulunya adalah sosok lelaki yang kurang ajar dan selalu mengejar ngejar Andini berusaha untuk menjatuhkan dengan berbagai cara dan merusak rumah tangganya.


Tidak paham ilmu agama dan tidak pernah belajar sebelumnya.


Namun dibalik sikap penolakan Andini adalah jalan Hidayah bagi Kevin.


...“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]...

__ADS_1


...''Wahai hamba Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ....'' (HR Tirmidzi)....


...Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi berkata dalam catatan kakinya terhadap kitab Fathul Majid: “Kata hidayah, dipakai untuk makna memasukkan petunjuk ke dalam hati, dengan mengubah haluannya dari kesesatan, kekufuran dan ke fasik kan, menuju petunjuk, keimanan dan ketaatan, dan membuatnya tetap lurus, teguh di atas jalan Allah. Hidayah seperti ini, khusus hanya dimiliki Allah Subhana hu wa Ta’ala, karena Dialah yang berkuasa membolak-balikkan hati dan mengubahnya, serta memberi hidayah atau menjadikan tersesat jalan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkan nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk....


__ADS_2