
"Mas Rasya lemah ah. Masa iya kalah sama Galfin." Ujar Andini setelah Rasya pun juga keluar dari dalam kolam renang.
Galfin masih rada syok dengan kenyataan ia menang. Sebenarnya hanya gurauan ikutan lombanya.
Namun daei gurauan itu adanya menang.
Dinner Romantis.
Dengan siapa ia akan Dinner, pacar pun tidak ada. Kekasih halal apa lagi.
"Nggak usah kasih hadiah guys." Tolak Galfin.
"Nggak asih dong Gal. Lo kita kasih hadiah Dinner Romantis dengan Wilona. Pasti seru." Ujar Rafki.
"Gimana Kev. Oke kan?" Tanya Rasya.
"Tentu. Asal tidak berduaan, nanti yang ketiganya syetan. Itu Adik Gue, awas kalau kalian macem-macem." Balas Kevin meyakinkan karena ia harus menjaga adiknya baik-baik.
"Kalau boleh dengan Wilona, Gue sih nggak akan nolak. Tenang Abang ipar, adek nya tidak akan lecet sedikit pun kok." Goda Galfin.
Semuanya terkekeh dan akhirnya mereka menggoda Wilona, mendekatinya dan mengagetkannya yang sedang mencari-cari karang.
"Cie yang bakal Dinner Romantis." Goda Jena.
"Apa sih Kak. Siapa yang bakal Dinner Romantis. Kak Jena dan Kak Kevin maksudnya." Balas Wilona.
"Kamu dan Galfin Dek." Timpal Jena.
Wilona yang kaget dan lansung ter batuk mendengar tuturan Jena, Kakak iparnya.
"Apa sih Kak. Nggak lucu bercandanya." Jelas Wilona.
"Serius Dek. Kan tadi ngadain lomba renang, terus yang menang bakal di kasih hadiah Dinner Romantis gitu. Nah yang menang itu Galfin. Berhubung dekatnya dengan Dokter muda yang sangat cantik ini, makanya semuanya sepakat bakal diadakan bareng kamu Dek. Selamat. Mana tau ntar jodoh. Nggak masalah punya ipar yang gantengnya maksimal kek Galfin." Ucap Jena.
Wilona yang masih diam mendengarkan Jena bicara dan menelaah setiap kata demi kata yang keluar.
Ucapan Jena yang memang tidak terlalu sulit dicerna.
"Ayo Kakak bantuin siap-siap." Ajak Jena.
"Nggak ah Kak. Lagian kan nggak muhrim." Tolak Wilona.
"Nanti ada Kak Kevin dan Kakak yang bakalan mantau kek satpol pp gitu Dek." Jelas Jena.
__ADS_1
"Ada-ada aja sih Kak. Bikin acara nggak jelas begituan, yang ribet kan aku nggak dia. Kesal kan jadinya." Wilona kini tengah cemberut.
Melihat kan wajahnya yang masam.
"Jangan cemberut gitu Dek. Cantiknya berkurang." Goda Jena.
"Biarin Kak. Abis itu cowok nyebelin abis. Selalu bikin ulah, dan memposisikan aku di posisi sulit." Jelas Wilona yang benar tidak menyukai aksi nyebelin nya Galfin.
Hari makin berlarut dan kian menghilang matahari penerang siang, berubah menjadi senja dengan seribu warna yang memancarkan keindahan alaminya.
Wilona yang masih terduduk diam disini, di tepi pantai menikmati sunset di sore ini.
Hingga Kevin, Rafki dan Rasya yang tengah sibuk mempersiapkan tempat untuk Dinner Galfin dan Wilona.
Sesekali dibantu oleh Lina dan Andini.
Jena yang mencari posisi Wilona akan mempersiapkan dandanan cantik untuk malam ini.
"Ayo sayang!" Ajak Jena.
"Nggak ah Kak. Aku malu." Balas Wilona.
"Udah sayang, ayo buruan! Lagian udah dapat izin Kak Kevin. Kan sayang di sia-sia kan. Lagian juga ada Kakak dan Kak Kevin nantinya." Tutur Jena lagi.
Sekarang mereka tiba di butik terdekat, mencarikan gamis syari yang tertutup dan sopan untuk dipakai Wilona malam ini.
Sehabis sholat magrib, Wilona dimintai untuk memakai make up natural memperindah wajahnya yang sudah indah.
Hingga memakaikan gamis syari yang sudah mereka booking.
"Cantik Dek. Sungguh. Seperti bidadari surga." Puji Jena.
"Ah Kak Jena, lebai nya kelewatan. Biasa aja kok Kak." Ucap Wilona bohong. Karena ia sendiripun merasakan berbeda untuk saat ini.
"Ayo, sekarang waktunya ke taman!" Ajak Jena ketika Wilona sudah selesai dandan.
Wilona yang masih malu-malu hingga masih ragu untuk menuruti keinginan bercanda seperti ini.
Namun rasanya ia bersalah jika tidak mengikuti keinginan Kakaknya Kevin, dan menjadikan rasa malu pada Kakaknya.
Wilona yang datang dengan wajah tidak ada senyuman di wajahnya.
"Silakan duduk!" Perintah Galfin yang memecahkan lamunan Wilona.
__ADS_1
"Makasih." Ucap Wilona dengan judesnya.
"Gue terpaksa, karena demi Kak Kevin." Bisik Wilona kemudian.
"Emang Lo pikir Gue senang di posisi ini. Kemenangan ini sial adanya." Ucap Galfin.
Namun keduanya terpecah karena hidangan yang datang dari pelayan yang sudah direncanakan.
Wilona yang terus berusaha membuang muka dari Galfin, dan Galfin pun begitu mencari cara agar tidak melihat Wilona.
Jena dan Kevin yang duduk di pojok taman memperhatikan perlakuan Wilona dan Galfin.
Mereka hanya bisa tersenyum melihat kisah nostalgia adik dan iparnya.
"Udah ah. Makan aja sekarang." Lanjut Galfin.
Galfin yang memperlakukan Wilona sama sinis nya dengan perlakuan Wilona, namun di dalam lubuk hatinya terdalam, ia sebagai pria normal mengakui bahwasanya Wilona adalah gadis cantik impiannya.
Meskipun jutek dan judes namun memiliki hati yang baik dan tidak mementingkan dirinya sendiri.
Buktinya saja sekarang memberanikan dirinya berada di dalam Dinner Romantis bersama lelaki yang selalu menghilangkan mood nya tiap kali bertemu.
"Hati-hati. Itu bibirnya belepotan seperti anak SD." Ucap Galfin.
"Dasar pria aneh, tak tau etika. Sembarangan bilang anak SD." Wilona lansung menampakkan wajah cemberutnya merasa kesal kemudian mengambil tisu dan me lab nya di bagian bibir yang di bilang Galfin tadi.
"Disini." Ucap Galfin yang reflek membersihkan bibir yang belepotan makanan yang sudah di usahakan Wilona namun gagal dibersihkan olehnya.
"Perempuan manja. Ini aja nggak bisa." Ledek Galfin.
"Tuh kan mulai. Baru aja bisa berlaku manis lansung sinis dan ngeledek seperti ini." Wilona lagi dan lagi berhasil ngambek ulah perlakuan Galfin.
Pria nyebelin di dunia menurut Wilona.
Setiap kali di dekatnya selalu saja menjadi sial yang ia dapatkan.
"Kenapa sih nggak pernah baik sama gue." Ucap Wilona setelah makanan di hadapan mereka berdua sama-sama sudah ludes ter habiskan.
"Nggak kok. Sebenernya suka aja sih, liat cewe cantik yang suka ngambek dengan hal-hal seperti. Seperti aja ya gitu. Susah jelasin. Yang penting Gue seneng aja." Balas Galfin dengan senyuman polos yang ia punya.
"Tuh kan nyebelin banget Lo orangnya. Bikin Gue makin enek deh." Jelas Wilona.
"Jangan asal nyebut. Sekarang enek ntar malah kecantol kasih sayang. Kan kasian mulut yang asal ngomong malah jadi senjata makan tuan nya sendiri. Nggak kasihan Lo?" Jelas Galfin.
__ADS_1
"Lebih kasian sama diri Gue. Amit-amit bisa ketemu cowok macam ini. Nggak ada menor banget. Suka bikin rusuh dan nyebelin paling akut. Sumpah ya Gue nggak akan mau sama Lo." Balas Wilona lagi tanpa melihat wajah Galfin.