
"Oh iya Andini gimana sekarang perasaannya setelah melahirkan anak kembar?" Tanya Jena mengawali pembicaraan lagi setelah beberapa detik terhenti dan terputus.
"Masya Allah Jena. Rasanya tidak bisa aku jelaskan. Yang pastinya sangat sangat bahagia. Sungguh bahagia sekali. Bisa merasakan jadi ibu yang sesungguhnya." Lanjut Andini.
"Terus sekarang bagaimana dengan anak kamu siapa namanya Andini. Arumi ya?" Ucap Jena lagi.
"Alhamdulillah Jena. Arumi sangat sayang dengan adik tirinya. Aku awalnya sudah kepikiran. Tapi sudah ku jelaskan untuk tidak iri hati kepada adiknya. Meskipun Arumi tak terlahir dari rahimku sendiri namun kasih sayang yang aku punya ke Arumi cukup besar sama halnya dengan Alesha dan Allana." Jawab Andini seolah sangat nyaman untuk bercerita dengan Jena.
Asyik nyaman dan tenang.
Jena cukup pintar jika diajak untuk cerita dan curhat.
Seorang pendengar dan penasehat yang handal bagi Andini.
***
Kehidupan keluarga ini berjalan dengan semestinya dan penuh kenangan mulai dari yang pahit hingga manis.
Benar adanya jika memang kesulitan itu tidak akan bertahan selamanya.
Ada masanya kita berada di bawah dan akan ada masanya pula kita di atas.
Ada kalanya harus melewati kesedihan demi sebuah kebahagiaan yang sedang menanti.
***
"Assalamualaikum." Sapa Kevin dan Jena di luar sana.
"Waalaikumussalam." Jawab Rasya yang kemudian membukakan pintu.
"Masuklah!" Perintah Rasya kemudian.
"Maaf kami datang tiba-tiba." Lanjut Jena.
"Tidak mengapa." Jawab Rasya kemudian mengambilkan air minuman dan hidangan.
Sebab di rumah yang ada saat ini hanya Rasya Andini dan putri kembarnya itu.
"Eh ini anak kamu Kev?" Tanya Rasya.
"Iya Rasya. Kaisar yang sudah kembali dari Kairo." Jawab Kevin kemudian.
"Putri mu Arumi dimana Rasya?" Tanya Kevin lagi.
"Arumi masih mengajar. Tapi biasanya jam segini udah pulang. Mungkin masih macet di jalan." Lanjut Rasya.
__ADS_1
"Oh begitu. Sebenarnya kami bermaksud ingin menjodohkan Kaisar dengan putrimu Rasya. Sebab Arumi sungguhlah akan menjadi istri dan menantu idaman bagi kami. Kami tidak ingin terjadi hal yang di luar keinginan. Maaf jika kami lansung membahas ke intinya dan mungkin saja Rasya dan Andini tersinggung." Lanjut Kevin.
"Ayah. Maksudnya gimana Yah?" Tanya Kaisar.
"Maaf Nak. Ayah dan Bunda merasa jika ini hal yang baik untuk kamu." Lanjut Kevin.
"Tapi Yah." Tolak Kaisar.
"Ini yang terbaik Nak. Arumi sangatlah cantik." Lanjut Kevin.
Rasya dan Andini hanya bisa menghela napas panjang kemudian Arumi datang membaca salam.
Arumi yang sudah terlanjur membuka cadarnya kemudian terburu buru menutupnya kembali.
Namun hal itu rasanya percuma sebab Kaisar sudah dahulu melihat wajahnya sekilas.
"Masya Allah cantik sekali." Kaisar membatin.
"Assalamualaikum Om, Tan, Bang." Sapa Arumi.
"Waalaikumussalam Nak." Jawab Jena.
Arumi yang dimintai duduk bersama dengan Jena, Kevin dan Kaisar.
Andini yang tengah sibuk mengayun ayunkan Alesha dan Allana bergantian.
"Jadi begini Nak. Maksud Om Tante dan Nak Kaisar kesini itu ingin menjodohkan Nak Kaisar dengan Arumi Nak. Bagaimana Nak? Apa kamu setuju dijodohkan dengan Nak Kaisar?" Tanya Rasya.
Arumi yang syok dengan perkataan dari Rasya hanya bisa menundukkan kepala dan pandangannya.
"Arumi akan ikut semua yang benar itu baik untuk Arumi dari Allah Pak. Jika Bapak inginkan Arumi di jodohkan dengan Bang Kaisar. Arumi akan mengikut Pak." Lanjut Arumi.
Arumi tumbuh menjadi putri sholehah dan terus menjadi kebanggaan Rasya dan Andini karena sikapnya yang patuh kepada orang tuanya meskipun itu hanyalah orang tua angkat.
Sungguh akan sangat bahagianya orang tua kandungnya melihat Arumi tumbuh menjadi sosok saat ini.
"Masya Allah Nak. Benar wanita sholehah dirimu." Lanjut Jena.
"Arumi hanya bisa berusaha untuk mengikuti keinginan Ibu dan Bapak. Sebab hanya dengan cara itu Arumi menghormati Ibu dan Bapak yang sangat sayang dengan Arumi semenjak Arumi menjadi bagian disini." Lanjutnya meneteskan air matanya di balik cadar yang ia gunakan.
“Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah.”(Al-Hadist riwayat muslim).
"Semoga hadiah nantinya adalah surga Nak." Lanjut Kevin.
"Aamiin. Makasih banyak Om." Lanjut Arumi.
__ADS_1
Disisi lain Kaisar hanya bisa menghela napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan keluar.
Cuaca panas hari ini sungguh menusuk ke dalam dadanya.
Suasana yang entah apa rasanya.
Dijodohkan?
Namun untuk kali ini tidaklah berat bagi keduanya.
Hanya saja butuh waktu untuk mengenal satu sama lain melalui CV yang akan di persiapkan masing - masing.
Setelah hari dimana perjodohan itu tibalah hari dimana pertunangannya atau khitbah untuk calon pasangan ini. Yaitu nya Kaisar dan Arumi.
Meskipun tak besar besaran namun mengalihkan dunia yang panjang.
Tak lama setelah pertunangan tibalah hari pernikahan yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
Menikah bukan tentang seberapa lamanya kenal ataupun seberapa yakinnya akan perasaan.
Namun ketika Allah berkata "Jodohmu sudah datang!"
Jika itu sudah sampai di hatimu, maka badai apa pun yang akan menghadang tidak akan bisa menghambat jalur perjalanan.
Semoga keluarga Arumi dan Kaisar menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah wa Rohmah.
Barakallahu laka, wa baraka alaika.
Wa Jama'a baina kumma fii khair.
Dari Ubaid bin Sa’ad, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang menyukai fitrahku hendaknya ia bersunnah dengan sunnahku, dan termasuk sunnahku adalah menikah.”
“ Di cerikan Musadad, diceritakan Yahya dari ‘abdulloh berkata bercerita kepadaku Sa’id Ibn Abi Sa’id dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”
Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakkan ke dalam api neraka." (H.R. Bukhari-Muslim).
Cintailah Allah atas anugerah nikmat yang diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena mencintaiku." (Hr. At-Tirmidzy dan al-Hakim).
"Selamat menempuh hidup baru putri kesayangan Ibu. Semoga keluargamu nanti akan membawamu ke surganya Allah. Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama'a baina kumma fii khair sayang." Peluk kasih Andini kepada Arumi.
Arumi sangat lah bahagia, meskipun menikahi lelaki yang tak ia kenal sekalipun jika itu adalah kebahagian bagi Andini dan Rasya sungguh tidaklah menjadi suatu keterpaksaan olehnya.
*Berusahalah untuk selalu membahagiakan orang tua kita. Apalagi itu adalah orang tua kandung kita. Sayangi mereka seperti mereka menyayangi kita di waktu kecil.
Arumi adalah putri angkat namun kasih sayangnya terhadap orang tua angkatnya melebihi yang seharusnya.
__ADS_1
Mari sama-sama benahi diri kita untuk berubah menjadi lebih baik dan berbakti kepada orang tua kita .
Robbana atina fitdunya hasanah wa fil akhirati hasanah wakinna aza bannar*.