Suami SHOLEH Untuk ANDINI

Suami SHOLEH Untuk ANDINI
Menunggu kelahiran


__ADS_3

Sesampainya di rumah Lina dan Kevin.


"Assalamualaikum Lina." Sapa Jena yang menghampirinya, namun Kevin sibuk bercengkerama dengan Rafki.


Maklumlah ya kan, Lelaki sesama lelaki.


"Waalaikumussalam Mbak. Duduklah Mbak! Sama siapa kesini nya Mbak?" Tanya Lina.


"Ada Mas Kevin juga kok Lin. Tuh di luar sedang asyik dengan Rafki." Jawabnya singkat.


"Oh iya Lin. Aku boleh gendong?" Tanya Jena.


"Tentu boleh lah Mbak." Jawabnya sambil memberikan putra kecilnya itu.


"Ganteng sekali wajahmu Nak. Semoga kelak menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua." Usap Jena ke kepala putra kecil yang belum ada namanya itu.


"Aamiin." Lina mengaminkan doa Jena.


***


Ketika selesai makan malam dan Lina yang tengah menyusui putra kecil itu.


Teringat akan suatu hal olehnya.


"Bagaimana untuk acara tasyakuran akikahnya Mas?" Tanya Lina.


"Tenanglah sayang! Semuanya sudah beres. Kamu tinggal duduk manis saja. Dan undangannya pun sudah berjalan semuanya." Jawab Rafki yang memang dari awal dia memilih mengerjakan ini pribadinya.


Sebab ada kesan tertentu untuk putra pertamanya, buah cinta dengan istrinya.


Rafki yang tak ingin ketinggalan moment indak untuk putra kecilnya itu.


"Oh baiklah Mas. Terus namanya kita kasih siapa Mas?" Tanya Lina lagi.


Rafki yang memang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari bahkan jauh ketika putra kecil ini belum lahir.


"Sabar dulu sayang. Mas ada nama yang indah dan bagus sekali. Nanti namanya kejutan dari Mas. Oke." Ucapnya mengacungkan jempolnya.


"Hmmm. Aku kan penasaran Mas." Keluh Lina.


"Simpan penasaran kamu baik-baik sayang. Nanti kejutan. Nggak boleh nanya lagi. Lagian akikahnya putra kita tinggal seminggu lagi. Nanti hari sebelum akikahnya Mas kasih tau. Sabar ya istriku tersayang." Ucap Rafki sembari mengecup singkat kening Lina istrinya.


***


Hari berlalu hingga hari dimana datang untuk acara tasyakuran akikah putra Rafki dan Lina.


Semuanya tamu undangan telah mulai berdatangan.


Rina yang sangat agresif menyambut tamu dengan sopan dan ramah.


Rasya hanya datang sendirian, kali ini tanpa di temani oleh Andini istrinya.


"Mas Rasya, Mbak Andini kemana?" Tanya Lina karena saat ini Rasya berada di dekat Lina.


"Andini sedang di Rumah Sakit Lin. Kondisinya kian memburuk. Kehamilan yang sudah kian membesar membuatnya kelelahan dan harus di rawat di Rumah Sakit." Jelas Rasya.

__ADS_1


"Oo begitu Mas. Semoga persalinannya Mbak Andini nanti berjalan dengan lancar." Jawab Lina.


"Aamiin. Terima kasih banyak Lin." Ucap Rasya.


"Ya udah Lin. Mas pamit mau nyapa tamu dulu." Izinnya.


"Baiklah Mas." Jawab Lina kemudian sibuk menimang-nimbang kembali putra kecilnya itu.


"Assalamualaikum semuanya, tamu dan undangan yang terhormat, sebelum acaranya resmi dimulai, kami selaku orang tua dari putra kecil kami ingin memberikan sebuah nama yang indah untuk putra kami." Jelasnya Rafki dan di sampingnya ada Lina, kemudian mereka mengangkat kotak besar yang di dalamnya tertulis nama anaknya.


Semua tamu undangan bersorak senang tak sabaran menantikan kalimat nama yang akan di panggilkan kepada putra kecil itu.


"ATTAR ZAYYAN RAFLIN" yang artinya laki-laki elok wajahnya juga seorang penebar wangi putra dari Rafki dan Lina.


Semuanya bertepuk tangan bersorak gembira.


Hingga acara tasyakuran akikah untuk baby Zayyan dimulai satu persatu.


Semuanya terlihat bahagia dan kompak.


Tidak ada di antara mereka yang jaim-jaiman.


Selesainya acara tasyakuran akikah nya putra kecil Rafki dan Lina.


Dan selesai makan makan kemudian satu persatu tamu undangan mulai bepergian.


***


Setibanya di rumah sakit dan disana ada Arumi yang selalu menjaga Ibunya Andini.


"Assalamualaikum Nak." Sapa Rasya masuk.


"Udah Nak. Ibu bagaimana keadaanya sekarang?" Tanya Rasya lagi.


"Tadi ketika Dokter periksa, Dokter bilang kondisi Ibu sudah membaik Pak. Dan jika kondisi Ibu terus membaik, besok in syaa allah Ibu sudah bisa di bawa pulang." Jelas Arumi.


"Alhamdulillah Nak." Jawab Rasya kemudian menghampiri Andini yang sedang tidur terlelap karena semalaman menahan sakit yang tak terkira, hingga kini akhirnya ia kelelahan dan bisa tidur se pulas ini.


"Arumi udah makan Nak?" Tanya Rasya.


"Udah Bapak. Tadi Arumi beli jajan nasi goreng di depan." Jawabnya.


"Ya sudah Nak. Arumi pulang lah Nak! Istirahat di rumah!" Perintah Rasya.


"Tapi Pak. Arumi mau disini jagain Ibu." Tolaknya.


"Ibu ada Bapak yang jagain. Nanti kamu juga ikutan sakit Nak. Terus begadang nggak istirahat. Pulanglah Nak!" Perintah Rasya lagi.


Arumi hanya mengangguk sekilas memeluk tubuh Andini yang masih terbaring dan saat ini sedang tidur terlelap.


"Arumi." Panggil Andini.


"Sayang." Rasya mendekati Andini yang terbangun.


"Arumi mana Mas?" Tanya Andini.

__ADS_1


"Arumi udah Mas suruh pulang sayang. Arumi juga harus istirahat. Sekarang kan ada Mas yang jagain kamu." Jelas Rasya.


Andini yang mengerti kemudian mengangguk pelan.


"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Rasya kemudian.


"Nggak usah Mas. Aku cuman mau minum aja." Jawabnya.


Rasya yang lansung dengan sigapnya mengambilkan air kemudian meminumkan air tersebut kepada Andini istri tercintanya.


"Makasih ya Mas." Ucap Andini.


Rasya mengangguk sambil mengecup singkat kening Andini.


"Mas kapan datang?" Tanyanya lagi.


"Tadi pas kamu sedang tertidur sayang." Jawab Rasya.


"Mas, aku kapan bisa pulang? Disini itu nggak enak Mas." Keluh Andini.


"Sabar sayang. Jika kondisi kamu semakin membaik besok In Syaa Allah udah bisa pulang. Makanya kamu harus banyak banyak makan. Biar sembuhnya pun juga makin cepat." Ucap Rasya menyodokkan makanan yang sudah di sediakan pihak Rumah Sakit.


"Udah Mas." Tolak Andini setelah suapan pertama.


"Jangan gitu sayang. Katanya mau cepat sembuh." Rayu Rasya lagi.


***


Setelah Andini mendapatkan izin dari Dokter dan pihak Rumah Sakit untuk rawat jalan dan bisa pulang.


Merupakan kebahagiaan tersendiri olehnya.


Sesampainya dirumah, suasana asri yang ia begitu rindukan.


Seminggu tidur di ruangan pengap dan hanya terbaring lemah di Rumah Sakit sangatlah tidak menyenangkan harinya.


Andini yang saat ini menantikan detik detik melahirkan calon anaknya itu yang di dalam hasil USG nya merupakan bayi kembar.


Namun belum jelas pasti jenis kelaminnya itu.


..."Saat kita terpuruk hari ini, belum tentu kita akan selalu berada di dalam masa keterpurukan itu....


...Sebab Allah itu Maha Adil....


...Mungkin kita saat ini tidak dapat menerimanya dengan lapang dada....


...Namun percayalah saat itu juga itulah yang terbaik untuk kita....


...Mungkin Allah sedang rindu dan mengajarkan arti sabar kepada HambaNya....


...Karena setelah badai akan datang pelangi pengusir sesak di dalam dada."...


Assalamualaikum reader.


Maaf ya kita udah lama nggak update novel Suami Sholeh untuk Andini.

__ADS_1


Dikarenakan adanya beberapa kendala.


Semoga untuk para reader kesayangan, tidak bosan menunggu update cerita kita ini.


__ADS_2