
"Nggak usah malu-malu lah. Kalau sayang bilang sayang, kalau cinta ya bilang cinta. Buat apa menutupi perasaan." Lanjut Galfin.
Membuat Wilona semakin sungkan dan malu-malu.
"Jangan godain aku terus." Ucap Wilona menutupi wajahnya.
"Siapa yang godain kamu. Aku bicara yang benar kok." Lanjut Galfin.
"Udah Galfin. Dasar nyebelin nya kumat lagi tuh kan." Timpal Wilona.
"Nyebelin seperti ini kan tetap menjadi pemenang di hati Dokter muda yang sangat cantik bernama Wilona." Lanjutnya lagi.
"Galfin udah." Ucapnya.
"Tapi bener loh Dokter muda ini kenapa jadi secantik ini sih?" Tanya Galfin.
Wilona hanya diam namun Galfin tiada hentinya.
"Hahaha aku senang sekali lihat wajah menggemaskan ini kalau lagi ngambek dan manyun gitu." Jelasnya.
"Kebiasaan deh seneng bikin orang lain kesel." Wilona sedikit marah.
"Biar nanti jadi terbiasa." Lanjutnya lagi mengeluarkan tawanya yang terbahak.
"Tapi sumpah deh Gal. Aku belum bisa berpikir jernih. Kenapa bisa-bisa nya aku terjebak dengan rasa ini bersama kamu. Seseorang yang nyebelin nya sering kumat. Bukan hanya sering bahkan selalu." Tutur Wilona.
Dan keduanya sama-sama tertawa terbahak-bahak.
Keduanya saling menikmati keindahan saat ini, dengan menu makanan yang menjadi favorit bagi mereka.
"Lagian cowok seperti aku ini langka loh. Kamu termasuk cewek beruntung bisa mendapatkannya." Jawab Galfin saking percaya dirinya.
"Hmm. Mungkin iya dan mungkin tidak." Timpal Wilona lemas.
"Oh iya Wil. Kalau boleh tau kenapa kamu trauma dengan percintaan? Apakah sebelumnya pernah kecewa? Boleh lah cerita. Lagian calon suami juga." Bujuk Galfin.
"Iya Gal. Aku pernah trauma jatuh cinta sebelum bertemu denganmu. Aku pernah jatuh cinta tapi di tinggal nikah sama lelaki itu." Jujur Wilona.
"Tapi sebelum ketemu aku kan?" Tanyanya memperjelas.
"Iya Galfin." Jawab Wilona.
Umur mereka tidak beda jauh, hanya selisih 5 bulan saja Galfin yang lebih tua dari Wilona.
Bisa dibilang seumuran ya.
Pengusaha muda dan Dokter muda.
***
"Ustad Rasya. Ini dokumen yang sudah selesai di analisa tinggal Ustad tanda tangan saja lagi." Ucap salah seorang Ustad lainnya.
"Baiklah Ustad. Bagaimana tentang pembangunan pesantren An-Nahal yang sudah mulai di bangun?" Tanya Rasya mengingat projects yang saat ini mereka kelola.
__ADS_1
Selain menjadi tenaga didik, Rasya saat ini sudah bisa membangun di berbagai tempat pesantren, penerus pekerjaan almarhum Papa Andini, dan juga almarhum Ayahnya sendiri yang sedari awal sudah menjalin kerja sama yang akurat.
Pembangunan kali ini adalah peluasan di Jawa Tengah.
Andini yang tengah sibuk dengan kehamilannya, tidak mau ketinggalan momen - momen berarti dengan calon bayinya.
Karir Rasya melonjak pesat, yang diawali dengan pekerjaannya kembali menjadi tenaga didik, hingga menjadi seorang pemimpin.
Hingga penghasilannya pun sudah sangat mencukupi bahkan melebihi dan mereka pun bisa menabung dan juga sedekah di berbagai tempat suci.
Pembangunan dan peluasan pondok penerus.
Waktu yang cukup singkat, posisi ini Rasya dapatkan hanya dalam kurun waktu 4 bulan..
...Anugerah dari Allah....
...Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak....
...Seseorang yang awalnya mengemis harta,...
...suatu saat akan bergelimang harta....
...Meskipun terjadinya demikian,...
...janganlah merasa tinggi dan sombong....
...Sebab semua itu hanyalah titipan,...
...yang akan di mintai pertanggung jawaban....
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ بِا لْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ ۗ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَا للّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَا ۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰۤى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِ نْ تَلْوٗۤا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuunuu qowwaamiina bil-qisthi syuhadaaa`a lillaahi walau 'alaaa angfusikum awil-waalidaini wal-aqrobiin, iy yakun ghoniyyan au faqiirong fallohu aulaa bihimaa, fa laa tattabi'ul-hawaaa ang ta'diluu, wa ing talwuuu au tu'ridhuu fa innalloha kaana bimaa ta'maluuna khobiiroo
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 135)
Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah.
Sekalipun hari ini engkau berada di tempat paling bawah.
Roda kehidupan akan selalu berputar.
Jika Allah sudah berkehendak ( kun fayakun ),
maka yang miskin akan jadi kaya dan bisa pula lah sebaliknya.
Allah Maha Luas Maha Adil.
Allah lah yang Maha mem bolak balik segalanya.
__ADS_1
Ingatlah!
Seseorang dikatakan beriman ketika dia telah di uji.
Melalui keturunan, pernikahan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya.
Terus lah berprasangka baik kepada Allah.
Sesuatu yang tidak baik menurut kita belum tentu tidak baik.
Yang terbaik untuk kita ialah takdir dari Yang Kuasa.
***
"Sayang. Semua persiapan untuk acara pernikahan Wilona udah semua?" Tanya Kevin.
"Udah hampir seratus persen sayang." Jawab Jena.
"Kalau butuh sesuatu kabari aku dan akan kita persiapkan." Lanjut Kevin.
"Oke pak suami." Lanjutnya menggoda Kevin yang suami tercinta.
Jena yang sudah mempersiapkan segala dekorasi hidangan juga tamu undangan.
"Undangan udah semua?" Tanya Jena kepada asisten rumah tangganya yang juga sudah menjadi kerabatnya dalam segi mempersiapkan acara sakral ini.
"Udah Buk." Jawab si bibi.
"Oke Bi. Makasih banyak ya Bi." Lanjutnya.
Hari pernikahan Wilona dan Galfin hanya tinggal 2 x 24 jam lagi.
Ibarat kata adatnya.
Wilona yang sedang di pingit dan tidak bisa keluar kemana pun.
"Hai Adek ipar ku yang akan segera menjadi istri seseorang." Panggil Jena masuk ke dalam kamarnya
yang sudah tertata rapi dengan dekorasi nuansa putih silver itu.
"Apa sih Kak. Mulai deh." Jawab Wilona.
"Kakak bahagia banget sayang. Akhirnya adik kesayangan ini mau membuka hatinya dan menikah dengan lelaki pilihannya." Lanjut Jena.
"Bismillah ya Kak. Doain aku Kak. Semoga nantinya bisa menjadi keluarga yang bahagia sama seperti Kakak dan Kak Kevin." Lanjut Wilona.
Jena memeluk Wilona dan berbisik.
"In syaa Allah sayang." Ucapnya.
"Aku deg - degan Kak." Lanjut Wilona lagi sambil menggenggam erat tangan Jena.
"Itu wajar Dek. Namanya juga akan menjadi istri. Status baru dan keluarga baru." Jawab Jena.
__ADS_1
"Aku takut Kak."
"Percaya akan kuasa Allah Dek. Teruslah berdoa semuanya akan baik-baik saja." Jawab Jena lagi.