System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Tusk King


__ADS_3

Evan yang mendengar permintaan aneh Seno akhirnya mengembalikan kotak hadiah yang sebelumnya ia terima.


“Darahku?...hahaha, kenapa aku harus memberikannya?”


“Ini, ambil kembali buah sugawi ini, aku tak membutuhkannya dan sampai jumpa lagi.”


Evan yang sudah tak ada urusan dengan orang orang dari kekaisaran Escapia langsung pergi dari sana seperti tak pernah ada pembicaraan di antara mereka.


Tentu saja ia tak ingin memberikan darah miliknya ke sembarang orang apa lagi ke orang orang yang memiliki niat buruk seperti Zeno dan anggotanya.


Walaupun sekarang belum terjadi hal besar di antara mereka, tapi Evan tau kalau Zeno sedang merencanakan sesuatu dan ia tak ingin terlibat masalah merepotkan tersebut.


Jika itu tak melibatkannya maka ia juga tak akan peduli, tapi jika melibatkan dirinya apa lagi orang orang yang ia sayangi maka Evan pasti berbuat sesuatu untuk menghentikan itu semua.


Setelah pergi meninggalkan Zeno dan kelompoknya, kini Evan melanjutkan perjalanannya sendirian di tempat luas tersebut.


Bisa di bilang kali ini ia berada di tempat seperti istana besar dan terdapat banyak tempat yang memancarkan kekuatan berbeda beda.


Setelah berjalan cukup lama, Evan kini tiba di sebuah ruangan aneh. Di ruangan itu terdapat kursi singgasana Raja yang sangat besar dan saat Evan memasuki tempat itu, seketika itu juga pintu tertutup dan sesosok makhluk besar terlihat duduk di singgasana raja dan menatap ke aranya.


Evan yang melihat monster sebesar tiga meter itu di hadapannya langsung melihat statistik monster tersebut.


Nama : Tusk King


Ras : Tusk


Level : 500


HP : 5.162.334.221


MP : 350.332.662


STR : 5.762.491


AGI : 5.430.221


INT : 2.503.824


Skill : Punch Invisibel, Cristal Dagger


Title : King Of Edollas

__ADS_1


Dengan cepat monster bernama Tusk yang berbentuk setengah banteng setengah manusia itu melompat dari singgasana miliknya dan langsung menyerang Evan.


Evan yang melihat itu juga langsung mengeluarkan Dragon God Sword dan pertarungan pun langsung terjadi.


Dengan cepat Tusk seperti berteleport dan langsung berdiri di belakang Evan lalu menyerangnya. Tangan besar yang di lapisi kristal aneh berwarna biru itu dengan cepat mengarah ke arah Evan,Tapi Evan dengan refleks yang cepat menahan tinju besar milik Tusk dengan Dragon God Sword.


“Heee, lumayan kuat juga.”


Kini dua monster itu saling jual beli serangan. Evan yang menggunakan Dragon God Sword dengan cepat menyerap mana milik Tusk tiap kali mereka beradu serangan.


Tapi di dalam ruangan aneh itu Tusk seperti memiliki mana yang tak ada habis habisnya karna adanya sebuah kristal aneh yang sama dengan kristal berwarna biru yang ada di tangan kanannya.


Cristal itu seperti menyalurkan energi mana secara terus menerus tanpa henti kepadanya.


Evan yang merasakan itu langsung menghancurkan kristal aneh yang berjumlah empat buah dan saat kristal itu hancur seluruhnya saat itu juga kristal berwarna biru di tangan kanan tusk memancarkan cahaya menyilaukan.


Karna silaunya cahaya itu Evan sedikit lengah dan telat menghindar dari tinju besar Tusk. Untungnya karna skill berpedang miliknya ia masih sempat menangkis serangan tinju super kuat itu.


Tapi secara tiba tiba Evan merasakan sakit di dadanya seperti ia menerima telak serangan pukulan milik Tusk dan kini memuntahkan darah dari mulutnya.


“Huh, sejak kapan dia menyerangku?”


Evan yang merasakan ada yang aneh dengan serangan Tusk langsung tau kalau itu adalah salah satu skill milik Tusk. Dengan skill Invisibel Punch, tinju milik Tusk dapat melukai Evan yang telat merespon dan kini monster itu tak menyia nyiakan kesempatan yang ada dan terus melancaran tinju mematikan miliknya ke arah Evan.


“Silahkan bermain dengannya anak anak.”


Dengan cepat Evan mengeluarkan bayangan kematian miliknya dan menyuruh bayangan bayangan itu untuk menyerang Tusk.


Sambil melihat pertarungan Tusk melawan pasukan bayangannya, Evan kini menyembuhkan dirinya sendiri terlebih dahulu dengan energi kehidupan yang ia miliki.


Dengan cepat luka yang ia terima kini sudah sembuh dan Evan yang sudah bosan dengan pertarungan itu langsung bersiap mengakhirinya.


Kini ia mengeluarkan tombak Enki dan mengalirinya dengan energi kekacauan yang sangat kuat. Lalu dengan secepat kilat ia melemparkan tombak Enki ke arah Tusk yang sedang sibuk melawan pasukan bayangan miliknya.


Karna cepat dan kuatnya serangan Evan, armor super kuat yang melindungi Tusk sampai hancur akibat serangan tombak Enki dan monster sebesar tiga meter itu langsung mati.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]

__ADS_1


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan menerima kotak hadiah misterius]


[Selamat tuan telah naik ke level 400]


Sesaat Tusk mati, Evan langsung mengambil tubuh monster itu dan menyimpannya di invenory, bisa di bilang ia sangat tertarik dengan kristal biru di tangan Tusk yang sangat kuat.


Lalu ia juga mengambil beberapa barang yang berharga di dalam ruangan itu dan langsung meninggalkannya.


“Huh, lumayan buat pemanasan.”


Kini Evan berjalan kembali di tempat luas tersebut. Ia banyak memasuki ruangan ruangan yang ada di sana dan melawan monster monster yang ada di dalam sana.


Bisa di bilang tempat itu di penuhi oleh monster di tiap ruangannya dan di tiap ruangan monsternya pasti berbeda beda.


Kini ia memasuki ruangan lain yang cukup besar. Di ruangan itu terlihat ada banyak patung patung monster aneh yang memiliki badan ular dan kepala manusia.


Saat Evan memasuki ruangan tersebut lagi lagi pintu tertutup dengan sendirinya dan kini di hadapannya ada monster setengah manusia dan setengah ular dengan level 350.


Monster monster itu ada lumayan banyak dan yang membedakan mereka hanyalah warna tubuh ularnya. Ada yang berwarna hijau, hitam, merah dan yang terkuat memiliki badan emas dengan level 400.


“Lumayan...dapat pasukan baru.”


Dengan cepat Evan mengeluarkan pasukan bayangan kematian yang kini jumlahnya makin banyak. Bahkan kini Tusk King yang sebelumnya ia lawan sudah menjadi salah satu pasukan bayangan miliknya.


Evan yang saat itu hanya menyaksikan kehebatan pasukan bayangan kematian miliknya bahkan tak perlu membantu mereka untuk menaklukkan monster ular yang ada di sana.


Dengan cepat pasukan bayangan itu membunuh semua moster ular dan memakannya. Kini pasukan ular yang sudah di kalahkan oleh Evan menjadi salah satu pasukan bayangan kematian miliknya.


“Dengan ini jumlah pasukan bayangan kematianku berjumlah 5.231 dan level yang tertinggi adalah Serigala biru dan Tusk King.”


Saat melihat semakin banyaknya pasukan kematian miliknya, Evan kini sudah tak perlu report repot untuk turun tangan melawan monster monster lemah dan hanya mengandalkan pasukan bayangan miliknya.


Walaupun menggunakan pasukan bayangan banyak menggunakan mana, tapi karna mana milik Evan sendiri memang ada banyak sekali dan itu terus bertambah berkat kekuatan aneh dari gelang dan cincin solomon, ia sama sekali tak kesulitan ketika menggunakan banyak pasukan bayangan.


Kini bahkan hampir seluruh tempat di lantai tujuh sudah di penuhi oleh pasukan bayangan kematian milik Evan.


“Baiklah saatnya ke lantai berikutnya.”

__ADS_1


Kini Evan berjalan meninggalakan lantai tujuh di ikuti oleh ribuan pasukan bayangan kematian yang jumahnya makin meningkat.


__ADS_2