System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Evolusi Zakiro


__ADS_3

Evan kini dapat merasakan makhluk kecil yang tak lain adalah Zakiro telah terbangun dari tidurnya dan mulai meronta ronta.


Bukan hanya bangun dan mencoba keluar dari inventory, monster kecil itu juga terlihat makin kuat dan Evan yang menyadari itu langsung mengeluarkan Zakiro dari inventory.


Kini Naga kecil yang awalnya berwarna merah kehitaman itu berubah warna menjadi memiliki warna pelangi di sisiknya dan yang penting aura yang ia keluarkan jauh berbeda dari sebelum ia memakan buah surgawi.


“Ahhhh....akhirnya aku berhasil berevolusi.”


Kini Zakiro kecil terlihat sangat puas setelah berhasil bertambah kuat berkat memakan buah surgawi.


Naga kecil itu yang baru saja keluar langsung terbang dan mendekat pada Evan.


“Hoi manusia, berikan padaku batu surgawi itu juga.”


“Huh, apa maksudmu?...apa kau mau memakan batu itu?”


“Ya ampun, tentu saja aku akan menyerap eneginya, kau pikir aku hanya bisa makan apa!”


Terlihat Zakiro yang baru saja keluar dapat merasakan kekuatan batu surgawi dan langsung meminta itu pada Evan.


Naga kecil itu dengan sombongnya memerintah Evan seperti ialah yang menjadi bos di sana.


“Huh, batu itu sudah habis...aku baru saja menyerap semua energinya.”


“Cih, aku tau itu...aku tidak bodoh, yang ku bilang adalah sana cari lagi, masa harus ku jelaskan baru kau mengerti, dasar manusia...”


Evan yang mendengar ocehan Zakiro menjadi sedikit kesal karna dari nada bicara naga kecil itu ia seakan tak menghormati Evan.


Tapi Evan yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Zakiro langsung keluar dari kamarnya dan menemui seseorang.


Ia kini berjalan dengan Zakiro yang duduk dengan manja di pundak kanannya.


“Hoi, lebih baik kau sembunyi di inventory, jika ada yang melihat bisa gawat.”


“Ya ampun...kau ini cerewet sekali...aku sudah cukup beristirahatnya dan sekarang aku harus bertambah kuat agar bisa pulang kembali ke tempat asalku?”


“Heh, memangnya dari mana asalmu?”


“Darimana?...apa kau ini bodoh atau memang benar benar idiot?...memangnya siapa yang tak tau tentang dunia para naga?”


“Dunia para naga...di mana itu?”


“Sudahlah itu tak penting, dengan levelmu yang sekarang tempat itu hanyalah khayalan dan tak mungkin bagimu untuk sampai di sana.”


“Bicaramu itu sombong sekali...padahal kau hanyalah naga kecil dengan level satu.”


“Hemmmm...begitu ya, jadi kau pikir karna waktu itu kau mengalahkanku kau menganggap dirimu itu sudah hebat ha?”


“Asal kau tau saja manusia, jika bukan karna hukum dunia kecil itu aku bisa membunuhmu dan seluruh orang yang ada di sana dalam satu kali tarikan nafas, jadi jangan sombong kau.”


“Hahahaha, kau ini bicara apa...aku tak percaya dengan omonganmu.”

__ADS_1


“Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi saat waktunya tiba kau akan tau kehebatanku yang sebenarnya.”


“Kita sudah sampai, sekarang sembunyi.”


“Huh, percuma saja bersembunyi dari orang itu, jangan kau bilang aku tak tau tentang Elven.”


“Jadi kau juga tau tentangnya?...kalau tau kenapa justru tak sembuyi, jika dia melihatmu kau bisa di ambil olehnya.”


“Hahaha, ternyata kau memang tak tau apa apa, kau lihat segel ini?...dengan segel mutlak ini Elven tak akan berminat lagi padaku.”


“Huh, segel?...”


Evan yang penasaran melihat ke pundak Zakiro dan kini ia bisa melihat sebuah segel aneh yang melingkar di pundak naga kecil tersebut. karna penasaran Evanpun bertanya pada sitem.


“Sistem, segel apa itu?”


[Lapor tuan, itu segel peliharaan dan majikan, dengan segel itu Zakiro sudah terikat dengan tuan dan tak mungkin untuk di rebut kecuali membunuhnya]


[Saat masih dalam telur, sistem sudah mengikat Zakiro dengan segel peliharaan dan majikan agar ia tak dapat lari, jika tak melakukan itu maka dia bisa membunuh dirinya lagi dan kembali seutuhnya ke alam reinkarnasi]


“Heh, aku tak tau kau sampai melakukan hal seperti itu untukku, makasih sebelumnya.”


[Tak apa tuan, sistem hanya membantu sebisa sistem dan yang terpenting kehadiaran naga itu bisa membantu tuan di kemudian hari]


“Hemmm, makasih sistem.”


Akhirnya Evan yang sampai di depan pintu ruangan besar itu langsung berniat mengetok pintu tersebut.


Saat masuk, Evan dapat melihat Elven yang sedang kumpul kebo dengan tujuh istrinya. Evan yang melihat itu langsung panik dan mencoba keluar dari tempat itu.


“Ahhhh...maaf, aku...aku tak tau kalau kali-.”


“Sudahlah, apa yang kau mau sampai sampai mengganggu malamku?”


“Itu...aku menginginkan batu surgawi.”


“Hemmm...”


Lalu dari jentikan jarinya, Elven memanggil seseorang yang berpakaian seperti ninja. Seseorang dengan jubah serba hitam dan hanya terlihat matanya saja itu langsung mengerti maksud Elven memanggilnya dan menunduk di depan Raja tersebut.


“Lapor tuan, ada perlu apa.”


“Berikan apa yang anak itu inginkan...berikan sebanyak yang ia mau.”


“Baik tuan...”


Dengan cepat sang ninja menghilang dan muncul secara tiba tiba di samping Evan. Evan yang bahkan tak dapat merasakan hawa keberadaannya sampai pria itu tiba di sampingnya menjadi sedikit terkejut.


Dengan level raja Elven yang hanya level 750, ia bisa memerintahkan seorang pria aneh seperti ninja yang bahkan levelnya jauh lebih tinggi darinya, yaitu 800.


“Gila, level nih orang tinggi juga.”

__ADS_1


Lalu Elven yang sedang kumpul kebo dengan ke tujuh istinya langsung melanjutkan aktifitas malamnya dan mengusir Evan.


“Kalau sudah mengerti pergilah.”


“Baik...terima kasih, dan maaf menggangu malammu.”


“Ku maafkan, untuk kali ini ku biarkan dan jika ada keperluan lain kau cari saja Jun dan jangan pernah mengganguku jika tidak ku panggil.”


“Apa kau mengeti?...”


“Ya...aku mengerti.”


Dengan cepat Evan langsung terdorong oleh angin kencang dan seketika itu juga di lempar keluar dari kamar Elven. Jun yang ada di sebelah Evan langsung bertanya padanya.


“Apa saja yang kau butuhkan?”


“Aku menginginkan batu surgawi.”


“Huh, menggangu malam Raja Elven hanya untuk batu surgawi...baru kali ini aku menemukan orang bernyali besar seperti dirimu.”


“Ikuti aku...”


Dengan cepat Jin mengajak Evan pergi ke suatu tempat. Setelah beberapa saat jalan mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan.


Ruangan itu sangat besar dan di segel dengan energi aneh yang membuat Evan tak dapat merasakan apa yang ada di dalamnya.


Dengan kekuatan unik, Jin membuka pintu itu dan dari dalam sana Evan dapat merasakan energi surgawi yang mulai keluar.


“Ini?....”


Kini di hadapanya terdapat banyak batu surgawi yang menggunung. Evan yang melihat itu sudah tak bisa berkata apa apa lagi.


Diktator kejam yang baik hati, itulah yang ada di pikiran Evan saat melihat banyaknya batu surgawi yang di simpan oleh Elven hingga menggunung di dalam ruangan tersebut.


Batu yang sangat mahal di dunia itu dan setiap orang di batasi untuk mendapatkannya kini tergeletak berserakan sampai menggunung.


“Hebat, banyak sekali...”


“Cepat ambil yang kau mau.”


Evan yang sudah di berikan izin spesial untuk mengambil sebanyak apapun yang ia mau menjadi sidikit was was karna Elven seperti merencanakan sesuatu.


Tapi saat melihat kesempatan emas yang di berikan padanya itu, Evan tak segan segan dan mengambil banyak batu surgawi.


“Hahahaha, ambil semua yang kau mau Zakiro.”


“Berisik manusia...cepat kumpulkan semua itu untukku.”


Evan dengan cepat menyimpan semua batu surgawi itu ke dalam inventory miliknya.


Jin yang melihat ketamakan dan kerakusan Evan hanya bisa tersenyum jahat.

__ADS_1


Ia seperti tau apa yang akan segera terjadi pada pria bernama Evan Adams itu.


__ADS_2