
Evan terus masuk lebih dalam sambil menghancurkan pintu baja berlapis Redemtion crystal.
“Dengan ini pintu ke sepuluh hancur.”
“Boooommmm.”
Tinju kuat Evan bercampur energi bintang melubangi pintu besar tersebut. di pintu ke sepuluh, ia kini memasuki sebuah ruangan besar dan luas.
Ruangan itu sangat luas dengan arsitektur khas bangsa Atlantis yang membuat Evan sedikit kagum.
“Tidak ada apa apa di sini?”
Evan yang tiba di dalam sana memeriksa semua tempat dengan aura miliknya dan memang benar yang ia rasakan di awal bahwa tak ada apa apa di dalam sana.
“Apa benar di dalam sini ada sesuatu yang berharga sistem?”
[Sistem hanya menuntun tuan menuju tempat paling mencurigakan dan apa yang ada di dalam belumlah di ketahui]
Evan yang sudah sampai sana terus berjalan di dalam ruangan yang luas tersebut. ruangan luas itu seperti sudah di kosongkan dan tak ada apa apa di dalamnya.
Tapi ketika sampai di ujung lorong, Evan dapat melihat sebuah pintu super besar yang bahkan besarnya sepuluh kali lebih besar dari pintu yang sebelumnya ia hancurkan dan tentu saja sepuluh kali lebih tebal.
“Huh, semoga saja pintu besar ini adalah pintu terakhir yang harus kita hancurkan sistem.”
Evan langsung mengeluarkan Ethereal Staf dan mengalirinya dengan ke tujuh elemen miliknya yaitu Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kegelapan, Cahaya dan terakhir ia menambahkan elemen bintang.
Dengan gabungan semua elemen itu Evan mengarahkan Ethereal Staf dan melancarkan serangan maha dahsyat ke pintu besar tersebut.
“Elemental Burn.”
“Srreeeetttt....booooommmm.”
Sebuah bola sihir yang di penuhi kekuatan maha dahsyat langsung mengarah ke tengah pintu besar lapis baja tersebut dan melobanginya seketika.
Lalu dari dalam sana Evan dapat merasakan energi kuat yang membuatnya tersenyum cerah. Energi super kuat itu keluar dari lobang yang Evan buat dan terus keluar tak terkendali.
“Ini...”
__ADS_1
Dengan cepat Evan melompati pintu super besar itu dan masuk ke dalamnya. Di dalam sana ternyata ada sebuah kolam aneh yang airnya bercahaya emas. Kolamnya tak terlalu besar tapi entah kenapa air di kolam itu mengeluarkan energi aneh yang membuat Evan sangat tertarik.
“Air apa ini sistem?”
[Lapor tuan ini adalah Air Laut Suci]
“Air laut suci?”
[Air laut suci adalah air terbaik yang ada di seluruh lautan, jika makhluk laut meminum atau bahkan berenang di air ini maka ia akan berevolusi ke titik maksimal dan mendapatkan berkah tiada tara dari dewa laut]
“Begitu ya...jadi apakah air ini berguna untukku?”
[Tentu saja berguna, bahkan jika tuan bukan mahkluk laut energi yang terkandung di dalamnya mampu memperkuat tubuh dan tulang tuan berkali kali lipat]
“Hoooo, baiklah ayo kita berendam sejenak di kolam ini.”
Evan yang mendengar khasiat air laut suci langsung memasuki kolam tersebut. tapi saat memasukinya, Evan di buat terkejut karna ternyata kolam itu sangat dalam dan energi yang melimpah terus keluar dari dasar kolam tersebut yang membuat Evan sedikit penasaran.
“Hehehe, ayo kita cek apa yang ada di dalam sana dahulu.”
Dengan cepat Evan berenang dan masuk lebih dalam ke dasar kolam. Ia berenang dengan cepat di air berwarna emas itu, sambil berenang Evan bahkan merasakan Efek hebat air laut suci itu mulai mengalir pada tubuhnya. Seluruh tubuh bahkan tulang tulangnya merasa makin kuat dan di penuhi energi misterius.
Evan terus berenang ke dalam dasar kolam itu yang ternyata lebih dalam dari yang ia kira. Tapi karna rasa penasarannya, ia tetap meluncur masuk ke dalam kolam tersebut dan akhirnya sampai di dasarnya.
Sesampainya di dasar kolam, Evan lagi lagi di buat terpukau karna ternyata dasar kolam itu jauh lebih besar dan luas dari perkiraannya.
“Ini...ini seperti laut di dalam kolam.”
Sambil menelusuri dasar kolam itu yang luasnya bukan main, Evan yang tubuhnya sudah menyerap banyak kekuatan dari air laut suci merasakan hal baru dari tubuhnya dan kini dapat merasakan sebuah aliran aneh yang seperti menghubungkan semua energi yang ada di sana.
“Energi ini...”
Dengan cepat Evan menelusuri energi misterius yang kini dapat ia rasakan. Ia terus menelusuri energi itu sampai akhirnya ia tiba di sebuah tempat aneh.
Ia terus masuk ke dalam tempat yang seperti goa di dasar kolam tersebut dan saat sampai di ujungnya, Evan hanya bisa di buat tersenyum cerah karna semua kerja kerasnya akhirnya terbayarkan tuntas.
Di ujung goa yang ternyata kering, ia dapat menemukan banyak harta. Tapi perhatian Evan tak tertuju pada perhiasan dan emas yang memenuhi tempat itu melainkan ke sebuah tombak aneh yang seperti menuntunnya.
__ADS_1
Tombak itu sangat besar, mungkin besarnya seratus meter dan memancarkan energi kuat yang ia sendiri tak tau apa itu.
“Sistem, tombak apa ini?”
[Ini adalah tombak Dewa laut Enki]
“Hooo, jadi tombak ini yang menjadi asal muasal air suci yang sepertinya mengalir ke seluruh penjuru lautan?... Apa benar begitu?"
[Benar tuan, energi dari tombak ini yang mengubah air laut biasa menjadi air laut suci dan menyalurkan itu semua ke seluruh lautan]
"Heeee, Hebat juga nih tombak."
[Dan bukan hanya itu, menurut catatan di Akashic Record, siapapun yang memiliki tombak ini di katakan mampu menguasai laut dan seluruh mahkluk hidup yang ada di dalamnya]
“Begitu ya...”
Evan yang menginginkan tombak Enki langsung mendekati tombak besar tersebut. ia berpikir bagaimana caranya tombak super besar itu bisa ia gunakan.
Lalu Evan meletakkan tangannya dan menyentuh tombak besar itu. Saat ia memegang tombak itu, Evan merasakan energi kuat dan mengerikan mengalir ke dalam tubuhnya seakan ia meminta pada Evan untuk di keluarkan dari sana.
Evan yang merasakan itu mengfokuskan kekuatannya dan kekuatan tombak dan mana milik Evan saling beradu dan berisonansi.
Selama beberapa saat air laut suci yang berada di sana berguncang hebat seakan ingin tumpah. Kini bahkan bukan hanya air laut suci. Tapi seluruh tempat itu berguncang hebat karna dua kekuatan besar itu terus bertabrakan dan saling menyelimuti satu sama lain.
Evan yang merasa kekuatan dari tombak itu seakan ingin memakan dan menundukkan dirinya melawan balik sekuat tenaga. Kini dua kekuatan super kuat itu makin menggila dan seluruh tempat bergetar hebat.
Evan yang dapat merasakan sesuatu mengalir ke dalam dirinya membuka matanya dan berteriak keras.
“Haaaaa.....terimalah aku sebagai tuan barumu...”
Dengan kekuatan yang makin kuat ia keluarkan, energi milik Evan kini menyelimuti tombak besar itu dan dengan cepat tombak sebesar ratusan meter itu mengecil dan makin mengecil.
Tombak itu terus mengecil sampai besarnya tak sampai tiga meter dan kini ganggangnya tepat di pegang oleh Evan.
“Akhirnya aku mendapatkanmu Enki...sekarang kau adalah milikku.”
Kini di tangan kanannya, Evan mendapatkan sebuah senjata yang bahkan ranknya sudah melewai batas normal dan tak dapat di ukur.
__ADS_1
Sebuah tombak bercahaya emas yang memancarkan energi super kuat berhasil ia dapatkan dengan menggunakan kekuatanya sendiri.
Evan yang berhasil mendapatkan apa yang ia mau hanya tersenyum cerah dan bersiap meninggalkan tempat yang seperti sudah mau roboh tersebut.