
Ketika melihat tubuh besar Zakiro yang bagaikan sebuah pulau terbang, hampir seluruh petualang dan ksatria kota Ignis merinding dan tak dapat bergerak.
Mereka semua sudah sering mendengar tentang legenda 12 monster pembawa malapetaka yang jika mereka melewati sebuah kota atau bahkan kerajaan, maka sudah dapat di pastikan kerajaan tersebut akan menghilang dari peta dunia.
“Aaaa...itu...jadi itu Zakiro?...”
“Apa kita bisa menahan monster besar itu sampai bantuan datang?.” Kata seorang petualang yang terlhat sangat ketakutan.
Tapi di sana para pemimpin dan petinggi lagi lagi memberikan motivasi pada mereka semua. Bahkan saat ini pemimpin kota Ignis yaitu Ignis Van Amelia berdiri di depan para pejuang yang terlihat mulai tak percaya diri.
“Semuanya....”
“Maaf telah menyembunyikan identitasku di awal tadi...”
“Perkenalkan, saya Ignis Van Amelia, ayo kita bersama sama bertahan melawan monster itu sampai bantuan datang.”
“Aku yakin jika kita semua bekerja sama, kita pasti dapat menahan monster itu.”
Terlihat kini sang pemimpin kota Ignis yang baru saja di lantik beberapa bulan lalu juga ikut bertempur di sana.
“Itukan putri Amelia?.”
“Wah, ternyata tuan putri juga sampai turun tangan sendiri.”
Walaupun pidato dari sang pemimpin kota Ignis hanya berlangsung singkat. Tapi berkat itu moral dan semangat para petualang dan ksatria bisa naik kembali.
“Semuanya bersiap....”
“Para penyihir siapkan mantra serangan dan para petarung jarak dekat ayo maju sesuai aba aba dariku.”
Terlihat ketua guild Black Sword yaitu seorang petualang ranks S juga akan mengambil peran sebagai perisai untuk para penyihir yang ada di belakangnya.
Sampai para monster itu akhirnya mendekat dan pertempuran pun tak terhindarkan.
“Fire Ball.”
“Lighning Arrow”
“Aerial Water.”
Terlihat beberapa penyihir mulai melemparkan serangan area ke arah para monster dan membunuh banyak dari mereka seketika.
Lalu para petarung jarak dekat akhirnya maju dan pertarungan berdarah itu pun di mulai.
“Ayo semuanya....”
“Maju....”
“Haaaaaaaa.......”
Akhirnya pertarungan mempertahankan kota Ignis pecah malam itu. Para petualang dan ksatria lainnya mulai bertarung melawan banyak monster yang mendekati kota Ignis.
Terlihat mereka semua bisa menahan gempuran para monster yang datang silih berganti.
Tapi satu hal yang mereka semua tak akan bisa hentikan, yaitu sang monster pembawa malapetaka yang kini sudah makin dekat dengan kota Ignis.
“Huuuhhh....”
“Ayo Evan kau harus bisa melawan rasa takutmu.”
Terlihat Evan kini sudah siap ikut bertempur dengan yang lainnya. Evan yang sadar para petualang dan ksatria kota Ignis mampu menahan gempuran gerombolan monster itu mengambil inisiatif untuk menghentikan pergerakan Zakiro.
“Aku pasti bisa....dengan kesempatan kedua dan sistem yang di berikan sang pencipta ini, aku akan melindungi kota Ignis.”
Tersirat di hati Evan kehangatan dan kemeriahan kota Ignis di benaknya. Ia yang baru beberapa hari tinggal di kota itu di buat sangat senang dan nyaman dengan perlakuan para warga dan petualang di sana yang sangat baik padanya.
Akhirnya Evan langsung menggunakan jubah Raja Iblis dan terbang ke langit. Karna efek cahaya dari aura yang Evan keluarkan. Kini semua orang dapat melihat dengan jelas kehadiran dirinya di sana.
“Itukan...”
__ADS_1
“Ya tak salah lagi, itu dia sang rank S yang sedang hangat jadi pembicaraan akhir akhir ini.”
“Kudengar dia melepaskan kutukan Chloe dengan mudah.”
“Akhirnya dia menunjukkan taringnya.” Banyak orang yang kini melihat Evan terbang dengan gagah di depan mereka.
Victoria bahkan hanya tersenyum ketika melihat Evan yang akhirnya unjuk gigi malam itu.
“Sepertinya malam ini dunia akan mengenal seorang legenda baru.” Ucap Victoria sambil menatap ke arah Evan.
“Sistem...ayo kita kalahkan monster besar itu.”
[Baik tuan, sistem akan membantu sebisa sistem]
"Rasakan ini monster besar....”
“Hujan Meteor.”
Kemudian secara tiba tiba dari atas langit muncul hujan meteor yang sangat banyak, sangking banyaknya langit kini tampak merah karna warna yang di timbulkan hujan meteor.
“Astaga....”
“Apa apaan ini...”
“Semuanya menghindar, jaga diri kalian masing masing.”
Terlihat beberapa orang mulai panik karna hujan meteor yang Evan lancarkan memenuhi langit kota Ignis malam itu.
“Ayo maju sistem...”
Lalu Evan dengan gagah maju dan mendekati Zakiro, Zakiro yang menyadari kehadiran Evan langsung menyemburkan larva panas ke arahnya.
Tapi Evan terihat santai dan tak bergeming. Dengan Armor of Cullahan yang mempunyai pertahanan mutlak akan elemen api, Evan terlihat tak bergeming dari serangan larva panas milik Zakiro.
Dan benar saja, larva panas yang bisa menjadikan makhuk hidup lainnya menjadi debu tak berefek sama sekai pada Evan.
“Armor of Culahan ini benar benar anti api.”
Malam itu seluruh mata di kota Ignis tertuju pada Evan yang bertarung melawan Zakiro secara solo tanpa takut sedikitpun.
Para pejuang yang ada di bawah menjadi lebih bersemangat dan mereka makin menggila dan melawan seluruh monster yang mendekati kota Ignis.
Lalu Evan yang terus menghujani Zakiro dan pasukannya dengan hujan meteor terus mendengar notifikasi naik level karna membunuh banyak monster kecil di bawahnya.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
Zakiro yang akhirnya berhadap hadapan dengan Evan langsung menyemburkan larva panas bercampur badai Es.
Evan yang melihat itu langsung menghindar karna ia ta memiliki kekebalan akan elemen Es.
Terihat dari serangan Zakiro, dataran yang terkena seranganya langsung berubah menjadi hancur lebur. Sebagian hancur terkena larva panas dan sebagian lagi membeku karna hembusan nafas Es Zakiro.
“Sialan....serangan monster ini terlaku kuat, jika sampai mengarah ke kota Ignis maka semua orang akan dalam bahaya.”
Evan yang menyadari bahaya dari serangan Zakiro memancing monster besar itu agar mau mengikutinya. Dan benar saja, Zakiro mengikuti Evan dan mereka kini sudah tak mengarah ke kota Ignis lagi.
"kenapa monster itu seperti sangat tertarik padaku?...."
Tersirat pikiran aneh di dalam hati Evan, tapi karna ia masih dalam pertarungan ia kembali mencoba fokus.
Evan yang terus menghujani Zakiro dengan hujan meteor tanpa henti mulai kehabisan mana.
“Sialan ...hujan meteor seperti tak berefek pada tubuh besarnya.”
__ADS_1
Karna sadar akan hal itu, Evan langsung mengeuarkan Valhala Bow dan mulai menyerang Zakiro dengan tembakan berelemen cahaya.
“Rasakan ini monster besar....”
“Sreeetttt...”
“Booommm...”
Terlihat serangan anak panah Evan mendarat dengan tepat ke tubuh besar Zakiro. Tapi itu semua tetap percuma.
Tubuh besar Zakiro yang bagaikan benteng terbang itu seperti tak terluka sama sekali oleh semua serangan yang Evan lancarkan.
“Hemmm....sepertinya pertahanan makhluk ini kuat sekali.” Sambil meminum mana potion yang ia beli dari toko sistem, Evan akhirnya membuat jurus baru.
“sistem, aku ingin membuat skill baru.”
[Perintah di terima]
[Apakah tuan bersedia membyar 9000CP untuk membuat skill baru]
“Ya, saya bersedia.”
[Memuai proses pembuatan skill baru]
[10%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Selesai membuat skill]
[Selamat tuan telah mendapatkan skill Rank S Arrow Cassade]
{Arrow Cassade, skill Rank S yang memiliki jangkauan area luas}
{Skill ini mampu melancarka serangan hingga ratusan ribu anak panah dengan bermacam macam elemen}
Kemudian Evan yang menerima skill baru langsung membuat skill lainnya.
“Buatkan satu skill lagi untukku sistem.”
[Perintah di terima]
[Apakah tuan bersedia membyar 5000CP untuk membuat skill baru]
“Ya, saya bersedia.”
[Memuai proses pembuatan skill baru]
[10%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Selesai membuat skill]
__ADS_1
[Selamat tuan telah mendapatkan skill Rank A Thunder Bold]
{Skill Thunder Bold, serangan petir dengan area luas yang sangat dahsyat}